
Happy reading happy people 😉😉
Terimakasih sudah mampir dan meninggalkan like dan komentar positifnya 😘😘
Pada Malam hari di seven Night
POV Nadine
Aku datang naik taksi karena takutnya nanti ikutan minum dan mabuk. Tidak ingin mobil baru dari pak bos tertinggal dan nantinya diantar oleh supir panggilan tidak bertanggung jawab,lebih baik tidak ku bawa dan nanti pulangnya bisa nembeng teman atau aku harap bisa diantar James.
Aku mengunakan dress black classic dari Gianni Versace dan mengunakan Stiletto hitam dan membawa mini black handle bag Chanel dan rambut ku urai. Aku tidak menggunakan perhiasan mencolok karena tidak ingin menarik perhatian penjahat jadi cukup menggunakan jam tangan Aigner black.
Aku sampai di club' tersebut pada pukul 10 malam karena sudah jelas bahwa club' buka pada pukul 9 keatas bahkan ada yang baru buka pada jam 12 malam. Aku bertemu Tania, temanku didivisi marketing.
" Hei.. you look so sexy, girl" aku memujinya karena dia memakai baju dengan belahan dada
" come on,this night club babe" dia tertawa dan duduk disampingku
" kamu tetap saja terlihat elegan meskipun di tempat seperti ini" kata Tania
" aku sudah malu memakai baju seperti ini,kamu tau kan jika aku pakai baju tanpa lengan pasti aku menggunakan blazer" jawabku
Aku memang berpenampilan modern dan aku juga paham betul pakaian apa yang kebanyakan wanita pakai saat mengunjungi club',yang jelas tepat seperti yang dikenakan Tania. Kalau Albie dulu bilang sih baju kurang bahan.
" Hai beautiful ladies" Albie datang dan duduk disampingku
" Hai Al, bagaimana penampilanku?" tanya Tania dengan genitnya
" ya seperti biasa kurang bahan" jawab Albie Seperti biasanya juga
" Aku permisi ke toilet dulu, sebentar" pamitku
Aku segera berdiri dan bergegas menuju toilet tapi tangan Albie menahanku.
" Mau aku antar" tawar Albie
" Tidak perlu,aku hanya sebentar, lepaskan tanganku bie" dia memegang tanganku dengan erat
" kamu mencoba menghindari ku?" tanya Albie
" ayolah bie,aku ingin buang air kecil, memang salah kalau inginnya sekarang waktu kamu datang? enggak kan?sudah lepaskan tanganku bie,ini sakit" tanganku mulai memerah
" Lepaskan Al, kenapa kau selalu seperti ini? biarkan Nadine ke toilet seperti yang dia mau" James mencoba melepaskan tangan Nadine dari Albie
" James tolong jangan ikut campur urusanku" tegas Albie
" sebenarnya ada hubungan apa diantara kalian hingga kau selalu membela Nadine?" tanya Albie
Aku menyadari Tania duduk di dekat kami bertiga berdiri. Aku berusaha menghentikan kebiasaan konyol Albie yang suka membesarkan masalah.
" LEPASSS" Aku membentak Albie
" Aku ingin ke toilet,apakah salah aku ketoilet? Terserah kau mau berfikiran seperti apa yang jelas sekarang aku benar-benar ingin ke toilet" Aku benar-benar marah dan berlari kearah toilet,aku benar-benar ingin buang air kecil
Aku tidak melihat ekspresi wajah mereka bertiga saat aku berlari menuju toilet tadi, tapi saat ini Tania menyusulku ke toilet dengan wajah bertanya-tanya.
" Sebenarnya kalian semua ada masalah apa?" tanya Tania
" Aku tidak ada masalah dengan siapapun,hanya saja tadi itu sudah diujung tanduk dan Albie tidak melepas tanganku, bagaimana kalau aku terkencing disana tadi?, padahal acaranya masih belum dimulai" Jelasku
" Albie itu hanya posesif dan takut kamu dicuri orang apalagi orang itu pak James yang jelas-jelas teman sekaligus Atasanya" jelas Tania
" sudahlah ini masalah kecil yang dibesarkan Albie karena cemburu,ayo kita kembali" ajakku
Kami kembali dan ruangan tersebut sudah mulai ramai karena teman-teman banyak yang berdatangan.
James menarikku dan mengajakku berfoto. Dasar bos aneh,masih sempat-sempatnya berswafoto ditempat seperti ini. Dia mencopot jasnya dan menyisakan kaos hitam yang juga tanpa lengan.
Aku melihat Albie sudah menari bersama Mia. Jadi aku menari dengan James. Aku tidak mengerti mengapa aku senang dengan setiap perlakuan dan kata-kata James.
POV James
Saat ini aku menari dengan wanita yang aku cintai. Aku benar-benar tersihir oleh matanya dan senyumnya, Sungguh ingin ku simpan untukku sendiri. Aku bersyukur karena Albie sekarang sedang menari dengan Mia jadi aku bisa berdua dengan Nadine.
Nadine memang tidak berpakaian sexy tapi aku suka melihatnya. Seakan hanya dia yang ada dihidupku.
" Apakah penampilanku ada yang salah?" tanyanya sambil memegang wajahnya
" Ada" jawabku singkat agar dia penasaran
" Apa? tunjukkan" Nadine mulai cemberut,aku suka setiap ekspresinya
" Salahnya,kamu jadi pencuri. Aku jadi ingin buat laporan" jawabku
" Huuhh.. dasar gombal receh" Nadine tau aku menggodanya
" Aku bisa mengajukan hukuman yang spesifik" lanjutku
" hukuman apa? kan aku gak mencuri barang Je" tanya Nadine
" Di kurung di apartemenku seumur hidup" kamipun tertawa
" Dasar picisan" Nadine tertawa,aku suka melihatnya
Untungnya seluruh ruangan bising dengan musik,jadi kata-kata kami tidak terdengar teman-teman Nadine. Semuanya sibuk dan heboh sendiri jadi tidak ada yang memperhatikan kami berdua. Bahkan Albie terlihat mulai minum ditemani Mia yang selalu berada di sampingnya.
Malam itu seakan aku bisa berdiri di tengah keramaian dan menggenggam tangan Nadine di tanganku dengan leluasa. Melihatnya tertawa bersamaku. Aku benar-benar merasa hidup saat bersamanya.
Aku tidak minum sama sekali karena mengantisipasi apabila Nadine perlu diantar pulang. Karena ku lihat Albie sudah mabuk berat. Sepertinya dia marah dengan sikap Nadine tadi dan melampiaskannya dengan minum.
" Apa kau tidak minum?" tanya James
" tidak,besok harus membereskan beberapa berkas di apartemen untuk dibawa saat meeting kita lusa di luar kota" jawab Nadine
" Good girl" Aku mencubit pipinya
" Sakit Je" Nadine cemberut dan aku suka menggodanya
" Dan kamu tidak minum?" tanya Nadine
" Tidak,siapa tau Nyonya muda mau diantar pulang" aku tersenyum padanya
POV Nadine
Benar-benar pesawat nih pak bos. Bisa banget nerbangin hati orang. Bahaya juga di sampingnya,takut pingsan gak kuat sama gombalan dan senyumnya.
" Ya lord.. Semoga aku tetap hidup sampai di apartemen" batinku
" Pak bos lupa jika semua orang ini pegawai kantor?? Bagaimana jika ada yang lihat?" tanyaku tapi aku berharap bisa pulang diantar oleh James
" Kamu lihat semuanya menari dan minum seliar itu,bahkan bartender nya sampai kualahan" jelas James
" Baiklah terserah pak bos saja" kataku dan terus menari bersamanya.
Saat lelah aku mengajak James duduk di sofa terdekat dan hampir semua orang mabuk.
" Apakah tidak disediakan air mineral?" tanyaku karena aku tidak pernah datang ke club'
" Sebentar aku tanyakan dulu kepada pelayan" jawab James dan berjalan menuju bar
Setelah beberapa saat James datang dan membawakan minuman bersoda. Tapi lebih baik daripada minuman beralkohol.
" Hanya ada ini,dibar tidak menyediakan air mineral,karena semua tamu pasti pesan minuman beralkohol bukannya air mineral" James menyodorkan Air soda tersebut kepadaku
" Tidak masalah dan Terimakasih James" Aku meminumnya
Aku melihat sekeliling dan aku bersyukur tidak terlihat Albie dimanapun. Mungkin dia pulang diantar Mia karena terakhir kali Mia lah yang berada disampingnya.
" Apa kau mau pulang?" Tanya James
Aku melihat arloji dan tidak terasa sudah pukul 1 dini hari. Aku tidak mau tidur terlalu malam dan mengantuk dipagi hari. Dan aku pun menganggukkan kepala.
" iya aku mau pulang saja, Ternyata sudah jam 1"Jawabku
" Ayo aku antar" ajak James
Kamipun pulang meskipun yang lainnya masih betah berada disini karena kebanyakan orang akan pulang pada pukul 4-5 pagi. Untungnya besok adalah cuti bersama pengganti hari ini. Jadi sepulang dari sini semua bisa tidur nyenyak sepuasnya sampai besoknya lagi.
Thanks for reading 😘😘