Scandal with my affair

Scandal with my affair
Di Balik Topeng



Happy reading happy people 😉😉


Terimakasih sudah berkunjung dan meninggalkan like,vote,dan komentar positifnya 😘😘


Beberapa jam sebelum pertemuan di restoran..


POV Albie


Aku merasa kacau setelah pembatalan pertunanganku kemarin. Papa memutuskan untuk membatalkan pertunanganku dengan Nadine dan Nadine pun menyetujuinya.


Aku pergi ke pantry sendiri karena aku lihat Mia tidak sedang berada di kursinya. Namun saat aku hendak membuka pintu aku mendengar suara Mia yang berada di dalam pantry dengan seseorang.


" Kerjamu cukup bagus,dan ini bayarannya" Kata Mia dan ini membuatku terkejut namun aku diam untuk menyimak hal apa yang sedang mereka bicarakan


" Apakah akhirnya Nadine sudah benar-benar terpisah dari pak Albie? " tanya seorang wanita


" Sudah tapi tampaknya dia tidak terpengaruh dan biasa-biasa saja,Tapi aku tidak peduli yang penting Albie sudah berada dalam genggamanku" jawab Mia,ini bukan seperti Mia yang aku kenal


" Mungkin karena dia sekarang selalu menempel pada Pak James jadi dia tidak peduli pada Pak Albie lagi" terka wanita itu


" Albie masih bisa goyah hatinya saat denganku tapi jika James sudah jatuh cinta dia tidak akan pernah melepaskan wanitanya hingga wanita itu tiada. Jika kamu menyukai James lebih baik urungkan niatmu,James itu cowok bucin dan tidak akan melepaskan cintanya dengan mudah, sekalipun dia dihianati dia akan bertahan dan tetap membahagiakan orang yang dia cinta. Dulu aku juga sempat berharap James bisa jatuh cinta padaku karena waktu SMA kami bertiga selalu bersama,tapi aku bukan tipenya." jawab Mia dan kenyataan ini yang membuatku bersalah pada Nadine, Cintaku padanya ternyata tidak sebesar Nadine mencintaiku.


" Sungguh menarik,Nadine seperti mendapatkan yang dia mau, Apa yang menyebabkan Pak James bisa jatuh cinta pada seorang Nadine?" tanya wanita tersebut


" James adalah orang yang menyukai gadis yang sederhana dan pekerja keras dan tentunya hati yang murni dan memiliki senyum yang membuatnya tenang karena James adalah orang yang sibuk dan banyak urusan jadi wanitanya harus yang berhati lembut jadi dia tidak akan mungkin menoleh pada gadis manapun jika sudah ada Nadine yang disampingnya" jawab Mia


" Setelah dari pak Albie lalu sekarang dengan pak James, sungguh wanita yang beruntung" jelas wanita tersebut


" Apapun itu aku sudah tidak peduli dan ingat jangan sampai siapapun tau kalau aku yang mengirimkan bukti foto ke rumah Albie" perintah Mia.


Sungguh aku benar-benar tidak menyangka bahwa Mia bisa melakukan hal seperti itu, mengirimkan foto ke rumah dan ditemukan Papa, Padahal dia tau Papa dan Mama baru pulang dari rumah sakit. Aku mengira dia tulus seperti Nadine. Dan tampangnya yang rapuh itu hanya topeng saja. Jadi selama ini dia sengaja menjauhkan aku dari Nadine. Aku harus meminta maaf pada Nadine.


Aku bergegas menuju ruangan ku untuk menelfon Nadine tapi panggilannya sedang sibuk. Lalu aku menelfon Papa untuk bertemu dan memberi tahu bahwa aku tidak ingin menikah dengan Mia.


" Maaf Nak tapi hari ini Papa sudah ada janji dengan Nadine di restoran,ini Papa sudah ada dijalan,Nanti malam saja dirumah kita bicarakan masalah yang ingin kau sampaikan" jawab Papa saat aku ingin bertemu dengannya


" Kalau begitu dimana kalian akan bertemu?" tanyaku agar aku bisa sekalian menjelaskan pada Nadine


" Di Restoran France, kalau begitu Papa matikan dulu telfonnya, Papa sedang dijalan" jawab Papa


" Baiklah Pa" jawabku dan setelah jam pulang aku bergegas menuju restoran tempat Papa dan Nadine bertemu


Aku Sampai di restoran namun aku tidak melihat Papa yang aku lihat malah Nadine dan James yang berpegangan tangan. Akupun reflek menarik tangan Nadine agar terlepas dari tangan James.


" Bie lepaskan tanganku,aku sudah memberikan banyak waktu, perhatian dan seluruh kesabaranku,tapi apa pernah kamu lihat perasaanku yang telah kamu sakiti? kamu memang setia tapi aku merasa bersama kehampaan Bie,kamu kemana saja selama ini hingga baru sekarang minta kesempatan?" tanya Nadine dengan menepis tanganku


Aku semakin mengeratkan genggaman tanganku pada Nadine.


" Bie lepaskan tangan Nadine,kamu sudah sering menyakitinya" James melepaskan tanganku dari tangan Nadine


" Kapan aku menyakiti kamu Dine? Tolong jelaskan" Aku memohon


" Terlalu sibuk,terlalu dengan Mia, terlalu tidak peduli denganku,tidak pernah membelaku saat orang menyalahkanku,tidak pernah ada saat aku sakit atau kesulitan,apa kamu pernah tau makanan kesukaanku, tempat yang ingin ku tuju,hal apa yang membuatku tenang? apa kamu tau password pintu apartemenku? coba sebutkan warna kesukaanku" Tanya Nadine padaku


Aku hanya bisa terdiam, karena memang aku tidak tau apapun tentang Nadine. Kesukaannya, tempat yang dia ingin kunjungi atau bahwa warna yang dia suka,aku sungguh tidak tau apa-apa. Aku sungguh menyesal telah menyia-nyiakan Nadine


" Tidak bisa jawab kan? apanya yang hubungan pertunangan,dimana letaknya kamu mencintaiku dengan perbuatan, Aku nyariin kamu saat makan malam kita batal sudah seperti orang gila menangis sepanjang jalan pulang" terang Nadine dan aku tidak tau harus menjawab apa


" Maafkan aku Dine,aku akan memperbaiki segalanya. Beri aku kesempatan" jawabku masih bersikeras karena hanya itu yang bisa ku ucapkan


" Tidak ada yang perlu diperbaiki, kalian memang tidak di takdirkan untuk bersama" Papa datang memotong pembicaraan dan kami bertiga menoleh serempak.


Hal ini membuatku semakin tidak bisa berkutik Karena aku tidak bisa membantah Papa.


" Papa kenapa kesini dengan suster kepala?" tanya Nadine


" Maaf aku terlambat datang karena harus menjemput suster dan ada hal yang harus papa jelaskan dan ini hanya diketahui oleh suster kepala" jawab Papa dan kami semua duduk dikursi masing-masing


" Kalian Berdua adalah saudara dari papa,maaf papa terlambat mengetahuinya saat kemarin tidak sengaja mendengar pembicaraan antara Nadine dan James di panti" terang Papa


Kekonyolan apa lagi ini. Aku dan Nadine bersaudara. Sungguh takdir yang begitu kejam. Kenapa saat aku menyesal dan ingin berubah malah kenyataannya aku dan Nadine adalah saudara. Aku tidak pernah tau Mama melahirkan seorang anak lagi. Dan bagaimana bisa Papa baru menyadarinya. Setelah menyimak penjelasan Papa dan suster kepala aku jadi berfikiran bahwa papa selingkuh dibelakang Mama. Akupun bertanya pada Papa.


" Jadi Papa menikahi Mama lalu menikahi mamanya Nadine?" Tanyaku


" Bukan,Saat itu Kakekmu tidak merestui hubungan Papa dan Mama,Mama di paksa pulang dan Papa disuruh menandatangani surat pernyataan cerai kalau tidak kamu akan dibunuh oleh Kakekmu,saat itu kamu berusia 1 tahun,Kalian berdua berharga bagi Papa, jadi Papa terpaksa menandatanganinya" jelas Papa dan aku tidak menyangka kakek berniat membunuhku


" Dan setelah itu Papa langsung menikah dengan mamanya Nadine?" tanyaku lagi karena aku marah terhadap Papa


" Tidak,Papa waktu itu depresi berat dan hampir masuk rumah sakit jiwa,Tapi Papa disarankan untuk mengikuti bakti sosial di sebuah panti oleh seorang psikiater yang papa temui,Disanalah Papa bertemu Mamanya Nadine yang memiliki senyuman yang menenangkan pikiran Papa,saat itulah Papa jadi ingin hidup lebih baik lagi" jawab Papa dan aku tidak menyangka dengan hal itu


" Setahun setelahnya Papa baru menikah dengan mamanya Nadine dan di saat kamu berumur 3 tahun dan Mamanya Nadine tengah hamil besar,Kakekmu menyuruh Papa kembali karena mamamu sakit keras sejak kepergian Papa. Dan lagi-lagi Kakekmu mengancam Papa akan membunuh Dineta jika Papa tidak bersedia mengikuti beliau" Lanjut Papa,aku jadi kecewa dengan kakek yang aku anggap orang yang sangat baik dan aku jadikan panutan.


Aku melihat Nadine menanggis dan James menggenggam tangan Nadine. Aku jadi geram melihat mereka berdua. Dan James mengantar Nadine pulang,Dan akupun mengajak Papa pulang bersamaku setelah mengantar suster kepala.