
Mulai deh tu Nena pasang aksi pasang gaya
"owh jadi si ganteng ini kenalan nya Andra,pantes aku gak pernah liat dia sebelum nya" batin Nena
"mungkin ini cowok pengusaha ya, aku gak tau Andra punya kenalan cowok dewasa seganteng ini, tau gini aku baik-baikin deh si Andra" dalam hati Nena menerka-nerka
"wei..Hardy" sapa Ervin saat melihat sosok Hardy
Hardy pun langsung balas menyahut
"Wah..pak..ketemu lagi kita" balas Hardy senang
"sudah ku bilang, panggil nama saja" saran Ervin pada Hardy
"eh sory, sory" Hardy terkekeh, bagaimana pun Hardy tak enak memanggil Ervin yang merupakan putera dari Tuan Permana dengan sebutan nama secara langsung, apalagi Tuan permana adalah rekan atasan nya.
Hardy mengenal nya? Batin Nena
"kamu kenal..?" tanya Nena pada Hardy
"ini rekan kerja yang aku bilang ketemu di swalayan waktu itu, jadi dia ini putera tunggal Tuan permana pemilik perusahaan yang bekerja sama dengan atasan ku di kantor" Hardy menjelaskan pada Nena
Wow..Nena melonjak girang, ternyata diri nya tak salah naksir cowok. Selain tampan cowok ini juga punya latar belakang yang tidak main-main. Wah, seandai nya aku bisa sama ni cowok, aku mau banget membatal kan pertunangan dengan Hardy. Huh Hardy mah gak ada apa-apa nya kalo gini..
"tenang Nena tenang...sabar.., kamu gak bakal kesusahan kok mendekati cowok ini, kamu kan cantik.., apalagi cowok ini kenalan Hardy juga, hm dengan begini aku bisa jadikan Hardy sebagai jembatan nya. Maaf Hardy kamu aku manfaatin, yah itung-itung kamu ada guna nya sebelum aku buang.." batin Nena jahat
"aduh ganteng banget sih" pekik Nena di dalam hati nya yang kian meronta-ronta
"kamu gak kenal lagi sama aku? Kamu lupa?" dengan pede nya Nena bertanya pada Ervin, ia melangkah lebih dekat, seakan tak mempedulikan lagi Hardy yang adalah tunangan nya..
"siapa ya?" Ervin jadi heran, wong ia sama sekali gak kenal cewek ini.
Nena sedikit kecewa tapi dia berusaha berfikiran positif, barangkali malam ini ia berdandan terlalu cantik jadi tentu saja terlihat berbeda ketika bertemu di swalayan.hal yang wajar kalau cowo ganteng ini tak mengenali nya
"yang hari itu kita tabrakan di swalayan" Nena semakin percaya diri
Ervin mengingat-ingat, selama ia ke swalayan memang pernah sekali bertabrakan dengan seorang cewek, ketika diri nya tergesa-gesa mencari Irene waktu itu.
"ohhh kamu.." Ervin baru ingat
"syukur lah kamu ingat" Nena berbunga-bunga
"maaf ya.." Ervin meminta maaf sekali lagi
"ya gak apa-apa" jawab Nena mesem-mesem
"oh jadi udah pernah ketemu?" tanya Hardy suprise..
"kebetulan, ini tunangan saya pak..eh vin" kata Hardy memperkenalkan Nena dengan ramah
Nena sebetul nya kesal jika Hardy sudah langsung memperkenalkan diri nya sebagai tunangan, jatuh dong pamor nya di depan Cowok ganteng ini.
tapi karena sudah terlanjur mau gak mau dia senyum juga mengiyakan
"oh jadi tunangan kamu? Selamat Hardy semoga lancar sampai hari H" ucap Ervin tulus
Irene,Mella dan Andra cuma diam sedari tadi, lalu Nena mulai sok-sok an
"kamu kalau mau jalan-jalan di sini, hubungi kita aja..Saya dan Hardy mau nemenin. Ya kalau Hardy gak sempet saya juga bisa" Nena mulai genit dan melancarkan jurus maut nya
"dih mulai deh ni nenek lampir" batin Andra, ia paling hafal sama kelakuan Nena yang sok cantik dan super caper dari jaman dulu ini.
"tunggu-tunggu, kenapa mesti kamu yang nemenin?" Mella yang sedari tadi diam mulai naik pitam dan angkat bicara, bisa-bisa nya ni perempuan rayu suami orang di depan istri nya sendiri? Irene kelihatan hanya menonton, ia terlihat cuek saja menyaksikan Nena dengan ketololan nya sekarang ini
Nena mendengar Mella protes, ia langsung menjawab dengan judes
"ya iya dong, secara dia ini kenalan Hardy tunangan saya, jadi dia bukan oranglain bagi kami. Aku juga berkewajiban baik-baik sama dia. Emang kamu siapa mau ikut campur dan ngatur. Kamu cemburu ya? Atau kamu diam-diam suka sama rekan kerja Hardy ini? Jangan mentang-mentang kamu cantik terus kamu merasa sebagai sahabat Irene terus kamu bisa minta jodoh-jodohin gitu sama teman nya Andra ini? Sangat kolot sekali cara anda.." papar Nena sepuas hati, senang sekali bisa nge-jutekin sahabat Irene yang memang gak ia sukai dari pertemuan di Taman kota itu. gak suka karena sirik ye kan karena ngeliat Mella yang super bodygoals dan glowing parah.
"pfft.." hampir saja Andra tergelak mendengar kepedean Nena. Lha iya dong ngapain coba Mella mau naksir sama Ervin? Kan Adek dia sendiri. Secara gak langsung terlihat jelas padahal si Nena lah yang kelihatan antusias dan naksir sama Ervin ini. Gak tau diri banget udah punya tunangan juga. Sedangkan Irene merasa Nena makin lama makin terlihat lucu kelakuan nya.
"ngapain aku mau sama dia..??" Mella merasa konyol seraya menunjuk Ervin.., ya dong ngapain dia mau sama adek sendiri, lucu banget !!
"bisa jadi dong, ya kali kamu gak naksir cowok se-ganteng ini " cibir Nena pada Mella
"kamu juga Irene jangan kegatelan, nanti kamu diem-diem juga suka sama teman Andra ini, kan kamu udah punya suami, suami bocah haha" kata Nena makin menjadi-jadi, kali ini Irene yang ia judesin
"tapi itu kan memang suami nya Irene.., Na.." kata Hardy langsung gak pake alang-alang..seraya menunjuk Hardy
"ya..tapi kan.." Nena masih ngejawab
"APA...???" pekik Nena, ia kaget setengah mati, ia gak salah dengar kan?
"itu suami Irene..," Hardy mengulang lagi
Nena rasa nya merasa langit runtuh menimpa nya..
"maksud nya.." wajah Nena memucat, ia tak berani menoleh ke arah Irene dan yang lain nya
"ka..kamu.." ia tergagap dan gemetar berkata pada Ervin..
"oh maaf lupa berkenalan, saya kira anda sudah tau, kenalkan saya Ervin Farel Permana suami Irene, suami bocah seperti yang anda katakan barusan" senyum Ervin dengan menawan, sampai sini dia tahu kalau cewek di depan mereka ini bukan lah sanak keluarga yang baik untuk Irene, lebih tepat nya sanak yang tak tau diri..
"rasain.." sorak Andra di dalam hati nya, menyoraki Nena yang terlihat memucat menahan malu..
"bu..bukan itu maksud ku.." Nena tergagap
"ya bisa saja kan sahabat Irene menggoda anda, jaman sekarang jangan terlalu percaya sama sahabat" Nena masih berusaha sok baik dan mengalihkan topik agar ia tak terpojok dengan cara menjatuh kan Mella
"maksud nya Mella ini?" tanya Ervin
"ya siapa lagi kan harus waspada" kata Nena lagi
"tapi Mella ini kakak sepupu aku,mana mungkin dia mau sama aku.." kata Ervin, dia mulai eneg sama kelakuan Nena
jger...! Lagi-lagi seperti petir menyambar, Nena kaget sekali mendengar kenyataan kalau Mella adalah sepupu nya Ervin.
kenapa bisa begini sih...??? Nena mulai kalut dan salah tingkah, gak tau lagi mesti ngapain.
Mella dan Irene hanya menahan senyuman...akhir nya kena batu nya juga kan si manusia sirik bernama Nena ini