
Happy reading happy people 😉😉
Terimakasih sudah mampir dan meninggalkan like komentar dan votenya 😘😘
POV Author
Keesokannya jam 5 pagi,Nadine dan James bersepeda di sekitar tugu pahlawan Surabaya karena jalan masih sepi dan tempatnya juga dekat dengan hotel tempat mereka menginap.
" Banyak juga yang lari pagi" kata Nadine
" apa kamu lebih ingin lari pagi Na? kita bisa memarkirkan sepeda ini di tepi jalan depan jadi kita bisa lari" tawar James
" Tidak usah,aku senang selama itu bersamamu" jawab Nadine
" Jadi sekarang kamu ikutan gombal receh?" Tanya James sambil memundurkan punggungnya
" Hahaha... emangnya kamu,kalau aku serius lah Je" Jawab Nadine dengan tertawa dan tangan kirinya mendorong punggung James pelan
" Loh aku selama ini juga serius Na,kamu aja yang salah tingkah sendiri dan menganggap aku mengodamu" jelas James
" Apakah kita balik ke Jakarta nanti sore?" Tanya Nadine
" Hei... jangan mengalihkan pembicaraan Na" James menoleh dan mendapati Nadine yang pipinya sudah merona
" Kan benar ku bilang,kamu jadi salah tingkah dan sekarang pipimu merona" goda James
" Ini karena aku mengikuti tempomu bersepeda Je,kalau pakai yang sendiri-sendiri aku tidak akan selelah ini dan badanku sudah berkeringat tentu saja pipiku juga ikut merona" jawab Nadine menutupi rasa malunya
" Baiklah terserah kamu saja,dan untuk balik ke Jakartanya besok saja,aku ingin berlibur denganmu hari ini" Jawab James
" berarti seluruh jadwal pertemuan harus di reschedule dong?" tanya Nadine karena dia sudah membayangkan akan menelfon banyak pihak jika harus reschedule
" Tentu saja,kamu tidak perlu reschedule. Hanya saja kabarkan kepada para klien jika pertemuannya tidak bisa denganku langsung melainkan dengan Albie" Jawab James
" Tapi pasti ada beberapa pihak yang maunya meeting denganmu secara langsung James,kalau sudah begitu jelas harus reschedule meeting" terang Nadine
" yasudah atur saja yang bersedia meeting dengan Albie dan reschedule untuk yang tidak mau dengan wakilku,Ayo kita kembali ke hotel" jawab James sambil mereka memutar arah untuk kembali ke hotel
Di Tempat Lain...
Kenan sudah boleh pulang karena dia tidak betah di rumah sakit dan sudah merasa lebih baik apalagi dia tidak mau Albie terus-terusan menjaganya padahal Albie banyak kerjaan di kantor.
Sebenarnya Kenan masih tidak percaya dengan apa yang dia lihat dan dengar saat di panti kemarin. Nadine duduk berdua dengan James didapur panti.
Kenan pulang di jemput supir suruhan Albie.Dan sesampainya di depan rumah,Kenan melihat ada sebuah amplop yang tergeletak di depan pintu. Diapun mengambil amplop tersebut dan membawanya masuk.
Supir memasukkan tas Kenan kemudian keluar sedangkan Kenan duduk dengan masih memegang amplop coklat yang di bawanya dari depan pintu. Tidak ada nama yang tertera dan saat membukanya dia lebih kaget dari kemarin. Kenan memegang dadanya berusaha mengatur nafas karena dia tidak ingin Rana juga syok saat melihatnya. karena Albie tidak mengatakan bahwa Papanya masuk rumah sakit melainkan mengantar Nadine ke Surabaya,dan Rana pun percaya mengingat kedekatan Kenan dengan Nadine melebihi kedekatannya dengan Albie.
Setelah menelan beberapa obat pereda nyeri,Kenan menelfon Albie dan Nadine agar malam ini mereka bertemu di sebuah restoran agar masalah ini tidak terdengar oleh Rana yang juga baru sembuh dari sakitnya.
Di Surabaya..
Siang itu Nadine dan James sedang makan siang di sebuah restoran di pusat kota. Nadine menerima panggilan dari Kenan.
" Hallo.. Pa, apakah Papa sudah baikan?" tanya Nadine
" Sudah Nak,baru saja papa pulang ke rumah" jawab Kenan lembut
" Syukurlah jika Papa sudah keluar rumah sakit,papa istirahat baik-baik jangan lupa minum obat tepat waktu dan jangan capek-capek" saran Nadine
" Baiklah aku usahakan untuk Papa,tapi aku tidak janji ya Pa, soalnya aku masih ada di Surabaya" jawab Nadine
" Ya sudah, Kamu baik-baik ya disana dan hati-hatilah di jalan saat pulang" jawab Kenan
" Iya Pa" Nadine mengakhiri panggilan tersebut
" Apa itu Om Kenan?" tanya James
" iya,Papa sudah keluar rumah sakit dan dia memintaku untuk makan malam dengannya, bolehkah aku pulang?" Tanya Nadine
" Baiklah jika itu mau kamu,kita pulang. Apakah aku tidak diajak makan malam juga?" tanya James mengoda Nadine
" Ya aku sih maunya kamu mewakilkan aku Je" Nadine tertawa
" Lah sama aja bohong dong Na kalo aku mewakili berarti kamu gak ikut,trus aku lihat wajahnya siapa?" tanya James pura-pura marah
" Ya tentunya lihat wajah Papa Kenan lha sayang,atau pelayan perempuan juga bisa" jawab Nadine
" Memangnya kamu rela aku sama cewek lain?" tanya James
" Kalau kamu serius kamu gak bakalan tergoda dengan siapapun Je" jawab Nadine
" ya jadi kena skak mat deh,kalo misalnya aku dijebak gimana? kamu percaya sama aku apa sama orang yang sudah menjebak aku?"Tanya James
" Aku percaya dengan hatiku" jawab Nadine
" Loh jadi gak percaya sama aku dong?"tanya James dan dia menjadi serius
" Aku gak ngomong gitu James,aku bilang aku percaya hatiku,dan hatiku memilih kamu jadi tentunya aku percaya sama kamu,udah jangan ngambek,ayo kita berkemas dan pulang" Jawab Nadine dan menarik tangan James agar dia berdiri dari kursinya
Saat Malam....
Nadine dan James akhirnya pulang hari itu juga karena Nadine tidak ingin menolak permintaan Kenan. James mengantar Nadine ke apartemennya dan James langsung kembali ke apartemennya untuk beristirahat.
Saat sampai di tempat yang sudah ditentukan oleh Kenan, Nadine hampir terlambat karena dia hampir tertidur di bathtub, kebiasaannya saat lelah. Nadine menuju meja Kenan dan sedikit terkejut namun dia berusaha bersikap biasa-biasa saja.
" Nadine kamu sudah datang? Sini duduk" Sambut Kenan
" Maaf jika Nadine terlambat,aku kira Papa sendirian" jawab Nadine
" Tidak apa-apa,kamu pasti lelah dengan perjalanannya,maaf jika Papa mendadak mengajak kalian makan malam di tempat ini" terang Kenan
" Tidak masalah Pa,lagi pula aku bersyukur Papa sudah pulang dari rumah sakit dan langsung mengajak kami makan malam" jawab Nadine dengan menggenggam tangan Kenan
Mereka memesan makan dan berbincang ringan tentang keadaan Kenan sepulang dari rumah sakit juga tentang Rana. Dan setelah keadaannya kondusif Kenan berniat mengutarakan maksudnya
" Nadine,Albie dengan berat hati Papa ingin kalian membatalkan pertunangan kalian" pernyataan dari Kenan
" Loh Pa kenapa? Bukankah selama ini Papa sudah seperti Papa dan anak dengan Nadine? Kenapa dibatalkan?" tanya Albie
" Syukurlah Papa menyarankan untuk membatalkan pertunangan" batin Nadine
" Jika Papa inginnya begini aku terima, mungkin aku bukan menantu yang baik, maaf jika tidak bisa merawat Papa Kenan dan Mama Rana selama dirawat dirumah sakit" jawab Nadine
" Bukan begitu maksudnya Dine,Kalian dengarkan dulu penjelasan Papa" Jawab Kenan
Thanks for reading 😘😘