
"lepasin kakak ge woi.." Andra terpancing juga sama kelakuan cuek nya Ervin ini
Ervin sama sekali tak menggubris, ia hanya balas menampilkan senyuman sinis nya saja..
"itu kakak gue vin, loe jangan macem-macem ya" Andra menampilkan wajah garang dan kesal milik nya yang khas kalau tiap berhadapan sama Ervin.
"emang loe fikir dia cuma punya loe doang?" tanya Ervin datar, kalau biasa nya Ervin juga tak kalah galak..kali ini Ervin terlihat lebih tenang bawaan nya.
"dia memang kakak loe, tapi ingat ya..dia pacar gue, dan kakak loe juga gak keberatan kok sama yang gue lakuin" tantang Ervin pada Andra
Irene menghela nafas, dua makhluk ganteng ini mulai deh adu mekanik lagi dan lagi gak ada habis nya.
"tapi baru pacar kan vin? so.. jangan kepedean dan terlalu besar kepala deh loe" balas Andra
Ervin tersenyum tetap tenang, baru saja Irene akan menghentikan perdebatan mereka,Ervin sudah lebih dulu buka suara..
"bukan sekedar pacar,dra..loe gak tau ya? Hubungan kita berdua itu udah di restui oleh kedua belah pihak keluarga..jadi kakak loe sekarang ini bukan cuma sekedar pacar gue aja tapi dia juga calon istri gue.." ujar Ervin tanpa alang-alang..
Irene tercengang di buat nya. Sedang kan Andra gak tau mesti jawab apa karena dia juga sebetul nya memang sudah tau sih kalau ayah dan ibu mereka sudah berjumpa dengan papa dan mama nya Ervin dan sudah meresmikan hubungan kedua nya dan tak ada bantahan untuk selanjut nya, namun jika Ervin berkata mengarah ke calon istri.. rasa nya terlalu cepat untuk mereka yang masih duduk di bangku kelas duabelas Highschool
"so..loe jangan kurang ajar, gue calon kakak ipar loe.." Kata Ervin seraya menyunggingkan senyum penuh kemenangan nya.
"tau ah..pusing gue" balas Andra kesal seraya berlalu ke ruang belakang meninggalkan Ervin dan Irene kakak nya.
sepeninggalan Andra, Ervin masih tetap memeluk Irene hanya saja sekarang posisi nya Irene memutar membelakangi Ervin..hingga Ervin jadi nya memeluk Irene dari posisi belakang, tetap mesra dan romantis lah ya..
"kalian berdua ini sangat senang berdebat" komentar Irene seraya mengingat barusan dua orang yang habis berdebat,Ervin dan Andra..
"kami tidak berdebat, itu hanya cara kami berkomunikasi saja" balas Ervin santai
"...oke" sahut Irene
"tunggu lah saat aku lulus dari Highschool kita akan langsung menikah oke?" bisik Ervin mesra
"..jangan!" protes Irene
"kenapa? Sensei tak mau menikah dengan ku kah?" Ervin penasaran
"bukan begitu.." kata Irene
"lalu..?" cecar Ervin lagi
"kalau kita menikah saat kau lulus highschool rasa nya terlalu cepat" kata Irene apa ada nya
"aku memang ingin cepat-cepat memiliki kamu sensei.., kalau saja bisa sekarang juga..aku mau nya sekarang juga, biar aq bisa lebih tenang" kata Ervin seraya kembali menghadapkan lagi tubuh Irene kepada nya.
"Ervin..maksud ku.. kau menikahi ku saat kau baru saja lulus, dan posisi nya aku adalah guru mu. Aku merasa aku sedang menjadi seorang ba-jingan, seorang penjahat yang memutuskan masa depan seorang murid nya" rajuk Irene karena Ervin tak juga mau mengerti..
"siapa bilang masa depan ku berhenti, aku menikahi mu dan tetap akan melanjutkan kuliah ku setelah nya, bukan kah dengan begitu kamu juga bisa lebih tenang mengajar di Highschool, walau kita berjauhan tapi saat kembali ke rumah kita bisa bertemu setiap hari nya ya kan?" papar Ervin lembut..
Kemudian Ervin berbisik di telinga Irene..
"memang nya Sensei bisa tenang membiarkan aku kuliah membawa status lajang tanpa ikatan pernikahan. Aku tampan lho, nanti aku di taksir cewek-cewek gimana?" goda Ervin
dalam hati Irene, perkataan Ervin ada benar nya juga.
"memang nya ada jaminan setelah jadi suami ku kamu bakal gak di taksir cewek-cewek..?" tanya Irene jahil..
"ya..biarin lah mereka naksir, yang penting kan aku milik sensei.." Ervin memanyunkan bibir mya dengan alay, lagi-lagi menggoda Irene
Irene tergelak di buat nya...
Detik berikut nya kali ini wajah Ervin berubah serius, ia menatap dalam wajah Irene...
"dan lebih tepat nya, aku yang takut kamu di taksir cowok-cowok yang lebih dewasa dan lebih mapan dari aku, aku gak sanggup lihat kamu berkeliaran sebagai status lajang di luaran sana. Kamu hanya punya aku..." lirih Ervin
"aku takut kamu berpindah hati pada pria yang lebih dewasa dan mapan, sedangkan aku hanya pria remaja seperti ini, masih harus kuliah dan belum bekerja.." lanjut Ervin lagi
ya, walau pun Ervin adalah pewaris seluruh aset keluarga Permana tapi tetap saja ia masih harus kuliah dan banyak belajar agar bisa menyandang status pemimpin perusahaan keluarga nya tersebut.
Irene terharu juga mendengar kesungguhan Ervin, bocah remaja ini punya fikiran yang sangat sehat ternyata.
"tapi tenang saja, aku akan kuliah sambil bekerja kok, aku tetap akan membantu papa di perusahaan..agar istri ku ini nanti bisa aku cukupi dengan hasil usaha, kerja keras dan keringat ku sendiri" kata Ervin mantap ia mengedipkan sebelah mata nya dengan genit.
sumpah demi apa pun Irene sangat terhipnotis, ia merasa terkena gombalan seorang pria remaja di usia nya yang dewasa nya ini, lucu sekali.
tapi sungguh kata-kata Ervin yang barusan itu sangat terdengar sweet sekali. Irene bahkan tak peduli jika pun ia harus tertipu dengan kata-kata Ervin ini seandai nya ini rupa nya hanyalah kebohongan belaka, Irene betul-betul tak peduli.., yang Irene tau sekarang..ia sangat senang dan berbunga-bunga mendengar apa yang Ervin sampaikan secara langsung di hadapan nya ini..
"aku sudah mantap sama keputusan ku..sebelum aku kuliah..kita sudah harus jadi pasangan suami istri" kata Ervin lagi seraya tersenyum..
pria remaja satu ini memang sangat ganteng, apa lagi kalau sedang serius dan tersenyum dengan tulus seperti barusan.
tau ah, bagi Irene mau Ervin senyum edisi gimana pun tetap aja ia suka. Senyum tulus,serius,santai,sle-ngek-an,cengengesan..dan lain sebagai nya pokok nya Ervin itu memang super ganteng..
"iya-in dong.." lirih Ervin
"iya.." angguk Irene hampir tak bersuara..
Ervin menurun kan tengkuk nya, dan membungkuk kan sedikit punggung nya,tubuh jangkung nya..dan dengan lembut menempelkan bibir nya pada bibir sensei cantik nya yang sangat membuat nya tergila-gila ini...
menyesap lembut, memasukkan lidah nya dan dengan nakal menggelitik rongga mulut wanita cantik yang berstatus guru nya ini...
"ai luv yu Sensei..." gumam nya dengan satu tarikan nafas yang seeksii