
Happy reading happy people 😉😉
Terimakasih sudah mampir dan meninggalkan like dan komentar positifnya 😘😘
POV Author
Di apartemen Nadine
Nadine buru-buru bangun karena takut telat. gerakan tiba-tiba Nadine membuat James turut terbangun dan dia bertanya
" kenapa?ada apa?" James sambil mengucek mata
" ini sudah jam 9 Je,kita terlambat sayang" kata Nadine dengan menyibak selimutnya dan hendak turun
" Hei.. mau kemana? hari ini seluruh pegawai cuti bersama sayang, kamu lupa?" James mengingatkan dengan memegang tangan nadine, mencegahnya untuk turun
" sudahlah ayo kita lanjutkan yang semalam" James menarik tangan Nadine
" Je... Badanku rasanya sudah remuk semua,aku mau turun dan membuat sarapan untuk kita,kamu mau makan apa?" tanya Nadine
" aku maunya makan kamu" James tertawa
" sudah cukup makan akunya Je,aku lapar aku mau sarapan" tegas Nadine dan dia berlalu keluar kamarnya
Sebelum ke dapur,Nadine kembali masuk kamar untuk mandi terlebih dahulu dan hampir saja James ikutan masuk ke kamar mandi. Nadine tau jika James akan terus memakannya jika mereka masuk ke kamar mandi berdua. Jadi Nadine sesegera mungkin berlari mendahului James. setelah mandi Nadine berganti baju dan pergi ke dapur.
Setelah sarapan, mereka berdua duduk di sofa di depan tv. Nadine sedang serius merevisi segala berkas yang akan mereka bawa saat meeting di luar kota besok. Sesekali James membantu Nadine tapi juga mengganggu Nadine yang sedang serius dengan laptopnya.
" Je.. sayang.. kalau kamu begini terus aku kapan selesainya?" tanya Nadine dengan kesal
" Aku tidak suka kamu serius dengan laptopmu terus Na... Ini libur dan kamu masih saja mengurus segala berkas" James mulai cemberut
" baru kali ini melihat dia cemberut gini" batin Nadine
" yasudah begini saja,aku selesaikan dulu berkas ini dan kita akan pergi ke suatu tempat" tawar Nadine
" baiklah,cepat selesaikan" kata James sambil melipat tangan dan bersandar di sandaran sofa
" Dasar my Bear" Nadine mencubit pipi James gemas karena baru kali ini melihat sikap kekanakan James
" sakit sayang, kenapa memanggilku bear? memangnya aku beruang?" tanya James
" ya kamu kayak boneka beruang yang biasa aku peluk tiap malam dan lagian kamu kan memang ber-uang,yang artinya banyak uang" jelas Nadine
" jadi sekarang aku mengantikan boneka beruangmu itu? baiklah kalau begitu kamu my honey" James
" karena madu makanan beruang gitu?" tanya Nadine
" benar sekali,pinter banget sih sayangku ini" James mencubit pipi Nadine dan menciumnya
" sudah segera selesaikan berkasnya" James kembali ke posisi semula bersandar pada sandaran sofa
Setelah hampir setengah jam berkendara, mereka sampai di sebuah panti asuhan. Sebenarnya James sudah tau kalau Nadine adalah seorang anak yatim-piatu,namun dia lebih suka mendengarkan cerita Nadine dari mulut Nadine secara langsung. Karena James suka melihat segala ekspresi wajah Nadine.
" Tempat ini adalah keluargaku yang sebenarnya" tutur Nadine dan dia mengandeng tangan James
" Ayo masuk Je" ajak Nadine
" Tapi kita tidak membawa apa-apa" kata James
" tidak apa-apa karena hari ini adalah hari memanggang kue,kamu mau kan bantu-bantu aku di dapur?" tanya Nadine
" Dengan senang hati,ayo kita masuk" James mengikuti langkah Nadine
Nadine sangat senang James mau ikut masuk dan membantunya di dapur untuk memanggang kue. Selama ini Albie tidak pernah mau jika diajak ke panti dengan alasan sibuk dan sebagainya. Yang Albie kenal adalah ayah yang mengadopsi Nadine sejak SD yang bertempat tinggal di Yogyakarta.
Suster kepala mengantar keduanya ke dapur dan mereka ditinggalkan karena saat itu suster kepala sedang ada tamu dan anak-anak panti sedang dalam kegiatan belajar.
" Kamu pasti tau riwayat hidupku dari profil kerjaku kan Je?" tanya Nadine sambil membuat adonan kue
" Tapi aku lebih suka mendengarkannya langsung" jawab James
" Dulu waktu SD,aku di adopsi oleh seorang pengusaha kaya yang belum memiliki anak dalam 5 tahun pernikahan mereka. Bapak Rudi Cokrodiningrat orang terpandang yang sangat baik dan istrinya ibu Seruni juga orang yang sangat lemah lembut. Mereka memperlakukanku seperti anak sendiri. Bahkan setahun kemudian saat ibu Seruni melahirkan seorang bayipun kasih sayang mereka tidak pernah berubah. Mereka merasa aku seperti keberuntungan dalam hidup mereka" Nadine bercerita
" Kalau ayahmu pengusaha, kenapa kamu tidak bekerja di perusahaannya?" tanya James
" dari waktu aku SMP banyak yang mengatakan karena aku anak pengusaha makanya aku pintar,karena aku anak pak Rudi makanya bisa masuk sekolah mahal,ada juga yang mengatakan padahal anak orang kaya kenapa mengambil beasiswa untuk orang miskin? Padahal aku saat itu berusaha untuk tidak merepotkan keluarga bapak Rudi,akupun selalu menjaga diri dan etika dalam bersosial karena aku menyandang nama Bapak Rudi Cokrodiningrat. Dan setelah itu perlahan tapi pasti aku mencoba mandiri dan keluar dari keluarga pak Rudi" jelas Nadine
" Kenapa ayahmu membiarkan kamu mengambil beasiswa tersebut? dan saat keluar dari keluarga mereka apakah mereka menahanmu?" tanya James penasaran
" Tentu saja beliau melarangku mengambil beasiswa tersebut serta menahan untuk tetap tinggal di rumah mereka. Namun aku bersikeras untuk hidup tanpa bergantung dari nama beliau,aku ingin diakui sebagai Nadine bukan sebagai putri dari pak Rudi Cokrodiningrat. Mereka memang sangat baik padaku dan selalu mendukung keputusanku tapi aku juga tidak ingin jika aku berbuat salah maka nama mereka ikut tercemar, temanku bahkan tidak ada yang tau jika aku seorang anak adopsi" jelas Nadine
Setelah selesai mencetak dan terakhir mereka memanggang kue tersebut, mereka berdua duduk berhadapan di kursi dapur sambil menunggu kuenya matang dan meneruskan cerita Nadine.
" Jadi kamu sangat menjaga nama mereka? aku jadi salut sama kamu Na,di usiamu yang kebanyakan anak emosi atau bahkan bisa depresi dengan segala macam tekanan yang ada,kamu masih bisa bertahan dan berdiri sebagai Nadine yang ku kenal saat ini. Dan orang tuamu juga benar-benar baik. Selalu mendukung keputusanmu" tegas James
" Tentu saja aku menjaga nama mereka, karena mereka orang tua adopsi terbaik, menghapuskan stigma negatifku tentang orang tua asuh yang semena-mena terhadap anak yang telah mereka adopsi. Dan aku bisa menyelesaikan pendidikanku juga berkat dukungan mereka" Nadine
" Apakah kamu tidak mengunjungi mereka?" tanya James
" Aku mengunjungi mereka sebulan sekali. Saat aku kuliah di Surabaya lalu di Jakarta,aku mengunjungi mereka jika sedang liburan saja. Namun sekarang aku bisa mengunjungi mereka sebulan sekali. Kamu tau sendirilah gajiku sebagai marketing berapa,belum lagi kalau dapat bonus dan sekarang malah menjadi sekretaris,jadi aku bisa pulang naik pesawat biar cepat" jawab Nadine
" Apakah kamu tau siapa orang tua kandungmu?" tanya James
" Aku hanya tau nama ibuku Dineta Berliana dari suster kepala,Ibuku meninggal saat usiaku masih 1 tahun dan yang aku tau ayahku berinisial Na karena menurut keterangan surat yang ditinggalkan ibu, nama Nadine adalah gabungan dari nama ayah dan ibu sedangkan Safira diambil dari batu Safir" jelas Nadine
Bruuukkk...
Seseorang pingsan di depan pintu dapur yang terbuka
thanks for reading 😘😘