
Sementara itu Pak Franky sibuk mencari Irene Sensei sejak tadi. Ia bahkan tak melihat Irene sejak sebelum jam istirahat siang tadi, bu Lidia yang biasa bersama Irene juga tak tau saat di tanya keberadaan Irene.
Pak Franky akhir nya mencari Irene ke kelas sepuluh, karena biasa nya Irene sering menemui sepupu nya si Pinky salah satu siswi kelas sepuluh itu...
"kak Irene tidak kesini pak.." jawab Pinky saat Franky menanyakan keberadaan Irene
"oh..baik lah..ya sudah.." Franky berbalik pergi tapi Pinky mengikuti nya..
"kamu ngapain ngikuti saya?" tanya pak Franky pada Pinky
"mau nemenin Bapak cariin kak Irene, emang gak boleh?" jawab Pinky blak-blakan
"gak boleh..saya bisa sendiri.." jawab pak Franky datar tanpa mempedulikan siswi imut ini terus mengekori di belakang nya
"Mungkin Kak Irene lagi ke kelas nya kak Andra kali pak.." kata Pinky kemudian
Franky menoleh meminta kejelasan Pinky
"kak Andra, adek nya kak Irene..masa' bapak gak tau?" cibir Pinky
Franky diam sesaat..
"di mana kelas nya?" tanya pak Franky akhir nya
"di kelas dua belas.." belum selesai Pinky menyelesaikan kalimat nya, pak Franky malah sudah berbalik meninggalkan nya. Pinky pun buru-buru mengikuti langkah pak Franky...
Pak Franky terus melangkah dengan tenang tapi entah mengapa Pinky tetap kesusahan mengikuti langkah nya. Mungkin karena pak Franky yang tinggi dan berkaki panjang jadi langkah nya terkesan lebar-lebar kali ya.
"perasaan...Pak Franky sering banget nyari-in Kak Irene? Bapak naksir ya sama kak Irene?" tanya Pinky to the point dengan celotehan nya yang khas..
Kena telak ! Yup benar sekali Franky akui ia tertarik sama Irene hanya saja ia merasa seperti nya Irene tidak tertarik pada nya, padahal sebelum nya wanita mana yang bisa menolak pesona pak Franky? Apalagi jika pak Franky sudah mulai unjuk kebolehan pedekatean nya yang teramat sangat memikat itu.
Tapi pak franky diam saja, alih-alih menjawab pertanyaan aneh dari siswi yang bernama Pinky ini..tapi Pinky terus tak henti berceloteh..
"kalau kak Irene gak suka sama Bapak.. mending Bapak sama saya saja, saya suka sama Bapak.." kata Pinky lagi..
Pak Franky yang mendengar ungkapan Pinky hanya tetap stay cool tak bergeming meneruskan langkah nya dengan tenang. bagi Pak Franky siswi satu ini terkesan berani dan suka bermain-main. Bukan sekali ini memang pak Franky mendapat ungkapan dari siswi sebelum nya. Namun selama ini gak ada siswi yang mengungkap kan perasaan dengan gaya se enjoy seperti yang Pinky lakukan saat ini. Dasar siswi aneh..batin pak Franky.
Pinky tak sengaja melihat kelebatan Irene Sensei di kejauhan, terlihat Irene Sensei yang sedang menggandeng seorang siswa tinggi jangkung di belakang nya...., siswa itu jelas bukan Kak Andra meski tinggi nya sama dengan kak Andra..pikir Pinky. Siapa itu ya??? Pinky menyipitkan mata
"pak..itu Kak Irene.." tunjuk Pinky
Langkah pak Franky terhenti dan melihat arah jari telunjuk Pinky. Benar sekali di kejauhan itu Irene dan seorang murid cowok sedang berjalan ke arah sebelah sana..
Kebetulan juga dari arah lain nya Andra melihat Pinky yang sedang bersama Pak Franky, ia merasa was-was karena ia tahu seberapa playboy nya pak Franky. Andra gak mau dong adek nya di apa-apain sama pak Franky..! Apalagi setau Andra, Pinky pernah cerita kepada nya kalau Pinky meng-idolakan pak Franky sejak awal masuk sekolah ini. Andra selalu berusaha melarang rasa suka Pinky dan mengira jika rasa fans nya pada pak Franky hanya sebatas gitu-gitu aja, tapi kalau sampai Pinky dua-dua-an gitu sama Pak Franky bisa bahaya banget lah..., jadi nya Andra buru-buru mengikuti dua orang itu dan mengambil jalan memotong.
U.K.S
"au.." teriak Ervin saat Irene menarik paksa plester yang menutupi luka di lutut nya
"sakit sensei.." rengek Ervin..
"jangan manja..sudah tinggi besar begitu masih tidak tahan perih sebegini. Siapa suruh luka kotor seperti ini langsung di tutupi plester? Harus nya di bersihkan dulu" omel Irene
Ervin diam saja.., dalam hati biar pun lutut nya sakit kok dia senang ya bisa dekat-dekat sama Irene seperti sekarang ini.
Irene sedang sibuk membuka wadah botol steril dan Ervin akui Irene sangat cantik tertunduk serius begitu..Namun lagi asik-asik nya memandang wajah cantik Irene, Luka nya di totol Irene pakai kapas yang sudah di bubuhi cairan steril..
"Ervin..kau ini manja sekali" celutuk Irene
"tapi perih..Sensei.." kata Ervin jujur
"tahan dong.." balas Irene galak
Ervin hanya cemberut sampai Irene menyelesaikan membersihkan luka nya tersebut, ia hanya memandangi saja.
Irene selesai membubuhi obat merah pada luka Ervin dan memberi tempelan perban kecil yang rapih di lutut Ervin.
"selesai.." kata Irene
"..terimakasih Sensei.." lirih Ervin
Irene membuka tas nya dan mengeluarkan sekotak makanan..dan sebotol air mineral.
"kamu belum makan siang kan? Ini makan lah..saya sudah belikan.." kata Irene
Ervin melirik kotak makanan yang di letakkan Irene di nakas samping nya.
"saya harus kembali ke kantor" kata Irene lalu beranjak meninggalkan Ervin..
Irene Sensei memperlakukan gue begini? Irene Sensei sayang sama gue kah? Ervin...stoop stopp..! Batin Ervin, ia tentu nya gak mau jadi kepede-an. tapi saat Irene sudah keluar dari ruangan UKS, Ervin malah menyusul nya.
Di luar memang sepi, di sekitar UKS memang tak pernah ramai, jadi nya Ervin tak ragu mencekal tangan Irene.
"Sensei..tunggu.." kata Ervin
Irene menoleh, menatap Ervin yang masih memegang pergelangan tangan nya..
mereka saling berhadapan..
"Sensei..aku.." Ervin terbata..ugh kenapa dia bisa nervous bin grogi begini sih?
Irene menatap Ervin heran..
"aku..aku suka sama Sensei..sungguh" ungkap Ervin secara mengejutkan..
Irene kaget juga Ervin seberani ini..
"aku cinta sama kamu sensei..Irene Sensei.." lirih Ervin seraya menatap mata Irene..
Irene akui sejak awal jumpa Ervin memiliki sepasang mata yang sangat lah bagus dan menawan...,Irene terhipnotis sepersekian detik..
Karena tak ada jawaban dari Irene, Ervin akhir nya melepas kan genggaman nya dari pergelangan Irene..
"...maaf..saya lancang ya" kata Ervin pelan, ia takut Irene marah pada nya, bagaimana pun tidak lah sopan sebagai seorang murid yang masih remaja mengungkapkan perasaan pada guru nya yang jelas usia nya lumayan jauh lebih dewasa dari diri nya...
Sesaat suasana berubah diam..Ervin merasa canggung level akhir, benar-benar tak enak perasaan nya saat ini..
Tiba-tiba tangan Irene bergerak meraih tangan Ervin yang tampak lebih besar ukuran dari tangan nya itu. Irene mengenggam tangan kanan Ervin dengan kedua tangan ramping nya...
Ervin mendapat perlakuan seperti itu jelas saja tertegun, ia menatap kedua tangan ramping Irene yang menggenggam tangan nya..lalu beralih menatap wajah Irene..
Irene tidak berkata apa-apa ia hanya tersenyum menatap wajah Ervin..