Sent To Another World With Cheat Ability

Sent To Another World With Cheat Ability
Chapter 20 : Dunia Palsu



"Ah, tolong!"


"Jika kalian takut, maka mundurlah dasar beban tidak berguna!"


Ketika Alfred mengumpulkan kesadarannya, suara penuh keributan menarik perhatiannya.


Kemudian seseorang menampar dirinya dan menarik kerah bajunya.


"Jangan hanya memejamkan mata saja!! Cepatlah mundur dasar bodoh!! Atau kau ingin mati beberapa menit lebih cepat sebelum dimakan monster-monster itu?!"


Alfred segera mengambil tindakan dengan berdiri dan berlari menjauh sesuai instruksi.


Sesaat kemudian Alfred mengalihkan pandangan dan melihat area sekitar dengan jelas.


Langit suram berwarna merah darah, tanah gersang dengan bercak darah, mayat bertebaran serta berbagai senjata yang tergeletak tanpa pemilik.


Pandangannya menelusuri hal lain.


Pertempuran intens terjadi beberapa puluh meter di depannya.


Perajurit yang menyerang monster aneh kemudian ada yang terluka, sekarat dan mati.


Disisi lain, monster yang diserang akan mengeluarkan suara kesakitan, kemudian tumbang dan mati.


Itu terjadi berulang-ulang. Layaknya gambaran saling memakan.


Akan bohong jika mengatakan Alfred tidak syok melihat itu.


Secara kasar Alfred hanya memiliki sedikit pengalamam tempur. Saat melihat kejadian saling menyerang membuat dirinya gemetar.


Kemudian akal sehatnya sedikit kembali dan ingatannya mulai terlihat jelas.


Apa yang Alfred fokuskan adalah perkataan 'kematian yang terjadi bukanlah kenyataan' yang Howard katakan.


Jika yang dikatakan adalah kebenaran, maka apa yang Alfred lihat sekarang kemungkinan seperti permainan VR di dunia fantasy.


Kemudian ujian sesungguhnya adalah bertahan hidup selama mungkin. Jika bukan, tidak ada alasan untuk Howard memberikan sedikit bocoran.


Alfred tebak itu hanyalah kata-kata yang menjebak, seakan-akan memberitahunya cara tercepat untuk kembali.


Dia tidak akan melakukan itu, akan sangat disayangkan jika mengakhirinya dengan cepat. Alfred bisa mendapatkan pengalaman tempur di medan perang jika bertahan hidup lebih lama.


Dan tentunya menaikan kesempatannya diterima sebagai murid dan mempelajari tekniknya.


[Dunia salinan tidak sempurna terdeteksi. Apa pengguna ingin mengambil alih?]


Alfred terdiam beberapa saat setelah mendengar pemberitahuan system.


"Itu apa?"


Meski system berbicara langsung tanpa basa-basi, tapi Alfred harus waspada. Mengingat sikap lengahnya akan membawa masalah.


Dan dia bersyukur karena System perhatian, sebab tidak perlu bertanya secara terang-terangan.


[Dunia palsu yang menyalin dari bentuk alam, sejarah dan waktu aslinya, namun memiliki banyak kekurangan, serta berbagai kerugian.]


[Kekurangan yang terdeteksi adalah tidak bekerjanya hampir semua presepsi indra pengguna, serta mudah untuk mengambil alih kepemilikan dunia.]


Selesai mendengar penjelasan system, Alfred menarik kata-katanya.


Dunia salinan itu benar-benar sampah, ada apa dengan tidak berfungsinya presepsi indra? Bukankah itu kegagalan terbesar?


VR full dive pertama saja tidak seburuk itu!


Yah, tapi, setidaknya Alfred masih bisa melihat, itu jauh lebih baik dari pada tidak.


"Kalau dipikir-pikir suhu dan bau memang tidak terasa sama sekali."


Diberbagai tempat terdapat kobaran api dari serangan penyihir maupun monster.


Mayat bertebaran serta darah yang mengalir tidak membuatnya mual karena tidak merasakan bau.


Nilai positif dari Alfred tumbuh satu poin, karena realitasnya tidak begitu sempurna.


Meski nilai negatifnya masih utuh.


Cahaya emas muncul dari kehampaan membentuk pedang yang megah.


Alfred tidak perlu menahan diri karena itu hanya dunia palsu. Juga Howard tidak bisa memonitor dunia jadi untuk beberapa hari kedepan, dia harus membiasakan diri dengan pertempuran.


Sebelum menggunakan peralatannya sendiri.


"Hey system, satu bulan di dunia palsu ini, memakan berapa hari di kenyataan?"


Sesuatu seperti dunia lain seharusnya ada perbedaan waktu dari kenyataan. Alfred harus memastikan kapan harus serius.


Jika waktu berjalan sama, atau 1:1 maka harus selesai dalam 1 minggu.


[Dari hasil analisis, satu bulan di dunia palsu sama dengan empat detik di kenyataan.]


"...."


Apa yang bisa dikatakan adalah keberuntungan.


"Apa di system shop terdapat dunia palsu juga?"


Alfred bertanya dengan antusias.


Jika benar, maka dia hanya perlu mengasah kemampuannya ke dunia palsu dan sesekali keluar agar tidak melupakan kenyataan.


Waktunya akan diperpanjang, Alfred akan sangat siap untuk melawan The Five Chaos of World-Eater!


[Dunia palsu tidak ada di System Shop. Namun System Shop menyediakan World Paralel yang menggunakan latar belakang beberapa ribu tahun lalu, dengan harga berkisar dua ratus lima puluh juta hingga lima miliar poin.]


"Baiklah mari menuju kemedan perang!"


Alfred awalnya senang karena itu terlihat jauh lebih baik. Hanya saja saat mendengar harga, 250,000,000 hingga 5,000,000,000 poin, dia segera bergedik ngeri.


Dia masih miskin, jadi segera pergi turun ke medan perang. Setidaknya itu cukup untuk melupakan rasa sakit saat ekspetasinya dihancurkan.


...Bersambung...