SENSEI

SENSEI
SENSEI 17



Namun Irene tidak tau mengapa ia hanya bisa diam dan mematung saja saat Ervin memakai kan gelang cantik itu ke pergelangan tangan nya.


Yang ada malah yang Irene rasa sekarang ini telinga nya tiba-tiba memanas dan wajah nya terasa bersemu sangat merah. Hhhedeehhh Ervin juga sih ngapain coba segala pake bersikap so sweet ini sama Irene..., apa yang terjadi? Irene berfikir apakah ia mulai ke-baper-an ya sama murid nya sendiri? apa iya???


Ervin juga tak tau mengapa ia bisa merasa gugup saat memakaikan gelang cantik itu ke pergelangan Irene guru kimia nya ini.


Sekali lagi, bukan kah Ervin seringkali berdekatan dengan Tami gadis yang sangat di sukai nya, tapi baru kali ini ia merasakan nervous yang berlebihan dan itu hanya terjadi saat setiap kali ia bersama Irene Sensei.


"te-rimakasih.." kata Irene agak terbata, ia berusaha mati-matian menutupi ke-grogi-an nya pada Ervin saat ini.


setelah Ervin selesai memakai kan gelang cantik itu di pergelangan nya.


"baiklah..saya masih harus menunggu jemputan.." lanjut Irene seraya kaki nya hendak melangkah menjauh dari hadapan Ervin tapi yang ada malah kaki nya sedikit terasa lemah karena masih di kondisi yang sangat gugup hingga yang terjadi adalah Irene yang terpelesat sama heels sepatu nya sendiri...


Sret...!!!


"ah.." hampir saja Irene terjatuh untung saja Ervin dengan cekatan menangkap tubuh Irene..


Hingga saat ini tanpa sengaja tubuh mereka saling berdempetan sangat dekat satu sama lain. dan lagi-lagi Ervin merasa ada rasa tak biasa di hati nya hingga tanpa sadar ia makin menekan tubuh Irene ke tembok di sisi parkiran.


Mereka pun saling pandang satu sama lain. waktu seakan terhenti di saat ini...


Tik..tik..tik..


Dua pasang mata yang saling beradu,membuat kedua nya terbuai..hingga tanpa aba-aba Ervin sedikit menurun kan kepala nya ke arah Irene...


Namun belum sempat..satu suara mengagetkan mereka..


"apa yang akan kau lakukan pada kakak ku Vin?" suara Andra terdengar lantang dari arah samping mereka..


Ternyata Andra sudah tiba, saking Ervin dan Irene sedang terlena oleh keadaan sampai tak menyadari suara mobil yang di bawa Andra.


Ervin dan Irene sama kaget nya akan kehadiran Andra..apalagi di tambah sama Andra yang menunjukkan posisi terkaget-kaget dan terheran-heran...


Dan belum sempat menetralkan rasa kaget akan kehadiran Andra, tiba-tiba satu sosok lagi muncul di sana..


"Ervin? Kamu mau apain sahabat aku???" tanya Mella yang ternyata juga sudah selesai mengambil pesanan nya di toko langganan nya tadi. Mella begitu kaget melihat Ervin yang seakan mengungkung Irene..mendekap paksa dan menguasai Irene...


"kak Mella?" Ervin juga kaget...


Irene suprise, Kak Mella? Batin nya,, dan Ervin pun kaget karena mendengar Mella mengakui Irene sebagai sahabat nya..


Hmm.. ternyata ya Mella ini kakak sepupu nya Ervin lho..hehe..


"nggak..kalian..kalian salah faham" Irene buru-buru mencairkan suasana yang agak lain ini.


"...tadi aku hampir jatuh karena tidak hati-hati..jadi untung nya ada Ervin.." alasan Irene dengan jelas, dengan pernyataan yang singkat ini ia berharap adik nya dan sahabat nya tak akan befikir macam-macam tentang mereka berdua.


sesaat Mella dan Andra sama-sama bengong seraya mencerna alasan Irene dan detik berikut nya kedua orang ini pun untung nya langsung mengerti..


"ooh.." kata Mella yang langsung mengerti..


Andra pun terlihat mengerti juga.


Ternyata Mella ini kakak sepupu nya Ervin, sejak kecil kedua orangtua nya telah tiada jadi ia tinggal bersama saudara orangtua nya. Mella pernah menceritakan ini tentang kedua orangtua nya pada Irene dulu waktu mereka sama-sama masih magang untuk pengambilan nilai, saat mereka menjadi utusan dari sekolah masing-masing waktu itu. Hanya saja Irene baru tau kalau keluarga saudara orangtua yang Mella maksud adalah orangtua nya Ervin. Yah, singkat nya ayah Mella adalah kakak nya papa Ervin. Jadi Mella sejak SD sudah di rawat keluarga Ervin.., dan itu artinya sejak dulu Ervin dan Mella tinggal serumah seperti kakak dan adik kebanyakan. Sangat suprise sekali bukan???


💗💗💗💗💗


Sejak hari itu baik Ervin mau pun Irene, dua orang ini saling kefikiran satu sama lain nya. Bahkan saat Irene mengajar di kelas Ervin mereka berdua sebetul nya ada rasa yang grogi, hanya saja mereka berusaha bersikap se-profesional mungkin sebagai status mereka yang adalah guru dan murid..kalau bisa mereka menghindari jangan sampai terlalu sering saling tatap karena lagi-lagi mereka benar-benar merasa kan hal yang tak biasa jika mereka sampai kebablasan bertatapan seperti yang sudah-sudah..


Malah pernah suatu hari Ervin dan Irene sensei tak sengaja berpas-pasan..dan apa yang tejadi? Ervin hanya bisa bilang...


"Sensei.." hanya itu, hanya sapaan yang pelan dan benar-benar tidak seperti murid yang menyapa guru.. ini terdengar seperti memuja nya...


"..ya.." Irene pun hanya bisa menjawab sebegitu saja, tidak kurang dan tidak lebih..


Ervin merasa jantung nya dag dig dug tak menentu setiap ia berpas-pasan dengan Irene Sensei.., kalau lama-lama begini Ervin merasa jantung nya benar-benar tidak lah lagi aman..




💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗


Ervin pun mulai merasa makin galau dari hari ke hari..ia mulai resah dan bimbang pada perasaan nya sendiri. Apa benar ia mulai suka sama guru Kimia nya sendiri dan sudah mulai berpaling dari Tami? Apa kah benar secepat itu? Bukan kah ia tahu kalau ia mencintai Tami sudah dua tahunan lebih..semudah itu kah sosok Irene menyingkirkan Tami di hati nya? jika iya..maka itu semua benar-benar Amazing...


"ah..kenapa sih..gue selalu kefikiran Irene Sensei !!???" Ervin mengacak-acak rambut nya sendiri..


Ervin merasa Irene Sensei benar-benar super dahsyat!!! Gimana enggak?? Di fikirin hati rasa nya nyeri tapi gak di fikirin juga bikin nyeri hati sama-sama makin menjadi. Jadi sama aja..


Ervin mengucek-ngucek kepala nya sendiri, ia hampir dua minggu belakangan ini sampai gak mau di ajak jalan sama Rian, Armada atau pun Arvi.., ia lebih betah meng-galau sendiri..


"itu anak kenapa sih?" Armada heran


"tau tuh..lagi jatuh cinta kali" jawab Rian asal


"sama siapa? Tami? Lebai amat Ervin, semua orang juga pada tau keles dia ngebucin Tami..tapi kita tau kan die gak sampai se aneh ini.." selidik Armada penasaran


"iya sih...gue juga mikir nya gitu. Ervin aneh.." kata Arvi setuju sama Armada.