SENSEI

SENSEI
SENSEI 25



Sekarang ini Ervin bukan nya tidak tau kalau ada beberapa pelanggan Mella di klinik tersebut, hanya saja Ervin sih tak peduli. Sebetul nya sejak di rumah tadi ia cukup tertekan dengan tekanan yang papa nya berikan perihal hubungan nya dan Irene yang di tentang sang papa, ya jadi nya Ervin hanya ingin memastikan kalau ia dan Irene tak akan bisa berpisah apa pun itu rintangan nya. Dan yang Ervin lakukan saat ini Ervin tak peduli seberapa lebai nya pun.., bagi nya ia sudah cukup lelah dengan perdebatan bersama sang papa yang tak ada habis nya itu.


"Ervin.." bisik Irene


"lepaskan dulu, jika ingin bicara ayo kita ke lain tempat.." usul Irene


"bilang dulu kalau kau juga mencintai ku.." pinta Ervin dengan ekspresi nya yang manja


Irene menghela nafas


"ayo.." cecar Ervin


"iya..aku mencintai mu" jawab Irene akhir nya, biar cepet kan ya dari pada kelamaan malu nya sama orang-orang. Lagian si Ervin entah kesambet apa hari ini!?


Ervin setelah mendengar perkataan Irene sesuai yang ia minta, ia pun langsung tersenyum puas seraya melepaskan dekapan nya pada tubuh Irene yang begitu ketat tadi.


Baru saja Irene merasa lega, tau-tau ia malah mendengar tepukan tangan dari para pelanggan yang hadir


Plok,plok,plok..


ternyata mereka juga menunggu jawaban dari Irene. bukan cuma Mella yang senyum gak enak dan malu juga sih, Irene juga merasa malu di buat nya. Memang dasar ya kalau para remaja seusia Ervin ini tetap aja lebai gak kemana pergi nya..


Kalau Mella dan Irene cuma senyum dengan ekspresi nyengir meringis dengan tepukan tangan pelanggan..beda cerita dengan Ervin, dia malah keseng-sem kek kesenengan gitu.emang dasar ya emang dasar... Sebelum akhir nya Irene menarik nya ke lain tempat.



💗💗💗💗💗💗


Hari berikut nya mau tidak mau akhir nya papa Ervin meluangkan waktu untuk bertemu Irene. Awal nya sang papa ogah-ogahan..gengsi dong ya, namun kelihatan nya mama juga ingin mengajak Irene makan malam bersama di rumah mereka lagi pula walau pun misal nya Irene bukan pacar Ervin, bukan kah Irene adalah teman baik nya Mella keponakan mereka juga.


Malam hari Irene datang memenuhi undangan makan malam tersebut. Ervin dan Mella sudah menunggu nya di depan untuk menyambut nya, lalu kemudian mereka bertiga masuk bersama ke ruangan tempat mama dan papa Ervin berada.


Saat Ervin,Mella dan Irene masuk, mama langsung menyambut nya.papa berfikir siapa ini yang bersama Ervin? Anak ABG mana? Kata nya Irene si guru itu yang mau datang? Apa kah tidak jadi datang? Atau mungkin tak berani datang? Papa mulai mencibir di dalam hati.


Terus ini siapa lagi si cewek ABG yang bersama mereka, mungkin teman sekolah Ervin yang ada urusan atau kah pelanggan Mella yang datang ke rumah? Papa hanya menebak dan mulai mengira-ngira...


Tapi saat Mella tau-tau berkata..


"Om..Tante..ini teman Mella Irene.." kata Mella memperkenal kan


Teman Mella..Irene, itu artinya kan pacar Ervin? Papa mulai bingung juga, bukan kah pacar Ervin itu seorang guru Highschool..? Oh..mungkin kah ini Irene yang lain? Papa mulai bertanyea-tanyea dong ya..


Irene langsung maju untuk menyalami Mama dan papa nya Ervin..


"hai Irene...terimakasih ya sudah datang.." sapa mama Ervin ramah


"Irene juga sangat bertrimakasih karena Tante dan om sudah mengundang Irene.." balas Irene sopan..


"Irene..?" nada papa seperti mempertanyakan, ini Irene yang mana lagi..


"ini Irene pacar Ervin pah.." Ervin langsung mengatakan nya..


Papa seperti kek kaget gitu


"maksud nya?"papa Ervin akhir nya jadi kek orang blo'on.


"iya..ini Irene teman baik Mella,om..Irene pacar nya Ervin.." sela Mella yang merasa kalau om nya kok jadi gak konek gitu, kek orang ngelindur padahal enggak.


Papa kaget bukan main, ia tak berkata apa-apa..tapi ekspresi kekagetan itu tercetak diraut wajah nya


"papa kok kek orang yang kaget gitu?" mama Ervin merasa sang papa sangat aneh..


Papa malah merasa bodoh, di saat mama sama sekali gak kaget, itu artinya hanya dia yang baru ketemu Irene hari ini dan terlalu banyak menduga-duga.


Setelah melihat sosok Irene muncul begini papa Kaget banget dong, ini tidak seperti yang ia bayangkan..sosok guru yang ia kira kurang lebih kek tante-tante kok malah kek ABG?


Papa bisa terima kalau sosok guru semuda ini. itu kalau ia adalah guru TK, guru paud atau pun guru SD kan ya..


Guru SMP aja, memang banyak yang masih muda dan cantik tapi tidak seperti Irene yang malah seperti sosok siswi begini, apalagi Irene adalah guru Highschool. Ini jelas sekali mencengangkan. Malah Irene terlihat lebih muda dari Mella yang seumuran. Apalagi Mella tinggi semampai sedang kan Irene lebih imut dan kecil. Jadi itu makin menopang nya kek ABG..


Makan malam berlangsung dengan lancar, setelah makan mereka masih duduk mengobrol sebentar di ruang keluarga.


Papa yang awal nya kemarin sudah menyiapkan diri ingin banyak protes dengan hubungan cinta putera nya dan sang guru, sekarang malah tak banyak koment dan diam saja. Malah yang papa lihat Irene ini cocok-cocok aja sama putera nya jadi nya ia tak banyak kesah.


Mama terlihat berbincang-bincang bertanya seputar bagaimana Irene di sini yang jauh dari kedua orangtua nya, terdengar seperti anak perempuan yang mandiri apalagi juga bersama adik laki-laki yang harus di urus. Dari perbincangan Mama tau kalau adik laki-laki Irene seusia Ervin.


Mella datang membawa biskuit membantu pelayan rumah yang membawa sajian teh


"nama kamu Irene aja ya atau ada nama panjang lagi?" tanya mama kepada Irene..


"oh nama Irene panjang nya, Irene Kinandita Kamran..Tante.." jawab Irene jujur dan apa ada nya


"nama nya cantik sekali sama seperti orang nya" puji mama sedikit menggoda, Irene tersenyum.


"iya lah..pacar Ervin" Sela Ervin bangga


"halah kamu tu..nyambung aja"protes mama ke Ervin.., si Ervin cuma nyengir..


Papa mengerutkan alis nya.., mendengar nama panjang Irene..ia seperti ingat sesuatu. Nama ini tak asing bagi nya apalagi dengan nama KAMRAN yang mengikuti..


Papa penasaran dengan nama Kamran yang di pakai Irene, itu nama dari papa Irene atau kah hanya sekedar nama saja...karena nama Kamran ini benar-benar membuat di dalam kepala papa Ervin mulai banyak pertanyaan demi pertanyaan. Namun papa Ervin tak tau harus bagaimana cara nya bertanya pada Irene...papa Ervin tak tau harus memulai pertanyaan dari mana..!?


Akhir nya papa memutuskan tak bertanya apa-apa. Bagi papa nama Kamran hanya kebetulan..bukan kah nama Kamran di dunia ini ada banyak bukan hanya satu. Ya ini jelas-jelas hanya lah kebetulan saja.