
Keesokan hari nya saat Ervin baru saja memarkirkan moge nya di parkiran dan ia melihat mobil bewarna emerald itu baru saja menepi, ya Irene baru saja tiba di parkiran juga ternyata.
Ervin menghampiri nya seraya memasukkan kontak motor ke dalam saku nya.
Entah kenapa Ervin pun tak tahu kenapa dia sampai mau nya bela-belain sibuk dengan urusan Irene dan pak Franky, hanya saja kok ia merasa kasihan ya kalau sampai guru kimia nya ini kena mangsa ke-playboy-an nya pak Franky? ada semacam perasaan tak tega dan tak rela begitu, ya kasihan saja..walau pun hubungan nya dengan Irene awal nya tak begitu baik
Namun di sisi lain Ervin juga merasa Irene Sensei ini orang nya bijak. Walau hubungan nya dan Ervin kurang baik tapi ia tak pernah bermain pada nilai pelajaran seperti bu Sina guru Bahasa kelas sebelas nya dulu. Kemarin saja Ervin melihat nilai Kimia nya di papan masih dalam posisi terbaik di deretan teratas sama seperti nilai Kimia Ervin dengan pak Wira dulu. Itu artinya Irene Sensei tidak pernah mencampur adukan perihal nilai murid dengan urusan nya dengan murid di luar pelajaran, dulu saja waktu kelas sebelas dengan Bu Sina Ervin selalu mendapat nilai yang kurang baik di mata pelajaran bahasa padahal Ervin bukan lah siswa yang bodoh apalagi pada pelajaran bahasa.
"Sensei..anda lagi dekat sama pak Franky ya?" tanya Ervin tiba-tiba mengaget kan Irene yang baru turun dari mobil nya.
"hah..? Ervin Kau mengagetkan saja" Irene memegang dada nya..
"kenapa kaget begitu? Sensei melamun ya?" Ervin merasa heran, perasaan ia sama sekali tak bermaksud mengejutkan Irene.
"tadi kamu bilang apa? pak Franky?" tanya Irene kemudian
"ya..saya tanya apa sensei lagi dekat dengan pak Franky?" tanya Ervin lagi
"dekat bagaimana maksud nya?" tanya Irene
"ya..sejenis pedekate gitu" Ervin blak-blakan
"saya saranin Sensei jangan terlalu dekat sama pak Franky, apa lagi sampai termakan sama rayuan nya, pak Franky itu buaya..sensei belum mengenal nya dengan baik.." lagi-lagi Ervin to the point
"kenapa kamu sampai berfikiran saya pedekate sama pak Franky, vin?" Irene mengerutkan kedua alis nya penasaran
"soal nya saya liat sensei kemarin makan siang berduaan.." kata Ervin, dan kalian berdua memakai baju couple-an..tambah Ervin tapi kali ini hanya di dalam hati
"oh.." Irene tertawa..pasti murid nya ini salah faham, ia dan Franky kemarin jelas-jelas tak sengaja bertemu.
"memang kenapa Ervin? Pak Franky rekan sesama guru dengan saya..dan lagipula hanya makan siang.." kata Irene tenang
"terserah Sensei aja deh, aku tuh cuma ngerasa kasihan sama Sensei kalau sampai jadi korban nya pak Franky..," kata Ervin, ia teringat dulu pernah ada dua sampai tiga orang guru yang resign karena putus cinta dari pak Franky. Sementara pak Franky setelah memutuskan hubungan malah bisa bersikap biasa dan para guru wanita yang merupakan mantan pacar nya memilih resign karena patah hati dan masih punya rasa sama pak Franky. Ervin tak mau itu juga terjadi pada guru sebaik Irene Sensei..
Bagaimana bu Irene di lihat nya tidak baik? saat kejadian mereka adu jotos, tak sedikit pun bu Irene bersikap berat sebelah memihak Andra adik nya, dua-dua nya tetap ia katakan bersalah pun begitu ia juga tetap meminta keringanan hukuman daru pihak guru BP dan menjamin Andra dan juga Ervin hingga Ervin tak perlu harus memanggil papa nya yang sudah pasti ia akan di marahi habis-habisan jika lagi-lagi berulah di sekolah seperti yang sudah-sudah.
"lagi pula Sensei, aku selama ini sering berlaku tidak baik pada sensei tapi anda selalu berbaik hati kepada ku.." kata Ervin sedikit canggung dan malu-malu, mungkin ini bisa di sebut sebagai permintaan maaf Ervin pada Irene dengan secara tidak langsung. Tubuh jangkung nya Ervin terlihat canggung dan salah tingkah.
Irene pun tersenyum akhir nya
"Terimakasih Ervin..kamu sudah mau mengkhawatirkan saya" kata Irene tulus
"tidak apa-apa jangan di fikirkan..lagi pula saya sama pak Franky hanya sebatas teman saja..saya gak pernah tuh suka sama pak Franky. Dia sama sekali bukan gebetan saya kok" lanjut Irene jujur dan apa ada nya.
"oh..bagus lah kalau begitu.." entah kenapa Ervin lega..
Dan sebelum Irene beranjak pergi meninggalkan Ervin, Irene menoleh lagi pada Ervin..
"dan satu lagi..pak Franky bukan tipe saya.." senyum Irene..lalu berbalik pergi dengan senyuman menawan nya tersebut.
Ervin pun mendengar itu sesaat menahan nafas nya dan akhir nya Ervin ikut tersenyum juga, sesaat tadi jujur saja saat Irene mengatakan kalau pak Franky bukan tipe nya sepintas tadi Ervin berfikir memang nya tipe Irene Sensei seperti apa ya? Duh bisa-bisa nya ia berfikir sampai kesana..? memang nya apa urusan nya sama dia tentang tipe pria Irene Sensei ini seperti apa..?
Di bawah ini author mau kasih Visual Pak Franky si guru Matematika
Siang hari Ervin makan siang bersama Tami di kantin sekolah. senang sekali rasa nya kalau makan bersama pujaan hati seperti ini ya nggak sih batin Ervin...
Ervin bahkan rela jika di kutuk waktu nya terhenti saja agar tetap bisa bersama Tami seperti saat ini, tentu nya sangat menyenangkan sekali.
Saat Ervin sedang asik makan siang bersama Tami, tak jauh dari sana Andra memperhatikan mereka dengan rasa kesal yang teramat sangat..ya,Andra sangat cemburu sekali, hati nya terbakar panas terasa haredang-haredang..
Bagi Andra, Tami adalah cinta sejati nya..ia tak akan pernah mengalah pada Ervin sedikit pun hingga sampai akhir. Apa pun itu ia yang akan tetap menjadi pemenang hati Tami, bukan Ervin. Andra tak akan pernah membiarkan Ervin yang menjadi pemenang nya dan itu tak akan pernah berubah sampai kapan pun juga. Andra akan tetap memperjuang kan Tami, bagi Andra hanya ia yang pantas untuk Tami bukan Ervin.
sekalipun nanti nya ada yang harus mundur dari persaingan ini itu adalah Ervin orang nya. Sampai akhir Andra tekan kan di hati nya ia tak akan mundur apa lagi mengalah..
"Ervin,,Tami..hanya milik ku.."gumam nya seraya melangkah pergi dari kawasan kantin sekolah, tidak nyaman hati nya melihat Ervin dan Tami yang sedang makan siang dengan manis-manis nya itu...