SENSEI

SENSEI
SENSEI 15



Dengan heran Irene menanyakan kenapa bisa bu Sina berlaku seperti itu pada ervin...


Ervin nyengir mendengar pertanyaan Irene,bagaimana pun alasan nya terdengar sangat konyol..


"dulu waktu masih di kelas tiga SMP, salah satu siswi mengungkapkan perasaan nya pada ku..tapi ku tolak.." ujar Ervin


Irene merasa tak ada titik temu permasalahan nya..


Tapi kemudian Ervin menambahkan lagi..


"siswi yang ku tolak itu adalah anak dari Bu Sina, itu adalah puteri kesayangan nya..seperti nya penolakan ku waktu itu berdampak buruk hingga membuat gadis itu saat lulus SMP tak mau melanjutkan SMA nya ke sekolah KrisanFlower highschool ini..padahal kata nya SMA ini adalah impian Bu Sina agar puteri nya bisa bersekolah di sini.. Tapi ya gara2 penolakan itu impian Bu Sina menjadi tak terwujud" cerita Ervin mulai terang dan jelas ke titik permasalahan nya.


Irene mulai mengerti, tapi jujur saja ia merasa Bu Sina yang sudah paruh baya itu terkesan kekanak-kanakan sekali jika memang begitu kejadian nya..


"Sensei tentu bisa menebak kan kalau setelah nya Bu Sina berharap aku saja yang mundur dari sini agar puteri nya Bu Sina mau tetap masuk ke Krisan Flower ini..tapi yah yang benar saja..aku tetap merasa tak punya kesalahan. Puteri nya saja yang tak bisa menerima penolakan seperti nya terlalu di manja sama Bu Sina. ya kali aku mesti mengalah..? papa ku juga sangat menginginkan aku bersekolah di KrisanFlower ini" Kata Ervin panjang lebar, ia merasa nyaman-nyaman saja meluahkan permasalahan nya dengan Bu Sina pada Irene.


Irene menghela nafas, ternyata masih ada cerita seperti ini ya..


" ya tapi tak seharus nya juga kau harus membolos.." komentar Irene


"lalu apa aku harus mengikuti pelajaran si guru curang bin rempong itu?" Ervin malah mempertanyakan nya pada Irene..


"oke..semua memang tak adil untuk mu, nilai yang seharus nya kau dapatkan malah tak Bu Sina berikan dengan jujur untuk mu, kenapa kau tak meminta keadilan..? Di lihat dari tampang dan gaya mu, fasilitas mu...pasti keluarga mu cukup berpengaruh, keluarga kalian pasti orang yang punya uang kan.., kau bisa cari keadilan dengan mudah karena sudah di curangi" saran Irene


Mendengar penilaian Irene tentang nya, Ervin pun diam saja tapi Irene tentu bisa menganggap diam nya Ervin itu adalah ganti dari jawaban iya, singkat kata nya Ervin memang anak orang kaya.


"biarkan saja..tidak lama lagi setelah tahun pelajaran ini usai juga dia bakal resign kok..lagi pula guru bahasa kelas dua belas bukan dia, dia hanya sementara saja hari ini.." Ervin mulai melangkah keluar dari ruangan penyimpanan itu.


"kelihatan nya kau cukup tau banyak tentang Bu Sina..?" lagi-lagi Irene hanya berkomentar


"tentu saja aku harus tau tentang manusia tua yang sudah bikin nilai bahasa kelas sepuluh ku mengalami kerugian besar.." jawab Ervin enteng..


Seperti nya memang Ervin merasa Bu Sina itu pengganggu kedamaian dunia. Beruntung nya di semester akhir kelas dua belas ini ia tak perlu lagi bertemu dengan guru tua yang aneh itu


ia juga mendengar kalau Bu Sina akan resign karena si puteri kesayangan nya itu akan kuliah di luar negeri jadi tentu nya Bu Sina akan senantiasa mendampingi nya tanpa jeda.


Irene melangkah perlahan di belakang Ervin..


"kau tau, seorang wanita yang mengungkapkan perasaan nya harus lah berjiwa besar, dan benar-benar butuh keberanian yang sangat besar pula. Jika tertolak itu akan sangat sakit rasa nya..apa kau tak pernah memikirkan perasaan puteri Bu Sina..?" ujar Irene


"oke.." hanya itu yang bisa Irene jawab..


"so, apa sekarang kau tetap akan membolos?" tanya Irene lagi..


"begitulah.." jawab Ervin enteng


"anggap Sensei tak melihat ku oke???" kata Ervin lagi seraya melangkah meninggalkan Irene


Irene tak bisa berkata apa-apa..,meskipun ia juga guru di sini namun Ervin punya masalah nya sendiri dan Irene tak berhak sepenuh nya mengatur karena ia sama sekali bukan guru BP yang bertugas. Mungkin memang Ervin butuh sendiri untuk membuat diri nya nyaman.. yah tak perlu munafik sih..memang nya manusia mana yang bisa bersabar betatap muka satu ruangan dengan manusia lain nya yang jelas-jelas senang mencurangi nya tanpa beban dan rasa bersalah sedikit pun juga.



💗💗💗💗💗


setelah nya hari-hari pun berlalu seperti biasa nya dan seperti yang sudah-sudah pula selama dua hari Irene Sensei memiliki jeda dua hari libur untuk kemudian baru datang mengajar seperti biasa lagi.


Hari ini Ervin pergi ke sekolah seperti biasa, setelah memarkirkan moge nya di parkiran ia pun segera bergegas melangkah menuju gedung kelas dua belas..


Dan saat sedang asik melangkah mata Ervin malah tertumpu pada sosok cantik Tami di kejauhan yang sedang melangkah ke kelas bersama sohib-sohib cewek nya.


Ervin selalu seperti ini, setiap melihat Tami ia akan sangat terpesona seperti yang sudah-sudah. Tami memang sangat cantik, tak ada yang berubah, Ervin akan selalu terpesona setiap menatap nya..benar-benar membuat hati Ervin berbunga-bunga


Irene kebetulan lewat di sana di dekat Tami yang sedang bersama sohib-sohib nya, Irene kebetulan hendak menuju kelas C..


Tami yang melihat kedatangan Irene di sekitar nya, dengan sopan Tami langsung menyapa Irene.., begitu juga para sohib Tami yang merupakan siswi-siswi.. mereka juga menyapa Irene sang guru dengan sopan..tentu nya Irene pun membalas sapaan Tami dan siswi lain nya itu dengan senyuman nya yang ramah


Dari jauh Ervin yang masih mengawasi Tami, jadi nya Ervin dapat melihat juga kedatangan Irene di sana..


Tapi...apa ini? Mengapa jantung Ervin tiba-tiba berdenyut dengan sangat dahsyat???


Ada apa ini? Mengapa Ervin saat melihat Irene jantung nya jadi berdenyut-denyut aneh begini..? terasa sangat ngilu sekali.


Ervin merasa sangat aneh...dan malah merasa lebih aneh lagi karena saat melihat Tami dan Irene yang berdekatan begitu mengapa ada hal yang ganjil di hati nya? Sejak kapan sih di mata Ervin kalau Irene malah lebih menawan ketimbang Tami????


Jelas-jelas kalau Tami adalah gadis yang ia cintai selama dua tahunan lebih ini..!? tapi mengapa malah jadi begini..? Ervin merasa tak mengerti..memang nya Perasaan apa yang ia rasa pada Sensei nya itu??? Ervin merasa kalau lama-lama ia bisa gila juga mengikuti perasaan nya yang terasa aneh dari hari kian ke hari.