
happy reading happy people 😉😉
Terimakasih sudah mampir dan meninggalkan like vote dan komentar positifnya 😘😘
Sekarang Jena menjadi Mai kecil yang ceria dan penurut. Erika dan Tanu bahagia dan beruntung memiliki anak sebaik dan secantik Mai.
Dan Erika memberikan sebuah kekuatan khusus untuk menjaga Mai di kala Mai tidak berada dalam pengawasannya.
Namun saat Mai menginjak usia remaja,dia tidak bisa mengontrol kekuatan ini karena amarahnya dan hampir saja membunuh temannya dengan mempengaruhi temannya yang lain. Sejak itu dia tidak pernah memakai kekuatan tersebut dan menganggapnya sebagai mata iblis karena hampir memakan korban.
Di saat Akhir SMA Mai dekat dengan temannya yang bernama Henry. Mereka berdua selalu bersama.
Seakan mengalami hal yang hampir sama dengan Ibu kandungan Nadine, Mai mendapatkan kasih sayang berlimpah dari keluarganya tapi malah dicampakkan dan ditinggal pergi oleh kekasihnya Henry.
Namun hal tersebut tidak membuat Mai menjadi pribadi galau. Dia tetap fokus belajar dengan giat demi impiannya untuk masuk dalam jurusan desainer agar bisa menjadi desainer terkenal seperti Coco Chanel dan pak Hubert de Givenchy.
Dan Setelah lulus SMA,Mai melanjutkan sekolah jurusan Desainer. Erika dan Tanu juga membebaskan putri mereka berkembang dan berjalan sesuai keinginannya agar bisa menjalaninya dengan sungguh-sungguh.
Mai tidak dekat dengan pria manapun dan tidak bersahabat dengan siapapun karena saat ini dia fokus belajar dan berusaha memperdalam ilmu pengetahuannya tentang Desain baju. Dia hanya berteman dengan teman yang sekadarnya saja tidak berlebihan. Dia tidak ingin kejadian waktu dia SMA terulang kembali. Dia hanya akan keluar jika ada tugas kelompok, selain dari itu dia tidak pernah keluar untuk jalan-jalan kecuali jika Mamanya memaksanya.
Mai juga sedang getol-getolnya membuat baju dengan mentornya pak Louise agar segera bisa di peragakan dalam fashion week Akbar di Jakarta convention center. Disana akan ada banyak Desainer muda dari berbagai daerah dan negara untuk memamerkan baju buatan mereka.
Setelah seminggu lamanya, akhirnya fashion week yang ditunggu-tunggu oleh Mai tiba. Dia tidak sabar untuk memamerkan karyanya di depan panggung.
" Mai,Siren kecelakaan dan tidak bisa datang katanya,kita harus mencari model pengganti" kata crew pak Louise
" Mai kau saja yang mengantikan" kata pak Louise
" Bajuku yang akan ku pamerkan menggunakan model saja aku gugup setengah mati, bagaimana jika aku yang berdiri disana pak?,aku bisa demam panggung dan gemetaran disana" kata Mai
" Lihat aku,kau bisa,itu semua hanya pemikiran negatif,buang lalu cepat pakai ini kalau tidak pulang saja ganti jurusan editing video" kata pak Louise tegas
" Tidak Pak,ini impianku,aku akan memakai ini dan berdiri diatas sana" kata Mai mengenggam gaun rancangannya
" Bagus, cepat pakai riasanmu juga" kata pak Louise
Pak Louise bergegas untuk duduk di kursi penonton dan menemui tamu undangannya.
" Pak Mario dan Pak Lucas,tidak menyangka kalian jauh-jauh datang kemari" kata pak Louise
" untuk memenuhi undangan dari anda tentu saja harus datang, barangkali bisa menemukan berlian ditengah hutan" jelas Mario
" Silahkan menikmati acara kami" kata pak Louise
Setelah beberapa model yang berlengak-lengok di panggung, akhirnya giliran Mai tiba. Dia sedikit gugup tapi dia harus tetap maju karena tidak mau berganti jurusan hanya karena tidak berani maju kedepan panggung.
Begitu Mai keluar,Semua mata tertuju kearahnya,begitu pula pak Louise dan kedua tamu undangan pentingnya,Mario dan Lucas.
" Pak Louise, bolehkah kami merekrut modelmu yang ini?" kata Mario
" Maaf tapi dia adalah desainernya,modelnya kecelakaan jadi dia memperagakan bajunya sendiri" jawab pak Louise
"luar biasa, desainer dan jadi model, Bisakah dia jadi model?" tanya Mario berusaha mendapatkan model tersebut
" Aku juga tidak yakin" jawab pak Louise
" Tolong coba anda tanyakan, barangkali dia bersedia. Kami berdua harus undur diri jadi tidak bisa bertemu dengannya" kata Mario
" Dan jika dia bersedia aku akan menyiapkan akomodasinya dan berikan dia kartu namaku untuk mencari alamatku, saya permisi" kata Mario berlalu setelah memberikan kartu namanya
Setelah peragaan busana...
Busana Mai menarik perhatian karena pesona yang terpancar darinya. Mai telah berganti baju dan hendak pulang.
" Mai,kau mendapatkan tawaran untuk menjadi model,kau mau apa tidak?" tanya pak Louise
" bolehkah saya pertimbangkan dulu pak, lagipula saya masih belum mendapatkan sertifikat desainer dan saya lebih suka mendesain baju daripada memeragakannya" jelas Mai
" Baiklah dan jika kau siap kau bisa langsung menemuiku,aku pulang dulu , apakah kau ada yang menjemput?"tanya pak Louise
" Ada ayah saya,bapak hati-hati dijalan" kata Mai
Saat sampai rumah..
" Tau,kan Mama nonton kamu? gimana sih?" kata Erika
" Aku beneran tegang banget ma,ini pertama kalinya aku naik panggung didepan banyak orang dari berbagai negara" jelas Mai
" Selamat ya sayang,mama bangga sekali sama kamu"jelas Erika dengan mencium pipi Mai
" Makasih buat dukungan mama sama ayah selama ini,dan aku juga mendapatkan tawaran menjadi model" kata Mai
" kau bisa menerimanya jika mau, juga bisa menolaknya jika bukan keinginanmu" kata Tanu
" Baiklah aku akan mempertimbangkannya aku ke kamar dulu" kata Mai
Beberapa bulan kemudian...
Setelah mendapatkan sertifikatnya dan mendapatkan banyak pengetahuan Desainer meskipun masih belum cukup namun Mai ingin berhaluan menjadi seorang model top dunia. Pak Louise juga sudah menjelaskan jika Mai akan terbang ke Paris jika Mai setuju menjadi model dan akomodasinya dari pak Louise yang sebenarnya dari Mario yang akan menjadi bosnya kelak.
Mai mempelajari dasar-dasar bahasa Perancis dan cara beretika menjadi model profesional.
Semua ini terjadi karena beberapa alasan seperti ketidak sanggupan Mai untuk mengajukan hak paten bajunya yang diperagakan dan dia tidak mau menjadi beban orang tuanya, jadi banyak desainer pemula yang menjiplak karyanya. Dan ada beberapa oknum yang mencuri bahkan membakar kertas rancangan Mai. Jadi dia memutuskan untuk menjadi model saja di Paris.
Seakan benang antara Mai dan Mario saling mengikat,Mai seakan dipaksa untuk menjadi model di Paris dibawah naungan Mario sebagai bosnya.
Setelah beberapa bulan dengan segala hambatan dan rintangan di dunia Desainer telah dilewatinya sekarang Mai ingin mencoba menjadi model.
" Ayah, Mama aku memutuskan untuk menjadi model di Paris" kata Mai mencoba menjelaskan kepada kedua orang tua Mai
" Baiklah,kau butuh uang beberapa Sayang?" tanya Tanu
" iya beli rumah atau apartemen disana saja agar kamu tidak mengeluarkan banyak biaya karena menginap di hotel"jelas Erika
" Jangan lupa mengurus visa dan paspor" kata Tanu
" iya ayah, Mama, Terimakasih tapi aku sudah mendapatkan akomodasi untuk perjalanan ke Paris Prancis dan aku juga mendapatkan sedikit bayaran dari mentor-mentor selama ini, mungkin cukup untuk membeli sebuah unit apartemen minimalis" jelas Mai
" Ayah Tambah ya nak"
" Tidak usah yah, tolong biarkan bayi ini berjalan sendiri,jika jatuh aku akan meminta bantuan kalian,dan tenang saja aku tidak akan berbuat aneh-aneh" jelas Mai meyakinkan kedua orang tuanya
" Baiklah jika itu keinginanmu, hati-hatilah di Paris karena disana hampir sama dengan Jakarta,jadi kau harus selalu waspada" kata Tanu
" siap bos" jawab Mai
Sampai di Paris Perancis...
Karena kecerobohannya,Mai menghilangkan kartu nama Mario. Yang dia ingat adalah harus ke kantor yang bernama Fantasi. Dan ada seorang wanita yang mendekat dan dia berniat bertanya alamat.
" excusez-moi (maaf)" Kata Mai saat berniat menanyakan alamat yang dia tuju
" oui ( ya) " jawab wanita yang dia cegat
" parlez-vous anglais ?(Bisakah anda bahasa Inggris?)" Tanya Mai karena dia hanya belajar dasar bahasa Prancis
" Non, je suis désolé ( tidak,maaf)" Jawab wanita tersebut
" Connaissez-vous cette adresse ? bureau du photographe un fantasme ( Apakah kamu tahu alamat ini? kantor fotografer fantasi)" Kata Mai
" Allez tout droit puis tournez à droite (lurus saja lalu belok kanan)" jawab wanita tersebut namun Mai tidak mengerti maksudnya
" veuillez noter (Tolong tuliskan)" kata Mai karena dia bisa mencari artinya dari kamus yang dia bawa
" ok . Merci (ok terimakasih)" kata Mai setelah dia mendapat kertas dari wanita itu
" de rien (kembali)" kata wanita tersebut
" c'est proche (itu sudah dekat)" imbuh wanita Tersebut
" oui, Merci (ya, terimakasih)" kata Mai meskipun dia tidak paham maksudnya
**Bersambung...
thanks for reading 😘😘**