
happy reading happy people 😉😉
terimakasih sudah mampir 😘😘
" Benar itu Na,apa kamu menyuruhnya untuk menelfon ku secara pribadi?"Tanya James pada Nadine
POV Author
Nadine sudah berfikiran bahwa James akan memarahinya karena tidak mengikuti perintahnya. Dan juga Nadine berfikiran bahwa James pasti akan mengikuti kemauan kekasihnya.
" Na Jawab,apa kamu yang menyuruhnya untuk menelfonku dan bukannya mengusir dia keluar?" James menatap tajam kearah Nadine menunggu jawaban dan melepaskan tangan Davina dari lengannya
Benar dugaan Sarah bahwa yang sebenarnya ingin mengusir Davina adalah pak James sendiri dan Bu Nadine masih berusaha bersikap sopan pada tamu pak James.
" Maaf pak,tidak sopan mengusir seorang wanita yang sudah berusaha datang kesini untuk menemui bapak,jadi lebih baik Nona Davina mendengarkan keterangan langsung dari bapak,karena seperti pernyataan nona Davina,Nona Davina berfikir bahwa saya yang melarang nona Davina menemui pak James padahal itu adalah perintah langsung dari Anda" Jelas Nadine dengan sikap elegan dan profesional
" Saya sudah katakan bahwa saya sudah tidak ingin bertemu kamu lagi kan Davina?,belum puas menghianati perusahanku hingga jauh-jauh datang kesini dan dengan tidak tau malunya kamu mengaku sebagai kekasihku? keamanan seret wanita ini keluar" ucap James dengan sorot mata yang dingin.
James memang terkenal sebagai bos yang dingin dan karismatik. Tanpa seorangpun yang tau bahwa dia hanya luluh terhadap 2 orang wanita yaitu Mamanya dan Tentu saja Nadine.
" Lain kali kalau saya sudah bilang usir, langsung usir. Catat itu Na" sambil mereka memasuki lift
Siang itu mereka masih ada meeting lagi dengan tim perencanaan dan setelah itu selesai sudah dengan segala pertemuan yang meskipun terlihat simpel tapi melelahkan karena harus mengecek segala persiapan penggarapan proyek baru mereka.
Meskipun seluruh hasil rapat bisa dikirim melalui via email,namun sebisa mungkin James lebih suka mengikuti langsung jalannya rapat agar dia bisa berhadapan dengan para karyawannya yang sebenarnya adalah penghasil kekayaannya. Jadi sekalipun James itu bersikap seolah-olah dia itu gunung es,tapi dia masih memiliki karisma untuk dihormati sebagai pemimpin.
Dan setelah Meeting terakhir pada hari itu,James dan Nadine kembali ke ruangan mereka masing-masing. Dan Nadine mendapatkan Laporan bahwa ada beberapa wanita yang datang dan ingin bertemu dengan pak James. Dan tidak berselang lama,Sarah kembali menelfon Nadine.
" Hallo Bu Nadine,ada tamu yang berkunjung ingin menemui Pak James, namanya adalah Nona Soraya dan katanya sudah ada janji temu jam 4 sore" katanya Sarah ditelfon
" ini masih jam setengah 4 sore,tapi baiklah akan aku sampaikan pada beliau" jawab Nadine
Nampaknya tamu kali ini lebih sopan karena tidak menekankan bahwa dia adalah kekasih dari pak James.
" Hallo Pak James,Anda kedatangan tamu Nona Soraya dan dia mengatakan ada janji temu dengan bapak pada pukul 4 sore ini" kata Nadine di sebelah
" Oke Suruh dia keatas sekarang dan tolong buatkan 2 cangkir teh dengan gula terpisah dan kue" kata James
" baik Pak" jawab Nadine
" Sarah tolong antarkan Nona Soraya ke lift agar dia naik ke lantai atas untuk menemui pak James" setelah menutup telfon,Nadine membuatkan teh dan menyiapkan kue
tok..tok...tok
" Masuk Na,bawa tehnya kemari" perintah James
Nadine berjalan menuju sofa yang berada di depan meja kerja James, karena saat ini James menemui tamunya yaitu Soraya di Sofanya dengan duduk berhadapan.
Saat Nadine berada di sebelah Soraya,Nadine melihat bawa kaki Soraya tidak sengaja di selonjorkan. Tapi Nadine bukanlah orang yang berfikiran negatif jadi untuk menghindari agar teh panasnya tidak mengenai Soraya, dia menarik nampan dan bergerak memiringkan badan untuk menghalangi tumpahan teh agar tidak mengenai Soraya.
"Na,ayo ku bawa ke klinik" James mengangkat tubuh Nadine dan mengabaikan keberadaan Soraya
Di perusahaan tersebut memang di sediakan sebuah ruang khusus klinik di setiap lantainya untuk para karyawan.
" Maaf Na aku tidak bisa menjagamu dengan baik" James berlari menuju klinik
" Ini bukan salahmu James,aku yang ceroboh tidak berhati-hati saat berjalan,dan turunkan aku,kakiku tidak sakit jadi aku masih bisa berjalan, lagian ini hanya air panas James" jawab Nadine
" Sudah sampai dan jangan cerewet nyonya" kata James membuat mereka tertawa.
" Hei... pak James,anda meninggalkan tamu anda di kantor" Nadine menyadarkan James
" Aku lebih mencemaskanmu Na" jawab James
" setidaknya bereskan berkasmu James, bukannya berfikiran buruk,tapi ada baiknya mencegah bukan" Nadine memperingatkan
" Baiklah Nyonya" James meninggalkan Nadine di klinik
Di ruangan James,Soraya nampak mencari berkas berharga atau mungkin dokumen penting tentang kontrak kerjasama. Tepat seperti dugaan Nadine.
" Jadi kamu kesini untuk membalas sakit hati adikmu Soraya? Aku menghormatimu karena aku kira kau lebih bijak daripada adikmu, ternyata kalian kakak beradik sama saja, sama-sama rubah" James melipat kedua tangannya dan bersandar diambang pintu
" Hehh... tidak ada yang berharga sama sekali disini,aku sudah membuang waktuku percuma" Soraya berjalan melewati dengan raut wajah kesal untuk menutupi rasa malunya sudah ketahuan oleh James
" Terimakasih sudah membuka topengmu di kantorku" Kata James dan menutup pintu keras tapi dia mengawasi pergerakan Soraya dan memastikan bahwa Soraya tidak ngacak-acak meja Nadine
James bernafas lega saat melihat Soraya menghilang dibalik lift di depan kantornya. Karena seluruh arsip penting lebih banyak berada di meja kerja Nadine.
James segera membereskan segala berkas dan data di meja dan di komputernya untuk segera bergegas ke ruang klinik untuk menemui Nadine.
Namun sebelum itu James menelfon seseorang
" Lex.. tolong perketat penjagaan di depan gedung kantor dan aku ingin dua penjaga di depan kantorku di lantai 17,dan selidiki tentang seluruh kehidupan Davina dan kakaknya Soraya" jelas James dengan rahang mengetat
" siap laksanakan dalam satu jam kedepan, seluruh laporan akan siap dan ku kirim via email saja" Jawab Alex di sebrang
" Tumben,kau mau kemana?? mengikuti Soraya pergi?? heh"tanya James
" Ya kau sudah tau jawabannya kan? kalau begitu aku tutup dulu" kata Alex
" baiklah berhati-hatilah dan Jangan sampai terperangkap di dalam jebakannya" dan James mengakhiri pembicaraan mereka
James berlari menuju ruang klinik setelah memastikan bahwa ada yang berjaga di depan ruangan kantornya. James melihat dada Nadine yang sedang dikompres. Untung saja di kantornya menetapkan kebijakan bahwa karyawan akan di tangani dokter/perawat laki-laki dan untuk para karyawati ditangani oleh dokter/perawat perempuan.
James lega saat Nadine sudah terlelap tidur dengan tenang. Dia terlihat damai dan membuat James juga ikut tenang. James mengenggam tangan Nadine.
thanks for reading 😘😘