SENSEI

SENSEI
SENSEI 8



Malam hari Irene sedang fokus di meja kerja nya samping meja komputer, ia memeriksa beberapa pekerjaan dan nilai murid-murid nya, Irene melihat beberapa deretan murid yang memiliki nilai rata-rata yang bagus. Ervin ada di antara nya..


Irene akui walau Ervin itu anak nya rada judes, tapi nilai nya sangat lah baik. Saat Irene sedang fokus dengan LKS di tangan nya, sosok Andra keluar dari kamar menuju dapur melewati meja kerja nya berada


"kau belum makan An.., aku sudah memanggang ayam untuk mu.." ujar Irene menoleh sejenak lalu kembali fokus pada LKS nya kembali


"nanti lah kak bentar lagi, aku lagi ada tugas.." jawab Andra seraya mengambil minuman dari dalam kulkas..membuka dan menenggak nya..


"ah.." r!ntih Andra karena sudut bibir nya masih perih hasil tonjok-tonjokkan dengan Ervin tadi siang.


"ck..dasar.." respon Irene


"sakitkan..? Apa yang kalian lakukan? Sangat memalukan, kalian memperebutkan gadis hingga babak belur. Kalau gadis itu tau..dia malah akan menertawakan kalian..sok jagoan sekali" komentar Irene sadis


"si Ervin yang mulai kak..." Andra membela diri..


"dia menuduh ku pacaran dengan Pinky, hah apaan itu? Pinky kan adik sepupu ku, dia asal tuduh dan langsung menonjok ku" kata Andra lagi..


"kau tidak kasih tau kalau kau dan Pinky saudara?" tanya Irene seraya terus sibuk dengan LKS di depan nya.


"buat apa dia tau? Memang dia siapa?" Andra kesal seraya melangkah menuju ke kamar nya kembali..


"ck, benar-benar musuh bebuyutan.." gumam Irene..



💗💗💗💗💗💗


KrisanFlower Highschool


Tami baru saja keluar dari perpustakaan seraya membawa beberapa buku untuk keperluan tugas nya, dan ia tak sengaja menjatuhkan sebuah buku namun ketika akan mengambil nya malah buku di tangan nya ikut jatuh beberapa.


Irene baru saja keluar dari Lab yang tak jauh dari perpustakaan berada, melihat salah satu siswi kesusahan ia pun menghampiri dan membantu nya..


Setelah selesai memungut beberapa buku dan menyerahkan nya pada siswi, Irene melirik nama Tami Sazlieta di seragam siswi tersebut


"hati-hati.." kata Irene


"terimakasih bu.." ujar Tami sopan


Tami melihat sosok Irene, ia baru menyadari ini guru kimia baru di kelas sebelah..


"anda..bu Irene?" Tami tentu sudah tau hanya saja mereka belum pernah bertemu secara langsung begini


"iya saya bu Irene.." jawab Irene


"saya Tami dari kelas dua belas A" kata Tami, karena Irene memang hanya mengajar di kelas B dan juga C saja.


Irene menatap Tami, sesaat berfikir artinya gadis ini satu kelas dengan Andra adik nya.


Tiba-tiba Irene tersentak, ia baru ingat gadis ini kan yang pernah Irene liat foto nya di meja kamar Andra? Hhh kenapa Irene bisa baru sadar kalau saat Andra dan Ervin bentrok kemarin membahas nama Tami. Hm wajar dua pemuda ini bersaing ternyata Tami memang cantik,lembut dan sopan. Hanya saja menurut Irene tak pantas saja jika kedua nya sampai baku hantam seperti kemarin, ckckck dasar para cowok labil..batin Irene.


"iya...Tami salam kenal juga" kata Irene


"saya permisi dulu bu.." kata Tami


"ya.." balas Irene


Setelah Tami pergi, Irene pun berbalik pergi..


"maaf aku lama ya.." kata teman nya yang baru tiba dari toilet tadi, sebut saja nama nya Inka


"tidak.." jawab Tami apa ada nya


"kau berbincang dengan bu Irene, dia sangat awet muda ya" kata Inka


"iya..aku bahkan tak mendapati pori-pori besar di wajah nya.." ujar Tami apa ada nya


"hei apa kau tidak tahu?" tanya Inka lagi..


"apa?" Tami menautkan alis cantik nya


"bu Irene kan ternyata kakak nya Andra..." kata Inka


"oh ya..?" Tami suprise..


"eh Tami, kamu sebetul nya pilih siapa sih antara Andra sama Ervin?" Inka lagi-lagi penasaran karena selama dari awal mereka masuk kelas sepuluh ajaran baru dan sampai sekarang sudah kelas dua belas menuju kelulusan kelihatan nya dua cowok ganteng itu masih betah dan keukeuh mengejar dan memperebutkan Tami


"gak tau sih, In..dua-dua nya oke banget lah..Andra, Ervin sama-sama nilai seratus menurut aku.. tapi ya aku kan harus fokus sekolah, tau sendiri papa nya aku kayak gimana disiplin nya, kalau dia udah nerapin aku gak boleh pacaran selama SMA, ya tetap gak boleh In.." kata Tami jujur.


"untung nya papa mu nerapin itu ya.." kata Inka


"kalo gak kamu pasti bakal kesulitan milih antara Andra dan Ervin.." lanjut Inka lagi..


Tami tertawa..,memang sih banyak pria yang mengejar nya saat ia menjadi adik kelas dulu,baik itu pria seangkatan mau pun kakak kelas dan tak ada yang Tami terima satu pun. Dan saat ini status primadona sekolah itu masih melekat di Tami, dan masih ada banyak juga yang seangkatan mau pun adik kelas yang naksir sama Tami karena dia memang cantik dan pintar. Tapi ya gitu mana bisa mana berani mereka mendahului Ervin dan Andra yang sangat di segani sebagai kakak senior. Mereka hanya bisa mundur teratur lah dari pada saingan sama dua orang ini.



💗💗💗💗💗💗


Sepulang sekolah setelah suasana sepi lagi-lagi Ervin memergoki Andra hendak pulang bersama Pinky, kesal sekali kenapa harus saat sekolah mulai sepi coba !?


Hari ini Andra memang menunggui Pinky karena papa nya Pinky masih ada kerjaan, jadi Andra menunggu Pinky hingga Les privat Pinky selesai.., Pinky ini banyak kegiatan ia juga les kesenian sekolah jadi memang jadwal pulang nya agak lama.


Ervin juga kebetulan masih menerima hukuman atas kelakuan bentrok nya kemarin begitu juga Andra, mereka masih harus bersih-bersih ruangan olahraga setelah jam pulang sekolah.


Jadi saat ini Ervin dan Andra adalah yang terakhir kali pulang..


"heh..bro..plis lah gue gak mau pake kekerasan lagi, loe tolong jadi cowok yang gentle lah" tegur Ervin, tidak mungkin ia harus jotos-jotosan lagi sama Andra mengingat hukuman kemarin aja belum selesai, mana mereka di suruh tanda tangan surat perjanjian kalau sekali lagi bentrok maka akan di skors, gak lucu dong udah kelas dua belas malah di skors, gimana mau lulus nanti nya..


"apaan sih maksud loe..?" Andra kesal


Pinky bengong melihat dua orang yang kelihatan tak akur..


"kak Andra ada apa?" Pinky tanpa canggung memegang lengan Andra lalu memeluk pinggang Andra dengan manja..


Ervin menatap kedua nya dengan sinis


"semesra ini...bagus deh,selamat yah buat loe yang udah punya cewek..tapi tolong loe jangan dekatin Tami lagi.." seringai Ervin


Andra balas tertawa sinis...


"kok loe ngatur?" tanya Andra datar..


"semesra ini loe sama ni cewek dan loe masih pede deketin Tami..? pelukan??? Sedekat ini?" Ervin tertawa meremehkan..