
Happy reading happy people 😉😉
Terimakasih sudah mampir dan meninggalkan like,vote dan komentar positifnya 😘😘
keesokan harinya....
POV Nadine
Semalaman aku menanggis dan tidak bisa tidur. Untung saja James kembali saat tengah malam karena dia mencemaskanku,jadi aku bisa tidur setelah dia memelukku. Aku sungguh bersyukur bisa bertemu dengan James yang begitu memahami dan selalu membahagiakanku.
Saat aku memasuki lift aku bertemu dengan Albie. Aku merasa ada yang berada darinya dan dia tidak bersama dengan Mia,tapi aku juga tidak peduli. Dia menghampiriku dan bertanya
" Apakah kamu ada waktu luang nanti sore? Kakek ingin mengajak seluruh keluarga makan malam" Tanyanya
" Jika ini undangan kakek nanti sepulang kerja aku akan kesana" jawabku
" Baiklah,aku duluan Dine" pamitnya dan dia keluar dari lift
Aku merasa Albie sudah merelakanku, sepertinya dia sudah bisa menerima segalanya. Aku bersyukur akhirnya dia tidak lagi memohon kembali dan memang sudah tidak ada jalan kembali seklipun dia bukan saudaraku.
Setibanya di rumah Kakek Wira..
Aku sengaja mengajak James karena aku ingin memperkenalkannya pada keluarga ini karena semua orang disini sudah kuanggap keluarga.
" Kamu yakin Na mengajakku kesini?" tanya James saat kita berjalan dihalaman menuju rumah kakek Wira.
" Yakin ! .. Ayo masuk" Jawabku
"Baiklah" jawab James
Kami datang hampir terlambat dan aku terkejut karena tidak hanya Keluarga Kakek Wira saja yang hadir tapi juga keluarga Kakek Ringga dan Bapak ibu juga.
" Loh Bapak sama Ibuk disini? kapan datangnya? kenapa gak bilang-bilang sama Nadine? Nadine kan bisa jemput" tanyaku seraya mencium tangan bapak dan ibu lalu memeluk mereka
" kami mendadak datangnya,Papamu yang menyiapkan segala keperluan kami juga tiket pesawatnya" jawab ibu
" Piye kabarmu nduk? (Bagaimana kabarmu Nak?)" tanya Bapak Rudi
" Sae Pak,Piye kabarnipun panjenengan Pak?(Baik Pak, Bagaimana kabar Anda Pak?)" Jawabku juga menggunakan bahasa Jawa
" Apik Nduk,ibumu Iki kangen loh,kok Yo gak mulih-mulih to?( baik nak,ibumu ini kangen,kok ya tidak pulang-pulang?)" Tanya Bapak
" enggeh,sepuntene sanget pak,Kulo dereng saged wangsul,ewet teng merdamel.(Iya,maaf sekali pak,saya belum bisa pulang,sibuk di tempat kerja)" Jawabku
" Sudah-sudah nanti lagi kangennya ini ada banyak orang loh,trus di sampingmu ini siapa?" tanya ibu
" perkenalkan ini James,Bu,pak" Jawabku
Semuanya dipanggil Kakek Wira untuk berkumpul di ruang makan.
" Mari silahkan semuanya makan" Kata kakek Wira
Kami semua makan dengan hikmat dan damai, meskipun Tante Diana menatapku tidak suka tapi aku tetap bersikap tenang dan mengabaikannya.
Setelah makan malam selesai,kami semua di ajak ke ruang tengah yang biasa digunakan keluarga Kakek Wira untuk membahas hal yang penting. Aku jadi cemas sendiri, apakah mama Rana bisa menerima ini semua?.
" Sebelumnya maksud dari kalian semua aku pertemukan disini adalah untuk membahas hal penting mengenai cucuku Albie dan Nadine,pertunangannya harus dibatalkan" Terang Kakek Wira
" Loh kenapa Pa?"Tanya Mama Rana
"Loh ada apa ini?kenapa dibatalkan? apakah Nadine kami ada salah?"tanya ibu
Dan ku lihat sepertinya hanya tante Diana yang senang akan hal ini.
" Tenang dulu biar ku jelaskan" jawab kakek Wira
" Sebenarnya Nadine adalah anak dari Kenan dan Dineta, Seorang wanita yang dia nikahi setelah menceraikan Rana dulu,jadi Rana dengarkan ini Nadine bukan anak dari selingkuhan suamimu melainkan anak sah dari Kenan dan Dineta. Bisakah kamu menerima ini?" tanya Kakek Wira
" Jadi Kenan punya anak dari Wanita lain?" tanya kakek Ringga
" Tapi sudah ku nikahi secara sah pa,dan aku tinggalkan karena saat itu aku tau Rana sakit keras dan aku juga tidak ingin kehilangan kedua buah hatiku" jawab Papa Kenan
" Jadi kamu mengancam Kenan lagi Wira? Dan kamu Kenan, kenapa tidak pernah mengatakannya pada Papa?" tanya kakek Ringga
" Aku terpaksa karena tidak tega melihat Rana terbaring lemah sedangkan Kenan bahagia dengan wanita lain" jawab Kakek Wira
" Kamu selalu saja egois Wira,kapan kamu berubah?Dan kamu Kenan semudah itu kamu bercerai dan menikahi Rana kembali, meninggalkan wanita yang sudah kau nikahi?" kata nenek Mina terlihat marah
"Maafkan Wira kak,Dia terlalu menyayangi Rana" jawab nenek Winarti
" Maafkan Kenan Ma,Kenan tidak ingin kehilangan kedua buah hatiku" jawab Papa Kenan
" Sudah-sudah yang lalu biar berlalu,Awalnya aku terkejut dengan keputusan papa untuk membatalkan pertunangan Albie dan Nadine, tapi aku senang jika Nadine adalah anak suamiku, selama ini aku sudah menganggap Nadine sebagai anakku sendiri,aku merasa bersyukur" Tegas Mama Rana
" Baiklah jika kamu ternyata bisa menerima semua ini Rana. Ringga,Mina aku sungguh minta maaf, karena keegoisanku kalian semua merasakan imbasnya,tidak terkecuali cucuku" tegas Kakek Wira
" Tidak apa-apa kek,lagipula sekarang aku punya adik yang baik dan cantik,aku akan menjadi kakak yang baik mulai sekarang" jawab Albie
" Baiklah jika Albie menerimanya" jawab Kakek Ringga dan nenek Mina
" Hei, Kau sekarang harus memanggilku Kakak Albie" jawabnya
" Dari gunung es jadi kakak yang hangat seperti mentari,aku senang sekali" batinku
" Baiklah-baiklah" jawabku
" Dan sekarang untuk Bapak Rudi dan ibu Seruni,apakah boleh Kenan mendapatkan hak asuh atas Nadine?" Tanya kakek Wira
" Tidak,Nadine adalah anakku dan selamanya akan menjadi anakku" jawab ibuku
" Bagaimana jika kita tanyakan Nadine?" tanya Mama Rana
" Ya sudah, silahkan kalau begitu" jawab ibu
" Nadine, apakah kamu menyerahkan hak asuh anak tetap kepada ibu Seruni atau berubah ke Papa Kenan?" tanya Mama Rana
" Aku ingin tetap menjadi anak ibu dan Bapak,Namun Papa Kenan tetap wajib jadi Waliku saat menikah nanti kemudian aku akan menjadi hak Suamiku" jawabku
" Baiklah jika itu menjadi keinginanmu" Jawab Mama Rana
" Sekarang bolehkah saya melamar Nadine di depan kalian?" tanya James
" Loh jadi setelah dengan Albie, Sekarang Nadine dengan James?Aku setuju,Seruni kamu harus tau,James anak yang super perhatian meskipun dia sibuk,kita tidak akan menyesal menjadikannya anak mantu " Kata Mama Rana sambil menepuk paha ibu
" Astaga bukan Lamaran romantis berdua malah lamaran serius ditengah keluarga besar,aku malu sekaligus terharu melihat kesungguhanmu James" Batinku
" Boleh melamar,tapi harusnya ada Mamamu dan sebuah cincin kan untuk melamarnya?,biar Mamamu juga tau" jawab papa Kenan
" Sebentar lagi mungkin Mama akan sampai" jawab James
" Permisi sudah mengganggu,James yang menyuruhku datang kesini" kata Mama Etha yang baru datang dan perhatian kami semua tertuju padanya
" Ayo masuk Retha,kamu sudah lama tidak pernah datang kesini" Jawab kakek Wira
" Loh Bu Seruni juga ada disini? Lama juga ya tidak bertemu" kata Mama Etha sambil bersalaman dan cipika-cipiki dengan ibu
" iya, ini di undang sama bapak Wira untuk datang" jawab ibu
" Rana bagaimana keadaanmu sekarang sudah baikan? Kenan juga apa kabar? kata James baru keluar dari rumah sakit" kata Mama Etha dengan berganti bersalaman dengan Mama Rana
" Aku sudah lebih baik,Aku hanya terkejut dan terkena serangan jantung ringan" jawab Papa Kenan
" Apa yang membuatmu terkejut?" tanya Mama Etha
" Nadine adalah anakku jadi dia dan Albie harus membatalkan pertunangan karena mereka bersaudara" jawab Papa Kenan, Padahal sebelumnya karena Mia
" Syukurlah,, Jadi sekarang James boleh melamar Nadine ini ceritanya?" tanya Mama Etha
" Kamu sama Anakmu sama saja ya,tidak terkejut malah senang dan ingin James melamar Nadine,dasar kalian suka blak-blakan" kata kakek Wira dan kami semua tertawa
" Lalu jika Nadine anakmu, sebelumnya siapa yang merawat Nadine? Bukankah aku juga harus permisi pada keluarganya?" tanya Mama Etha polos
" Ya disebelahmu itu keluarga Nadine" jawab Papa Kenan
" Lah jadi Ibu Seruni ibunya Nadine selama ini? Dunia memang sempit,aku bertemu dengan orang-orang baik terus, Kalau begitu langsung saja Apakah kalian setuju dengan lamaran James untuk Nadine?" tanya Mama Etha
" Tentu kami setuju,Nadine bertemu dengan keluarga yang tepat" Jawab Papa Kenan
" Kami setuju jika Nadine memiliki mertua sebaik anda" jawab ibu dan bapak
" Loh apakah kami bukan mertua yang baik untuk Nadine?" tanya Papa Kenan dengan nada bercanda
" Kan anda sekarang naik dari calon mertua menjadi orang tua Nadine" jawab ibu dan bapak serius,mengira Papa Kenan tersinggung
Kami semua tertawa melihat ekspresi ibu dan bapak yang serius dan juga polos.
"Pa,aku pergi dulu,sudah selesai kan dramanya" jawab Tante Diana yang sejak tadi menahan amarahnya
" Maaf atas ketidaksopanan anakku Diana" Kata Kakek Wira
" Tidak masalah,Yang penting kita semua bahagia dengan berita ini,lalu untuk pernikahan Nadine dan James, bolehkah aku dan ibu Seruni mengaturnya? Aku ingin Rana dan Kenan banyak-banyak istirahat agar dipesta nanti bisa sehat" kata Mama Etha
" Baiklah kalian atur saja,tapi kabari kami jika ada perlu apa-apa" jawab Papa Kenan
" Tidak perlu cemas,kalian akan terima beres saja" Mama Etha terlihat semangat sekali dan ibu dan Mama Rana hanya tersenyum manis melihatnya
" Dan ini cincinnya" James menyematkan cincin berlian di jari manisku
" Baiklah, sekarang bolehkah James mengantar Nadine pulang?" tanya James
" Iya hati-hatilah dijalan. Ingat James, langsung pulang jangan menginap di apartemen Nadine,kalau perlu selama persiapan pernikahan kalian jangan bertemu" jawab Mama Etha dan semua orang tertawa
" Ma,kita bekerja disatu kantor dan Nadine sekretarisku,jelas aku akan pergi kemanapun dengannya,Sudah kami pulang dulu,Kakek, Nenek, Om ,Tante kami pamit dulu" jawab James
" Semuanya kami pamit" jawabku singkat
Thanks for reading 😘😘