
Happy reading happy people 😉😉
terimakasih yang sudah mampir dan meninggalkan komentar positif, negatif serta kritik dan saran. Terimakasih juga sudah memberikan semangat 😘😘
Nadine dan James tiba di Indonesia sehari sebelum perayaan kantor.
POV Author
Sepulang dari bandara,Nadine dan James langsung menuju Apartemen James. Mereka berdua memang tidak langsung ke kantor karena James paham betul jika saat ini Nadine butuh istirahat,jadi James memutuskan untuk mengecek segala persiapan perayaan kantor dari email yang dikirim Albie dan Mia serta juga dari Alex sebagai pengawas tersembunyi.
James memang mudah akrab dengan teman laki-laki tapi tetap saja dia tidak mudah percaya dengan begitu saja kepada beberapa orang. Apalagi yang berhubungan dengan keuangan perusahaannya. Dia tidak bermaksud curiga namun lebih kepada mencegah kemungkinan terburuk. Dan sebagai teman dan orang kepercayaan, Alex selalu mengerjakan segala permintaan James dengan usaha terbaiknya.
Saat ini James sedang duduk di sofa kamar apartemennya dan melihat Nadine yang sedang tertidur pulas di ranjangnya. James beralasan lelah dan agar lebih efesien,James membawa Nadine ke apartemennya. Awalnya Nadine menolak karena baginya lebih nyaman tidur ditempanya sendiri namun dia sudah sangat lelah untuk mendebat James yang suka memerintah. Jadi, disinilah Nadine sekarang. Sedang tertidur pulas tanpa kewaspadaan di dalam kamar James yang terus memandanginya hingga hampir lupa bahwa dia harus segera mengecek segala persiapan perayaan,hingga telfon membuyarkan lamunannya.
" Hallo Al, bagaimana hasilnya?" tanya James
" Seperti dugaanmu beberapa orang tidak tahan dengan godaan, apalagi ditambah kerlipan wanita cantik" jawab Alex di sebrang
" Lanjutkan penelusurannya dan aku sudah menghubungi teman lama agar pekerjaanmu lebih cepat selesai,dan aku rasa kalian akan cocok satu sama lain" tegas James
" Siapa?? tidak perlu,aku tidak suka jika ada orang tambahan yang nantinya hanya akan menyusahkan dan merepotkan" Alex kesal karena selama ini dia lebih suka menyelesaikan segala urusannya sendiri karena dia tidak perlu berdebat yang hanya akan membuang-buang waktu.
" Kau belum melihatnya, sudahlah yang pasti dia sangat bermanfaat untukmu" jawab James
" terserah" Alex memutuskan sambungan telepon tersebut dan melanjutkan pekerjaannya.
******
Di sisi lain,Albie sedang sibuk lembur dengan Mia karena besok adalah acara penting kantor mereka. Untuk beberapa alasan profesional,Mereka memang selalu bersama seperti Nadine yang selalu mengikuti James. Mia senang karena bisa bersama dengan Albie,karena Mia tau Albie selalu ada untuknya sebagai sandaran. Dan Mia sama sekali tidak pernah merasa bersalah kepada Nadine karena kenyataannya memang Albie yang selalu mengulurkan tangan dan memberikan pundaknya untuk bersandar. Bahkan Mia tidak sungkan mengandeng Albie didepan mata Nadine saat usai makan malam dengan James beberapa waktu yang lalu.
Mia memang seorang wanita yang cantik dan lembut bagi Albie,Mia adalah wanita yang tak terlupakan. Hingga dia mengabaikan Nadine hanya agar bisa disamping Mia.
Dan saat ini Mia sedang berada diruang Albie.
" Kamu mau aku buatkan kopi?" tanya Mia
" Tidak usah, setelah selesai dengan ini kita perlu mengecek aula dan taman. James dan Nadine tidak datang kekantor hari ini jadi aku akan mengirimkan foto dan segala detailnya ke email James" kata Albie sambil melihat laptopnya
" Jadi sepulang dari Fransisco berdua mereka libur?" tanya Mia mencoba menarik perhatian Albie
" iya kata James dia kasihan dengan Nadine karena mereka memang lelah setelah perjalanan panjang" jelas Albie masih serius dengan laptopnya
" James sepertinya perhatian sekali ya dengan Nadine? Dan kamu tidak menjemput Nadine ke bandara malah sibuk disini" Mia masih saja membahas ini
" Baiklah aku pergi dulu" Mia merasa Albie tiba-tiba menjadi dingin terhadapnya dan diapun pergi.
Di apartemen James
Nadine merasa haus dan turun dari ranjangnya. Saat itu James masih duduk di sofa untuk mengecek seluruh email yang masuk. Tiba-tiba Nadine hampir terjatuh karena badannya masih belum seimbang.
Bruuukkk...
James menangkap badan Nadine agar tidak terjatuh ke lantai meskipun dia harus ditindih badan Nadine yang lemas, sedangkan badannya juga terasa pegal setelah perjalanan dan sekarang ditambah badan Nadine.
Meskipun juniornya bangun tapi James tidak mungkin memanfaatkan kesempatan ini, karena dia tau bahwa saat ini mereka berdua sangat lelah.
James mengangkat Nadine dan menidurkannya di ranjang.
" Maaf aku menimpamu,badanku benar-benar tidak bertenaga saat ini,aku berniat turun dan mengambil air minum" sesal Nadine
" Tidak apa sayang kamu pasti lelah karena ini perjalanan pertamamu,biar aku ambilkan" jawab James lembut sambil mengecup kening Nadine
Setelah dari dapur James menuju kamar. James membawakan Nadine Air madu dan roti untuk mereka makan.
" minumlah agar tenagamu kembali" James menyodorkan Air madu pada Nadine
" Kau sendiri tidak minum Je??" Nadine mengambil dan meneguknya
Nadine baru akan meneguk yang kedua kalinya tapi James mencium dan mengambil air madu tersebut dari bibir Nadine
" ini aku juga sudah minum air madunya,bahkan lebih manis" jawab James sambil tersenyum manis pada Nadine
" Dasar bos mesum" kata Nadine
Dan hanya karena hal sesederhana itu, mereka bisa tertawa bersama. Bahagia itu sederhana dan orang-orang kebanyakan membuatnya rumit dengan pikiran mereka sendiri.
Setelah mereka berdua menghabiskan roti yang tadi di bawa James,James mendapatkan Laporan dari Alex tentang beberapa bukti yang dia cari. Dan Alex juga melaporkan bahwa rekan kerja yang tidak lain adalah teman lama mereka sudah datang.
" Kau tidak bilang jika dia adalah Jhonny,kalau Jhony jelas aku bersedia bekerjasama dengannya" jelas Alex lega karena memang bekerja dengan Jhony lebih efesien karena mereka setipe
Mereka bertiga dulu bertemu di Universitas Stanford California. Mereka sama-sama mengambil jurusan bisnis. Alex dan Jhony adalah pelajar yang mendapatkan beasiswa. Mereka bertiga bertemu karena pada saat itu Alex sedang di ejek oleh pelajar yang terbilang cukup kaya. Alex diam dan terkesan tidak menggubris segala perkataan pelajar kaya tersebut karena Alex tidak suka berdebat, begitupun Jhony yang pada saat itu duduk di sampingnya. Dan James datang membela mereka,dia mengatakan bahwa universitas mereka adalah universitas terbaik dan terpandang di seluruh dunia,tidak seharusnya di kotori oleh sampah sepertinya. Kerena memang selama yang James tau,para mahasiswa Stanford adalah orang yang bermoral tinggi dan menjunjung tinggi etika dan kesopanan bermasyarakat,tidak boleh memandang seseorang dengan sebelah mata hanya karena status dan penampilan mereka.
" Sudah ku bilang kalian akan cocok satu sama lain. Sudahlah.. lanjutkan pekerjaanmu dan aku menantikan pertunjukan besok" James memutuskan sambungan teleponnya
Thanks for reading 😘😘