SENSEI

SENSEI
SENSEI 21



Saat Ervin masih memikirkan apa yang akan di lakukan Irene, tiba-tiba satu tangan Irene menyentuh pipi Ervin..menangkup nya lembut sebelah sisi wajah Ervin


"tetap saja..sebagai guru dan murid kita tidak bisa pacaran di sekolah.." kata Irene dengan senyuman manis dan tenang nya..


Ervin masih belum berkata untuk membalas perkataan irene, tapi Irene sudah berkata lagi


"mari pergi berkencan..besok" ajak Irene


Ervin merasa terbang melambung tinggi ke langit saat itu juga


"sensei..." Ervin hampir tak mempercayai pendengaran nya, dengan begini bukan kah itu artinya Irene Sensei menerima perasaan nya!?


Ervin balas memgang tangan Irene yang berada di pipi nya, kali ini ia sudah menggenggam kedua tangan Irene..


"ya..baik lah kita akan kencan besok.." senyum Ervin dengan menawan


sekitar satu menitan mereka berpegangan tangan merasakan aliran perasaan yang telah tumbuh di hati kedua nya..


"aku harus ke kantor.., pacar ku" bisik Irene menggoda. Ervin mengangguk, sumpah ia kesemsem sampai mau pingsan rasa nya..baper ia baper parah.


Dengan berat hati Ervin melepaskan tautan tangan nya dari Irene. Ervin menatap punggung Irene yang menjauh..rasa nya ia tak sabar menunggu esok hari.


Pak Franky dan Pinky yang menyusul mereka berdiri tak jauh dari sana, walau tak mendengar apa yang dua orang katakan namun mereka bukan anak keci lagi yang sampai tak tau apa yang terjadi pada dua orang disana.


Oh..pantas saja, ternyata ada anak ini yang mengisi hati Irene..batin pak Franky, ada kekecewaan di sana. Bisa jadi ini hukuman karena selama ini ia seringkali melukai perasaan wanita, jadi saat ini dia pula yang terluka.


Semntara Andra yang mengambil jalan potong untuk mengikuti Pinky dan Pak Franky, malah tak sengaja harus di suguhkan dengan adegan kakak nya dan Ervin di depan UKS, ia kaget dan buru-buru memantau dari balik tembok. Jarak Andra lebih dekat, jadi ia bisa samar-samar mendengar apa yang Irene dan Ervin katakan...


"owh...,jadi ternyata si Ervin sudah kepincut sama nona satu ini !?" batin Andra seraya tersenyum penuh arti, sekarang terjawab sudah kenapa Ervin tak lagi mengejar Tami ternyata Ervin sudah jatuh hati sama kakak Andra sendiri,Irene.


Pak Franky berbalik pergi, Pinky yang menyadari situasi buru-buru mengikuti pak Franky lagi..


Pinky tau pasti pak Franky kecewa karena ia menyukai kak Irene dan jelas-jelas tadi kak Irene menyukai orang lain..


"kakak ganteng yang bersama kak Irene tadi itu bukan nya kakak senior yang sering ribut sama kak Andra kan..!?" dalam hati Pinky mulai mengingat-ingat sosok yang bersama kak Irene nya tadi


Pinky terus mengikuti pak Franky dengan terburu-buru..


"Bapak gak mau mencoba mempertimbangkan saya???" tanya Pinky yang tau-tau sudah mensejajarkan langkah nya di samping Pak Franky


Pak Franky menghentikan langkah nya, mengernyitkan alis nya. Anak ini..batin nya, kenapa begitu terang-terangan merayu guru sendiri..? Kalau biasa nya justru pak Franky lah yang suka memikat menggoda siswi, kenapa sekarang malah dia yang terang-terangan di goda siswi begini?


Pak Franky berhenti melangkah otomatis Pinky juga ikut berhenti


"sekolah yang benar,anak kecil" pak Franky menyentil kening Pinky


Lalu Pak Franky melangkah lagi, Pinky lagi-lagi mengikuti...


"kenapa memang nya pak? Bukan nya Bapak juga sering pacaran sama siswi-siswi lain..? Bapak gak ada tuh menganggap mereka anak kecil.." celoteh Pinky blak-blakan..


Tentu saja Pak Franky kaget mendengar nya...anak satu ini berani sekali !!


Baru saja Pak Franky mau menyahut, Pinky lagi-lagi berkata..


"saya juga siswi seperti mantan-mantan Bapak sebelum nya, lantas apa beda nya? Apa saya jelek? Saya kan juga cantik pak.." ujar Pinky polos.


Pak Franky makin terkesiap, iya dong secara Pinky ini siswi kelas sepuluh artinya ia murid baru, tapi kenapa ia begitu banyak tau tentang gebrakan pak Franky selama ini. Kok lama-lama siswi bernama Pinky ini kesan nya makin menakutkan ya ???


Kalau di akui, saat Pinky mempertanyakan apakah dia jelek dan mengakui kalau dia cantik,dalam hati Pak Franky pun meng-iyakan nya, Pinky ini memang cantik. Kalau siswi-siswi yang pernah ia pacari karakter nya terlalu terkesan membosan kan, Pinky malah berbeda. tapi sejak awal pak Franky memang tidak pernah melihat Pinky sebagai mangsa baru nya..anak ini imut dan lucu jelas sekali tidak masuk dalam karakter mangsa nya...


"tidak bisa, saya gak bisa berhenti gangguin Bapak, saya kan sudah bilang sejak awal kalau saya suka sama Bapak" lagi-lagi Pinky berkata dengan polos nya


Pak Franky menghela nafas nya, ia merasa gemas juga...tapi kalau di fikir kan asik dan lucu juga si Pinky ini.


"Bapak mau gak pacaran sama saya?" tanya Pinky langsung yang hampir saja membuat pak Franky tersedak..


"pak.." cecar Pinky


"baik..baik lah..., kamu sekolah dengan benar dulu maka saya akan pertimbangkan kamu dan kalau saat kelas dua belas kamu lulus di semester akhir dengan nilai tinggi maka saya akan menikahi kamu, puas..?" kata Pak Franky menegaskan dengan suara berat nya yang khas


Mata Pinky langsung berbinar...


"apa perkataan seorang playboy bisa di percaya ya?" celutuk Pinky kemudian


Pak Franky mendelik mendengar nya


"sudah tau saya playboy tapi kamu masih mau dekati saya" ujar pak Franky datar


Pinky menahan senyuman


"baik lah..tunggu saja, saya akan lulus dengan nilai tinggi dan menikah dengan Bapak" kata Pinky yang akhir nya tersenyum dengan menawan..


"oke saya tunggu.." balas pak Franky


"oke, tapi saat menjadi suami saya..jangan harap Bapak bisa buaya seperti bapak sekarang, kalau Bapak suami saya artinya Bapak hanya milik saya seorang" kata Pinky dengan angkuh


"kalau saya sudah menjadi suami kamu, saya pastikan akan ikut mau nya kamu" ujar pak Franky lagi


"harus dong.." balas Pinky


Pak Franky menyeringai...


"tapi saat kamu sudah jadi istri saya jangan harap kamu bisa terus bawel seperti sekarang, kalau tidak saya akan mengigit bibir kamu, faham.." tegas pak Franky dengan geram


"kenapa gak gigit sekarang saja..?" kata Pinky asal, Pak Franky lagi-lagi kaget di buat nya.


"ke kelas sana.." titah Pak Franky


"baik lah calon suami ku.." sahut Pinky seraya reflek kedua tangan nya memegang lengan pak Franky..


Pak Franky melirik ke arah lengan nya yang di rangkul Pinky..


"Pinky..." pak Franky mengisaratkan agar Pinky melepas rangkulan tangan nya, koridor menuju UKS ini memang sepi tapi tetap saja Pak Franky merasa kelabakan sama kelakuan Pinky.


Ckckck, Pinky..Pinky seorang Playboy seperti Pak Franky saja kerepotan di buat nya.


"eh, maaf pak..saya terbawa suasana.." Pinky tersipu dan bukan nya melepas kan tangan nya, Pinky malah berjinjit menarik tengkuk Pak Franky..dan cup..


Pak Franky kaget setengah mati..sosok siswi lucu dan imut ini tak bisa di anggap remeh !!! dengan berani nya siswi ini menge-cuup bibir nya??


Belum sempat Pak Franky respon, Pinky sudah melepaskan tautan bibir nya dan berlari menjauh seraya tersenyum jahil..


"Pinky..." seru Pak Franky kesal melihat Pinky yang menoleh pada nya di kejauhan dengan raut jahil khas Pinky.


Tapi kok..c!uman ini beda ya? Pak Franky merasa jantung nya deg-degan parah.. Hayo lo..