Sent To Another World With Cheat Ability

Sent To Another World With Cheat Ability
Chapter 28 : Berakhir



"Haruskah kubuat sebesar mungkin agar golem itu lenyap sepenuhnya?" gumam Alfred dengan penuh antisipasi.


Saat ingin membuat black hole lagi, suara system terdengar.


[Sihir Black Hole mempunyai daya serap yang tinggi dan energi magis Ice Golem Emperor akan habis jika pengguna terus menggunakan serangan tersebut.]


[Reward misi tidak akan bisa diberikan jika kekurang daya magis dari Ice Golem Emperor.]


"Tsk! Ini merepotkan!"


Alfred mendecak kesal sembari melihat golem itu berusaha kembali berdiri.


"Hei, aku memiliki skill Prismatic Burst Sequence, Prismatic Strike dan Prismatic Stream. Kau mau aku gunakan skill yang mana?"


Mendengar penjelasan Elard, Alfred bertanya diam-diam pada System apakah semua kemampuan yang disebutkan melibatkan serangan jiwa juga?


[Ya. Tetapi Prismatic Stream sedikit berbeda, meski tetap menyerang jiwa tetapi dampak serangan fisik lebih unggul.]


Alfred agak tercengang ketika mendengar itu. Kemampuan yang bisa menyerang fisik beserta jiwa adalah sesuatu yang baru baginya.


Dan Alfred memiliki reaksi kuat terhadap itu, seperti seorang pecinta game online yang melihat senjata langka.


Alfred akan mencari itu di Shop System ketika selesai melawan golem tersebut.


"Ahem, selain prismatic apakah ada?"


"Ada, tapi bukan skill serangan," balas Elard dengan bermasalah.


"Kalau begitu, bisakah kau gunakan Prismatic Stream untuk menghancurkan kaki golem itu yang satunya?"


Melihat arah yang ditunjuk Alfred, Elard mengangguk paham.


"Apa hanya itu?"


"Ya, tapi kalau kau memiliki skill yang bisa menahan gerakannya maka akan lebih baik."


"Apakah kau ingin menggunakan serangan penghabisan?"


Elard sepertinya menyadari Alfred yang ingin menggunakan kartu trufnya.


Alfred sendiri cukup dikejutkan oleh insting tajam milik Elard, namun itu tidak masalah. Lagi pula dia juga berencana akan membicarakan rencananya.


"Aku ingin menggunakan serangan ledakan yang kuat. Namun itu membutuhkan waktu cukup lama agar bisa selesai. Karena itulah aku membutuhkan suatu hal untuk menghalangi golem itu bergerak."


Elard mengangguk paham dengan penjelasan itu.


"Kalau begitu, mari pancing golem itu menjauh. Karena ledakan itu kuat pasti akan berdampak pada kota."


"Masuk akal. Kalau begitu, untuk sekarang mari lari menjauh," ujar Alfred melihat golem itu yang mulai mendekat dengan satu kaki.


Pada awalnya gerakan golem itu cukup untuk membuat dataran bergetar. Namun sekarang berubah menjadi goncangan.


Alfred menggunakan skillnya untuk lari, sedangkan Elard mengandalkan fisik murni namun sama cepatnya.


Beberapa menit kemudian keduanya berhenti dan tidak melihat keberadaan kota lagi.


Sedangkan golem itu cukup jauh, namun tidak membutuhkan waktu lama agar bisa mendekat.


Elard yang melihat itu mulai bersiap-siap.


"Setelah menggunakan Prismatic Stream, aku akan gunakan World Seal," ujar Elard.


Meski Alfred memiliki pertanyaan tentang dimana dia mendapatkan segel tingkat dunia itu tapi tetap mengiyakan secara singkat.


"Kalau begitu, akan kumulai!" seru Elard saat melihat golem itu mendekat.


Dia kemudian melesat sangat cepat, bahkan Alfred hampir tidak melihatnya.


Elard lalu menggunakan skillnya lalu menebas ke kaki golem itu yang tersisa.


Swosh! Slash!


Cahaya aurora yang muncul pada pedangnya meninggalkan garis panjang dan tajam saat Elard mengagunkannya.


Namun itu tidak begitu kuat hingga membuat kaki golem tersebut terluka parah.


Yah, Alfred telah menduga itu. Lagi pula sihir tingkat tinggi tidak begitu berdampak, apa lagi skill yang bukan tipe api.


Tetapi Elard tidak terkejut, dia justru berpindah tempat dan menyerang kembali.


Dia melakukannya berkali-kali dengan kecepatan tidak terlihat mata.


Bahkan Alfred cukup kesulitan melihat gerakan Elard.


Sesaat kemudian, Elard mengayunkan pedangnya dengan sangat kuat.


Cahaya ungu membentang jauh dan itu memberikan sinyal pada Alfred.


Kemudian Elard mengakhiri tugasnya.


Dia segera melompat tinggi lalu menendang golem itu.


Tubuh super besar yang sangat berat terlihat jatuh perlahan dan saat menyentuh tanah, dataran itu bergunjang hebat.


Ditengah-tengah itu, muncul cahaya emas dari tanah lalu melompat keluar secara bersamaan.


Fisi Alfred memang terhalang debu yang bertebaran, namun dia masih bisa melihat bahwa cahaya itu adalah rantai berwarna emas.


Golem itu yang ingin bangun segera ditahan oleh banyak rantai berwarna emas. Kekuatan rantai itu sendiri bukan isapan jempol belaka sebab Alfred melihat golem tersebut tidak bisa bergerak.


"Alfred!!"


Dikejauhan Alfred mendengar namanya dipanggil, tentu saja itu adalah penanda bahwa semuanya telah lengkap.


Sekarang hanya tinggal Alfred akhiri dan menikmati kekayaannya!


"Supernova Blast!"


Ketika Alfred mengucapkan kalimat itu dengan percaya diri.


Elard yang telah sampai, bingung sebab tidak ada reaksi.


"Kenapa terjadi disaat seperti ini?!" gerutu Alfred tidak senang, kemudian dia mulai melakukan retenan kalimat.


"Solar Blast! Star Explosion! Solar Fallen!"


"Star Fallen, Dwarf Star Fallen, Big Bang!"


Ketika melakukan rentenan kalimat, System kembali terdengar.


[Pembatalan sihir Star Fallen dan pengurangan konsumi mana untuk Dwarf Star Fallen.]


Sesaat kemudian, lingkaran magis super besar muncul dibawah golem itu yang mulai memberontak.


Kemudian lingkaran magis lain muncul diatasnya dan itu berlangsung cukup lama. Sebab terus muncul hingga sangat tinggi.


Itu tampak seperti pillar yang menjulang kelangit.


Lingkaran magis berhenti setelah melewati gumpalan awan.


Dilangit merah suram, terdapat cahaya emas dari lingkaran magic Dwarf Star Fallen.


Namun itu segera diperindah dengan kemunculan cahaya putih menyilaukan.


"Datang!"


Elard yang ada disamping Alfred segera bergerak kedepan lalu membuat semacam pelindung.


Cahaya putih itu semakin membesar, lalu awan yang ada dilangit segera menyebar kesegala arah sesaat kemudian.


Disana, Alfred milihat sebuah bintang jatuh yang langsung mengarah ke dataran.


"Kenapa berbeda dengan ingatanku?!"


Apa yang Alfred ingat adalah pillar putih yang sangat panas dan menghancurkan apapun didalamnya.


Namun didunia ini, bukan pillar putih melainkan bintang itu sendiri!


Bintang itu segera turun dengan cepat layaknya busur dewa.


Disisi lain golem tersebut meronta-ronta dengan panik.


Namun karena rantai itu sangat kuat, golem tersebut hanya bisa berusaha dengan keras.


Tetapi sayang, dia tidak memiliki kemungkinan untuk lepas.


Bintang itu dengan cepat memangkas jarak lalu menghantam golem tersebut dengan tanpa ampun.


kemudian, ledakan yang teramat kuat terjadi.


Bahkan Alfred dan Elard yang memiliki jarak relatif jauh dari golem itu, tetap merasakan dampaknya.


Kilauan cahaya yang amat terang dari ledakan itu langsung menyinari sebagian permukaan dunia.


Untuk hari itu, orang yang tinggal didekat ledakan terjadi bisa melihat langit kembali.


...Bersambung...