
happy reading happy people 😉😉
Terimakasih sudah mampir dan meninggalkan like,vote dan komentar positifnya 😘😘
POV James
Seperti yang dikatakan Nadine,dia mengajakku untuk menemui Om Kenan. Sepulang kerja aku dan Nadine langsung bergegas menuju ke restoran tempat yang telah dijanjikan.
" Kenapa kamu tidak bertanya melalu via telepon?" tanyaku
" Aku sekalian ingin memberi tahu papa Kenan kalau aku sudah bersamamu jadi agar Papa tidak terlalu merasa bersalah. Kemarin aku melihat Papa seperti merasa kecewa sekaligus tidak enak padaku tapi bagaimanapun Papa Kenan ingin Albie bertanggung jawab atas segala perbuatannya pada Mia" jelas Nadine
" Tapi bukankah nanti om Kenan akan bertanya sejak kapan kita bersama? bukankah ini jadi menjelaskan kalau kamu selingkuh dibelakang Albie?" Tanyaku karena aku sungguh khawatir dengan pandangan om Kenan terhadap Nadine
" Tidak masalah karena memang begitulah kenyataannya James,aku tidak takut apapun tanggapan Papa Kenan,selama kamu ada disampingku" jawab Nadine dan akupun menggenggam tangannya
Tiba-tiba seseorang datang menghampiriku dan Nadine yang sedang duduk dikursi restoran. Dia langsung menarik tangan Nadine dariku.
" Dine beri aku kesempatan,aku ingin berubah dan aku ingin hidup bersamamu" Albie berlutut dihadapan Nadine
" Bie lepaskan tanganku,aku sudah memberikan banyak waktu, perhatian dan seluruh kesabaranku,tapi apa pernah kamu lihat perasaanku yang telah kamu sakiti? kamu memang setia tapi aku merasa bersama kehampaan Bie,kamu kemana saja selama ini hingga baru sekarang minta kesempatan?" tanya Nadine dengan menepis tangan Nadine
Albie masih bersikeras dan semakin mengeratkan genggaman tangannya pada Nadine.
" Bie lepaskan tangan Nadine,kamu sudah sering menyakitinya" aku melepaskan tangan Albie dari tangan Nadine
" Kapan aku menyakiti kamu Dine? Tolong jelaskan" Albie memohon dan hal ini menyebabkan banyak mata yang memperhatikan kami
" Terlalu sibuk,terlalu dengan Mia, terlalu tidak peduli denganku,tidak pernah membelaku saat orang menyalahkanku,tidak pernah ada saat aku sakit atau kesulitan,apa kamu pernah tau makanan kesukaanku, tempat yang ingin ku tuju,hal apa yang membuatku tenang? apa kamu tau password pintu apartemenku? coba sebutkan warna kesukaanku" Tanya Nadine
Albie diam membisu tidak bisa menjawab segala pertanyaan Nadine.
" Tidak bisa jawab kan? apanya yang hubungan pertunangan,dimana letaknya kamu mencintaiku dengan perbuatan, Aku nyariin kamu saat makan malam kita batal sudah seperti orang gila menangis sepanjang jalan pulang" terang Nadine dan aku tidak bisa angkat bicara disaat seperti ini
" Maafkan aku Dine,aku akan memperbaiki segalanya. Beri aku kesempatan" jawab Albie masih bersikeras
" Tidak ada yang perlu diperbaiki, kalian memang tidak di takdirkan untuk bersama" Om Kenan datang memotong pembicaraan dan kami bertiga nmenoleh serempak
Om Kenan datang dengan seorang perempuan yang juga seumuran dengannya yang aku tau dia adalah suster kepala dari panti asuhan.
" Papa kenapa kesini dengan suster kepala?" tanya Nadine
" Maaf aku terlambat datang karena harus menjemput suster dan ada hal yang harus papa jelaskan dan ini hanya diketahui oleh suster kepala" jawab om Kenan dan kami semua duduk dikursi masing-masing
" Kalian Berdua adalah saudara dari papa,maaf papa terlambat mengetahuinya saat kemarin tidak sengaja mendengar pembicaraan antara Nadine dan James di panti" terang om Kenan
" jadi itu yang membuat Papa syok dan terkena serangan jantung ringan?" tanya Nadine
" iya Papa kaget saat mendengarnya,Papa tidak tau kalau ibu kandungmu adalah Dineta,yang Papa tau kamu adalah anak dari Rudi Cokrodiningrat dan Seruni" jawab Om Kenan
Hal ini membuatku terkejut sekaligus lega karena Albie tidak akan bisa menikah dengan Nadine selamanya.
" Lalu bagaimana bisa Nadine berakhir dipanti dan di adopsi oleh pak Rudi Cokrodiningrat Om? Apakah Om menelantarkan Nadine?" tanyaku penasaran
" Tidak,Saat Nadine lahir Papanya terpaksa meninggalkan mereka dan tidak pernah kembali,Dineta ibu Nadine adalah salah satu suka relawan panti yang sudah ku anggap adikku sendiri dan saat Nadine berumur 1 tahun,Dineta meninggal dunia. Dan di saat-saat terakhirnya dia mengatakan tidak memperbolehkan Nadine bertemu dengan Kenan dan Dineta memintaku untuk menyerahkan Nadine pada Seruni sahabatnya untuk di adopsi" jawab suster kepala
" Jadi Papa menikahi Mama lalu menikahi mamanya Nadine?" Tanya Albie
" Bukan,Saat itu Kakekmu tidak merestui hubungan Papa dan Mama,Mama di paksa pulang dan Papa disuruh menandatangani surat pernyataan cerai kalau tidak kamu akan dibunuh oleh Kakekmu,saat itu kamu berusia 1 tahun,Kalian berdua berharga bagi Papa, jadi Papa terpaksa menandatanganinya" jelas om Kenan
" Dan setelah itu Papa langsung menikah dengan mamanya Nadine?" tanya Albie
" Tidak,Papa waktu itu depresi berat dan hampir masuk rumah sakit jiwa,Tapi Papa disarankan untuk mengikuti bakti sosial di sebuah panti oleh seorang psikiater yang papa temui,Disanalah Papa bertemu Mamanya Nadine yang memiliki senyuman yang menenangkan pikiran Papa,saat itulah Papa jadi ingin hidup lebih baik lagi" jawab Om Kenan dan akupun merasa hal yang sama saat melihat senyum Nadine
" Setahun setelahnya Papa baru menikah dengan mamanya Nadine dan di saat kamu berumur 3 tahun dan Mamanya Nadine tengah hamil besar,Kakekmu menyuruh Papa kembali karena mamamu sakit keras sejak kepergian Papa. Dan lagi-lagi Kakekmu mengancam Papa akan membunuh Dineta jika Papa tidak bersedia mengikuti beliau" Lanjut Om Kenan
Aku terus menggenggam tangan Nadine karena dia sangat syok dengan kenyataan ini. Kenapa Kakek Albie begitu tega terhadap cucunya hanya karena keegoisannya.
" Lalu Papa menceraikan Mama juga?" tanya Nadine
" Tidak pernah,bahkan Papa selalu datang menemui Mamamu diam-diam tapi Dineta selalu mengusir Papa untuk melindungimu, karena takut kakeknya Albie mendatangimu dan Mamamu" jawab Om Kenan
" Setelah Mama Rana sembuh kakeknya Albie menyuruh kami menikah lagi kalau tidak Albie dan Nadine taruhannya,tapi saat Nadine lahir hingga Dineta meninggal,dia tidak pernah memberi tahu namamu Dine, jadi selama ini Papa benar-benar tidak tau keberadaanmu" lanjut Om Kenan
" Lalu kenapa mama ingin aku diadopsi oleh ibu Seruni? bukankah dipanti juga sudah cukup" tanya Nadine
" Itu adalah janji Seruni untuk Dineta,Seruni akan menolong apapun saat Dineta butuh bahkan nyawapun rela karena Dineta telah berkali-kali menyelamatkan Seruni, Mereka sama-sama hidup sebatang kara di kota Jakarta,dan memulai semuanya dari nol bekerja tapi juga menjadi sukarelawan di panti" terang suster kepala
" Tapi kan ada syaratnya jika ingin mengadopsi anak" tanyaku
" Seruni memenuhi semua syaratnya hanya untuk Dineta, Bekerja di perusahaan besar dan berhasil menikah dengan pengusaha asal Yogyakarta,dan menunda memiliki momongan, jadi syarat secara finansial dan syarat belum memiliki anak minimal 5 tahunpun ditempuhnya agar bisa mengadopsi Nadine,baru setelah itu seruni program hamil,Dan kasih sayangnya kepada Nadine tidak pernah berkurang" jelas suster kepala
Sebenarnya siapakah Ibu Dineta ini,aku bertanya-tanya sendiri. Kenapa bisa membuat seseorang menempuh jalan seperti itu untuk mengadopsi Nadine, benar-benar ibu yang memastikan kehidupan anaknya berjalan dengan baik. Sungguh luar biasa Pengorbanan mereka untuk Nadine. Dan aku beruntung bisa bersama dengan Nadine.
Aku melihat air mata Nadine mulai membasahi pipi Nadine,aku mengusapnya dan terus menggenggam tangannya dan hal ini tidak luput dari perhatian Albie.
" Apakah kamu mau pulang Na?" Tanyaku karena aku tau hal ini sungguh menyesakkan bagi Nadine
thanks for reading 😘😘