
Happy reading happy people 😉😉
Terimakasih sudah berkunjung dan meninggalkan like,vote dan komentar positifnya 😘😘
"Lakukan saja apa yang kamu mau terhadapnya,dan aku janji akan mengejar dan menghabisimu dengan tanganku sendiri,Dan aku bisa mengakhiri hidupku sendiri untuk menyusulnya, yang jelas aku tidak akan berakhir dengan wanita licik sepertimu" jawab James
POV Author
" Aku tidak akan membunuhnya dan memberikan kematian yang cepat untuknya,aku akan menyakitinya secara perlahan-lahan agar kamu memohon untuk minta maaf dan bersedia menikah dengan denganku James" kata Davina
" Itu hanya ada dalam mimpimu. Sadarlah ini dunia nyata, sebelum kamu bisa menyentuh calon istriku kamu akan ku buat menderita terlebih dahulu, apa kamu lupa kamu sedang menantang siapa?" tanya James
" Tentu saja aku tidak lupa,aku tau kamu saat ini sedang dikantor polisi bersama orang kepercayaanmu,Alex juga ada disana untuk membawa rekaman cctv kan? Aku sudah tau James. Dan Albie juga sedang mengurus Mia yang ada dirumah sakit,jadi tidak ada yang mengawasi calon istrimu kan?" tanya Davina
" Sayang sekali,kau belum mengenalku sepenuhnya Davina,sekalipun kau bisa mengawasi ku dari cctv jalan yang sudah kau retas,kamu masih belum tau jalan alternatifku untuk melarikan diri, Kamu masih amatir di dunia ini" jawab James
" Apa maksudmu? Kamu ada orang lain yang akan datang menolongmu?Kamu hanya mengertakku saja kan? Tidak akan bisa, Karena aku tau semua gerak-gerikmu James" kata Davina
" Aku dari tadi hanya mengulur waktu, Sekarang sepertinya adalah saat yang tepat,coba lihat kejutan di belakangmu, barangkali kamu tertarik melihatnya" kata James
Davina menoleh untuk memastikan apakah ada sesuatu di belakangnya. Dan ternyata ada seorang pria berbadan kekar sedang mengacungkan pistol kearahnya. Dia sama sekali tidak menyadari kedatangan orang tersebut.
" Mari ikut saya nona" katanya dan segera menarik tangan Davina dan mengikatnya
Pria tersebut membawa Davina ke kantor polisi dimana James dan Alex telah menunggunya.
" Kerja Bagus Jhon, Bagaimana keadaan Nadine saat ini?" tanya James
" Aman,Anak buahku sudah berjaga di beberapa titik buta yang tidak terlihat oleh orang dan cctv" jawab Jhony
" Lepaskan aku James,kau jahat terhadapku James" kata Davina
" Nikmati rumah barumu Davina, mungkin akan ada beberapa tuntutan yang ku ajukan untukmu,sudah untung aku tidak langsung membunuhmu" jawab James
" Kau sekarang ganti profesi Jhon?" tanya Alex
" ganti gimana maksudnya lex?" tanya Jhony
" Dari hacker sekarang jadi kepala mafia handal"jawab Alex
" Salah, sekarang aku jadi pengusaha asal California" jawab Jhony dengan raut wajah serius
" Sudah-sudah ayo kalian bawa Davina masuk" kata James
Mereka melaporkan segala kejadian dan menyerahkan barang bukti kepada kepolisian agar diproses dan Davina pun langsung dimasukkan ke dalam penjara.
Di apartemen Nadine..
POV Nadine
Aku merasa lebih baik dan merasa bosan di apartemen. Jadi ku putuskan untuk pergi ke rumah James karena ibu dan Bapak ada disana. Lagipula jika aku terusan menyendiri hanya akan semakin membuatku bersedih.
Aku menelfon James untuk mengabarkan bahwa aku akan pergi ke rumah Mamanya. Tapi dia berada dalam panggilan lain. Jadi aku putuskan untuk langsung pergi ke rumah Mama Etha.
Di rumah Mama Etha...
Aku sampai di rumah Mama Etha. Dan kulihat ada beberapa mobil di parkiran. Untungnya parkiran mobil Mama Etha luas jadi masih ada tempat untuk mobilku .
Aku masuk dan ternyata semua sedang ada disini. Tidak hanya ibu dan Bapak, Ada Mama Rana, Papa Kenan,Kakek Wira dan Kakek Ringga.
" sini sayang,masuk. Kita sedang membahas acara pernikahanmu" Kata Mama Etha
Aku berjalan masuk dan duduk diantara mereka.
" Mama senang sekarang rumah ini jadi rame, biasanya sepi sekali" kata Mama Etha
" Dine kenapa mata kamu merah? kamu habis menanggis nak? kenapa? apakah kamu bertengkar dengan James?" Tanya Papa Kenan yang memang sedang berada di hadapanku.
" Tidak,aku malah tidak pernah bertengkar dengan James,aku hanya... " Tidak tau mengapa air mataku mengalir sendiri
" Kenopo nduk? (Kenapa nak?) " tanya ibu dengan memelukku
" Mia rekan kerjaku meninggal dunia Bu" Jawabku dan aku menanggis dalam dekapannya
" Loh Mia temannya Albie dan James? " tanya Mama Rana dan Mama Etha
" Iya Ma" jawabku masih menanggis
" Kami turut berbelasungkawa atas kematian Mia" jawab semuanya
" Aku melihatnya saat tertabrak mobil tadi dan dia memegang tanganku saat hembusan nafas terakhirnya" kataku karena aku sungguh terbayang akan kematian Mia
" Kamu pasti terkejut dengan hal itu,apakah kamu mau istirahat?" tanya Mama Etha
" Aku tadi sudah istirahat, tapi di apartemen sendirian membuat perasaanku semakin buruk jadi aku kesini" jawabku
" Sini,lebih baik kamu lihat-lihat undangan dan segala detailnya dan jangan terlalu dipikirkan" kata Kakek Wira
Kami semua memiliki pendapat masing-masing dan seketika ruang keluarga milik Mama Etha ramai dan akupun ikut dalam keriuhan mereka. Aku jadi bisa melupakan kejadian tadi pagi.
Saat malam, James datang setelah bisa ku hubungi dan aku bilang bahwa aku sekarang sedang berada di rumah Mama Etha.
" Apakah kamu merasa lebih baik?" tanya James
" Hei calon pengantin dilarang berdekatan" kata Mama Etha dan kami semua tertawa
Mama Etha kemudian duduk diantara aku dan James. Aku benar-benar merasa bersyukur bisa bertemu dengan keluarga ini terutama dengan dia,James.
Setelah selesai membicarakan segala persiapan, Tanggal pernikahan juga sudah ditentukan oleh Bapak Rudi karena orang Jawa lebih detail dalam mencari tanggal untuk acara pernikahan dan acara penting lainnya.
Kami semua pulang, kecuali bapak dan ibu yang menginap di rumah Mama Etha untuk menemaninya.
Sebelumnya Bapak sudah mempercayakan perusahaannya pada wakilnya jadi beliau dan ibu bisa lama berada di Jakarta.
" Semuanya kami pamit pulang dulu" kata James
" Apakah tidak lebih baik Nadine disini saja biar ada temannya" kata Mama Etha
" Tidak usah Ma, mungkin setelah bangun besok pagi aku bisa merasa lebih baik" jawabku
" kami pulang dulu Ma,Pak,Bu" kataku
" Iya hati-hatilah dijalan" kata mereka bertiga
Thanks for reading 😘😘