SENSEI

SENSEI
SENSEI 12



lima belas menit kemudian montir kenalan nya Ervin pun tiba di sana dan mulai membantu mengganti ban motor Irene.


"Ervin silahkan jika kau mau pulang duluan..,ini sudah tidak apa-apa lagi" kata Irene, karena sudah ada montir di sini bersama nya dan jika sudah selesai maka motor nya pun akan bisa di gunakan lagi seperti biasa. Tidak enak jika meminta Ervin juga ikut menunggui nya di sini


"ah, tidak...aku akan menunggu sampai Sensei selesai.." jawab Ervin tulus seraya mengalihkan pandangan nya dari ban motor Irene yang sedang di betul kan oleh montir kenalan nya itu.


baru saja Irene akan menyahut, Ervin sudah berkata lagi lebih dulu..


"Papa ku sering mengatakan saat membantu oranglain harus sampai tuntas, jadi Sensei tenang saja aku sah-sah saja menunggu sampai ini selesai ." Ervin tersenyum manis..


"..oke" balas Irene karena tak tau harus menjawab apa setelah nya. Dia akui..kok murid nya ini ganteng dan manis sekali, bisa-bisa nya ia terpesona sepintas tadi, senyum Ervin sangat menawan walau pun lampu jalan tak terlalu terang.


Tak lama berselang..ban motor Irene pun selesai di ganti..,dan mereka pun bersiap pulang..


Irene akan membayar jasa montir, tapi Ervin sudah lebih dulu membayar tagihan nya


"Ervin..tidak perlu" Irene merasa tak enak


Ervin terlihat tak mempersoal kan..dan Irene hanya bisa bengong karena sang montir pun sudah beregas pergi.


"baiklah aku akan mengganti dengan membayar mu makan siang saat kita bertemu nanti" kata Irene akhir nya


Ervin hanya tersenyum tanpa mengiyakan karena ia sama sekali tak mengharapkan balasan dalam membantu guru nya ini


"Sensei ayo pulang lah, nanti makin malam.." kata Ervin seraya menggeser motor Irene lebih ke jalan agar mempermudah Irene menggunakan nya.


"terimakasih Ervin" kata irene tulus


Ervin mengangguk dan tersenyum..dan ia dengan sopan membiarkan Irene duluan yang pergi dari sana.



💗💗💗💗


Saat Irene sampai di rumah, terlihat wajah panik Andra di depan..


"kau menakuti ku, kak. Aku tidak lihat panggilan mu dan baru melihat setelah nya, saat aku menelepon kau malah tak mengangkat nya" kata Andra terdengar risau


"saat kau menelepon mungkin aku sedang di jalan, tadi memang ban motor ku sempat kempes maka nya aku menelepon mu" kata Irene seraya menenteng jajanan dan membawa nya ke dalam di ikuti Andra di belakang nya.


"lalu apa yang terjadi? Apa kau menemukan bengkel terdekat malam-malam begini?" Andra penasaran..


"ada Ervin kebetulan lewat dan ia menelepon montir kenalan nya, akhir nya aku bisa pulang deh" jawab Irene enteng


"si brengsek itu..?" tanya Andra penasaran, apa benar si brengsek Ervin itu yang membantu kakak nya..


"kenapa kau masih sempat mengatai oranglain brengsek di saat orang tersebut membantu kakak mu, ck.." Irene mendelik ke arah Andra..


Andra diam saja, lalu mengambil sebungkus jajanan yang barusan di letakkan Irene di meja dan berlalu ke kamar nya..


Irene hanya geleng-geleng kepala melihat kelakuan Andra yang nampak nya begitu sangat bebuyutan tingkat kronis sama Ervin.


hari berikut nya di KrisanFlower highschool..


sejak kemarin memang Ervin tak melihat Irene di sekolah karena kebetulan tidak ada jadwal Irene mengajar.


Hari ini saat makan siang..Ervin,Armada,Rian dan Arvi berada di kantin untuk mengisi perut.


Mereka terkejut saat sesosok wanita mendatangi meja mereka..


"hai boleh saya bergabung dengan kalian..?" tanya suara itu..


"Sensei..tentu saja..silahkan.." Armada bersemangat bangkit dan memberikan tempat duduk nya nya untuk Irene lalu ia duduk di kursi yang lain nya.


Irene pun duduk bersama ke empat siswa nya ini. Ervin lumayan kaget juga karena setahu nya hari ini juga tidak ada mapel Irene Sensei tapi guru cantik ini malah ada di sekolah..


Belum sempat Ervin bertanya, Arvi sudah lebih dulu menanyakan nya..


"Sensei kok ada di sekolah, kan dua hari ini tidak ada jadwal, bukan nya lebih asik tidur di rumah" ujar Arvi blak-blakan


Irene tertawa mendengar nya


"memang iya sih..,enak nya santai di rumah kali ya..tapi tadi kebetulan ada rapat singkat antar guru jadi saya juga harus datang menghadiri nya" jawab Irene renyah


"ohh..." Arvi manggut-manggut mengerti di ikuti Rian yang ikut manggut-manggut juga


"hari ini saya traktir kalian makan siang.." kata Irene berbaik hati


"wah beneran nih?.. Jadi semua makanan kita ini Sensei dong yang bayarin?" Rian girang


"iya..kalau mau pesan lagi juga silahkan saja.." tawar Irene lagi dengan tulus..


"wah saya mau dong nambah.." Rian bersemangat..


"rakus banget lho, tau diri dikit lah mentang-mentang di bayarin juga.." sikut Armada pada Rian..


Arvi terkekeh melihat nya, dan Ervin masih tetap tampak diam tak tau mau ngomong apa...


"Ervin..kamu gak pesan lagi?" tanya Irene yang melihat Ervin tampak diam saja


"eh..ini sudah cukup kok sensei.." Ervin buru-buru menjawab


"sensei kok bayarin kita, emang nya dapat bonus atau lagi ulang tahun apa gimana ni?" tanya Armada..


"enggak..enggak, tadi saya kebetulan lewat dan mau makan siang juga jadi ya..sekalian deh karena saya juga mau berterimakasih beberapa malam belakangan Ervin sudah membantu saya" cerita Irene sedikit


Tiga teman nya ini langsung serempak menatap Ervin..


"wah..bantuin apa nih? Loe kok gak cerita ke kita vin?" kata Armada di iyakan oleh Rian dan Arvi juga..


Ervin jadi ngerasa bingung kek mana mau ngejelasin. Untung nya Irene pun menceritakan nya dengan singkat..


"wah..harus nya aku saja yang ketemu sensei ya.." Armada mulai gatel


Irene langsung memelototi Armada dengan ekspresi lucu.


"Sensei mau makan apa, biar saya yang pesan kan. Kan kita udah di bayarin nih" ujar Arvi


"baik lah,," Irene melihat kertas menu


"pesankan bola daging dan minuman dingin saja.." jawab Irene kemudian.


tak lama pesanan Irene pun tiba, mereka makan sambil berbincang ringan, Irene Sensei ternyata sangat asik di ajak ngobrol seperti sekarang ini.


Selama makan siang, posisi Ervin adalah berhadapan dengan Irene..dan entah mengapa selama makan siang bersama berlangsung, Ervin merasakan kecanggungan yang luar biasa..ini terasa sangat aneh. Apakah makan bersama guru akan terasa aneh begini? Namun mengapa ketiga teman nya terlihat enjoy-enjoy saja tanpa beban seperti diri nya.


Padahal Ervin bahkan seringkali makan siang bersama Tami gebetan nya, bukan kah itu lebih besar kemungkinan untuk merasakan grogi? Tapi tidak, saat bersama Tami Ervin merasa sangat hepi dan berbunga..itu saja, tapi bersama Sensei nya ini malah ia merasakan suasana terasa sesak dan susah bernafas..dan itu hanya ia rasakan sendiri..tidak berlaku untuk teman-teman nya yang terlihat riang menikmati kebersamaan dengan Irene Sensei.