Scandal with my affair

Scandal with my affair
Rencananya Batal



happy reading happy people 😉😉


terimakasih sudah mampir 😘😘


POV Author


Setelah Nadine terbangun pada pagi harinya, Nadine menyadari bahwa dia sudah tidka ada di klinik kantor melainkan apartemennya sendiri dan di sampingnya ada seseorang yang menggenggam tangannya erat.


Nadine tersenyum senang karena selama ini tidak ada yang memperhatikannya sebaik ini. Dia terharu melihat James yang terus berada di sampingnya dan mengabaikan tamu yang Nadine tau dia seorang wanita cantik yang diperbolehkan masuk oleh James,tidak di usir seperti Davina diwaktu siang.


Nadine jadi bertanya-tanya siapakah Soraya dan apa hubungannya dengan James. Nadine berniat untuk turun dari ranjang namun hal ini membuat tangannya tergerak dan membangukan James.


" Kau sudah bangun Sayang?" tanya James dengan mengerjapkan matanya


" Sudah,dan bagaimana tamumu kemarin? maaf sudah mengacaukan pertemuan kalian" Nadine menunduk menyesal


" Aku malah bersyukur dengan insiden kemarin tapi juga marah karena kamu berusaha melindungi Soraya yang jelas-jelas menjegalmu" James nampak kesal


" Lha kenapa bisa bersyukur? dan sebenernya apa hubunganmu dengannya? Apakah itu kekasihmu satu-satunya yang kau bilang pada semua orang waktu di lobby?" tanya Nadine


" Satu-satu tanyanya Na..Oke pertama aku bersyukur karena aku jadi tau Soraya yang sebenarnya. Kedua,dia adalah kakak Davina tapi setahuku selama ini dia orang yang bijak dan elegan tapi ternyata sama rubahnya dengan Davina adiknya, Ketiga satu-satunya kekasihku ya kamulah Na.. Apa kamu mau aku mengumumkan hal tersebut di kantor? Apa kamu siap? Sedangkan orang kantor tau kamu adalah tunangannya Albie yang notabene adalah teman sekaligus wakilku"


" Iya maaf James aku yang meletakkan kalian di tempat yang salah" sesal Nadine


" bolehkah aku mengakhiri hubunganku dengan Albie besok? Aku akan menemuinya secara pribadi" tanya Nadine


" Kamu yakin akan melepaskan Albie?" tanya James


" Aku tidak pernah seyakin ini James" tegas Nadine


" Apa kamu tau akibatnya jika suatu saat nanti orang tau hubungan ini, orang akan berfikir kamu meninggalkan Albie untuk menggodaku" kata James


" Bukankah itu faktanya,dan aku juga tidak mau menyakiti kita secara bersamaan,biarkan aku menjelaskan dan melepaskan Albie" Nadine bersikeras


" Baiklah dan hati-hati,jika ada masalah hubungi aku" James mencium kening Nadine


" Sudah merasa baikan?" tanya James


" Sudah,aku akan mandi dan menyiapkan sarapan" Nadine turun


" Kamu mandi saja biar aku yang buatkan sarapan,dan kamu bisa libur jika masih merasa sakit" kata James


" kamu bisa masak? baiklah aku penasaran dengan masakan ala pak bos, dan hari ini aku akan tetap datang kekantor,karena perhatian pak bos membuatku semangat untuk bekerja" Nadine meledek James


" Baiklah Nyonya silahkan mandi dan dandan yang cantik,aku ke dapur dulu"kata James


James dan Nadine sudah sampai di kantor, mereka berangkat terpisah dan Nadine sampai di kantor terlebih dahulu. Masakan James benar-benar enak dan membuat Nadine semakin semangat bekerja.


Nadine memasuki ruang James untuk menyerahkan schedule hari ini dan sekaligus berkas kontrak.


" Hari ini hanya mengikuti schedule ini dan tidak menerima pertemuan lagi" kata James sambil mengembalikan note schedule pada Nadine


" Baiklah,saya permisi" Nadine meninggalkan ruangan James


Albie mencoba menghubungi Nadine karena akhir-akhir ini Nadine tidak pernah mengangkat telfonnya. Tapi bukan karena Nadine menghindarinya melainkan memang sedang sibuk-sibuknya


" Hallo" sapa Nadine


" Kenapa tidak pernah mengangkat telfon ku? kamu marah?" tanya Albie


"Aku tidak marah,aku benar-benar sibuk bie, lagian tumben? ada perlu penting apa?" tanya Nadine karena selama ini Albie memang tidak pernah Menelfon berkali-kali seperti ini


" Mama sakit dan dia meminta untuk bertemu denganmu" Jawab Albie


" Di rumah sakit mana?,biar nanti aku menjengguknya sepulang dari kantor" tanya Nadine


" Di Pelita harapan,Kita akan menjengguknya bersama,kamu pulang jam berapa?" tanya Albie


" Nah.. itu dia masalahnya, sekarang jam pulangku tidak pasti. Terkadang lembur terkadang pulang sore. Tapi akhir-akhir ini memang lebih banyak lembur karena banyak pertemuan yang harus dihadiri,aku juga harus mengurus segala berkas keperluan pak bos" jelas Nadine


" Iya aku lupa sekarang kamu jadi sekretaris, kemanapun kamu pergi kamu selalu di belakang James,aku sampai tidak punya kesempatan untuk bertemu atau sekedar menelfonmu" Albie merasa menyesal karena menyia-nyiakan waktu dengan Nadine dan sekarang ini Nadine harus selalu mengikuti bos mereka


" Ini kan sudah aku sempatkan untuk menelfonmu sebelum aku dan pak bos menghadiri meeting di luar kantor,Dan hari ini mungkin aku pulang sore" jelas Nadine


Setelah menutup telfon,Nadine bersiap menghadiri meeting di luar kantor bersama James. Nadine mensilent hp pribadinya dan hanya membunyikan hp khusus untuk kerjanya. Makanya selama beberapa hari Nadine tidak mengangkat telfonnya dikarenakan saat meeting dia hanya membunyikan hp khusus kerja saja.


Setelah meeting seluruh meeting pada hari itu selesai,Nadine memasuki Ruang James berniat untuk pamit puoang untuk menjenguk Mamanya Albie.


" Pak seluruh pekerjaan saya sudah beres,saya izin pulang dulu" izin Nadine tapi belum waktunya pulang


" Ini masih belum jam pulang kantor, kenapa buru-buru? apakah ada hal penting? Atau kamu mau kesalon karena akan menemui Albie?" goda James


" Tidak pak, Mamanya Albie sakit,dan beliau ingin bertemu,dan saya tidak ingin menjenguk Mamanya bersama Albie jadi saya izin pulang sekarang" tegas Nadine serius


" Baiklah-baiklah... Karena sudah beres kamu bisa pulang,dan hati-hati di jalan" kata James


" Terimakasih pak dan saya permisi dulu" jawab Nadine


Nadine segera menuju rumah sakit dimana Mama Rana dirawat. Dan saat di lobby ada seorang wanita terjatuh. Saat Nadine berusaha membantu wanita tersebut berdiri,Wanita tersebut adalah Margaretha,wanita yang pernah ditolong Nadine saat dia terjatuh di jalan penyebrangan. Dan sekarang dia terjatuh di Lobby.


" Tante Margaretha? kenapa terjatuh lagi? Dan sedang apa Tante disini? Apa sedang sakit?" tanya Nadine dengan beruntun


" Nak Nadine ya,selalu datang untuk menolongku ya? aku tidak sakit,aku baru selesai menjenguk temanku" mereka tertawa bersama


" Dan sedang apa kamu disini? Apa kamu sakit?" tanya Margaretha


" Tidak,saya juga kesini untuk menjenguk seseorang"jawab Nadine


" Baiklah sekali lagi terimakasih ya,saya harus segera pulang, Bye Dine" pamit Margaretha


" iya .. Bye Tante Etha, hati-hati dijalan" mereka saling melambaikan tangan


Setelah bertanya pada bagian informasi,Nadine segera menuju ruang rawat Mama Rana. Dia mengetuk pintu dan masuk dengan pelan,takut menganggu Mama Rana yang sedang beristirahat.


Nadine bernafas lega karena saat ini tidak ada Tante Diana. Mama Rana sedang tidur dan Papa Kenan sedang duduk di sofa samping.


" Bagaimana keadaan Mama Rana?" tanya Nadine pada Kenan


" Sudah mulai stabil,kamu duduk saja di samping Mama,sejak kemarin dia menanyakan tentang kamu terus" Papa Kenan berdiri sambil melipat kedua tangannya


" Maaf Pa... akhir-akhir ini Nadine sibuk, Karena sekarang Nadine sudah diangkat menjadi sekretaris Pak James" jawab Nadine sambil menggenggam tangan Mama Rana


" Selamat atas jabatan baru kamu Dine,maaf papa baru tau karena Albie juga jarang pulang,hanya kemarin saat Mamanya jatuh Sakit dia pulang, apakah sedang banyak proyek hingga tidak sempat pulang?" tanya Papa Kenan


" Iya memang sedang banyak proyek,Nadine juga sering lembur akhir-akhir ini tapi tidak sampai larut karena berkas-berkasnya saya bawa pulang,jadi begadangnya di Apartemen" jelas Nadie


" Bukankah lebih baik dapat gaji extra dengan lembur di kantor?"


" Tapi Saya takut pulang malam sendirian apalagi sekarang ruang kerjanya tepat didepan ruang CEO" jelas Nadine


" Ya kan kamu memang sekretarisnya"


Dan kemudian Mama Rana jadi terbangun karena perbincangan mereka yang tidak melihat situasi. Mereka bertiga saling mengobrol hingga malam hingga seseorang datang.


Thanks for reading 😘😘