SENSEI

SENSEI
SENSEI 33



Hari ke empat Mella menyusul Irene dan yang lain nya ke kota B. Dan esok malam juga kebetulan Ayah dan Ibu Irene akan merayakan makan malam bersama dengan sanak keluarga dan beberapa rekan terdekat. Irene meminta Mella segera menghubungi saat akan sampai nanti. Karena Mella tidak pergi dengan mobil nya karena malas menyetir sendiri dengan jarak sejauh ini, jadi nya ia memesan jasa angkutan umum.


Irene baru saja keluar dari kamar mandi dan Ervin masuk ke kamar, bunyi pintu slide bergeser membuat Ervin spontan menoleh.


Irene benar-benar selalu membuat Ervin tergila-gila, dari sosok imut menawan nya membuat Ervin sering merasa tak tahan.


Ervin melangkah mendekat pada Irene dan memberikan cii-uman singkat di pucuk kepala ya pada rambut irene yang setengah basah.


mendapat perlakuan seperti itu, Irene sontak mendongak dan malah Ervin hadiahi satu kecu-pan manis di bibir Irene..


"kamu cantik..." lirih Ervin


"kan sudah lama cantik nya.." balas Irene


Ervin langsung tersenyum sangat menawan. Irene juga akui mantan murid yang sekarang berstatus Suami nya ini memang sangat ganteng dan sangat menawan bukan kepalang lagi.


Ervin melingkar kan kedua tangan kokoh nya di tubuh Irene


"kok aku jadi kepengen ya" kata Ervin dengan nada jahil


"kepengen apa nya?" Irene tentu tau maksud Ervin, tapi ia pura-pura nggak ngeh. Ya kali habis mandi mau mandi lagi..


Ervin tidak peduli respon Irene ia malah mendorong Irene yang ada dalam pelukan nya ke atas kasur hingga tubuh kedua nya jatuh bersamaan di atas kasur empuk tersebut


"Ervin.." pekik Irene seraya memukuli pelan pundak Ervin


Ervin sudah keburu kepengen dan pukulan Irene membuat nya makin merasa kepengen lagi.


Ervin langsung mema-gut bibir Irene dengan memburu.., Irene hanya bisa menerima nya. Perlakuan Ervin memang selalu berhasil membuat Irene mati kutu seketika.


tangan Ervin meraba-raba mencari tali kimono Irene dan menarik nya sraaat...


Ervin mencopot pakaian nya sendiri dengan tergesa, anak muda satu ini memang sedang hot-hot nya..


Irene sama sekali tidak Ervin beri waktu untuk membalas.Irene masih ingat saat malam pertama mereka kala itu Ervin bahkan menembus pertahanan nya dengan satu kali hentakan hingga Irene sampai menangis menahan perih. Ervin menyerang nya dengan gila malam itu.


serangan Ervin selanjut nya bahkan hingga sampai hari ini memang selalu saja sangat hot.


keringat dan peluh dua orang menyatu.Ervin terus menhujam tubuh Irene yang berada di bawah nya. Sensei nya ini selalu membuat diri Ervin gemas dari hari ke hari, untung lah sekarang sudah menjadi istri hingga ia bisa puas menikmati sang Sensei kapan pun diri nya mau.


Ervin terus membungkam bibir Irene dengan serangan-serangan dan permainan panas dari bibir dan mulut nya..


Ervin makin gencar menekan Irene yang sudah tak tahan, kedua tangan Irene di kalungkan di leher dan tengkuk Ervin.


Ervin semakin terlihat seksih dengan keringat yang memenuhi sekujur tubuh nya. Apalagi keringat itu sesekali terlihat mengalir di dada bidang dan menyelip-nyelip di roti sobek nya Ervin...


suara-suara terus berpadu di seisi ruangan, hingga sampai akhir nya tubuh mereka merengang merasakan surga dunia...


💗💗💗💗


Mella hampir sampai di kediaman orangtua Irene, dia menelepon Irene saat dua orang baru saja selesai bertempur.




Keesokan hari nya saat berada di kota B, Mella hendak pergi berjalan-jalan ke taman kota sekalian joging. Ya itung-itung kenalan sama kota B..


Ervin dan Irene sudah ke swalayan untuk berbelanja bahan baku tambahan untuk makan malam nanti.


pagi-pagi sekali tadi harus nya ibu nya Irene dan Mella sudah berbelanja dengan salah satu pelayan, tapi ternyata ada beberapa barang kecil yang tertinggal jadi nya Ervin dan Irene memutuskan untuk pergi bersama, sekalian pacaran gitu dua-dua an..


cerita nya Mella dan Ibu nya Irene bisa akrab dengan cepat, kek cepat nyambung gitu.


Mella sampai di taman kota dan duduk istirahat di sebuah bangku, banyak orang berlalu lalang sejoli atau sesama teman-teman nya juga. Ada juga yang bawa anabul jalan-jalan.


tiba-tiba di sudut samping pohon besar Mella melihat seekor kucing yang nampak kotor tak terawat sembunyi di dekat pagar tanaman. Kelihatan sekali si kucing lapar dan tidak punya pemilik nya.


Mella menjadi dokter hewan sudah jelas karena dia pencinta hewan, melihat salah satu hewan terlantar begini, hati nya tergugah dengan cepat.


Ia menghampiri si kucing, dengan sedikit berjongkok..


"hei kamu lapar..?" tanya Mella pada si kucing


raut si kucing itu terlihat sangat memprihatinkan. Mella melihat ada sedikit luka di tubuh nya. Wah tentu saja Mella tidak membawa stok obat-obatan. Mella melirik di sekitar apakah ada apotik terdekat agar ia bisa meracik obat darurat untuk si kucing. Mella celingukan melihat-lihat siapa tahu juga ada pet shop dan sebangsa nya agar ia bisa membeli makanan untuk si kucing dan bisa menitipkan sementara untuk di rawat.


saat mata nya sedang mencari-cari, Mella berfikir untuk bertanya pada orang lewat, kebetulan di depan nya ada empat orang gadis seusia nya yang sedang lewat..


"permisi..boleh saya bertanya?" tanya Mella pada gadis-gadis seusia nya itu


gadis-gadis itu berhenti dan merespon Mella..


"ya..?boleh" jawab salah satu nya


"apa di sekitar sini ada pet shop,klinik hewan atau apotik yang terdekat?" tanya Mella, di tangan nya ia membawa kucing yang nampak kotor dan lapar itu..


"wah kasihan sekali kucing nya.." kata salah satu gadis lagi, gadis di sebelah nya juga menatap kucing itu dengan prihatin


"iya aku menemukan nya di sana dan terluka.., aku bukan orang sini jadi belum hapal daerah sini.." kata Mella menjelaskan


gadis-gadis itu menganguk, dari ke empat gadis itu ada satu gadis yang memasang wajah tak ramah ternyata ia adalah Nena.


"ayo dong teman-teman nanti kita terlambat. ngapain sih ngurusin kucing jorok gitu ngabisin waktu aja" kesal Nena pada teman-teman nya.


salah satu teman nya Nena nampak memberitahu letak klinik terdekat pada Mella. Nena nampak kesal...


"ngapain sih kalian" Nena nampak ngomel-ngomel


"ya gak apa kali Na.. Kan kasian kucing nya, cewek nya juga bukan orang sini apa salah nya bantu kasih tau jalan.masih untung lho ada orang yang mau nolongin si kucing nya.., kalau saya jangan di harap mungkin cuma lihat aja" kata teman nya jujur dan apa ada nya


"ih...awas ya hewan kotor itu jangan sampai kena aku.." Nena berang dan jijik menatap kucing itu, ia juga kesal sama Mella karena kelihatan teman-teman nya bela Mella yang baru di kenal ini.