SENSEI

SENSEI
SENSEI 13



Semenjak hari itu di hari-hari berikut nya Ervin seringkali tak sengaja mengamati pak Franky yang selalu mendekati Irene sensei. Dua guru itu juga tak jarang terlihat ber-barengan dalam sesekali kesempatan.


Suatu hari pak Franky mencari Irene ke kelas sepuluh karena setahu nya tadi Irene pergi ke sana, tapi nyata nya Irene sudah keburu pergi dan berselisih jalan dengan pak Franky...


"fiuh..kirain bapak cari saya.." kata Pinky blak-blakan dengan raut kekanakan nya yang khas.


"memang buat apa saya cari kamu?" tanya pak Franky, ia merasa siswi satu ini sangat aneh. Tadi dia ke kelas sepuluh ini untuk menanyakan Irene pada Pinky karena Irene tak jua ia temukan walau sudah bela-belain ia menyusul nya ke sini. so, suatu hal yang wajar jika ia menanyakan ini pada Pinky yang kebetulan merupakan sepupu nya Irene. Tapi kenpa gadis kecil ini malah terkesan menggoda nya,ia yang sebagai seorang playboy kelas dewa tentu sangat hafal jurus para cewek abege jaman sekarang untuk memikat lawan jenis nya seperti sekarang ini.


"ya..siapa tau aja bapak cari saya.." jawab Pinky sekena nya


Franky cuma geleng-geleng kepala sambil angkat kaki dari tempat itu, ia tak habis fikir sama keberanian Pinky. Karena setahu nya banyak siswi yang memang menyukai nya tapi akan terkesan malu-malu kalau sudah berhadapan langsung sama diri nya dan setelah nya tinggal pak Franky sendiri saja yang kemudian melancarkan jurus buaya untuk memikat para gadis muda yang merupakan siswi-siswi nya itu. Namun yang pak Franky lihat dalam diri gadis bernama Pinky satu ini berbeda sekali, kenapa sangat to the point kelakuan nya?


Franky menoleh lagi memperhatikan sosok Pinky dari atas sampai bawah, anak ini tipe imut sama seperti Irene..secara mereka saudara ya kan?


kalau di perhatikan menurut Franky anak ini cantik dan punya penampilan modis dan lucu, sangat berbeda dengan siswi-siswi yang pernah di pacari nya dan di dekati nya sebelum-sebelum ini yang terkesan dewasa dan seksihh. Ya walau tetap sama saja yang nama nya abege itu tentu terlihat sangat segar tampilan nya tapi tetap saja di mata Franky sosok Pinky ini adalah sosok siswi anak-anak yang imut. Kalau biasa nya ia melihat siswi muda adalah seperti mangsa, maka lain hal nya dengan Pinky..Franky melihat nya benar-benar seperti gadis kecil yang lucu dan kiyut,sosok Pinky sama sekali bukan lah mangsa nya.


Saat Pinky melihat pak Franky menoleh lagi ia pun spontan dengan tulus memberikan senyuman manis nya pada si guru matematika ganteng idola nya ini...


Tapi Pak Franky hanya balas menatap nya datar dan kemudian malah pak Franky memutar kembali kepala nya melengos dan bergegas pergi dari tempat itu


Pinky menatap nya dengan cemberut


"apa sih pak Franky..sombong. Gak jelas banget" sungut Pinky bergumam sama diri nya sendiri


💗💗💗💗💗💗💗


Sudah dua tiga hari ini Ervin melihat Andra dan Tami selalu saja bersama, ngantin bareng, ke perpus bareng, untung nya tidak pulang bareng. Membuat hati Ervin terasa panas dan terbakar cemburu dengan sangat luar biasa.


Ervin merasa kali ini ia di kalah kan lagi oleh Andra,kesal sekali mentang-mentang mereka berdua satu kelas jadi Andra punya banyak cara untuk bisa lebih mendalam pedekate-an nya dengan Tami.


Ya, mereka selalu seperti itu. Demi memenangkan hati Tami, kadangkala Ervin yang terbakar cemburu dan kadangkala Andra yang berada di posisi terbakar cemburu pula. Ini sudah berlangsung dan terjadi sejak mereka duduk di kelas sepuluh dan akan terus berlanjut dan terjadi hingga ke depan nya sampai Tami memilih salah satu di antara mereka berdua.


Antara Ervin dan Andra harus sama-sama berusaha sebaik mungkin agar nanti Tami bisa menentukan pilihan nya dengan tepat saat kelulusan tiba. Jadi bukan hal yang mengheran kan jika Ervin dan Andra harus bergiliran dalam tahap kekesalan seperti yang Ervin rasa sekarang.


Apalagi yang membuat Ervin kesal adalah saat Ervin mengamati mereka entah di sengaja atau tidak ia selalu melihat Andra yang sengaja melirik ke arah nya dengan ekspresi yang sinis, seakan-akan dari raut nya Andra lagi-lagi mengatakan...sory bro gue lebih unggul,nih..


So, Ervin juga tak mau kalah dong, saat Andra menatap nya sinis maka Ervin pun akan balas menatap tajam dan sinis pula.


Ervin betul-betul tak tahan lagi, kalau saja Tami tak punya aturan baru akan berpacaran setelah lulus Highschool tentulah Ervin tak akan membiarkan Andra membuat nya panas berkali-kali seperti ini, karena ia yakin Tami pasti akan menerima cinta nya bukan Andra. ya,Ervin sangat yakin akan hal itu. Ervin sangat yakin dan pasti kalau pilihan Tami adalah diri nya.



Suatu hari guru bahasa indonesia kelas dua belas berhalangan hadir, kelas dua belas B kelas nya Ervin. Dan yang bikin Ervin malas adalah untuk sementara bu Sina guru musuh bebuyutan nya yang masuk kelas mereka memberikan mata pelajaran bahasa yang di maksud menggantikan guru bahasa mereka.


Tau sendiri lah Ervin malas sama Bu Sina yang merupakan guru kelas sepuluh nya dulu yang selalu mencampur-adukan perihal mata pelajaran sama kehidupan pribadi.


Jadi saat pelajaran bahasa, Ervin memilih bolos saja, ia merasa malas lihat wajah ibu-ibu julid nan rumpi yang ada di wajah bu Sina. Bagi Ervin guru seperti itu mana pantas menjadi guru apalagi jurusan Bahasa. Mungkin ia menjadi guru karena nilai akademik nya saja yang bagus namun sikap nya tak mencerminkan guru yang baik sama sekali.


Ervin merasa percuma hadir dan tidak nya ia di kelas bu Sina, lagi pula guru tua itu pasti masih ada dendam-dendam kesumat sama dia sampai saat itu.


Ervin bersantai di samping koridor ruangan dekat bagian penyimpanan peralatan olahraga sekolah, tempat ini ada tiga belokan koridor, istilah nya ini titik temu pertengahan gedung dan berada di dekat lantai dasar, jadi kalau ada guru BP melihat nya ia bisa cepat-cepat kabur sebelum di kenali.


Ervin mengambil ponsel di saku nya, membuka aplikas game dan memainkan, ia sempat melihat chat dari Arvi yang menanyakan ia ada di mana karena kelas sudah di mulai tapi seperti nya Ervin tak mau tau..jadi ia sama sekali tak ada keinginan untuk membalas pesan dari Arvi tersebut, ya tak heran ketiga teman nya pasti bertanya-tanya dong kemana diri nya yang raib begitu saja saat ada kelas.