Sent To Another World With Cheat Ability

Sent To Another World With Cheat Ability
Chapter 11 : Menggiring para Orc



Bam!


Bam!


Bam!


Dalam kondisi melayang di udara, Alfred terus menerus melemparkan serangan berjenis petir.


Karena dia berada di tempat cukup tinggi, Alfred bergerak layaknya penggembala yang mengatur ternaknya agar pergi ke tempat, sesuai dengan keinginannya.


Para Orc itu, terus berlari dan pergi menjauh dari tempat dimana Alfred hantam dengan petir.


Kemudian setelah menemukan padang rumput, Alfred mengakhiri dengan serangan beruntun.


"Lightning Multi Strike!"


Bam! Bam! Bam!


sambaran beruntung di tempat berbeda membuat para Orc itu mundur dan berkumpul pada satu tempat.


Mereka semua berteriak histeris dan ketakutan yang mendalam.


Alfred hanya tersenyum tipis. Meski tubuhnya terasa sakit di berbagai tempat karena konsekuensi penggunaan sihir kuat, namun dia tetap senang sebab bisa memanen banyak exp.


Di waktu mana lagi, Alfred bisa mendapatkan banyak exp dengan cepat? Mungkin itu datang ketika Gradenya telah sangat tinggi.


Tetapi kesempatan itu mungkin tidak akan memberikan banyak pengaruh pada Gradenya.


Jadi, Alfred bersyukur karena mendapatkan kesempatan langka ini.


"Sekarang, jadilah prestasi pembantaian besar pertamaku!" ujar Alfred dengan nada penuh kekejaman.


Tanpa berlama-lama, Alfred segera menghunuskan tongkatnya kearah kumpulan Orc tersebut.


"Magic Enchantment, Greater Poison Shot!" Alfred berkata dengan sedikit keras.


Asap mulai muncul dari udara tipis membentuk bola pekat dan padat.


Para Orc yang melihat itu, tidak bisa untuk berdiam diri. Mereka segera lari ke belakang menjauhi Alfred


Namun sebelum mereka menyelsaikan langkah pertama, bola itu telah ditembakkan.


Dan...


Bom!


Ledakan bola udara meluas menutupi seluruh area.


Alfred sendiri terbang sedikit lebih tinggi, meski tidak akan terkena namun dia memiliki rasa tidak nyaman dan ingin menjauh.


Suara ribut para Orc terdengar sangat keras, namun tidak berlangsung lama itu segera menjadi tenang dan sepi.


Alfred senang, hanya saja jika kabut itu dibiarkan akan bermasalah. Dia akan menggunakan [Magic Dispel] untuk menghilangkannya, hanya saja....


"Kalau tidak salah, ada skill bernama Dispel bukan?" Alfred bertanya-tanya sembari membuka statusnya.


Menelusuri bagian skill, dia melihat bagian [Dispel] dan membaca penjelasannya.


Itu sama dengan [Magic Dispel] yang akan dia gunakan. Hanya saja areanya sedikit lebih sempit, disisi lain tidak memakai Mana untuk pengaktifan.


Alfred tidak kekurangan Mana, maka dari itu, percuma saja untuk melakukan spam kemampuan itu. Hanya membuang waktu.


"Magic Dispel."


Sebuah lingkaran magis cukup besar segera menyebar hingga ratusan meter. Lalu sedikit bersinar dan crash!


Kabut asap itu menghilang bersamaan dengan lingkaran magis tersebut.


Dibawah kaki Alfred, terdapat banyak mayat Orc yang memiliki wajah panik dan kesakitan.


Sebagai seseorang yang pernah dihujani Greater Poison, Alfred tidak akan mengejeknya.


"Haruskah kuambil dan menjualnya? Tidak, itu telah bercampur dengan Greater Posion. Aku khawatir akan memiliki efek buruk saat dijadikan Potion." Alfred bergumam dengan rumit.


Uangnya masih cukup banyak, jadi Alfred pikir tidak seharusnya untuk bertaruh dengan kemungkinan itu.


Terlebih dia harus menyingkirkan mayat para Orc ini. Akan buruk jika muncul sebuah wabah.


"Agak disayangkan. Namun aku juga tidak terlalu suka dengan mereka, lebih baik dihanguskan," kata Alfred dengan ringan.


Ketika dia ingin melemparkan bola api, Alfred teringat bahwa ada yang lebih bagus. Hanya saja, dia belum tahu apakah itu ada atau tidak di dunia tersebut.


"Yah, mari kucoba. Tidak ada salahnya bereksperimen," gumamnya kemudian mulai mambayangkan sihir tersebut.


"Hellfi-"


Ketika ingin menyelsaikannya- Bam!


Suara hantaman keras terdengar dibawah, lalu sosok besar melesat ke langit dengan kilauan logam.


Alfred langsung menghilangkan api merah kehitaman tersebut dan membuat gerakan memblokir serangan dengan tongkatnya.


Bang!


Bam!


Alfred yang terpental cepat kebawah, menabrak pohon lalu menghancurkannya sebelum jatuh ketanah dan membuat kawah cukup besar.


"... Itu sangat sakit brengsek!" gumam Alfred kesal, dia segera merampalkan Recovery untuk memperbaiki tulang yang mungkin retak.


Sebelum bisa menyesuaikan keadaan, kilauan itu kembali terlihat. Alfred segera berguling kesamping dan- Bom!


Ledakan yang jauh lebih kuat dari tadi terdengar.


"Tch, akhirnya kau muncul juga ya? Pemimpin para Orc!" ujar Alfred lantang.


Tangannya sudah gemetar karena serangan mendadak tadi, meski kesadaran serta indranya masih bekerja normal sebab buff yang terpasang bekerja dengan baik.


"Pemimpin? Apa sebenarnya yang ingin kau katakan manusia? Aku hanya bawahan dari Raja Penyihir!" jelasnya.


Saat asap telah menghilang, Alfred melihat siapa itu.


Dia adalah Orc, hanya saja tubuhnya terlihat berkilau layaknya logam. Perasaan kuat dan mengintimindasi membuat Alfred masam.


"Sialan, bahkan bawahannya begitu kuat. Sebenarnya raja penyihir itu setingkat apa?" Alfred menggerutu kesal.


Slash! Dom!


Alfred segera menghindar ketika melihat pergerakan Orc tersebut dan benar saja, tanah yang dia pijak beberapa saat lalu langsung dihancurkan.


"Karena inilah, aku malas untuk bertarung dengan musuh yang setara. Terlalu merepotkan dan hanya mendapatkan sedikit keuntungan!" Alfred bergumam.


Dia segera menghindar kesamping lagi dan menghindari tebasan brutal Orc tersebut.


Mata Alfred terus mengamati tebasan yang terkesan sembrono.


Kemudian, saat tebasan Orc itu tiba-tiba menjadi kuat. Alfred melakukan manufer kecil dan Swosh!


Dia bisa menghindarinya, sebagai ganti Alfred mengarahkan tongkat kearah Orc tersebut.


"Paralyze!"


Gelombang petir ditembakkan kearah tubuh Orc itu yang terbuka.


Hanya saja... bukan melihat pergerakan Orc itu yang melambat. Alfred justru mendapatkan tebasan kuat.


Bang!


Brak!


Setelah menahan tebasan tiba-tiba itu, Alfred terpental ke pohon agak jauh dari tempat Orc itu berada.


Dibandingkan dengan pertama kali, ini justru adalah yang lemah. Selain karena tidak memberikan kerusakan parah, juga Alfred bisa menyeimbangkan tubuhnya tanpa harus terjatuh.


"Cih, kenapa monster dengan kekebalan sihir ada disini?!" ujar Alfred dengan ekspresi tertekan.


Kecepatan Orc itu tidak diragukan lagi, terlebih Alfred jelas masih pemula dalam hal teknik berpedang. Jika tiba-tiba melakukan serangan jarak pendek dipastikan akan terpental berkali-kali.


Namun Alfred juga tidak bisa menyerang dengan sihir sebab akan dinetralisir.


Dengan kata lain, tidak ada pilihan selain mencoba menggunakan pedang!


"Sword of God!"


Tangan kiri Alfred yang kosong segera diisi oleh pedang emas, namun dengan cepat dialihkan ke tangan kanan.


Sembari melihat Orc itu yang melesat kearahnya, Alfred bersiap untuk menebasnya.


Bang!


Ketika Orc itu menebas kearahnya, Alfred juga melakukan hal sama. Itu membuat dentangan keras antar bilah.


Percikan api terlihat, tetapi hanya pedang Orc itu yang mengeluarkan api. Sedangkan milik Alfred tetap seperti biasa.


"Hou? Pedang yang menarik manusia! Setelah aku mengalahkanmu! Akan kuambil pedang itu!" ujar Orc itu dengan akuh.


Disisi lain, Alfred hanya diam karena posisinya cukup buruk.


Melihatnya tetap diam, Orc itu tiba-tiba sedikit mengendurkan pegangan pedangnya membuat Alfred terkejut.


Dan karena terkejut, Alfred sesaat lengah dan itu adalah pilihan yang buruk. Sebab...


Orc itu mengangkat kakinya dan -Bang!


Dia menendang perut Alfred yang membuatnya terpental beberapa meter kebelakang.


Tanpa menunggu aba-aba, Orc itu segera melompat dan menebas Alfred yang berbaring.


"Kau kalah manusia!"


Slash!


...Bersambung...