SENSEI

SENSEI
SENSEI 5



Selama pelajaran berlangsung, jujur saja Ervin benar-benar tak fokus tapi ia berusaha beradaptasi dengan situasi dan kondisi nya. Ervin masih merasa kalau ini hanya lah mimpi..ya hanya mimpi, mudah-mudahan saja begitu karena Bagaimana tidak? cewek yang ia kira gadis kecil,bocah ingusan malah sekarang bisa menjadi guru kimia nya? Ini mimpi kan?


Ervin berfikir..apakah cewek ini terlalu jenius hingga lulus lebih cepat, ah tidak..tidak jelas sekali tidak ada hal yang semudah itu, cewek ini jelas sekali tadi saat Ervin tak sengaja mendengar pembicaraan Chica dan teman-teman nya adalah seorang wanita yang berumura 20 tahun ke atas, tepat nya 22 tahunan..hah kenapa bisa jadi begini? Batin Ervin, bisa habis aku di kerjai guru ini..secara tidak langsung Ervin sudah bersikap kurangajar kepada orang yang lebih tua dari diri nya bukan? Ervin benar-benar makin pusing memikirkan nya.


Saat pelajaran usai, Armada, Rian dan Arvi buru-buru menghampiri Irene saat akan keluar kelas..


"bu..Irene, waktu itu kalau saja kami ada salah kami mohon maaf ya.." kata Rian tulus nan bersungguh-sungguh karena bagaimana pun mereka pernah mengira irene ini adalah adik kelas mereka..


"iya bu, pokok nya saya juga minta maaf..biar pun teman-teman saya gak mau minta maaf saya tetap minta maaf buk, mohon jangan libatkan saya ya bu dengan urusan mereka.." kata Armada yang tentu saja membuat Rian dan Arvi ingin menggetok kepala nya Armada saat itu juga


"bu, apa pun itu kami semua minta maaf ya.." kata Arvi perlahan.. Arvi memang adalah sosok yang lebih tenang ketimbang Armada dan Rian..


Irene pun langsung tersenyum merespon permintaan maaf ketiga murid nya ini..


"kalian tidak salah apa-apa..bukankah kalian juga tidak mengenali aku, sudah lah..aku tidak menyalahkan kalian" kata Irene tulus, dalam hati nya bukan kah yang seharus nya yang minta maaf itu adalah Ervin? walau Ervin tak tau kalau Irene adalah guru nya tetap saja kelakuan Ervin itu terlalu meremeh kan oranglain meski pun jikalau benar Irene adalah adik kelas mereka. Menurut Irene tentu nya bukan begitu cara seseorang bersikap pada orang lain..walau pun secara pribadi Ervin masih kesal perihal ponsel bukan kah itu juga bukan sepenuh nya salah Irene? Jelas-jelas kalau Ervin juga tak memperhatikan jalan saat itu, iya kan? dan Irene juga sudah dengan bersungguh-sungguh ingin bertanggungjawab, tapi bukan kah malah Ervin sendiri yang meremeh kan Irene sebagai gadis kecil, bahkan barusan tadi mengatakan Irene sebagai bocah ingusan..cih dasar cowok songong batin Irene


"wah..ibu sangat baik sekali, aku sangat lega.." kata Armada


"hati-hati bu Irene.." kata Rian saat melihat Irene mulai akan melangkah pergi


Arvi menarik Armada agar tidak melangkah ikut bu Irene..


"mau ngapain loe?" bisik Arvi datar pada Armada, raut Arvi tampak menatap Armada dengan tatapan yang seolah mengatakan, mau ngapain loe buaya darat..???


Jelas saja Arvi merasa kalau ke-buaya daratan Armada mulai kumat mengumat dotkom.


Armada yang merasa di tatap begitu oleh teman nya, langsung terkekeh..nyengir-nyengir gak jelas menoleh ke Arvi


"gak sengaja gue bro, kesedot..soal nya bu Irene cakep banget sumpah.." kata Armada yang memang merasakan sendiri kalau jiwa buaya kolab biawak nya ini mulai bersemi kalau liat yang cakep dan super imut, sekadar info ya sebetul nya Armada ini paling gak kuat kalau liat cewek nan imut.


Tak jauh dari mereka Ervin masih berdiri tegak mematung, ia tak mau melihat ke arah teman-teman nya mau pun ke arah bu Irene sekalipun..


Ya salah sendiri, batin Ervin..bukan salah gue dong..saat itu dia bawa jas seragam sekolah dan juga tas anak SMA dengan stiker gantungan kunci para idol ABG masa kini..lalu di tambah tampang nya dia bu Irene itu juga sangat awet muda..kan? Siapa yang bakal tak mengira dia itu siswi SMA.. salah sendiri kenapa dia lambat menua.., Ervin terus membatin sendiri


Jadi seragam siapa yang ibu Irene bawa waktu itu? Ervin sangat ingat membaca 1B.. ya bisa jadi itu artinya ada murid yang punya hubungan dengan bu Irene di kelas 1B.


Ervin masih tegak mematung dalam lamunan saat Irene melewati nya, kemudian gadis bernama Irene ini menghentikan langkah kaki nya sejanak tepat di dekat Ervin dan dengan santai nya Irene juga melirik ke arah Ervin..tatapan yang Irene lemparkan itu jelas sekali meremehkan Ervin.


Irene menampilkan smirk tajam kepada Ervin dan dengan perlahan Irene berkata..pelan..


"sekarang siapa yang anak ingusan..?" gumam Irene yang tentu saja dapat di dengar Ervin


Ervin sedikit mendelik..,ternyata bu Irene ini hendak membalas nya ya?


baru saja Ervin akan menyahut, Irene sudah lebih dulu bersuara..


"see you..Abang..ka-kak kelas..kakak senior" kata Irene dengan nada ejekan. Dengan begitu sangat jelas sekali Irene mengembalikan perkataan Ervin pada nya saat di koridor tadi..


Baru saja Ervin akan respon,Irene malah sudah lebih dulu melemparkan senyuman kemenangan seraya melangkah meninggalkan Ervin saat itu juga..


"Waahh ini guru bener-bener cari perang..."kesal Ervin dalam hati nya..


"tapi..dia kan guru gue, bisa anjlok nilai kimia gue kalau musuhan sama guru nya..Arghhh.. " batin Ervin semakin kesal dengan keadaan yang menimpa diri nya sekarang..


"gue mesti gimana ini..?" gumam Ervin..


Sebetul nya Ervin pengen rasa nya ngamuk-ngamuk menghadapi hal di situasi seperti ini, Ervin mau masa bodoh tapi jelas saja hal ini tidak bisa di masa bodoh kan...!!