
Happy reading happy people 😉😉
Terimakasih sudah mampir dan meninggalkan like dan komentar positifnya 😘😘
Ibu Anne binggung saat berhadapan dengan orang tua kandung Jena nanti.
POV Author
Sebenarnya ibu Anne tidak tau juga keberadaan keluarga Jena. Namun dia menelusuri jejak dari keluarga Diana,siapa tau mereka mengenal orang tua kandung Jena.
Setelah bertanya pada pejabat luar negeri yang dia kenal, akhirnya ibu Anne tau bahwa Diana adalah putri bungsu bapak Wira yang pernah bekerja sama dengannya sebelum menjabat menjadi wali kota Paris.Ibu Anne tau betul alamat rumah bapak Wira.
Kediaman keluarga Wira...
Keluarga besar James dan Nadine tidak ada yang tau tentang hilangnya Jena karena khawatir akan keadaan Mama Rana dan Papa Kenan karena Jena adalah cucu pertama mereka begitu pula bagi ibu Seruni dan bapak Rudi. Mereka taunya Nadine dan James ke California untuk menangani Perusahaan disana bersama dengan Diana. Dan mereka juga belum mengetahui kematian Diana.
tok..tok...
Siang yang tenang di rumah keluarga besar Wira kedatangan tamu. Dan beliau adalah ibu Anne.
" Good Afternoon, Is Mr.Wira at home? ( siang, apakah pak Wira di rumah?)" tanya ibu Anne
" Ada, silahkan masuk. Saya akan panggilkan tuan sebentar" jawab pelayan (dalam bahasa Inggris)
" Mrs.Anne,what are you doing here?( Ibu Anne,Apa yang anda lakukan disini?)" tanya bapak Wira
" May i ask Mr.Wira?" (boleh saya bertanya pak Wira?)
" sure" (tentu)
" Sit down please!" (silahkan duduk) kata pak Wira mempersilakan duduk ibu Anne dan keponakannya
" Who is Diana?" (siapa Diana?) tanya ibu Anne
" My daughter, what's wrong?" (Putriku,apa ada yang salah?) Tanya Pak Wira
" How about Jena?" (bagaimana tentang Jena?)
" daughter of my grandchild( anak dari cucuku)
" may i meet up with Jena's parents?" (Bolehkah saya bertemu dengan orang tua Jena?)"
" Sorry can't, Because they are in California USA now" (Maaf tidak bisa, karena mereka berada di California Amerika)"
" there are problem?"( ada masalah?) tanya pak Wira
Karena sepertinya keluarga ini tidak tau tentang keadaan Diana dan Jena,Anne berfikir lebih baik memberi tahu kabar tentang Diana dan Jena kepada orang tua Jena. Karena siapa tahu saat ini kedua orang tua Jena sedang mencari Jena tanpa sepengetahuan keluarga pak Wira.
" May i have their number? Jena's parents because a urgent reason" (bolehkah saya minta nomor mereka? orang tua Jena karena sebuah alasan darurat"
" Sure" (tentu)
Setelah mendapatkan nomor ponsel James dan Nadine,Ibu Anne mengabari mereka tentang kematian Diana dan kecelakaan pesawat yang dialami ibu Anne dalam perjalanan mengembalikan Jena ke Indonesia.
James tidak percaya dengan apa yang dia dengar. Bagaikan petir disiang bolong,hal ini benar-benar pukulan keras bagi James. Bagaimana caranya menyampaikan hal ini kepada Nadine yang saat ini tidak pernah bergairah dalam hal apapun yang ada dipikirannya adalah bagaimana caranya menemukan putrinya Jena.
Di sisi lain...
Waktu kecelakaan pesawat Air France waktu lalu,Jena yang saat itu terlepas dari pelukan Ibu Anne yang sedang pingsan jadi menanggis,dia haus dan keadaan di sekelilingnya kacau berantakan. Dan saat ada puing yang hampir menimpa Jena kecil,Ada seseorang yang menggendongnya lalu orang tersebut lari menuju pintu keluar karena pesawat sudah mendarat dengan sempurna meskipun hampir separuh badan pesawat hancur.
Karena saat menolong Jena bapak tersebut tidak sempat memperhatikan sekelilingnya,jadi dia tidak tau siapa orang tua Jena lagipula banyak korban tewas dan ada juga yang luka-luka. Dia membawa Jena pulang karena tidak tega pada Jena.
Bapak tersebut adalah Pak Tanu Hoorne salah satu pejabat Indonesia yang bertugas sebagai kedutaan Indonesia di Prancis. Beliau juga masih belum dikaruniai anak jadi bagaikan mendapatkan keberuntungan di dalam musibah,pak Tanu membawa pulang Jena dengan perasaan penuh syukur.
Dan sekali lagi,Jena Memang ditakdirkan berada dalam lingkup keluarga kaya. Saat hilang dari James dan Nadine,Jena diberikan pada Ibu Anne, wali kota Paris,dan sekarang dia ditemukan oleh pak Tanu.
" Sayang kau tampak kacau,Dan anak cantik ini anak siapa?" Tanya Erika istrinya saat pak Tanu tiba dirumahnya
" Aku tidak tau siapa orang tuanya. Saat kecelakaan pesawat,aku berusaha mencari jalan keluar dan saat itu anak ini berada di tengah jalan dan hampir tertimpa puing pesawat jadi aku menyelamatkannya dan berlari keluar pesawat. Kebanyakan korban tewas seketika dan ada juga yang luka-luka" jawabnya
" Ayo masuk aku akan buatkan teh hangat setelah itu akan aku mandikan anak ini" kata Erika
" Apa sebaiknya kita adopsi saja anak ini?" tanya pak Tanu
" Jangan sembarangan sayang,kita tidak tau orang tuanya masih hidup atau tidak,kita bisa dituntut dengan tuduhan penculikan anak" jawab Erika
" Baiklah besok aku akan mencari tau ke Bandara"
Keesokan harinya pak Tanu ke bandara untuk mengecek apakah ada yang kehilangan anak kecil berusia sekitar 2 tahun. Dan Ibu Anne sudah mendatangi bandara beberapa jam lebih awal dari Pak Tanu dan mendapati jenazah yang dia kira itu adalah Jena sudah terbaring dan badannya sudah tidak bisa dikenali dan untuk tes DNA juga tidak bisa,mengingat Jena bukan anaknya dan setelah dari rumah pak Wira dan menghubungi James, sepertinya James tidak bisa pulang dalam waktu dekat.
Sebaliknya Pak Tanu di hadapkan Jenazah keluarga yang dikira petugas adalah keluarga Jena. Jadi, dengan segera pak Tanu mengurus segala administrasi untuk mengadopsi Jena.
saat dirumahnya...
" Sayang aku membawa kabar baik dan buruk,kau mau dengar mana dulu?" tanya Pak Tanu
" Buruk dulu baru baik"
" Berita buruknya keluarga anak kecil ini sudah meninggal semua dan kabar baiknya aku sudah mengurus surat untuk mengadopsinya" kata Pak Tanu sambil mengangkat Jena dari pelukan Erika
" Benarkah,aku kasihan padanya dan juga senang jika bisa mengadopsi anak secantik ini bolehkah aku memberikan nama"
" Tentu,siapa namanya?"
" Mai Davika Hoorne"
" Apa artinya?" tanya pak Tanu
" Mai adalah keteguhan, kebijaksanaan, pengaruh dan kekuasaan dan Davika artinya Dari Erika dan Hoorne nama belakangmu" jelas Erika
" Kebetulan di Perancis Mai artinya musim semi dan kemarin disana juga musim semi" kata Pak Tanu
Mereka berdua senang bukan kepalang,sedangkan kedua orang tua kandung Jena sedang berkabung atas berita kecelakaan pesawat yang mereka fikir menewaskan Jena. James dan Nadine juga tidak mau Jena di autopsi yang menyebabkan kesalahpahaman ini semakin dalam.
Bersambung...
Thanks for reading 😘😘