
Pinky terbengong sebentar mendengar apa yang Ervin lontarkan barusan. Terdengar aneh..seperti nya ada kesalahpahaman.
"kakak senior, kau ini aneh.." celutuk Pinky seraya menatap Ervin prihatin
"memang apa salah nya kalau aku memeluk kakak sepupu ku sendiri?" lanjut Pinky seraya bergerak memeluk Andra untuk lebih dekat lagi.
Apa? Ervin terkesiap mendengar apa yang Pinky katakan. jadi Pinky ini adalah adik sepupu nya Ervin..? Begitu?
"jadi kalian.." hanya itu yang bisa Ervin lontarkan sekarang..Mengapa Ervin bisa melewatkan hal semacam ini? Bahkan ia terkesan merasa menjadi sok hebat memergoki dua orang yang ia kira punya hubungan spesial dan sejenis nya.
Andra menatap Ervin sinis, ia tak perlu berkata banyak. Apa yang Pinky katakan barusan sudah sangat menampar Ervin yang sejak tadi terdengar sok paling pantas untuk Tami.
"kakak senior, kalau memang kau salah faham aku tegaskan sekarang, kak Andra ini kakak sepupu nya aku, ayah kami bersaudara.." kata Pinky santai seraya tersenyum dengan ramah.
Andra malas berlama-lama melihat Ervin yang nampak sekali saat ini Ervin tak tau harus bagaimana lagi bersikap
"yuk balik" ajak Andra pada Pinky..
Pinky pun mengangguk.. segera mengikuti Andra naik di jok motor gede tersebut.
"daah kaka senior ganteng" goda Pinky seraya tertawa renyah.
Andra segera melajukan moge nya meninggalkan deru fantasik pada Ervin yang masih berdiri termangu.
Ervin bukan hanya sekedar diam karena serba salah tapi lebih kepada ia yang baru berfikir..ini lah kesalahfahaman yang terjadi antara ia dan Irene Sensei..
Jika Pinky adalah sepupu Andra, itu artinya ia juga sepupu irene kan? Artinya pada saat bertemu di mall..tas dan jas yang Irene bawa adalah milik pinky. Ervin ingat..ia hanya melihat atribut bertuliskan 1b pada lipatan jas kala itu...karena atribut nama yang tertutup di beberapa sisi. Seingat Ervin adik kelas bernama Pinky yang sering di goda Armada ini juga adalah murid kelas satu B...
Ervin merasa kesal sekali mengapa ia baru menyadari nya sekarang, dasar bodoh kan?
💗💗💗💗💗
Hari berikut nya saat kebetulan hari libur, Ervin bersama ketiga sohib nya yang biasa..Rian,Armada dan Arvi..mereka mencari tempat yang asik buat nongkrong sekalian makan siang juga
Pilihan mereka jatuh pada sebuah kafetaria yang berada tak jauh dari salah satu klinik kecantikan dan berseberangan dengan tempat laundry pakaian. Bisa di bilang lokasi Kafetaria ini dekat dengan tempat tinggal Irene.
Irene kebetulan baru saja keluar dari tempat laundry pakaian untuk mengantarkan beberapa potong pakaian nya dan Andra..dan tak sengaja ia melihat sebuah mobil berhenti tak jauh dari nya..
"bu Irene.." sapa seorang pria dari dalam mobil dan ternyata itu adalah pak Franky
"pak Franky.." Irene juga membalas sapaan rekan kerja nya yang sesama guru tersebut.
Franky turun dan menghampiri Irene..
"pak Franky dari mana?" tanya Irene
"saya dari tempat teman, kebetulan lewat dan lihat bu Irene.." jawab Franky jujur
"iya..saya habis antar pakaian buat di laundry tadi. Kebetulan tempat tinggal saya tak jauh dari sini.." kata Irene apa ada nya
"oh..," Franky manggut-manggut mengerti
"kebetulan bertemu di sini, bagaimana kalau saya traktir bu Irene makan siang seperti janji saya waktu itu.." usul Franky
Irene mengingat nya saat bertemu pak Franky di hari pertama kala itu.
"...baik lah.." jawab Irene, tak ada alasan untuk nya menolak kebaikan Franky.
Franky memperhatikan sekitaran dan melihat Kafetaria yang bagus di seberang jalan
"bagaimana kalau kesana..?" ajak pak Franky
Franky dan Irene menuju ke kafetaria tersebut dan masuk beriringan..
kedua nya langsung mengambil tempat yang di inginkan..,hari ini tanpa di sengaja Irene dan Franky sama-sama mengenakan pakaian bewarna maroon jadi mereka terlihat seperti pasangan yang sedang pake baju coupelan seperti memang sedang janjian.
Sambil menunggu pesanan datang, Irene dan Franky terlihat berbincang ringan..
Tak jauh dari mereka empat murid ini Ervin,Rian,Armada dan Arvi masih asik dengan makan siang nya.
Ervin menautkan alis nya menelaah dua orang yang tak jauh dari mereka berada. Benar sekali ia tidak salah lihat..itu adalah guru Kimia dan guru matematika mereka.. Bu Irene dan pak Franky.
"wah gak bener nih.." gumam Ervin yang bisa di dengar ketiga teman nya
"apa Vin?" tanya Arvi heran..
"itu Sensei sama Pak Franky.." tunjuk Ervin dengan menggunakan dagu nya..
Ketiga teman nya langsung melihat ke arah yang di tunjuk Ervin
"yahh kenapa emang nya,mereka kan makan siang sama kayak kita juga meraka butuh makan.. Guru juga manusia bro.." kata Rian sok bijak padahal kagak nyambung menurut Ervin
"maksud gue bukan gitu yan.." kata Ervin pada Rian..
"mungkin mereka kencan.." kata Arvi karena melihat warna atasan kedua guru mereka itu warna nya sama persis..
"lihat saja pakaian mereka..seragaman.." lanjut Arvi lagi yang tiba-tiba terdengar seakan-akan si paling detektif
"sok tau loe vi.." celutuk Rian
"kencan atau nggak..tetep aja kasihan Irene Sensei dong, secara dia orang baru jadi kan dia belum tau kalau pak Franky playboy kelas kakap.. Pak Franky kan kayak si Armada buaya nya.." kata Ervin to the point membuat Armada yang sedang menikmati makanan nya jadi memutar bola malas..
"beda keles gue sama pak Franky.." bantah Armada
"apa beda nya? Gak ada.." sungut Ervin
"ya jelas beda lah, Pak Franky jelas-jelas Playboy yang selain bikin cewek kelepek-kelepek juga pinter bikin cewek nangis dan patah hati juga..kalau gue ini mah pencinta wanita..gue gak pernah tu bikin cewek nangis.., mereka aja yang gak tahan sama rayuan gue.." papar Armada sok keren..
"sama aja..." celutuk Ervin sadis.
"gimana kalau Irene Sensei termakan rayuan dan jadi korban ke playboy-an nya Pak Franky, kasian kan?" Ervin meminta pendapat teman-teman nya.
ketiga teman nya diam sesaat...
"sejak kapan loe peduli?" tanya Rian heran...
iya ya..sejak kapan gue peduli? Batin Ervin juga merasa heran sama diri nya sendiri..tapi belum sempat ia memikirkan jawaban nya..
"tapi memang bahaya sih..." kata Arvi
Ketiga siswa ini pun akhir nya mengamati interaksi antara Irene Sensei dan Pak Franky..
"kalau dari yang gue lihat, Pak Franky memang suka sama Sensei deh..dia lagi berusaha pedekate dan tebar pesona kayak nya.." ujar Armada..
"sok tau.." sungut Rian pada Armada
"gue percaya sih kata-kata loe Med" kata Ervin pada Armada..
"loe percaya sama dia..?" Rian meyakin kan Ervin sekali lagi
"ya percaya lah.., orang dia sama Pak Franky kan satu spesies.." jawab Ervin, ini jelas sekali ledekan, Rian berusaha menyikut Ervin di samping nya..
"jangan main sosor-sosoran di sini..meja nya goyang ntar minuman gue tumpah..." protes Arvi karena melihat Armada dan Ervin yang mulai mau perang sikut.