
Hingga pada suatu hari Mella kebetulan mengajak Irene mampir ke tempat tinggal nya, yaitu kediaman Permana kan ya..kediaman nya Ervin juga itu artinya ye kan? Saat mereka masuk gerbang dengan mobil Mella.. Irene melihat ada dua security yang sedang berjaga dan salah satu nya sedang bercakap dengan seorang tukang kebun. luas sekali halaman nya tak jauh beda dengan halaman rumah orangtua Irene di kota B.
sesampai di halaman depan, Mella harus mengambil beberapa barang di paviliun dahulu jadi ia meminta Irene untuk masuk duluan.
"gak apa aku tungguin di depan aja.." kata Irene yang merasa tak enak
"jangan lah..." bantah Mella
"sis..tolong anterin teman saya ke kamar saya ya.." pinta Mella pada salah satu pelayan rumah.
"baik nona.." jawab sang pelayan sopan dan ramah kemudian tersenyum pada Irene.., dan Irene pun spontan membalas nya.
"santai aja ya.." kata Mella pada Irene.
Irene pun hanya bisa mengangguk oke.
Setengah jam sebelum nya Ervin sedang berada di dalam kamar nya dengan posisi mengunci dari dalam. Dia tidak mempedulikan papa nya yang ngomel-ngomel sambil gedor pintu kamar nya sedari tadi itu.
Papa nya marah karena Ervin yang berulang kali menolak les privat, bahkan ia menghilang begitu saja saat papa nya mau bicara. Bagi papa nya Ervin tidak mau belajar dengan lebih baik lagi padahal ia sudah berada di kelas akhir yang mengharuskan ia belajar lebih giat agar nanti nya lulus dengan nilai yang mengagumkan.
Ervin merasa ia tidak perlu menambahkan les toh ia juga gak bego kok, nilai nya juga gak pernah anjlok kan ? Tapi tetap saja papa nya gak suka di bantah. Ervin malas sekali, kepala nya terasa mau pecah dengerin papa nya ngomel-ngomel gak jelas di luar pintu kamar.
Karena papa nya tak kunjung pergi dari depan kamar nya, Ervin pun akhir nya keluar dari pintu yang menuju balkon kamar nya..
Lalu ia melangkahi balkon kamar nya menuju balkon sebelah kamar nya lalu melangkahi balkon kamar sebelah nya lagi.. Setelah di rasa sampai di balkon yang di tuju Ervin buru-buru menggeser pintu slide kamar sebelah nya itu yang kebetulan memang tidak terkunci.
Ini adalah kamar nya Mella, Ervin masuk lewat pintu balkon, ia memang seringkali menguasai kamar nya Mella hingga Mella akhir nya harus tidur di kamar tamu.itu memang sudah terjadi sejak kecil. kelakuan mereka tak mirip sepupu, tapi lebih kepada saudara kandung yang gak ada segan-segan nya sama sekali.
Setelah sampai di dalam kamar Mella, Ervin langsung merebahkan diri nya di sofa kamar Mella. Dengan begini ia tak perlu mendengar omelan papa nya di depan pintu kamar nya karena jarak satu kamar yang lumayan besar antara kamar nya dan kamar Mella. Kamar tengah itu biasa nya di pakai saat ada saudara keluarga lain nya yang datang menginap.
Untung lah telepon dari asisten papa nya dari tempat kerja berdering, yang akhir nya membuat sang papa mau tak mau berhenti mengomel karena harus ke kantor lagi. Beberapa saat setelah nya Ervin pun ketiduran di kamar Mella.
Irene mengikuti langkah pelayan rumah menaiki tangga menuju kamar Mella. Sesampai nya pelayan langsung membuka pintu dan mempersilahkan Irene masuk. Mella memang tak pernah mengunci pintu balkon atau pun pintu kamar nya..kecuali saat ia berada di dalam kamar nya barulah ia kunci. Lagi pula Mella tipikal orang yang lebih senang menyimpan barang penting nya di ruang kerja ketimbang kamar tidur.
Irene sudah di dalam dan menutup kembali pintu nya. Karena pintu balkon yang masih tertutup tirai dengan rapat membuat suasana kamar pun agak remang. Irene tak terfikir untuk menyalakan saklar karena sejak tadi ponsel nya bergertar jadi Alih-alih mencari saklar, Irene memilih langsung meraba sandaran sofa dan duduk di salah satu sofa besar tersebut lalu membuka pesan nya. Lampu layar ponsel membuat penglihatan di depan nya agak baik walau tak sepenuh nya
Irene tak menyadari ada Ervin yang tidur di sana, di sofa yang ia duduki karena posisi Ervin yang selimutan dan tertelungkup.
Saat Irene sedang asik membalas pesan di ponsel nya, Ervin terjaga dan menyipitkan mata nya. Samar-samar ia melihat sosok rambut panjang yang duduk membelakangi nya..jelas sekali ini bukan hantu, karena hantu tidak bermain ponsel kan..? Dan ini sudah pasti bukan Mella karena kalau Mella sudah pasti sejak tadi Ervin di bangunkan dengan kasar dan brutal seperti biasa nya, yang di tarik paksa lah yang kepala Ervin di tekan bantal sampe gak bisa nafas seperti percobaan pembunuhan gitu dan tetap saja berakhir Mella yang mengalah karena Ervin tak akan mau mengalah. Bikin sebel pokok nya punya sepupu kek Ervin. Drama antara Mella dan Ervin sudah ada sejak mereka kecil jadi tak mengheran kan lagi oleh seisi rumah, namun walau pun begitu mereka tetaplah saling menyayangi satu sama lain sebagai kakak adik yang seharus nya.
Deg..! Jantung Ervin tiba-tiba berdegup..aroma parfum dan siluet tubuh ini mana mungkin ia salah? Ini kan Irene Sensei..sosok yang ia fikirkan akhir-akhir ini??? Ah, pasti gue lagi mimpi...batin Ervin merasa konyol. Bisa-bisa nya Irene Sensei terbawa kedalam mimpi nya.
Ervin yang masih setengah ngelindur dari tidur nya, mulai berulah..ia menggerayangi pinggang Irene dan itu membuat Irene hampir berteriak tapi Ervin sudah duluan mengapit leher Irene dari belakang dengan lengan nya, sedang tangan sebelah nya lagi ia gunakan untuk menggerayangi pinggang ramping Irene..
"Sensei.."bisik Ervin menggoda di telinga Irene.
Irene tentu kenal ini suara dan aroma tubuh siapa, mereka sudah pernah terkurung bersama di lemari ruangan peralatan olahraga..jadi Irene tentu masih mengingat nya.
Ervin? Batin Irene..ini ia tak mungkin salah masuk kamar kan? Pelayan rumah tak mungkin salah..
"sensei..." bisik Ervin lagi, ini terasa sangat int!m dan mengundang karena suasana kamar yang pencahayaan nya begitu redup..
Irene ingin sekali teriak..tapi ini sangat memalukan bila di ketahui seisi rumah ini.
"anda..harus tanggung jawab,Sensei kenapa kamu membuat ku akhir-akhir ini selalu memikirkan mu tanpa henti.." lirih Ervin terus menggelitik telinga Irene.., hingga Irene makin bergidik.
"Er..vin.."gumam Irene, ia ingin Ervin berhenti tapi Ervin yang mendengar nya itu membuat nya ingin melakukan hal lebih lagi pada Irene, tapi tiba-tiba ia tersadar...ini suara terdengar nyata jelas sekali ini bukan mimpi kan???