
Setelah menunggu cukup lama dengan duduk dibawah bayangan pepohonan. Akhirnya kesabaran Alfred mencapai batas.
Alfred segera berdiri dan mendekat ke dinding batu yang dia ciptakan beberapa waktu lalu.
"Magic Search!"
Gelombang misterius kembali dia pancarkan, namun itu masih dipatahkan setelah beberapa saat menjelajah.
Tetapi Alfred telah melihat sekilas bahwa goblin yang ada di dalam beberapa dari mereka telah tergeletak di tanah tanpa bergerak.
"Aku tidak tahu apakah semuanya telah mati atau belum, tapi setidaknya jumlah mereka telah ditekan."
Kemudian, Alfred menghilangkan tembok tanah tersebut dan suasana super panas bisa dirasakan setelah angin masuk dengan gila.
"Uwah, panasnya ada di tingkat berbeda. Dengan ini, mustahil ada yang hidup."
Alfred ingin masuk, tapi setelah pertimbangkan dia memilih untuk pergi dari sana. Alasan dia melakukan ini hanya untuk exp, Alfred tidak ingin memasuki Gua gelap dan pengap hanya untuk beberapa koin silver.
Selain itu kebutuhannya akan cukup setelah menjual inti sihir yang dia kumpulkan beberapa waktu lalu.
Jadi tidak ada alasan lain untuk rela memasuki Gua tersebut. Lagi pula Artefak yang ada di dalam itu adalah Anti sihir dan jelas tidak memberinya keuntungan.
"Baiklah, waktunya berburu sebentar lagi sebelum pulang." Alfred bergumam rendah, lalu berbalik dan mulai berjalan santai.
Saat ini telah memasuki siang hari, jelas Alfred akan lapar. Namun dia telah menaikkan Gradenya dimana artinya bukan lagi manusia biasa.
Setidaknya, Alfred bisa menahan untuk tidak makan sampai nanti malam. Namun dia enggan melakukan hal seekstrim itu. Jadi setelah berburu sebentar, dia akan pulang kembali ke desa dan membeli makan siang.
"Sepertinya perlahan-lahan rutinitasku kembali normal. Meski aku tidak tahu apa yang akan terjadi jika aku terus mempertahankan rutinitas ini." Alfred tersenyum masam.
Waktu terus berjalan, saat ini Alfred dikejar olehnya. Jika tidak melakukan sesuatu, saat The Chaos of World-Eater keluar, dipastikan Alfred akan kesulitan melawannya.
Kemungkinan terburuknya, dia terbunuh!
"Sialan, aku tidak ingin di reinkarnasikan tanpa ingatan masa lalu!"
Dengan berpikir seperti itu, Alfred mendadak tiba-tiba melesat kesamping sebab merasakan krisis hidup.
"Bossnya muncul?" tanya Alfred karena serangan mendadak tersebut, kemudian dia mengalihkan pandangan melihat siapa itu.
Disana terlihat 2 monster bertubuh mirip manusia dan memiliki kepala babi. Alfred yakin mereka adalah Orc!
[Misi baru di temukan]
[Bunuh 3 Orc terdekat]
[Reward : Menggandakan exp yang di dapat sebesar 5x lipat]
"Eh, jadi ada tiga?"
Mengamati sekitar Orc itu, Alfred kemudian melihat salah satunya baru keluar dari Gua dengan penampilan menyedihkan.
"Jadi meski Orc terpengaruh, tapi tidak sampai membunuhnya kah?" Alfred bergumam sebelum melanjutkan, "Tapi ini menarik. Setidaknya aku tidak perlu mencari monster lagi, dan segera pulang setelah mengalahkannya."
Alfred kemudian mengangkat tongkatnya, bersamaan dengan Orc itu yang mulai mempersiapkan serangan.
Meski keduanya terlihat sudah melemah, Alfred masih merasakan bahaya. Jadi dia tidak bisa bertindah gegabah. Terlebih saat ini belum bisa mengayunkan pedang dengan tepat, setidaknya serangan jarak jauh itu cukup.
Sembari membayangkan sebuah sihir, Alfred bergumam.
"Ice Shard!"
Embun beku yang mulai memadat segera ditembakkan oleh Alfred.
Bom!
Ledakan embun beku memberikan efek kabut dingin disekitar.
Namun, dua Orc itu berhasil menghindar. Meski itu masuk tebakan Alfred bahwa serangan pertama tidak kena, namun dia malas untuk melihat fakta tersebut.
"Setidaknya salah satu dari kalian jangan menghindar!" gerutu Alfred kesal.
Tanpa menunggu Alfred kembali menyerang, dua Orc tersebut melesat ke depan.
Alfred yang melihat itu hanya bisa berdecak kesal, "Bahkan saat sekarat, kecepatannya masih merepotkan!"
Sembari menghindar tebasan dari salah satu Orc, Alfred membayangkan sihir baru.
"Flame Tornado!"
Tanpa memberi waktu, Alfred kembali membayangkan sihir lain.
"Wind Blade!"
"Ice Spikes!"
Berbagai sihir dilempar secara beruntun.
Alfred tidak tahu apakah Orc itu telah mati atau belum.
Tapi setidaknya, dia saat ini harus menjauh.
Meski itu sihirnya, tetap saja jika terkena masih sakit!
Setelah menonton tornado api yang berputar-putar cukup lama sebelum menghilang, Alfred kemudian melihat dua Orc gosong namun masih hidup.
Ekspresinya pahit, "Masih hidup setelah dipanggang seperti itu, apa mereka monster? Tidak, mereka memang monster ..."
Tapi setelah melihat keduanya sekarat, Alfred mengangguk puas. Dia hanya harus melemparkan beberapa sihir dan menang!
Ini adalah sesuatu yang menyenangkan, melihat betapa merepotkannya jika keduanya menggila dan menyerang Alfred dengan ganas.
"Baiklah, akan kuakhiri!" tegas Alfred. "Flame Tor-"
Sebelum Alfred menyelsaikannya, kedua Orc itu tiba-tiba tumbang. Bukan karena dampak serangan tadi, namun seseorang membunuhnya!
Dia adalah Orc satunya yang belum ikut bertempur!
Dan kemudian, sesuatu yang aneh sekaligus mengerikan terjadi.
Orc itu memakan kawanannya sendiri, dengan rakus.
kerakusannya membuat Orc itu tidak membutuhkan waktu 1 menit untuk memakan habis kawannya.
Alfred merasa bahwa itu adalah hal gawat jika Orc tersebut selesai memakan kedua kawanannya.
Selain Inti Sihirnya yang akan menghilang, juga Alfred merasa akan ada hal buruk jika dibiarkan.
"Flame Burst!"
Bukan membayangkan flame tornado, Alfred justru membayangkan sihir terkuat.
Kemudian, sebuah bola api sangat padat muncul di tongkat Alfred dan menyemburkan pillar yang langsung menutupi tubuh Orc tersebut.
Bom!
Setelah beberapa saat, pillar itu menghilang.
Alfred melihat bahwa Orc itu lebih pintar dari tebakannya.
Orc tersebut membawa kedua kawannya, ke balik pohon dan memakannya.
Alfred sendiri tidak mengetahui sebab terfokus pada serangannya, terlebih di awal-awal cahayanya sangat terang hingga dia kesulitan untuk melihat.
Karena itu, Orc tersebut lolos. Sebab itu juga Alfred berada di situasi gawat.
Luka Orc itu telah sembuh dan Alfred bisa merasakan perasaan gawat padanya.
[Warning]
[King Orc telah terlahir]
[Presentase kemenangan turun 40%]
System mengatakan jika Alfred bisa menang dengan presentase 70%. jika dikurangi maka presentase kemenangannya hanya 30% saja!
"Ini gawat."
Dengan masam, Alfred mulai tegang dan mewaspadai serangan dadakan Orc tersebut.
Kemudian Alfred mulai mengingat deskripsi kemampuannya. Magic Staff of Divine sangat keras hingga hanya seorang dewa yang bisa menghancurkannya.
Maka dari itu, tongkat tersebut bisa dipakai untuk menahan serangan jika Orc itu tiba-tiba melesat.
"Sepertinya akan menjadi sangat sulit!" ujar Alfred, kemudian memegang tongkatnya dengan dua tangan sebelum melemparkan sihir.
"Ice Spikes!"
Embun beku mulai menyebar, lalu duri panjang dan tajam mulai menusuk udara. Itu berlangsung hingga menuju ke Orc king tersebut.
Crash!
Beberapa dari duri itu menancap ke tubuh Orc tersebut namun segera hancur dan lukanya dengan cepat sembuh.
Alfred mengernyitkan alisnya. "Bukankah ini seperti terlalu sulit?"
Melihat keatas langit, Alfred ingin menggunakan meteor rain atau meteor burst. Namun dampaknya pasti besar yang merugikan desa Avelia.
Kembali menatap Orc king itu yang mendekat dengan tatapan merendah, ekspresi Alfred suram.
Dia tidak mendapatkan ide yang bagus!
Alfred terus menerus mendengar suara Orc yang menertawakannya. "Tch bukankah ini situasi yang paling kubenci? Ah! Terserah saja! Aku tidak peduli lagi jika desa Avelia merasakan dentuman keras!"
Meski mengatakan itu, Alfred tidak akan menggunakan Meteor Burst. Itu memang hebat, namun jika dihindari maka akan sia-sia.
Dia juga tidak tahu spesifik batas kapasitas Mananya. Akan sangat gawat jika habis sebelum menang!
Sebagai mantan player seorang Great Sage, dia harus memainkan triknya. Lagi pula Magic Staff of Divine memberikannya hak untuk memakai seluruh sihir meski ada syaratnya.
Namun dengan pengalamannya, syarat itu bukanlah hal menyulitkan! Justru adalah hal yang mengasikan!
Dengan tatapan serius, Alfred mulai melompat mundur menjaga jarak dan melesat kesamping.
King Orc masih menatapnya dengan merendah, dan bahkan berhenti berjalan.
Alfred yang mengatahui itu berterima kasih dalam hatinya.
"Bingunglah dan tersiksalah! Blindness!" ujar Alfred sembari mengarahkan tongkatnya ke Orc tersebut.
Kemudian asap misterius muncul di mata Orc, lalu dia tiba-tiba bingung dan melihat sana-sini dengan kasar sebelum berteriak panik.
Setelah berlari beberapa saat, Alfred berhenti dan mengarahkan tongkat ke Orc tersebut.
"Jika memang tidak bisa, maka hujani serangan hingga mati! Thunder Slam!"
Di langit, awan mulai berkumpul bersamaan dengan petir yang bergemuruh.
Kemudian, Blar! Petir besar dan kuat menghantam Orc tersebut tanpa ampun!
Tanah yang diinjak Alfred bahkan bergetar hebat dan ledakan tersebut juga membuatnya mundur beberapa langkah.
"Seperti yang kuduga dari skill terkuat, efeknya benar-benar menakutkan!"
Kembali menatap tubuh gosong Orc itu yang mulai perlahan sembuh. Alfred memikirkan sihir lain yang berjenis petir.
"Thunder Bolt!"
"Lightning Spear!"
"Lightning Strike!"
Beberapa serangan petir di gunakan secara berturut-turut. Alfred merasa sesuatu dikuras banyak dari tubuhnya.
Ketika dia ingin menggunakan sihir lain, Orc itu tiba-tiba lari dari tempatnya berbaring.
Dan itu, sangat cepat!
"Kenapa bisa secepat itu?! Bukankah dia tadi dihantam berbagai serangan petir?!"
Alfred terkejut bukan main. Apa yang Orc itu lakukan di luar pemahamannya!
Terlebih, setelah beberapa saat berlari. Orc itu tiba-tiba berlari kearahnya dengan suara kemarahan.
"Bukankah matanya telah dibutakan?" ketika berkata seperti itu, tatapan Alfred tertuju pada hidungnya.
"Sial, hidungnya juga merepotkan!"
Alfred mulai berlari menghindari terjangan Orc tersebut.
"Acid shot!"
Berpikir untuk menghalangi hidung Orc itu, Alfred menembakkan beberapa cairan asam.
Karena berlari, Alfred tidak bisa mengenainya tepat sasaran. Dia juga tidak bisa melemparkan sihir petir yang bisa memberikan dampak padanya.
Namun, dia teringat sihir petir yang ramah lingkungan.
"Paralyze!"
Orc itu segera tumbang dan tubuhnya berkedut.
Alfred tidak menyia-yiakan waktu itu, dia segera menembakkan cairan asam berkali-kali.
"Acid Shot! Acid Shot! Acid Shot!"
Kemudian, Orc itu mulai bangun.
"Paralyze!"
Mendapatkan sihir lain, Orc tersebut kembali terkapar di tanah.
Alfred bergerak cepat. Mengeluarkan Sword of God dan menebas kepala Orc tersebut.
Slash!
Namun di luar dugaan, tebasannya tidak terlalu dalam.
"Tch, Paralyze!"
Ketika ingin meraih kaki Alfred. Tangan Orc itu kembali tidak bergerak dan berkedut.
Sembari menebas dengan gila, Alfred berteriak kesal.
"Mati! Mati! Mati! Mati! Mati! Mati!!"
Dengan tebasan terakhir, Slash! Kepala Orc itu mulai menggelinding dan Alfred mundur beberapa langkah sebelum jatuh terduduk.
[Misi telah selesai]
[Mendapatkan 590 Exp]
[Mengalahkan monster bertingkat King sebelum 1 minggu setelah sampai di dunia lain, mendapatkan 1.000.000 Poin dan 100 Exp Potion]
Memang pertarungannya melelahkan, mengingat bahwa jika Alfred tidak cepat tanggap. Maka dia akan berakhir tragis.
Namun, hadiah dari System begitu murah hati. Alfred hanya bisa menghela nafas kecil sembari berkata.
"Yah, sudahlah."
...Bersambung...
Jangan lupa Like, Komen dan Favorit! Vote jika berkenan. Terima kasih!