SENSEI

SENSEI
SENSEI 34



Sebetul nya Nena ini juga bukan hanya sekedar nggak suka sama kucing nya. Tapi ia juga ada rasa gak suka sama Mella yang baru di temui nya iri, ya lebih kepada iri sih.


Nena gak pernah suka kalau melihat ada yang lebih cantik dan menarik dari diri nya, apalagi di lihat nya Mella memiliki tubuh yang sempurna dengan tinggi badan yang sangat ideal seperti seorang model. Dan kita sendiri juga tau Mella yang seorang dokter pasti punya aura tersendiri kek glowing-glowing gimana gitu.


"makasih ya, maaf ngerepotin" kata Mella pada teman-teman Nena


teman-teman Nena mengangguk mengiyakan dengan tulus. Tapi Nena malah memasang raut masam.


"kamu tuh emang ngerepotin tau" kata Nena galak pada Mella


"aduh maaf deh, sist.." Mella gak mau memperpanjang, dari tadi memang keliatan salah satu manusia satu di antara gadis-gadis ini ada salah satu nya yang bad attitude


Mella segera minta diri dari ketiga teman Nena, sedangkan Nena manyun-manyun gak karuan.


💗💗💗💗💗


Malam hari nya sanak saudara keluarga dan rekan dekat sudah memenuhi kediaman orangtua Irene..


terlihat Nena juga datang bersama kedua orang tua nya, malam ini ia berdandan habis-habisan agar ia bisa tampil secantik mungkin dan tak lupa dong malam ini untuk memperlengkap penampilan agar semakin terlihat sempurna ia menggandeng sang tunangan yaitu Hardy. Kedua orang tua nya Nena terlihat sudah masuk terlebih dahulu ke dalam untuk menyapa kedua orangtua Irene sang empu nya rumah.


Saat di pintu masuk Nena melihat sosok Irene. Ia mulai sirik apalagi melihat Irene semakin cantik dengan gaun putih simple nya itu di malam ini.


"hai Irene.." sapa nya rada sinis


"hai.., kalian sudah datang? masuk lah" Irene tetap bersikap ramah siapa pun tamu nya, walau Irene tau kalau tamu yang satu ini rada gak beres dan selalu ingin mengundang gara-gara dengan nya setiap kali mereka bertemu.


"selamat malam Irene" sapa Hardy ramah


"ya selamat malam juga Hardy, silahkan masuk.." balas Irene juga ramah


wajah Nena nampak muram, ia jealous melihat Irene dan Hardy yang saling sapa ramah jadi dengan sinis nya Nena pun berkata pada Irene


"Irene..mana suami mu yang bocah itu..ups" Nena pura-pura keceplosan padahal ia sengaja melakukan nya.


Hardy merasa gak enak sama kelakuan Nena, sejak dulu Nena memang terlihat selalu saja cari gara-gara sama Irene. Makin lama Hardy merasa risih juga sama kelakuan Nena yang kekanakan, apalagi mereka sudah tunangan kan jadi nya ya kalau Nena berkelakuan aneh tentu saja Hardy merasa kalau ia juga lah pasti ikut kena imbas nya. Ya gak sih?


belum sempat Irene merespon, sosok Mella muncul menghampiri Irene, Mella terlihat sangat anggun dengan gaun merah muda nya apalagi di topang tubuh proporsional nya itu.


"Irene..di mana Andra dan Ervin ya?" tanya Mella.


"hei..kamu kan cewek yang siang tadi yang jorok bawa-bawa kucing kotor itu" kata Nena dengan raut menghina..


"apa yang kau bicarakan tentang sahabat ku Nena..?" tanya Irene heran


"ini Mella sahabat ku, dia datang dari kota J" Irene memperkenal kan sosok cantik bergaun simple merah muda ini..Mella.


"oh.." respon Nena sinis


"dia ini tadi ketemu aku di taman kota, eeh dia tuh kek gak ada kerjaan tau gak, mungut kucing kotor di jalanan..caper banget kan" komentar Nena dengan begitu sangat judes nya


Irene dan Mella pun spontan saling pandang.


"maaf ya Nena, sahabat ku Mella ini bukan caper. Dia seorang dokter hewan..maka nya dia gercep pas lihat kucing terlantar" Irene menjelaskan, ia sebetul nya malas berbicara banyak dengan si Nena ini tapi kelihatan nya manusia bernama Nena ini bakal makin kelewatan kalau gak di kasih tau.


Nena mendengar kenyataan hal itu sebetul nya dia malu karena ternyata Mella yang ia pandang rendah adalah seorang dokter. Jadi ia hanya bisa diam saja menutupi rasa malu dan iri hati nya..


Irene memberi isarat sedikit berbisik pada Mella, Irene menjelaskan sedikit tentang siapa si Nena ini. Dan Mella langsung faham bahwa ini si sepupu Irene yang pernah Irene cerita jadian sama crush nya Irene. Memang pada saat itu Irene dan Mella masing-masing hanya cerita seputaran pernah dekat sama cowok gak nya? jadi yah tentu saja Hardy masuk dalam cerita waktu itu, tidak ada Irene berbicara apakah Nena sengaja merebut apa tidak, tapi kalau sudah dewasa dan cerdas siapa pun yang mendengar cerita nya pasti bisa mengambil kesimpulan betapa busuk hati nya si Nena sepupu Irene ini. Dan Mella sudah membukti kan sendiri dengan pertemuan di taman kota tadi dan juga pertemuan malam ini, si Nena memang benar-benar sok paling yes dalam segala aspek, merasa diri nya lah yang paling oke.


"oh iya..saya lupa kasih tau sama kamu ya Irene..kalau saya sama Hardy sudah tunangan.." Nena merapatkan diri ke Hardy seraya memamerkan cincin di jari manis nya.


"kasih liat cincin kamu dong sayang.." kata Nena seraya mengangkat tangan Hardy.


Hardy tak enak hati, Nena kok kalau depan Irene kelakuan nya makin menjadi-jadi.., Hardy mulai sanksi jangan-jangan Nena sama diri nya sampe sekarang ini cuma karena mau ngalahin Irene saja? Hardy bingung Kok dia jadi nya baru nyadar sekarang setelah ia dan Nena bertunangan?


"kita itu akan nikah.." angkuh Nena


"iya selamat buat kalian" ucap Irene


Nena memasang muka sok nya


"ni biar sahabat kamu itu juga tau kalau si Hardy ini udah ada yang punya, siapa tahu dia naksir liat Hardy tunangan ku ini.." kata Nena judes


Mella merasa mual sama kelakuan Nena, kok bisa ya Irene punya sepupu seperti ini? Batin Mella. huh siapa juga yang naksir sama tunangan nya? Dasar stres.., cibir Mella di dalam hati.


baru saja Irene akan mengajak Mella masuk tau-tau muncul sosok Ervin dan Andra turun dari lantai dua dan segera berjalan ke arah mereka.


Nena terperangah..ini kan cowok yang dia taksir pas gak sengaja tabrakan di swalayan hari itu? Buru-buru Nena melepaskan pegangan tangan nya pada lengan Hardy. Nena merapikan rambut nya dan bersikap semanis mungkin dengan ekspresi wajah yang raut nya di buat semenarik mungkin dan terus menatap ke arah Ervin dan Andra yang terlihat melangkah ke arah mereka.