SENSEI

SENSEI
SENSEI 11



Kebetulan hari ini jadwal Irene di jam terakhir adalah memberikan mata pelajaran di kelas C jadi saat pulang sekolah ia sekalian pulang bersama Pinky karena les tambahan Pinky hari ini juga sedang off


Irene berjalan ke arah parkiran bersama Pinky seraya berbincang ringan.


Tiba-tiba Franky yang akan pulang juga datang di antara mereka


"hai bu Irene..?" sapa pak Franky si guru tampan ini


"hai pak Franky?" Irene balik menyapa


Pak Franky terlihat menuju mobil nya


"kapan-kapan aku akan menghubungi mu, kita bisa jalan-jalan atau makan malam" kata Pak Franky pada Irene saat hendak masuk ke mobil nya


"..ya" hanya itu yang bisa Irene jawab


Irene tak enak hati pada Pak Franky jika langsung menolak nya lagi pula bisa saja itu hanya godaan candaan semata, di tambah Ervin yang bela-belain mengatakan pada nya perihal pak Franky. Mungkin memang ada sesuatu hingga Ervin berkata demikian agar ia nya lebih berhati-hati, bukan kah Ervin sudah hampir tiga tahun ini bersekolah dan kenal karakter pak Franky lebih banyak.


Pak Franky tersenyum senang dan segera masuk ke dalam mobil..


Saat mobil nya pak Franky meninggalkan kawasan itu, Irene yang juga sudah masuk di dalam mobil heran melihat Pinky yang masih berdiri tegak di luar menatap arah pergi nya mobil pak Franky


"Pinky, ayo kita pulang" tegur Irene


Pinky kaget dan nyengir


"kamu ngapain?" tanya Irene saat Pinky akhir nya sudah di dalam mobil bersama nya.


"Pak Franky tampan sekali" kata Pinky mesem-mesem gak jelas


"ya memang tampan, kamu kok kek kesengsem gitu" Irene heran


"kak Irene, aku itu suka sama pak Franky..suka banget" Pinky to the point


Irene baru menyadari ternyata Pak Franky itu Crush nya Pinky..gebetan nya Pinky


"wah...ada begitu banyak teman seangkatan mu yang ganteng-ganteng, mengapa kau malah nge-gebet seorang guru, pink?" tanya Irene heran dan penasaran...


"aku suka yang lebih dewasa kak Irene" jawab Pinky apa ada nya..


"kakak kelas mu banyak yang tampan dari kelas sebelas bahkan sampai kelas dua belas. Bahkan jika kau ingin yang lebih dewasa teman-teman kak Andra mu di kelas dua belas sangat banyak yang keren dan tampan bukan" kata Irene seraya men-starter mobil nya


"aku tidak mau..aku suka nya pak Franky" kata Pinky gemas


"ck..anak ini" gumam Irene


Irene mulai menjalankan mobil nya keluar dari kawasan Krisan Flower highschool tersebut.


"pak Franky itu sangat berkharisma" puji Pinky


"iya..tapi kau harus berhati-hati karena guru kesukaan mu itu sangat playboy" kata Irene


"aku tau kok" jawab Pinky tak gentar


"kamu tau tapi masih suka" Irene makin heran


"jusru itu yang bikin pak Franky makin menarik kak.." jawab Pinky apa ada nya membuat Irene bergidik..


"kamu ini aneh sekali" komentar Irene jujur.


Bagaimana pun jarak umur pak Franky dan Pinky itu sangat tertaut jauh. iya dong Irene saja sudah jauh di atas Pinky apalagi Pinky sama pak Franky, jelas-jelas usia pak Franky ada dia atas Irene.


Usia Pinky saat ini baru menginjak 15 tahun dan pak Franky 25 tahun jadi jarak mereka itu 10 tahunan..


💗💗💗💗💗💗


"kak mau kemana?" tanya Andra saat melihat Irene yang mulai sibuk membawa helm keluar rumah..


"mau keluar cari makanan, kamu mau nitip apa?" tanya Irene


"apa aja deh" jawab Andra


"gak aku aja yang antar?" tawar Andra kemudian


"gak lah..aku males di bonceng moge kamu, susah naek nya" kata Irene yang merasa kalau moge itu jok belakang nya memang ketinggian


"ya gimana dong, aku juga gak mau naik motor matic kakak, kaki aku pegel" balas Andra


Iya dong secara Andra ini tinggi, jangkung banget jadi kalau naik matic nya Irene kaki nya jadi nekuk over dosis dan alhasil bikin pegel.


"aku anter pake mobil kakak aja gimana?" tawar Andra lagi


"gak bisa An, tempat parkiran outlet nya itu jalan nya kecil jadi mobil gak bisa masuk kalau mau parkir lumayan jauh juga capek jalan nya, cuma pake motor yang bisa keluar masuk.."papar Irene


"oh.." Andra hanya bisa ber-oh


"gak apa-apalah aku sendirian..ini baru jam delapan jalanan masih rame kok" kata Irene


"oke.." balas Andra lalu berbalik masuk ke kamar nya.sedangkan Irene tetap meneruskan niat nya untuk pergi.



Setelah selesai dengan jajanan nya, Irene pun segera pulang. tidak terasa satu jam sudah..di tambah lama di perjalanan dan ia harus mengantri juga membeli makanan nya hingga sekarang ini sudah pukul sembilanan.


Irene melajukan matic nya dengan kecepatan sedang, saat asik-asik nya mengendara tau-tau ia merasa ada yang aneh dengan kendaraan matic nya, ia mulai merasa jalan matic nya tidak stabil.


Irene pun menghentikan matic nya dan benar saja ban belakang matic nya kempes parah dan tentu saja itu bukan sekedar kempes biasa tapi lebih kepada mengalami kebocoran.


Irene menghela nafas berat, ini sudah malam dan bengkel yang masih buka lumayan jauh dari sini. sama sekali tidak ada bengkel terdekat di sekitaran sini.


Irene mencoba menelepon Andra tapi sudah ketiga kali nya tidak ada jawaban sama sekali. Ternyata Andra sedang main game di komputer dengan menggunakan headset di telinga nya, hingga ia tak mendengar kalau ponsel nya berbunyi.


"ah..anak ini kemana lagi sih? Pasti dia sibuk dengan game nya" gumam Irene lirih..


kendaraan berlalu lalang lumayan masih ada tapi tak ada alasan untuk Irene menghentikan mereka karena tak saling kenal, jadi Irene hanya mencoba mendorong matic nya saja.


Dalam kebingungan nya Irene, tiba-tiba dari arah belakang terdengar deru kenalpot moge yang keren..dan moge tersebut melewati nya seperti kilat meninggalkan hembusan angin..


Tapi tak lama deru di kejauhan itu terhenti dan terdengar memutar kembali, dan benar saja tak lama moge tersebut berhenti di dekat Irene


Pengendara bertubuh jangkung itu membuka helm nya dan terlihat wajah ganteng di sana, Ervin.


"Sensei.." panggil Ervin


"kenapa motor nya?" tanya Ervin lagi


"Ervin..?" dalam lampu jalan remang-remang Irene akhir nya mengenali sosok pengendara moge itu


"tadi aku lewat dan lihat seperti Sensei dan ternyata itu memang anda.." kata Ervin


Ervin menepikan motor nya..


"ban nya kempes..tidak ada bengkel di sekitar sini" kata Irene..


Ervin yang sudah menepikan moge nya, kemudian membantu menepikan matic nya Irene.


"tenang saja..saya punya kenalan montir,dia pasti mau membantu anda" kata Ervin dan mulai menelepon menggunakan ponsel nya..