
happy reading happy people 😉😉
Terimakasih sudah mampir dan meninggalkan like vote dan komentar positifnya 😘😘
POV Author
Nadine berada dirumahnya lalu duduk termenung diruang keluarga sendirian memikirkan kejadian kemarin. Gadis yang bertanya jalan padanya mengingatnya pada Jena kecil,cantik dan bagaikan peri mungil. Ada debaran aneh saat melihat gadis yang ditemuinya. Sudah berlalu 21 tahun dan kemungkinan jika Jena selamat dari kecelakaan pastinya akan seumuran dengannya. Jena adalah luka terbesar bagi Nadine. Jika bukan karena James yang senantiasa disampingnya mungkin Nadine akan mengakhiri hidupnya.
" Sayang kau kenapa?" James menghampiri dan mencium kening Nadine
" Aku kemarin bertemu seorang gadis,aku merasakan debaran jantung saat melihat senyumnya,dia mengingatkanku pada Jena kecil kita,jika Jena selamat pasti dia seumuran dengannya" jelas Nadine memeluk James
" Sudah sayang,jangan bersedih. Lebih baik kita fokus pada Stephanie,dia juga anak kita,kita tidak pernah melupakan Jena kecil kita,tapi kita harus memberikan kasih sayang penuh pada Stephanie cantik kita" jelas James
" Ma,Pa,aku pulang" kata anak mereka yang tak lain adalah Stephanie
" Itu anak kita sudah pulang" kata James dan melepaskan pelukan mereka
Stephanie Ruby Angkasa, adalah anak kedua James dan Nadine. Beberapa bulan setelah hilangnya Jena,James dan Nadine memutuskan untuk program hamil. Hal ini adalah saran dari dokter yang menangani Nadine saat dirumah sakit yang bertujuan untuk mengobati syok yang dialami Nadine. Stephanie yang berarti untaian bunga atau mahkota kemenangan di negara Prancis menjadi untaian harapan bagi James,James berharap dengan adanya Stephanie bisa menghibur Nadine yang kehilangan Jena.
Sekarang Stephanie berumur 20 tahun dan menjadi model di Paris. Meskipun terbilang masih muda tapi dia sudah menjadi model profesional yang sering mengikuti fashion week bertaraf internasional.
" Ma,mama tau,Hari ini ada model baru cantik banget sampai beberapa fotografer Fantasi jadi gagal fokus dan menyebabkan Pak Mario Marah besar" Stephanie curhat ada Mamanya
" Apakah Kau juga dimarahi oleh bosmu?" tanya Nadine dengan membelai rambut panjang Stephanie
" Tidak Ma,tapi sepertinya pak Bos tertarik padanya. Ma, bagi rahasia dong gimana caranya bisa mendapatkan Papa yang super duper romantis ini" tanya Stephanie
" Bukan Mama yang mendapatkan Papa tapi Papa yang mendapatkan Mama, Papa harus bersaing dengan Pamanmu"jelas James
" Paman Albie?loh kan Mama adiknya Paman Albie, bagaimana bisa bersaing dengan Paman? Kan gak boleh" tanya Stephanie penasaran
" Dulu sebelum Mama tau jika Kakek Kenan adalah Papanya Mama,Mama dan paman Albie sudah bertunangan tapi pada akhirnya Kakek Kenan membatalkan pertunangan Mama dan Paman Albie dan akhirnya Mama menikah dengan Papamu" jelas Nadine
" Loh kok bisa ma?" tanya Stephanie penasaran karena selama ini memang tidak pernah tau tentang kedua orangtuanya yang dia tau dia memiliki dua Nenek yaitu Nenek Rana dan Nenek Etha dan seorang Kakek Kenan,karena ibu Seruni dan bapak Rudi tidak pernah datang ke Paris jadi Stephanie tidak pernah tau cerita keseluruhan Mama dan papanya.
" Sudah mandi sana,Mama mau masak" kata Nadine mengalihkan pembicaraan. Di rumah mereka memang tidak memperkerjakan Asisten rumah tangga karena agar Nadine bisa leluasa saat dirumah.
" Ish... Mama mah gitu,pake rahasia-rahasia segala sama aku, yaudah aku mandi dulu" kata Stephanie
Nadine terdiam di dapur, mengingat awal bertemunya dengan James yang terbilang cukup murahan karena dengan mudahnya menyerahkan keperawanannya kepada James,tapi karena hal tersebut dia bisa bersama dengan James sampai detik ini.
James memeluk Nadine dari belakang lalu bertanya
" Kenapa melamun terus sayang?" tanya James
" Iya,seperti baru kemarin aku menjadi selingkuhanmu" kata James
" Apaaaa?? Jadi dulu Papa selingkuhan Mama? Trus merusak hubungan Mama sama Paman Albie?" Tanya Stephanie tiba-tiba muncul dengan handuk ditangannya
" Sudah mandi sana sayang" kata Nadine
" Cerita dulu Ma,kan Papa bosnya Mama, kenapa malah jadi selingkuhan Mama? Segitu cantik kah Mama sampai Papa mau jadi selingkuhan Mama,cantik siapa sama aku?" tanya Stephanie cerewet
" Cantik kamu sayang,wanita cantik dan yang lebih cantik dari Mama itu banyak, tapi yang memenuhi hati Papa hanya Mamamu,jadi semua itu bukan karena wajah Mama yang cantik tapi segala apa yang ada pada Mamamu,Papa pasti suka karena Papa begitu mencintai mamamu dengan segenap hati Papa" Jelas James mencium rambut panjang Nadine
" Duh.. Mama sama Papa udah paruh baya gini masih aja romantis ya,aku jadi envy" kata Stephanie dengan bibir cemberut
" Karena cintanya Mama dan Papa senantiasa menguat seiring berjalannya waktu,jadi ya memang begini,kamu cepat cari suami trus kasih cucu buat Mama sama Papa" kata Nadine
" Ma aku masih muda,aku gak mau nikah muda,udah aku mandi dulu" jawab Stephanie kemudian berlari menuju kamar mandi
" Dasar anak kamu itu" kata James
" itu anak kamu juga sayang" kata Nadine
Bersama Stephanie, Nadine bisa menghibur hatinya sendiri dengan melimpahkan seluruh kasih sayangnya pada Stephanie. Kehidupan mereka di Paris sudah sangat baik dan tenang. Nadine memang meminta James agar mereka bisa menetap di kota Paris untuk seterusnya. Dan terkadang keluarga keduanya berkunjung saat berlibur.
Untuk jenazah Diana,dulu setelah Ibu Anne mengabari James,Dia langsung mengurus pemakamannya. Kakek Wira sempat berziarah dengan penuh duka dan perasaan bersalah pada James dan Nadine karena Diananya yang menculik Jena dan setahun setelahnya Kakek Wira dan istrinya meninggal dengan selisih 1 bulan dan warisannya di berikan pada ketiga cucunya yaitu Albie,Nadine dan anak dari Diana dan juga pada Mama Rana. Dan untuk sementara seluruhnya diurus oleh Albie di Indonesia.
Dan ditahun berikutnya Kakek Ringga dan istrinya juga meninggal di hari yang sama karena Serangan jantung di pagi hari. Dan warisannya juga diberikan pada Kenan dan kedua cucunya yaitu Nadine dan Albie.
Jadi meskipun Nadine dan James tidak pernah kerja selama di Paris,selain mendapatkan uang dari perusahaan James, mereka juga mendapatkan uang dari perusahaan kedua kakek Nadine. Namun Nadine dan James hidup dengan cara sederhana agar tidak mencolok. James sengaja tidak bekerja ke kantor untuk mencurahkan segala perhatiannya pada Nadine dan Stephanie. Dia hanya mengawasi melalui email yang di kirimkan oleh Alex dan Jhony .
Dan sekalipun Stephanie menjadi model,dia hampir tidak pernah mengikuti sertakan kedua orangtuanya dalam segala kegiatannya. Sekalipun orang tuanya hadir tapi sebagai tamu biasa dan melihat dari sampingnya seperti tamu kebanyakan. Karena Nadine benar-benar tidak ingin kehidupan keluarga mereka terekspos dimedia.
Entah kapan hari itu akan datang dimana Nadine bisa bertemu kembali dengan Jena yang sekarang menjadi Mai. Gadis yang bertanya jalan padanya. Nadine memang merasakan tapi dia tidak yakin karena menurut kabar dulu Jena tewas saat kecelakaan. Jadi,Nadine membiarkan waktu berjalan seperti biasanya seperti 21 tahun yang telah dia lewati meskipun diam-diam hatinya yakin bahwa keajaiban akan terjadi cepat atau lambat.
Disisi lain..
Saat hilangnya Jena 21 tahun yang lalu...
Sebelum Davina keluar dari penjara,dia sengaja menyuruh Soraya untuk menghasut Tante Diana yang selama ini menjadi teman sosialitanya. Davina tau segala informasi tentang James dan Nadine dari hacker suruhannya bahkan dia juga menyuruh hackernya untuk menghadapi Jhony. Dia sengaja tidak menghalangi Alex meretas CCTV jalanan menuju bandara di Indonesia agar tau bahwa pelakunya adalah Tante Diana jadi tidak ada yang curiga jika dalang dibalik semua ini adalah Davina yang masih menaruh dendam pada James. Namun saat tiba di Paris, sistem Jhony di retas balik dan menyebabkan James dan Nadine kehilangan jejak Jena dan Tante Diana. Dan Davina tau hal tersebut akan membunuh jiwa James dan Nadine. Meskipun keduanya masih bisa hidup tapi jiwa mereka hancur karena kehilangan Jena. Selesai
Untuk selanjutnya, kehidupan Mai Davika Hoorne yang tidak lain adalah Jena intan Angkasa akan di ceritakan di novel selanjutnya dengan judul EviL Eyes.
Buat para reader terimakasih atas antusias dan segala sarannya. Jadi aku bisa membuat BonChap untuk di sambungkan pada novel yang selanjutnya. Sekali lagi terimakasih buat like, vote, komentar, kritik dan saran kalian semuanya. Love you all 😘😘😘