SENSEI

SENSEI
SENSEI 19



Irene heran pada diri nya sendiri..kenapa ia malah memilih diam dengan yang Ervin lakukan? Normal nya jika ia di beginikan lawan jenis maka ia akan menghindar, tapi mengapa tubuh nya seakan diam saja? Apa diri nya sebetul nya juga mulai tergoda pada murid nya ini? Tidak mungkin..tidak mungkin,ini tidak mungkin dan tidak boleh.wanita dewasa seperti diri nya tentulah harus bersama dengan pria yang dewasa pula. Masa iya diri nya malah kepincut sama seorang remaja yang seumuran dengan adik nya sendiri?


Sementara Ervin yang mulai menyadari kalau ini nyata..ia melepaskan penguasaan nya pada tubuh Irene. Setelah itu Ervin bertindak mundur. Lalu bergegas keluar lewat pintu balkon meninggalkan Irene sendiri.


Irene hanya mendengar suara langkah Ervin yang menjauh dan bunyi gedubuk remaja itu melompati balkon menuju ke balkon sebelah.


Belum sempat Irene berfikir lebih jauh, suara pintu kamar terbuka, sosok Mella masuk


"Irene, maaf..aku lama ya?" ujar Mella


"tidak juga.." jawab Irene


Mella melangkah ke arah balkon dan membuka tirai yang menutupi tiga pintu slide besar itu..dan seketika suasana pun terang benderang.


"enak nya ngapain ya..?" tanya Mella


"ya ngapain aja deh" jawab Irene


"udah tua ni agak susah ya nyari kegiatan yang asik"kekeh Irene


Mella tergelak


"kamu ada film bagus gak?" tanya Irene


"kamu masih suka nonton?" Mella semangat


"ya masih lah.." jawab Irene jujur


Dua orang ini memang punya hobi nonton yang sama. Kadang kala mereka sanggup mantengin depan layar dari siang ke malam.


"ya udah, banyak lho stock film ku, kamu pilih aja dulu. Aku ke bawah ambil camilan..oke" kata Mella seraya beranjak.


Irene pun mengangguk. Jadi waktu yang tersisa hari ini akan mereka bedua habis kan untuk menonton bareng sembari makan camilan. Ya hitung-hitung Intermezo...


Walau begitu kata-kata Ervin pada nya beberapa saat tadi sedikit mengganggu juga..


"Sensei..kamu harus tanggung jawab, kenapa aq selalu mikirin kamu..." kira-kira begitu.


Si Ervin mabok atau gimana ya? Sembari memilih koleksi film milik Mella, Irene menerka-nerka prilaku Ervin yang di rasa nya aneh hari ini.


💗💗💗💗💗💗


Sejak hari itu Ervin merasa tak enak pada Irene, ia selalu menghindari Irene di sekolah. Bahkan jika bertemu di luar sekolah pun maka Ervin akan buru-buru mengambil jalan lain agar mereka tak bertemu.


Saat pelajaran Irene pun, Ervin lebih sering mengalihkan pandangan agar tatapan mereka tak sampai bersibobrok satu sama lain, Ervin tak sanggup. Ervin juga tak tau sejak kapan ia mulai tak peduli dengan persaingan nya dengan Andra perihal Tami. Hmmh sehebat itu kah Irene?


Sikap Ervin yang tak ada lagi ambisi persaingan dengan Andra sungguh sangat membuat heran teman-teman nya terutama Rian,Armada dan Arvi tentu nya. Ada apa ini si Ervin?


Di pihak Irene, ia juga heran mengapa Ervin terus menghindari nya, dasar cowok aneh batin Irene..apa dia tak nyaman karena hari itu ya? Berarti tu anak gak mabok dong? awal nya Irene masih berfikir kalau Ervin jahil dan ngerjain dia waktu itu dan akan bersikap biasa saja saat bertemu di kemudian hari, namun nyata nya Ervin malah terus menghindari. Berarti Ervin gak mabok dan gak lagi ngerjain dia..!!? Itu artinya...tunggu, tunggu...apa jangan-jangan si Ervin naksir lagi sama saya...? Irene menggeleng-geleng cepat..ini gak mungkin, ini gak boleh..!! Masa naksir sama guru sendiri...?


Kalau sudah begini,Andra juga merasakan perubahan sikap Ervin. Andra senang dong secara Ervin gak pernah lagi mendekati Tami, dia enggak harus merasakan kecemburuan yang besar saat Ervin bersama Tami. dengan begini Tami hanya akan menjadi milik nya seorang.tapi Andra tetap ada rasa penasaran, apa gerangan yang membuat seorang Ervin berubah secara drastis..bukan kah itu sangat mengherankan?


💗💗💗💗


Suatu hari Ervin sedang melakukan kegiatan eskul, ia tak fokus karena kebetulan Irene sensei lewat bersama bu Lidia di sekitar lapangan eskul.


Ia terlalu curi pandang pada sosok Irene yang sebetul nya dua guru pun itu berada jauh dari pandangan, mereka berada di luar..mereka hanya lewat, namun entah kenapa pandangan Ervin malah terus tertuju ke arah luar sana..


Menyebabkan Ervin tidak fokus ia terpeleset dan kaki nya cidera, sedikit luka di bagian lutut. Guru olahraga menyuruh nya istirahat dulu dan membersihkan luka..tapi Ervin tak peduli ia hanya langsung menempelkan lutut nya dengan plester lalu kembali melanjutkan kegiatan eskul.


Setelah pelajaran selesai, dan ini adalah istirahat siang, satu jam nanti adalah jam kosong karena para guru matematika ada rapat sedikit.


Irene tak sengaja melihat Ervin yang berjalan beberapa meter dari nya, jika di perhatikan dengan seksama remaja tampan itu jalan nya agak sedikit timpang..ada apa dengan kaki nya.


Kebetulan Rian lewat di sekitar, Irene memanggil nya..


"kaki Ervin kenapa? jalan nya agak beda?" tanya Irene..


"jatuh dia sensei..gak fokus pas eskul tadi" jawab Rian..


"sudah di obati luka nya.." tanya Irene


"cuma di tempelin plester, tau tuh anak sok jago" Rian mulai ngegosip temen nya sendiri


Irene menghela nafas.., artinya luka nya tidak di bersihkan. Anak ini apa tidak takut infeksi?


"mari sensei.." Rian segera berlalu saat melihat Arvi di kejauhan. Rian berlari kecil menyusul Arvi.


Irene mengangguk pelan..


Ervin baru saja keluar dari toilet dan hendak menuju kantin untuk makan siang. Tapi saat ia melangkah di koridor yang agak sepi, seseorang mencekal tangan nya...


"Sensei.." Ervin kaget setengah mati, sosok cantik yang di hindari nya beberapa hari ini ternyata sudah ada di hadapan nya


"ayo ikut ke UKS.." ajak Irene to the point


Belum sempat Ervin berkata, Irene sudah besuara lagi..


"kaki kamu luka kan? Kenapa kamu gak bersihin luka nya dulu..?" cecar Irene...


Ervin melirik tangan Irene yang masih mencekal pergelangan tangan nya, hati Ervin berbunga-bunga karena gelang dari nya masih Irene pakai. Gelang cantik itu masih melingkar dengan begitu manis nya di pergelangan Irene yang putih dan mulus.


"ayo Ervin.." cecar Irene tegas


Dan Entah mengapa Ervin pun manut saja saat Irene menyeret tangan nya. Padahal jelas-jelas tadi ia hendak ke kantin untuk makan siang, jelas-jelas pula saat ini perut nya sudah sangat keroncongan..