
Happy reading happy people 😉😉
terimakasih sudah mampir dan meninggalkan like, komentar,kritik dan saran yang membangun 👍😘
" Kalian tidak bisa menyelesaikan masalah jika sedang marah dan lelah seperti saat ini" kata seseorang dan membuat keduanya menoleh pada pemilik suara
POV Author
" James sedang apa kamu kesini?" tanya Albie dengan menatap tajam kearah James
" Aku mengantar mobil Nadine karena sudah 5 hari ini di parkiran basemen Apartemenku" Jawab James
" Kenapa mobil Nadine di apartemenmu?" tanya Albie dengan nada marah
" Aku berangkat bersama pak James menuju bandara karena memastikan apakah pak James sudah bersiap apa belum" jawab Nadine dengan datar karena sudah lelah
" Kenapa kau harus ke apartemennya? kau bisa kan menelfonnya?" tanya Albie dengan nada semakin tinggi
" Hey... Kalian tidak bisa bertengkar didepan pintu seperti ini, Nadine bisakah kita semua masuk dan membicarakan ini secara kepala dingin? Aku tau kamu pasti sangat lelah dan enggan untuk berdebat,tapi ini akan semakin buruk jika kita bertiga terus berada diluar seperti ini,kalian mau jadi tontonan orang lewat?" Tanya James
" Baiklah,ayo masuk" jawab Nadine pasrah sambil membuka pintu
Mereka bertiga masuk mengikuti kata-kata James.
" Baiklah kalian duduk dan tenangkan diri kalian,dan Nadine bolehkah aku pinjam dapur untuk mengambilkan kalian minum?" tanya James
" Silahkan pak belok sebelah kiri" jawab Nadine
Nadine dan Albie berjalan menuju sofa dan duduk bersebelahan. Kemudian James datang membawa 2 air putih dan segelas air madu untuk Nadine.
" Ini minumlah dulu, kalian sedang emosi" James
" Kenapa milik Nadine berwarna seperti ini? Apa yang kau masukkan kedalamnya?" Albie curiga sambil menunjuk gelas yang dipegang Nadine
" Ini hanya air madu bie,kau tidak perlu berlebihan,dan bisakah kau bicara pelan saat bertanya?" Nadine jadi kesal sendiri dengan sikap Albie, karena memang selama ini saat kencanpun mereka lebih banyak menghabiskan waktu dengan bertengkar
Dan setelah mereka bertiga sudah minum dan mulai tenang (James ikutan minum karena haus bukan untuk menenangkan diri), James angkat bicara dan bertanya mengenai hal apa yang mengganggu mereka sehingga mereka berdua harus berdebat di depan pintu.
" Sebenarnya kalian ada masalah apa? apa yang menyebabkan kalian berdiri di depan pintu dengan situasi menegang?" Tanya James berharap bisa menjadi perantara mereka
" Baiklah aku ceritakan apa sebabnya, Seperti pak James ketahui saya lelah karena kemarin baru datang dari Fransisco dan...
" Tapi aku hanya ingin menemanimu" Albie memotong pembicaraan Nadine
" Sebentar Al,Dan silahkan lanjutkan Na" jelas James sambil menatap serius kearah Nadine
" Dan juga seperti semua orang tau juga,saya tadi diapit lengan pak Haris dan hampir kehabisan Nafas. Saya benar-benar butuh istirahat dan waktu sendiri untuk menenangkan diri pak. Dan Albie selalu saja tidak bisa sependapat dengan saya, kalau dia bisa membuat saya tertawa tidak masalah karena bisa menghibur saya,tapi dia selalu saja membuat saya kesal dan tidak tenang jadi saya putuskan memintanya pulang agar saya bisa istirahat dengan tenang" Jelas Nadine
" Meskipun sebenarnya aku inginnya berduaan sama kamu sih pak"batin Nadine
" Sekarang kamu Al, kenapa tidak menuruti kemauan Nadine? Dia butuh istirahat,dan jika dia butuh kamu,dia pasti akan menahanmu disini. Kamu ingin Nadine bahagia atau ingin Nadine semakin marah dan kecewa dengan sikapmu?" tanya James
" Aku hanya meminta kesempatan untuk menemaninya karena selama ini aku kurang memperhatikannya" jawab Albie
" Tapi apakah kamu tidak bisa memahami kondisi Nadine saat ini? Kamu bisa menemaninya saat libur atau saat dia ada masalah dan memerlukan dukunganmu. Tapi untuk saat ini,beri Nadine waktu yang dia mau untuk istirahat dan menenangkan diri setelah kejadian tadi yang menimpanya, bukankah itu yang dia minta? kenapa kamu tidak bisa memberikannya?" Tanya James
" Tapi aku mau memberikan dukungan kepadanya" Albie masih bersikeras
" Baiklah aku pulang,dan maaf jika aku berlebihan dan egois, istirahatlah dengan baik. Aku benar-benar ingin memperbaiki semuanya dari awal Dine" Albie sambil menggenggam tangan Nadine
" Tapi semua sudah terlambat bie,dan sikapmu hari ini semakin jelas bahwa kamu egois,aku bersyukur James datang tepat waktu untuk menjelaskan keadaanku" batin Nadine sambil menahan air matanya
" Baiklah jika kalian sudah tenang dan bisa berbaikan,karena Albie juga mau pulang jadi aku juga pamit pulang dulu dan kontak mobil sudah aku letakkan di tempat gantungan kunci depan tadi saat aku masuk belakangan" jelas James
" Baiklah pak. Terimakasih sudah mengantarkan mobil saya dan bagaimana pak James pulang?" tanya Nadine dengan perasaan khawatir
" tenang saja, banyak taksi kan?" James
" Ayo bersama denganku saja, kita kan searah" tawar Albie
" Baiklah ayo,Na kami pulang dulu dan istirahatlah dengan tenang" pamit James
" iya ayo,sayang aku pulang dulu ya" Albie juga pamit dan berniat mencium kening Nadine tapi Nadine menghindar membuat perasaan seseorang lega
" Aku belum keramas, sudah kalian hati-hati dijalan" Nadine berdiri dan tersenyum kepada mereka
" baiklah" jawab Albie dengan perasaan kesal atas penolakan Nadine
Setelah berjalan keparkiran bawah, James dan Albie menuju mobil Albie. Mereka berdua masuk dan Albie bersiap melajukan mobilnya.
" Kenapa Nadine tidak mau ku cium ya barusan?" Albie memulai pembicaraan
" mungkin dia masih kesal karena kamu berusaha memaksakan kehendak" jawab James
" Cuek salah, sekarang aku peduli dan ingin menemaninya juga salah" keluh Albie
" Kau bertindak diwaktu yang tidak tepat bung, cobalah mengerti saat mereka benar-benar butuh kamu dan saat mereka butuh waktu untuk sendiri" jelas James
" Dasar makhluk Rumit aku tidak mengerti apa yang mereka fikirkan. Nadine sungguh berbeda dengan Mia yang ekspresif namun lembut" Albie
" Hey men... jangan membandingkan seseorang dengan seseorang lainnya, apalagi didepannya, setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing" James kesal karena Albie membandingkan kekasihnya dengan orang lain, meskipun orang itu adalah Mia
" Jika kau tidak mau memaklumi kekurangannya,apakah kamu bisa bersikap sempurna?" tanya James yang membuat Albie terdiam
" Kau juga punya kekurangan,dan apakah Nadine selama ini tidak memaklumimu? meskipun kesal melihatmu bersama Mia tapi dia tetap sabar bahkan menyempatkan waktu untuk menjenguk mamamu yang sakit. Dia tidak pernah membencimu sekalipun sikapmu membuatnya kesal dan menanggis sendirian" terang James
" Bagaimana kau tau mama sakit dan Nadine menjengguknya? dan bagaimana kamu tau Nadine menanggis sendirian karena sikapku? Apakah Nadine cerita?" tanya Albie penasaran
" Tentu saja" Batin James
" kejadiannya sebelum kami berangkat ke San Fransisco kan? padahal dia sedang sibuk mengurus berkas kontrak tapi dia mengerjakan secepat mungkin untuk bisa izin pulang lebih awal,jadi dia pulang sebelum jam pulang kantor karena harus menjenguk mamamu dan dia harus tidur lebih awal untuk penerbangan kami jam 5 pagi. Apakah Om Kenan dan Tante Rana tidak bercerita?" tanya James
" cerita kalo Nadine datang menjenguk dan pulang sebelum aku datang dengan alasan mau berkemas,setelah itu papa pulang dan mama tertidur,lalu bagaimana kamu tau jika Nadine menanggis sendirian?" tanya Albie masih penasaran
" Hey ... padahal aku datang menjenguk juga waktu mamamu sakit. Jadi waktu itu aku mengecek cctv waktu ada beberapa tamu tak diundang,dan aku juga melihat rekaman 2-3 hari sebelum aku berangkat ke San Fransisco untuk mengetahui segala aktivitas para karyawan tapi aku lihat saat kau keluar kantor dengan Mia pada malam hari dan Mia mengandeng tanganmu,lalu beberapa menit kemudian Nadine datang dengan berlari mencarimu, setelah beberapa saat dia kembali ke meja sekuriti untuk menanyakanmu namun yang dia lihat di cctv malah adegan yang membuat dia terpukul dan dia pulang sendirian dengan keadaan kacau" James bercerita panjang lebar
" Jadi aku sudah menyakitinya terlalu dalam" sesal Albie
Sesampainya di apartemen James,Albie pamit pulang. Dengan perasaan kacau Albie melajukan mobilnya untuk pulang.
Thanks for reading 😘😘