SENSEI

SENSEI
SENSEI 27



setelah mereka berobat kesana kemari, nenek Irene adalah tipikal orang yang menjunjung petuah jaman dahulu, yang bilang kalau bayi sakit-sakitan itu karena terlalu berat membawa nama. Jadi lah nenek Irene mengganti nama Irene dari Reva Rahadiu Kamran menjadi Irene kinandita Kamran. Selama menjalankan perawatan orangtua Irene tidak pernah menatap lagi, mereka baru menetap kembali di tanah air saat Irene di nyatakan sembuh pengobatan. mereka bisa lost kontak karena saat dulu juga mereka pernah kehilangan ponsel dan waktu itu tidak secanggih sekarang yang bisa membalikkan data kita kembali seperti masa sekarang. Karena itu papa Ervin tidak bisa lagi menghubungi mereka.


"kenalin kami sama orang rumah mu" pinta Ayah Irene


"tentu saja.." papa Ervin sangat bersemangat, lagi pula ia memang ingin mengenal kan sang istri pada pasutri ini semenjak mereka akan menikah dulu


"maaf om tidak mengenali mu" kata Papa Ervin pada Irene


"tidak apa-apa om..aku juga tidak tau kalau papa gak kasih tau hehe" Irene pamit undur diri, membiarkan Ayah nya dan papa Ervin menghabiskan waktu nya berdua saja


Irene sudah melangkah pergi, dalam hati papa Ervin ada rasa tak enak saat ia melarang hubungan Irene dan Ervin sejak kali pertama, kalau Ayah Irene sampai tahu ia sangat-sangat tidak enak hati. Bagaimana ya awal ia mendengar Ervin berpacaran dengan guru nya sendiri, papa nya ini merasa Ervin hanya lah sedang menjadi korban rayuan dan pesona Tante-tante genit. Dalam hayalan nya guru nya genit namun setelah bertemu Irene pada makan malam itu ternyata Irene sangat lah berbeda dari dugaan nya. Irene sangat cocok dengan Ervin.


ya..malahan kalau ia tahu Irene adalah putri Henra kamran yang sudah ia anggap saudara sendiri, tentu saja papa Ervin sangat setuju.


kalau di fikirkan mungkin memang ini sudah jalan nya, dua anak mereka ini bisa bertemu dan saling jatuh cinta itu memang sudah takdir nya.




💗💗💗💗💗


Hari ini Ervin datang menjemput Irene, saat sampai di sana setelah memarkirkan moge nya Ervin di kejutkan dengan Andra yang menunggu nya di samping pagar seraya bersedekap dada


"awas saja kalau kakak gue sampe loe buat kecewa dan terluka hati nya" kata Andra dingin


Ervin tersenyum sinis, ia tak peduli Andra mau berbicara apa yang jelas untuk mengecewakan dan melukai Irene itu jelas tak akan mungkin terjadi, pemikiran gila macam apa itu????


"terserah loe mau tenggelam sama fikiran gila loe itu, yang jelas mengecewakan atau pun melukai Irene dan sebangsa nya itu gak akan pernah ada dalam kamus hidup gue" jawab Ervin mantap.


Lha iya dong, gimana mungkin ia mengecewakan dan melukai Irene secara ia benar-benar tak bisa hidup tanpa Irene, baru kali ini ia merasakan apa itu gila nya cinta kata orang biasa nya, sungguh belum pernah ia merasakan segila ini pada sosok wanita selain Irene..


Andra puas mendengar nya tapi ia hanya merespon dingin padahal jauh di lubuk hati nya ia sangat senang nan hepi sekali karena ada seorang pria yang begitu mati- matian menyayangi kakak nya. sebagai sesama pria Andra tentu tau bagaimana ketulusan pria di hadapan nya ini sudah sampai level berapa, dan yang Andra lihat Ervin ini memang sangat bersungguh-sungguh...


"ya..bagus lah kalau begitu" kata Andra datar


"jadi Tami gue yang jaga" kata Andra lagi


"itu bukan urusan gue lagi..." jawab Ervin, ya karena sejati nya ia sudah tak peduli lagi tentang Tami. Sosok Irene benar-benar telah menghipnotis nya.


"ok.." Andra puas dengan jawaban Ervin dan ia pun kemudian meninggalkan Ervin dengan tanpa ekspresi.Ervin juga menanggapi Andra dengan tanpa ekspresi dong.


mengingat hubungan mereka sebelum nya..ya kali mereka bisa tiba-tiba akrab dan main bareng kek bestie ya gak gitu juga kali. Selama dua tahunan lebih ini kedua nya adalah musuh bebuyutan jadi hal yang wajar dua orang tetap kaku laksana es batu saat berinteraksi.


Ervin tak peduli lagi dengan Andra setelah dialog singkat mereka barusan.Ervin memilih masuk untuk menemui Irene, wanita yang selalu membuat nya rindu setengah mati ini.


"hai..sudah datang.." sapa Irene saat melihat Ervin masuk.


"Ervin, kenapa berdiri di sini.., duduk lah di sana. Kau mau minum?" ujar Irene menyuruh Ervin duduk di sofa seperti layak nya seseorang yang melayani pacar nya saat datang ke rumah.


tapi Ervin malah memeluk nya..


"Sensei..aku kangen sama kamu" lirih Ervin seraya mendekap Irene, terasa sangat lah nyaman.


Irene kaget juga, tapi ia mengerti..Ervin memang kadang-kadang suka manja begini jadi ia sangat mengerti


"iya.." balas Irene singkat


"memang nya sensei tidak kangen pada ku, hm?" protes Ervin karena Irene sama sekali tak membalas perkataan nya.


"kangen..tentu saja aku kangen" Irene mengakui nya secara jujur, siapa yang gak kangen sama pacar sendiri coba.apalagi punya pacar seganteng Ervin, ya kali gak kangen


"c!um aku dong kalo kangen.." pinta Ervin manja dan makin berani


"Ervin nanti ada Andra.." bisik Irene


"Andra gak ada tadi dia keluar pas ketemu aku di pagar.." bisik Ervin genit


cup! tanpa aba-aba bibir nya sudah mendarat singkat di bibir Irene.


Irene reflek menepuk bahu Ervin, karena ia cukup kaget juga.


"sensei gak ci-um dari tadi ya udah aku yang cii um duluan" kata Ervin masih dengan suara rendah nya yang terkesan menggoda.


wajah Irene memerah, Ervin semakin gemas


"giliran sensei.." Ervin meminta Irene membalas ci-uman nya barusan


"kan tadi udah.." balas Irene


"sensei.." goda Ervin


Ervin terus memaksa dan Irene terus menghindar jadilah adegan mesra-mesraan mereka terlihat sangat romantis gimanaaaa gitu


dan saat mereka sedang romantis-romantisan, Andra yang baru pulang beli snack dari toko terdekat kebetulan sudah kembali.


saat Andra membuka pintu dan hendak masuk ia kaget melihat adegan itu, di mana Ervin sedang memeluk erat Irene dan hendak meminta ci-uman.


"eh mau loe apain kakak gue" Andra kaget


Ervin dan Irene sama terkejut dengan kedatangan Andra, awal nya Ervin memang terkejut tapi setelah Ervin melihat Andra yang datang, ia malah mengencangkan pelukan nya pada tubuh Irene..


"kenapa? Ada yang salah? Kalau orang bermesraan sama pacar nya?" tanya Ervin cuek