Sent To Another World With Cheat Ability

Sent To Another World With Cheat Ability
Chapter 13 : Membalik keadaan



Lich itu segera memerintahkan bawahannya untuk menyerang.


Werewolf dan Orc itu yang memiliki kecepatan tinggi segera melesat kedepan.


Alfred hanya bisa menghindar dan sesekali menyerang.


Namun serangannya akan segera disembuhkan oleh Lich itu.


Dalam posisi menghindari serangan, Alfred bergumam tidak puas. "Lich merepotkan. Juga aku tidak bisa menjangkaunya!"


Dia ingin sekali memurnikannya agar tidak mengganggu, tapi jarak serangan jenis seperti itu relatif pendek.


Ketika mencoba menghindar, Alfred sedikit menunduk dan melesat kesamping. Berjalan memutar untuk mendekat kearah Lich itu.


"Purification!"


Cahaya emas berkilau melesat menuju Lich tersebut, namun segera dihadang Lesser Demon dengan kedua sayapnya.


"Brengsek!"


Sebelum ketidak puasannya selesai, Alfred segera mendapatkan serangan lain.


Bam!


"Tch!"


Alfred melompat kebelakang menghindari hantaman Orc tersebut.


Disisi lain, Werewolf yang berada dibelakang segera menebas dengan cakarnya.


Slash!


Alfred berhasil menghindarinya disaat terakhir, dia segera melompat mundur dan melesat menghindari keduanya.


Namun, kilauan logam terlihat disudut matanya, kemudian- Slash!


Sebuah pisau menggores pipi Alfred.


Menelusuri siapa penyerangnya, dia melihat Wraith itu mengendalikan pisau tersebut.


"Lightning!"


Awan dilangit segera bergemuru ketika Alfred melemparkan serangan petir. Kemuian- Bam!


Sebuah petir menyambar Wraith itu tanpa ampun membuatnya segera menjadi abu.


Hanya saja, Lich itu menggunakan sihir untuk memunculkannya lagi. Debu tersebut segera berubah menjdi Wraith kembali.


Slash!


Tanpa memberikan waktu, Orc itu kembali muncul dan menyerang.


"Thunder Slam!"


Alfred menargetkan Lich itu, namun lesser demon yang disampingnya tiba-tiba berubah menjadi transparan kemudian berpindah tempat.


Bam!


Lich yang ditargetkan berpindah tempat dengan Lesser Demon, alhasil dia terkena sambaran petir dan menjadi abu.


Lagi-lagi tidak memberi waktu, Werewolf kembali muncul.


Slash!


Sembari menahan emosinya, Alfred menggertakan giginya dan menghindari serangan.


Terus menghindari dan perlahan-lahan staminanya perlahan mencapai batas.


Bam!


Karena tidak bisa menghindarinya lagi, Alfred terpaksa menahan serangan tersebut. Sebagai hasilnya, dia terdorong cukup keras kebelakang.


Pemandangan hijau dan luas kembali terlihat, Alfred berada dipadang rumput.


Dibelakangnya terdapat banyak mayat Orc hasil serangan Greater Poison.


Karena serangan tadi, Alfred harus melayang diudara beberapa saat, sebelum mendarat di jarak 10 meter dari hutan.


"Dengan mayat sebanyak ini, setidaknya aku bisa memanggil salah satu Arch Demon." Alfred bergumam, "Jika terus bertarung, aku tidak akan berada di posisi menguntungkan. Terlebih Lich itu, memiliki Undying Magic."


Mengingat bahwa bawahan Lich itu terus-menerus hidup setelah dibunuh olehnya, membuat Alfred frustasi.


Sesaat setelah Alfred bergegas meminum beberapa Mana Potion, Lich itu kembali.


"Bagaimana perasaanmu manusia! Terpojok dan tidak berdaya seperti ini?!"


Bawahannya tidak menyerang Alfred melainkan tertawa bersamanya.


"Aku berterima kasih," balas Alfred ringan sembari mengembalikan botol yang kosong ke Storage.


"Apa?"


Seakan tidak percaya akan balasan itu, Lich tersebut tercengang.


Dengan berkata seperti itu, Alfred menunjukkan senyum senang.


"Lalu kenapa? Apakah kau akan membangkitkan para Orc itu menjadi Undead? Itu konyol!" ejek Lich itu dengan tertawa.


"Aku Lich! Saat kau menghabiskan banyak Mana untuk membangkitkan mereka menjadi Undead. Aku akan dengan mudah mengambil kendali mereka menggunakan sihirku!" jelasnya.


Alfred yang mendengar itu hanya menghela nafas panjang.


"Gunakanlah otakmu, Amoeba! Kau pikir aku harus melakukan pekerjaan yang berlawanan dengan keahlianku?" Alfred berkata dengan sinis.


"A-apa maksudmu?!"


"Sudah kuduga, Amoeba sepertimu tidak bisa berpikir. Berbahagialah, sebagai mantan Great Sage. Akan kuberikan pengetahuan, bayarannya adalah keputusasaanmu!"


Setelah mengatakan itu, Alfred menghentakkan tongkatnya.


"Magic Sacrifice, Summon Demon!"


Lingkaran magic yang besar meluas hingga menjangkau seluruh Orc. Kemudian itu melahap seluruhnya.


Beberapa saat kemudian mengecil dengan kecepatam tinggi menjadi seukuran 2x2meter.


Disana suara keputusasaan dan tawa keji terdengar.


Perlahan-lahan, sebuah kepala tengkorak yang memiliki paruh burung muncul. Itu segera naik ke permukaan dan menampakkan tubuhnya yang mengeluarkan energi kegelapan.


Itu sangat pekat hingga menbuat Lich dan bawahannya sedikit sesak.


Setelah naik sepenuhnya, dia berlutut di hadapan Alfred.


"Vathyteri Katara, bersumpah setia hingga tidak lagi dibutuhkan!" dia berbicara dengan nada monoton.


"Hou, jika kau sang Cursed Lord ada disini. Apakah Arch Demon, Chaos Lord juga ada?" Alfred bertanya.


Pada awalnya, Alfred terkejut ketika melihat Katara. Bagaimanapun dia tidak berharap karakter di game VR ada di dunia tersebut.


Namun itu tidak masalah. karena teknik andalan ketika bertempur melawan boss tingkat atas adalah Alfred akan memanggil Arch Demon, Chaos Lord untuk menganggu serangan serta memberikan efek nagatif berkepanjangan ke lawan.


Dan memberikan Instan Death kepada bawahan yang muncul, jadi Alfred hanya harus berfokus ke lawan utama dengan posisi menguntungkan.


Alfred ingin memanggilnya ketika akan melawan The Five of World-Eater setelah melihat dia. Kemenangannya mungkin akan bertambah saat itu juga.


"Ya, beliau ada."


Mendengar itu, Alfred mengangkat alisnya.


Kenapa iblis ini memanggil 'beliau' pada sesama Arch Demon? Tapi itu tidak penting. Yah, selama konsepnya masih sama maka tidak ada masalah!


Mengalihkan pandangan, Alfred melihat Lich itu yang menatap tidak percaya.


"Tugas pertamamu, ganggu Undying Magicnya."


Alfred jarang menggunakan Katara, karena itu juga membuatnya agak asing. Tapi setidaknya dia masih bisa tahu kemampuan Katara cukup hebat sebab pernah menggunakannya meski sangat jarang.


Katara berdiri dan menatap Lich, kemudian mengangkat tangannya yang diselimuti kekuatan kegelapan.


Setelah itu, tubuh Lich tersebut tertutupi kegelapan selama beberapa saat sebelum menghilang.


"Heh, itu tidak berguna! Aku masih bisa menggunakan Undying Magicku!" Lich itu berkata dengan sombong.


Sementara itu, Alfred tertawa. "Sudah kuduga, kutu sepertimu memang tidak bisa mengerti!"


"Apa?!"


"Katara, kau urus Lesser demon, Werewolf dan Wraith. Aku akan hadapi sisahnya."


Setelah mengatakan itu, Alfred melesat kedepan meninggalkan Katara yang mengangkat tangannya.


Kemudian tiga nama yang disebutkan Alfred tiba-tiba tidak bisa melihat. Lalu ambruk ketanah.


Lich itu dengan panik menyembuhkan ketiga bawahannya, namun segera bertanya-tanya ketika merasa itu tidak lagi begitu efektif.


Slam!


Alfred menghindari Orc itu, melewatinya dan melesat kearah Lich.


"Purification!"


Ketika cahaya emas dari pemurnian itu berhasil mengenai Lich tersebut, dia segera berteriak kesakitan.


Namun Alfred tidak diberi waktu untuk melanjutkan sebab Orc itu telah muncul kembali.


Slam!


"Tidak akan kubiarkan kau mendekati tuanku!" dia berbicara penuh permusuhan.


"Jika kau sebegitu percaya diri, kenapa tidak gunakan saja kekuatan penuhmu? Jika tidak, maka... Kau akan menyesal!"


...Bersambung...