Scandal with my affair

Scandal with my affair
Kecakapan seorang Nadine



**Happy reading happy people 😉 😉


makasih sudah mampir 😘😘


Boleh berkomentar...


Aku memasuki ruang kerja pak bos, dan dia langsung menoleh dan tersenyum cerah padaku. Hal yang hampir tidak pernah dilakukan Albie.


" ini schedule anda hari ini,anda bisa cek. Dan beberapa berkas pengajuan kontrak dan berkas penanaman saham dari beberapa bank mengenai proyek baru kita" Aku menyerahkan berkas pada James


POV James


Harus kembali lagi pada profesionalisme kerja. Aku suka saat melihat Nadine serius bekerja. Hanya saja tidak suka dengan bahasanya yang formal,tapi itu memang etika dalam bekerja jadi aku mengikuti profesionalismenya dia.


" Baiklah schedule hari ini bisa kita hadiri hanya reschedule meeting di jam 7 ke atas, karena saya ada perlu,tolong jadwalkan 2 hari lagi" terangku karena aku ingin kencan dengan Nadine


"Baiklah pak, setelah ini akan saya hubungi perusahaan tersebut" Nadine bergegas untuk keluar tapi sebelum itu


" Sebentar Na,tolong belikan saya kopi di coffe shop depan " aku hanya ingin dia menghirup udara segar karena saat dia depan komputer dia benar-benar terpaku dengan komputernya


" Baiklah rasa apa pak dan perlukan topping serta makanan ringan?" benar-benar orang yang teliti


" Americano tidak ditambah apapun dan latte dengan whipe cream dan taburan coklat serta pie susu dan pastry yang masih hangat" aku tau Nadine suka latte dan pastry hangat


POV Nadine


Jadi James suka americano dan latte,selera yang unik pikirku. Aku juga suka sekali dengan latte dengan pastry sebagai cemilan. Aneh sekali kenapa bisa James miliki selera sepertiku.


Saat berada di luar gedung,aku bersiap akan menyebrang namun ada seorang wanita yang terjatuh karena tersenggol beberapa orang pria berbadan besar. Akupun reflek mengenggam tangannya dan menuntunnya karena lututnya berdarah.


" Mari kak kita menepi dulu karena lampunya akan berubah hijau" kataku pada wanita tersebut, meskipun binggung harus memanggnya apa karena dia berumur diatasku tapi dia masih cantik


" Baiklah dek,, tapi saya sudah paruh baya dan anak saya juga sudah besar apakah saya terlihat semudah itu?" tanya wanita tersebut dengan tersenyum


" oh.. maaf, saya kira anda masih single karena anda masih cantik" sambil kita menuju kantor untuk mengobati lutut wanita tersebut


Saat di kantor aku lihat ada beberapa teman dan akupun meminta tolong untuk mengambilkan P3K di pantry sedangkan aku mendudukkan ibu tersebut di sofa lobby.


" Maaf Dine saya sibuk" kata temanku


" Aku juga sedang buru-buru ke lantai atas" jawaban yang lainnya


" Lagian ngapain sih Nadine membawa orang tidak dikenal kesini,lihat bajunya gak banget" Aku mendengar gerutu mereka yang memang disengaja agar kami mendengarnya


" Ya sudah bu, sebentar saya ambilkan obat dulu, ibu tunggu sini dulu ya" Akupun berlari mengambil obat merah dan plester.


Setelah selesai mengobati ibu tersebut,ibu tersebut memperkenalkan dirinya


" Saya Margaretha dan kamu siapa kalau boleh tau?" sambil beliau mengulurkan tangannya


" Saya Nadine" Akupun membalas jabatan tangannya


" Terimakasih suka menolong dan mengobati luka saya,saya permisi dulu ada urusan" ibu tersebutpun pergi


" iya sama-sama dan hati-hati di jalan Bu"


Aku bergegas menuju coffe shop depan dan membeli item sesuai dengan perintah pak bos. Dan aku langsung kembali ke kantor.


" Maaf pak tadi saya masih menolong ibu-ibu terjatuh kalau anda tidak percaya anda bisa cek di cctv lobby" Aku terpaksa mengungkapkan bahwa aku sudah menolong seseorang,aku tidak bermaksud pamer


" Ya sudah tidak apa-apa,kemari dan temani saya meminum kopi ini sebelum kita berangkat meeting" Pak bos menuju sofa di depan meja kerjanya


" latte dan pastrynya untukmu" pak bos menyodorkan latte dan pasty di depanku


" Jadi ini untuk saya? bukan buat bapak? bagaimana bisa tau favorit saya?" sekali lagi aku dibuat terkejut sekaligus terharu dibuatnya


" Tentu saja itu untukmu,aku lebih suka yang original,dan aku tau hampir segala hal tentangmu hanya perasaanmu saja yang tidak ku mengerti" James menjawab dengan sesekali meminum kopinya


" perasaanku sekarang bahagia karena ada seseorang yang hadir untuk memberikan perhatian dan kebahagiaan, terimakasih ya pak bos" aku tersenyum manis padanya


" hei.. tanggungjawab" di tiba-tiba menunjukku


" lha tanggungjawab apa pak?" akupun heran


" Kopiku jadi manis karena melihat senyummu" pipikupun jadi merona


" Dasar gombal, sudah-sudah ini sudah waktunya untuk meeting pak" kamipun bergegas menuju basemen dan meninggalkan kantor menuju tempat meeting


POV Author


Setelah menyelesaikan beberapa pertemuan, mereka berdua kembali ke kantor pada jam 5 sore.


" Ku antar langsung pulang apa ke kantor dulu?" tanya James


" Ke kantor saja,aku mau mengambil beberapa berkas dulu untuk reschedule meeting room, beberapa klien sudah menyetujui perubahan jadwalnya" jelas Nadine


" Kenapa tidak menggunakan aula atau meeting room di lantai 10?" Tanya James


" Aula dalam 2 hari ini akan di gunakan seminar untuk para karyawan dan meeting room di lantai 10 sedang dalam masa renovasi, di lantai 7 dan 8 untuk tim kreatif, karena bulan ini banyak sekali proyek. Sedangkan di lantai 12 dan 13 ada meeting internal divisi keuangan dan periklanan dan sebenernya kamu diwajibkan hadir karena semua itu berkaitan untuk proyek setahun kedepan" terang Nadine panjang lebar yang membuat James semakin kagum dengan kinerja sekretarisnya


" Kamu 6 bulan kerja sebagai marketing dan jelas kamu lebih sering bekerja diluar, bagaimana bisa kamu memonitoring segala kegiatan di kantor? Memang pantas kamu dapat bonus besar tiap bulannya" dia terus saja memandangi Nadine


" Karena aku sebagai marketing. Aku tidak hanya wajib tau tentang produk yang ditawarkan melainkan juga harus tau seluk-beluk perusahaan dan segala perkembangannya,agar aku tidak ragu menjawab saat ada klien yang bertanya" jelas Nadine


Saat di apartemen Nadine


Setelah Nadine mengambil berkas di kantor,dia bergegas pulang sendiri karena memang Nadine dan James tidak ingin terlihat sebagai sepasang kekasih.


" Kenapa Albie tidak menjelaskan apapun padaku?" Nadine mengingat kejadian di lift saat mau turun untuk pulang


" Bahkan seakan dia tidak bersalah" aku bicara sendiri


Dia mengingat bahwa Albie selalu saja berjalan dengan sekretarisnya dan tidak menjelaskan kemana dia pergi saat Albie tidak menghadiri acara makan malam bersama dengan keluarga Albie.


Saat hendak menuju kamar mandi, Hp Nadine berbunyi dan terlihat dilayar bahwa yang memanggilnya adalah James


" James? Ada apa?" Tanya Nadine


" Segera mandi dan dandan yang cantik ya sayang kita akan double date" kata James


Thanks for reading 😘😘**