
hari berikut nya saat Irene tiba di sekolah dan masuk ke kelas ia di kagetkan dengan para murid kelas dua belas B ini menyoraki nya dengan senang dan ketua kelas membawa sebuah kue tart cantik kepada nya ke depan kelas..
"maaf..ibu, kemarin kami tak sempat membuat penyambutan untuk mu.." kata Chica di ikuti tepukan senang siswa yang lain
"Anda masih terlihat muda, kami harap ke depan nya anda bisa menjadi guru sekaligus teman bagi kami bagaimana?" kata sekretaris kelas
Irene tersenyum..
"baik lah..terimakasih..terimakasih semua.." Kata Irene terharu..
Murid cewek semua nya maju dan berdiri dan ada beberapa murid cowok juga ikut maju dan berdiri..namun ada juga murid cowok yang terlihat tetap di bangku ny namun tetap sumringah dengan penyambutan.
Arvi,Armada dan Rian juga terlihat bertepuk tangan dengan senang di bangku belakang.. Ervin terlihat biasa saja ia duduk seraya menatap Irene datar..
"bu kami sudah sepakat" kata Chica ketua kelas
"tentang apa..?" Irene penasaran
"hmm tampang anda terlalu muda untuk kami panggil dengan sebutan Bu..bagaimana kalau kami membuat panggilan khusus untuk anda yaitu Sensei.." usul Chica yang memang langsung di setujui murid lain setelah nya.
"itu sangat keren dan cocok untuk anda.." imbuh salah satu murid
"baik..baiklah.. aku ikut kalian saja" Irene menyetujui nya, panggilan itu memang terdengar baik untuk nya.
Setelah jam pelajaran selesai, Irene hendak meninggalkan kelas dan ia mendapati empat serangkai, Rian,Armada,Arvi dan juga Ervin sudah lebih dulu bersantai di depan kelas
"hai..sensei.." sapa Armada genit
Irene senyum membalas sapaan Armada
"waduh loe memang ganjen med, bukan kayak gitu nyapa guru, loe kayak goda adek kelas.." protes Rian..
"nih liat yang bener, cobain Vi.." Rian malah nyuruh Arvi
"kok gue..?" Arvi tak siap
Irene cuma geleng-geleng kepala sama kelakuan beberapa murid absurd ini..
"sensei.." Arvi akhir nya nyapa Irene dengan anggukan sopan seperti murid dan guru pada umum nya
Irene pun kembali balas senyum sopan dan bergegas meninggalkan mereka..
"nah itu cara nyapa guru yang bener" Rian membenarkan cara Arvi kepada Armada, di balas Armada dengan cebikan wajah nya
"serah gue, wekkk" tutur Armada
Saat Irene melewati Ervin, awal nya Irene tak mau peduli tapi Ervin malah nyelutuk
"ya..wajar sih di godain, orang bentukan nya bukan kayak guru..kek adik kelas yang masih kecil..., jangan-jangan anda murid yang memang sedang nyamar jadi guru ya..hei sensei.." kata Ervin pelan tapi penuh penekanan.
Sebetul nya Ervin sudah tau ini guru nya tapi karena sudah terlanjur musuhan di awal ya udah musuhan aja terus..wong dia juga gengsi mau ngalah sama guru bertampang cewek ABG ini.
"Ervin Farel Permana..padahal wajahmu sangat cantik, aku akui..kau pria yg sangat cantik, aku yang seorang wanita saja bahkan kalah cantik dari mu.. tapi mengapa kau punya mulut yang tidak cantik, untuk orang yang lebih tua..bahasa mu tidak enak di dengar.." kata Irene lalu bergegas meninggalkan Ervin di saat Ervin belum sempat membalas serangan nya. Ervin hanya melotot kesal menatap punggung Irene yang sudah menjauh..
Ketiga teman nya tentu mendengar perang dingin antara Ervin dan Sensei mereka itu tapi mereka pura-pura tak dengar takut nya Ervin malah makin merasa kesal nanti nya.
Siang hari saat Irene menyelesaikan beberapa kerjaan nya di kantor sekolah, ia hendak pulang dan mengambil mobil nya di parkiran.
Tapi saat di parkiran ia malah melihat dua pemuda saling tarik-menarik kerah dan tonjok-tonjokkan.., bukan kah saat ini jam pelajaran, di mana saat ini semua murid ada di dalam kelas kenapa dua murid ini malah berkeliaran dan bentrok di parkiran ini..!!?? jelas sekali itu adalah Ervin murid nya dari kelas B dan Andra dari kelas A..,Irene terperangah sepersekian detik..
"pengecut..kalau memang kau punya cewek lain..harus nya kau berhenti mendekati Tami, apa maksud mu s!alan hah? Membohongi dua gadis???" terdengar perkataan Ervin pada Andra, Ervin terlihat memepet kan Andra ke tembok, dan Andra dengan keras membalas tekanan nya hingga mereka saling bentrok
"aku gak tau maksud kamu brengsek..!!" balas Andra pada Ervin
"pura-pura bodoh, apa perlu adik kelas sepuluh si Pinky itu ku panggil kemari untuk menjelas kan hubungan gelap kalian berdua..? Aku sudah cukup bersabar selama ini" Ervin terus menyerang Andra penuh dengan emosi
"jangan sok tau dan ikut campur kalau kau gak tau apa-apa.." balas Andra menyeringai seraya membalas dorongan dari Ervin lagi..
"Lantas kamu fikir aku harus diam saja melihat kamu mempermainkan dua wanita? Kau tau kan aku menyukai Tami..jika kau sudah bersama Pinky harus nya kau lepaskan Tami.., dan jika kau terus ingin mengejar Tami, kita bersaing secara sehat seperti biasa dan putuskan hubungan mu dengan Pinky..maka aku akan anggap ini sampai di sini.." nada Ervin mulai meninggi
"gila..kamu!!!" Andra pun balas dengan suara tinggi..
Saat mereka terus saling mau adu tonjok lagi, terdengar pekikan Irene..
"stoopp..!! Stop !!" Irene terlihat marah
"apa yang kalian lakukan?" Irene berang
Baik Ervin mau pun Andra sama kaget nya dengan kejadian ini..mereka tak menyangka ada salah satu guru yang datang di jam pelajaran yang biasa nya sepi ini..
"sen..sensei.." Ervin tentu saja takut karena Irene adalah guru kimia nya yang berarti guru kelas nya juga, walau pun Irene bukan wali kelas yang bertanggungjawab tapi saat kejadian ini sampai pada Irene begini sudah pasti mereka akan berakhir di kantor dan di hukum kan?
Belum hilang kekagetan Ervin tau-tau dia malah melihat adegan Irene yang berulang kali memukuli tubuh Andra dan menempeleng kepala pemuda itu, Andra terlihat ciut dan tak berusaha menepis pukulan, Andra terlihat hanya tetap menahan pukulan dan mengelak nya saja dan sesekali menjadikan tangan nya sebagai tameng.
Bagi Ervin walau pun Bu Irene marah pada kelakuan murid, bukan kah pemukulan yang ia lakukan pada Andra itu terlalu berlebihan? Dan ini bisa jadi pelanggaran kekerasan guru terhadap murid..
"au..au..ampun kak..ampun sakit kak au.." teriak Andra..
Ervin tersentak, kak? Ia tak salah dengar kan..
"ternyata begini kelakuan mu di sekolah ya, kalau papa tau kau akan kena gantung!!" Irene terus mengoceh dan memukuli Andra lagi dan lagi
Terakhir Irene menghentikan aksi nya dan menjewer telinga Andra,tentu saja Andra yang tinggi menjadi kesusahan dan kesakitan telinga nya di tarik Irene yang hanya sebahu nya.
"ikut aku ke kantor, kita temui guru Bp dan wali kelas mu..kalau tak mau ku adukan pada papa kelakuan mu" bentak Irene terus menarik telinga Andra..
Ervin pun menyadari.. Andra musuh bebuyutan nya ini ternyata adik nya Sensei???
Belum sempat ia berfikir lebih jauh, suara Irene mengagetkan nya..
"Ervin..kamu juga cepat ikut saya kekantor..!!" bentak Irene melotot
Ervin kaget, ia pasrah seraya ikut langkah irene yang terus menarik telinga Andra, bagaimana pun Irene guru nya tak ada hak bagi nya melawan apalagi di posisi ia ketahuan sedang baku hantam sesama siswa begini..