Sent To Another World With Cheat Ability

Sent To Another World With Cheat Ability
Chapter 22 : Pengamatan



Ketika sampai dikota, Alfred berpisah dengan Elard.


Alfred hanya memiliki luka ringan yang bisa disembuhkan dirinya sendiri, jadi tidak perlu pergi menemui tim penyembuh.


Tentu saja kemampuan Super Regenerasi berperan banyak padanya. Itu juga membuat Alfred berpikir cepat untuk memberi alasan kepada Elard yang bertanya tentang kemana semua lukanya.


Tetapi itu adalah masalah beberapa menit lalu. Sekarang, Alfred yang berjalan-jalan mengamati kota melihat banyak hal.


Termasuk berbagai macam ras yang berkumpul dan saling menjaga hubungan damai, dimana itu berkebalikan dengan imajinasi Alfred.


Waktu terus berjalan, hingga Alfred memutuskan untuk berhenti mengamati ketika sampai di dekat tembok kota.


Dia mendapatkan begitu banyak informasi. Tentu saja beberapa dari itu dilupakan karena tidak begitu berguna.


Yang pertama tentu saja adanya transaksi menggunakan koin.


Untuk berjaga-jaga, Alfred bertanya pada System apakah dirinya membutuhkan makanan?


Lalu dijawab.


[Tubuh pengguna saat ini hanya menggunakan Mana untuk bertahan.]


[Seberapa lama pengguna berada di dunia palsu, itu hanya seperti mengalami percepatan waktu dalam dunia imajinasi. Tidak mempengaruhi keadaan tubuh secara fisik.]


Ketika mendengar penjelasan itu, Alfred mengingat kalimat 'kematian yang terjadi bukanlah kenyataan', membuat dia semakin paham dengan keadaannya.


Koin, atau mata uang tetaplah berlaku. Meski Alfred tidak perlu membeli makanan, tapi dia harus membeli buku sihir untuk menambah kekuatan serangannya.


Jadi rencananya Alfred akan mengumpulkan uang dengan menyeimbangkan mencari pengalaman bertempur.


Ada apa dengan uangnya yang dulu? Itu tidak bisa digunakan sebab ada perbedaan pada ukiran dan lain-lain.


Itu cukup wajar, mengingat Alfred adalah orang dari masa damai, atau ratusan hingga ribuan tahun setelah perang terjadi.


Informasi kedua, ada benda yang disebut sebagai papan magis.


Itu adalah papan hitam legam yang dipermukaannya mengandung cukup banyak energi magis.


Disana banyak nama-nama dari jenius tertentu.


Alfred mendapatkan informasi bahwa papan itu mengukir 100 nama orang yang memiliki Nether Poin tertinggi.


Diatas rank 100, tidak akan masuk papan tersebut.


Hal menariknya, papan itu bersifat global.


Artinya, jika ada seseorang yang berhasil memasuki rank 100, berbagai ras di seluruh dunia akan tahu.


Alfred tentu tidak memiliki minat untuk menjadi salah satu dari rank 100.


Terlalu susah untuk dicapai, dia ke sana juga bukan untuk pamer kekuatan. Alfred hanya harus bertahan selama mungkin dan mencari pengalaman bertempur sebanyak-banyaknya.


Tujuan utamanya adalah mempelajari teknik guru Shaletta, tidak ada hal lain.


Dan terakhir, ternyata monster yang selama ini dia lawan.


Orc, slime, goblin, Wolf dan lain-lain adalah versi inferior.


Kebanyakan musuh di era itu memiliki kekuatan yang menakutkan.


Alfred mulai berhati-hati untuk bergerak. Meski ini termasuk uji coba, tapi levelnya ditingkat berbeda.


Lengah sedikit, Alfred akan gagal.


Disisi lain, Alfred menjadi semakin antusias untuk mengumpulkan poin agar bisa membeli World Paralel.


Itu hanya satu-satunya cara agar Alfred memiliki kesempatan menang melawan The Five Chaos of World-Eater.


"... untuk sekarang, aku hanya perlu fokus untuk bertahan selama mungkin sembari mengumpulkan pengalaman."


Alfred bergumam menatap langit suram berwarna merah darah.


Sesaat kemudian dia terpikirkan sesuatu.


Apakah Alfred akan terus menjalani rutinitas ini? Mengumpulkan buku sihir dan mempelajarinya lalu mengulang kembali.


Bukankah itu hanya membuat banyak waktu terbuang sia-sia?


Perasaan egois, superior serta kesombongan membuatnya hampir jatuh dalam kegagalan.


Melakukan hal dengan efisien adalah terpenting. Bahkan jika dia harus memasuki banyak dunia palsu, tetap saja akan menghalangi perkembangan bagian lain.


System diberikan padanya bukan untuk sebagai pajangan, tapi membantu dalam tugasnya.


Kode itu telah diberikan pada Earnest bahkan sebelum sampai didunia.


Namun Alfred dengan keras kepala berpura-pura tidak tahu.


Hal ini membuat Alfred memiliki senyum mencela untuk dirinya sendiri.


"Harus berapa kali aku mengatakan 'bodoh' pada keteguhan konyol ini?"


Alfred bergumam lalu ekspresinya menjadi datar seperti biasa.


Pergi ke menu System Shop, Alfred lalu memasuki daftar list Magic book.


[Apakah anda ingin membeli Magic Book of Great Mage part 1-10? Poin akan dikurangi sebanyak 1,000,000.]


"Ya."


[Magic Book of Great Mage berhasil dibeli. Item bisa diambil di Storage.]


Mendengar itu, Alfred membuka Storage lalu mengambil part 1.


Pergi mendekat pada tembok lalu bersandar, Alfred membuka buku tersebut dan memusatkan perhatiannya.


Alfred akan mengesampingkan pengalaman terlebih dahulu. Waktu yang dia punya cukup banyak di dunia palsu tersebut.


Dia saat ini hanya harus mempelajari sihir sebanyak-banyaknya sebelum terjun seperti beberapa saat lalu.


Lalu ketika bosan, dia akan meminta seseorang mengajarinya teknik berpedang. Dengan itu, waktu yang dia lalui akan sangat padat.


"Sepertinya, waktu luang untuk melamun tidak akan ada lagi."


Dengan berguman seperti itu, kesadaran Alfred sepenuhnya terjun pada buku tersebut.


...Bersambung...