SENSEI

SENSEI
SENSEI 16



Andra dan ketiga teman nya memilih jalan-jalan keluar seperti di beberapa malam-malam kamis sebelum nya, kelihatan nya kali ini mereka lebih memilih jalan-jalan ke sebuah bazar yang baru buka di perapatan jalan Melati.


Arvi nampak sibuk menemani Rian memasuki sebuah stand, dan si Rian nampak sok-sok an meramal-ramal kan nasib nya dengan seorang peramal di sana. Dasar gaje banget si Rian..


Ervin dan Armada melewati sebuah stand tempat penjual gelang-gelang anak muda, gelang itu terlihat sangat manis khusus untuk wanita


"ayo..koko-koko ganteng, di beli buat pacar nya atau gebetan nya.." tawar si penjual gelang dengan edisi nya yang begitu sangat ramah tamah


"Noh..beliin buat si Tami.." saran Armada pada Ervin..


Ervin pun mulai menelaah gelang-gelang cantik di hadapan nya.., bukan nya mikirin ke Tami kok Ervin malah mikir nya ke Irene ya..? Aneh


"kalo gue sih udah pasti gak bisa beli" tukas Armada


"gebetan gue kan banyak.." lanjut Armada seraya merapikan kerah kaos polo ber-merk nya dengan genit.


Ervin melirik sedikit pada Armada..


"dasar buaya rakus.." komentar Ervin sadis.


Ervin pun memesan gelang tapi sebelum Ervin memilih satu gelang, penjual nya bertanya lebih dahulu tentang bagaimana karakter wanita yang akan di berikan.baik itu untuk pacar,gebetan, kakak atau pun adik perempuan. yang nanti nya penjual akan buatkan satu gelang khusus sesuai karakter agar terkesan lebih spesial..


Namun saat meng-imajinasikan karakter cewek yang di maksud, itu bukan lah karakter Tami..tapi lebih kepada karakter Irene Sensei. Untung nya Armada tak menyadari karena sedang sibuk lirik-lirik tebar pesona sama cewek-cewek bening di sekitar.


💗💗💗💗


Keesokan hari nya di parkiran Ervin baru saja merapatkan moge nya di sana dan ketika akan bergegas ke kelas ia melihat Irene juga baru saja sampai dan merapatkan mobil di parkiran.


Ervin ada keinginan untuk menemui Irene tapi baru saja ia mau nyamperin sudah keduluan Andra yang menghampiri irene. Entah apa yang di perbincangkan pasangan kakak dan adik itu tapi kelihatan nya mereka berbincang sembari menuju ke gedung sekolah.., yah bisa di bilang tak ada celah untuk Ervin menemui Irene.


Setelah nya dari hari Kamis itu hingga jumat ke sabtu Ervin tidak melihat Irene Sensei di Krisan Flower Highschool, kelihatan nya Irene memang tak ada jadwal mengajar.


Di bawah ini Author kasih visual Irene dan Mella lagi ya...



Saat libur di hari minggu, Rian ingin mentraktir ke-tiga teman nya makan di Mall, Ervin sudah bersiap-siap dan hari ini rencana nya mereka di jemput pakai mobil nya Rian.


"aku yang traktir dan aku pula yang antar dan jemput kalian, kuy..!!??? aku akan service para sahabat-sahabat ku dengan baik..he he" ujar Rian seraya cengar cengir gak jelas bikin ketiga teman nya merinding. geli banget..ih.


Kebetulan juga Irene dan Mella sedang janjian akan makan bersama juga di Mall. Mella sudah berjanji ingin mentraktir Irene..dan ternyata tanpa di sadari itu adalah Mall yang sama dengan Ervin dan teman-teman nya akan datangi.


Setelah Irene dan Mella selesai makan, Mella mendapat telepon mendadak dari asisten nya.kata nya ada kucing yang sakit dan harus segera di rawat. Sebagai Dokter hewan, Mella tentu saja cepat tanggap..


"wah maafkan aku padahal aku masih ingin berbelanja dan mengantar mu pulang" sesal Mella menatap Irene


"tidak apa-apa, sebagai Dokter hewan kau harus bertanggung jawab saat di butuhkan" Irene menekan kan..


"lagi pula adik ku Andra akan menjemput ku nanti" kata Irene...


"..baiklah.." kata Mella akhir nya


"aku akan membayar bill dulu ke kasir.." Mella berkata seraya bangkit dari duduk nya..


"baik lah..." sahut Irene


Setelah selesai, Irene dan Mella segera melenggang keluar.


"ya ampun..aku hampir lupa.." Mella tersadar


"tunggu ya..aku harus mengambil pesanan ku di toko itu" Mella menunjuk salah satu toko jam tangan yang ada di sekitaran Mall


"apa kau mau ikut?" tanya Mella lagi


"tidak kau saja, aku akan menunggu di parkiran sambil menelepon adik ku Andra apakah dia sudah di jalan apa belum" jawab Irene.


"oke.." Mella menampilkan senyum manis nya dan melangkah menuju toko jam tangan untuk mengambil pesanan nya.


Sementara itu Irene sudah hampir sampai di parkiran Mall.., Andra bilang kalau ia sudah di jalan. Hari ini Andra menjemput Irene menggunakan mobil Irene yang tadi kebetulan di pakai Andra mengantar buket bunga ke rumah Tami. Entah apa maksud nya anak-anak muda jaman sekarang, bukan pacar tapi bucin nya minta ampun...ya itulah penilaian dalam benak Irene pada Andra adik nya itu.


Saat Irene sedang menunggu Andra di sisi parkiran Mall, mobil Rian yang membawa Ervin ce es baru saja merapat di parkiran Mall juga.


Karena posisi Irene yang ada di sebelah sisi parkiran, jadi nya hanya Ervin yang menyadari keberadaan Irene..


Saat mereka turun, Rian, Armada dan Arvi mulai melangkah menuju arah kafe Mall yang telah mereka sepakati di perjalanan tadi. tapi Ervin mengurungkan langkah nya


"bro..kalian duluan ya..nanti aku susul" kata Ervin


"mau kemana?" tanya Rian


"sebentar ada urusan sedikit" jawab Ervin


"oh ya udah..jangan lama-lama.." kata Rian


Ervin mengangguk, di ikuti anggukan setuju Armada dan Arvi pada Ervin..


Setelah Ervin memisah kan diri dan melihat teman-teman nya sudah menjauh..ia mulai menghampiri tempat Irene Sensei berada..


"Sensei.." panggil Ervin pada gadis yang sedang membelakangi nya itu


Gadis yang berstatus guru nya itu pun menoleh..


"Ervin..?" Irene suprise..


"kamu di sini?" tanya Irene..


"iya..lagi mau makan siang sama teman-teman.." jawab Ervin


"oh..mana yang lain nya?" Irene celingukan mencari teman-teman Ervin


"mereka udah masuk duluan" jawab Ervin lagi, lalu ia segera melangkah mendekati Irene..


Jujur Ervin katakan entah mengapa wanita berstatus guru Kimia-nya ini begitu sangat menarik hati nya padahal hanya dalam waktu singkat karena Irene Sensei sama sekali belum lama mengajar.


"Sensei kemarikan telapak tangan anda.." pinta Ervin..


"apa..telapak tangan..?" Irene sedikit bingung dan spontan menengadahkan telapak tangan kanan nya ke hadapan Ervin..


Ervin meletakkan gelang cantik yang ia beli waktu itu saat jalan-jalan bersama ketiga teman nya. Gelang itu ternyata memang buat Irene..


Irene kaget dengan sebuah benda cantik yang di letakkan di telapak tangan nya. Belum sempat ia respon dan bertanya..


"aku pasangin ya.." lirih Ervin lebih dulu


"ha..???" Irene ber ha.. Irene makin bengong merasa aneh dengan sikap Ervin.