
happy reading happy people ππ
Terimakasih sudah mampir dan meninggalkan like, komentar dan votenyaπ
Tidak bisa membalas para reader apapun selain mengusahakan up setiap hari dan maaf jika tidak ada unsur komedi yang membuat kalian terhibur. Dan menerima kritik dan sarannya
POV Author
Nadine dan James terbang ke Surabaya untuk menghadiri meeting dengan beberapa klien. Mereka berangkat pada pukul 5 pagi dan sampai di Bandara Juanda Surabaya pukul 06.20 dan sampai di hotel pada pukul 07.15 karena jalanan sedikit macet. Masih ada waktu sebelum jam 10 jadi mereka berdua masih ada waktu untuk istirahat atau sarapan.
Nadine selalu memesan hotel yang dekat dengan restoran atau hotel yang menjadi tempat mereka meeting agar ada jeda waktu untuk beristirahat dan untuk menghadiri meetingnya pun tidak perlu berkendara jauh. Seperti pada saat di San Fransisco, saat inipun Nadine memesan hotel yang menjadi tempat diadakannya pertemuan dengan para kliennya. Hanya berbeda jam agar tidak memakan banyak waktu.
" Je .. sekarang sudah waktunya kita turun, apakah sudah siap?" tanya Nadine menghampiri James di kamarnya
" Sudah, apakah dasi dan kemejaku sudah Cocok?" tanya James menanyakan pendapat Nadine tentang penampilannya
" Kamu selalu tampan dan cocok dengan kemeja dan dasi apapun,ayo kita berangkat kalau sudah selesai" jawab Nadine dengan mengajak James keluar dari kamarnya
" Baiklah ayo" jawab James
Mereka berdua duduk dikursi masing-masing untuk menyimak segala konsep yang diinginkan klien mereka. Klien pertama tidak terlalu ribet karena permintaannya simpel. Sedangkan klien kedua adalah orang yang detail sehingga keduanya harus menunda makan siang mereka. Meskipun meetingnya di restoran hotel namun saat meeting berlangsung semuanya hanya memesan minum dan itupun mereka abaikan karena pembicaraan yang serius yang tidak bisa jeda.
Untungnya selesai jam setengah 2 jadi masih ada waktu makan siang sebelum meeting selanjutnya. Nadine dan James masih di tempat duduk mereka. Setelah makan,Nadine ke toilet untuk memperbaiki make up sedangkan James sedang menerima telfon dari kliennya yang nampaknya sedikit terlambat karena terkena macet.
Saat Nadine Keluar dari kamar mandi, namun klien mereka masih belum datang jadi James memutuskan untuk memesan kopi agar mood mereka bisa lebih fresh dan rileks.
" Latte dengan pastry,untung disini ada" kata James saat pelayan restoran datang
" makasih Je,selalu saja membuat orang terharu, padahal kan ini jam kerja dan perjanjiannya harus profesional kan?" tanya Nadine
" iya sama-sama, aku pesan untuk sekretaris dan untukku sendiri" jawab James
Setelah mereka minum beberapa teguk kopinya, Klien mereka datang dan langsung berjabat tangan dan duduk untuk segera memulai meeting tersebut.
Klien mereka menyodorkan detail hal-hal apa saja yang mereka inginkan pada gedung mereka.
" saya ingin konsepnya santai dan membuat orang tenang karena lobby tempat pertama yang dilihat orang saat masuk kantor dan tempat tamu untuk menunggu namun di depan kantor saya harus ada ruang tunggu juga khusus tamu penting atau keluarga" Jelas klien mereka
" Apakah ada pemilihan kursi tunggu khusus? Atau apakah anda perlu rekomendasi dari desain kami?" tanya James
" Iya Saya perlu rekomendasi kalian dan saya butuh 6-8 sofa di lobby dan 4 buah di ruang tunggu di depan kantor. Untuk ruangannya sendiri di beri cermin agar terlihat lebih luas dan di beri toilet juga di dalamnya agar tidak perlu ke bawah. Dan boleh kalian emailkan saran kalian" jelas kliennya
" Baiklah dan email-nya akan kami kirimkan selambat-lambatnya seminggu dari sekarang karena kami harus mengajukan hak patennya" jelas Nadine
" iya,tidak masalah karena pengerjaannya masih saya beri jeda 1 bulan jadi nanti ada waktu jika saya minta perubahan desain yang kalian ajukan.Kami juga ada kontraktor bangunan sendiri. Tidak ada masalah kan?" tanyanya
"Tidak masalah. Terimakasih atas pengertian dan kepercayaan anda memilih desain dari kami,Kami akan mengerjakannya sebaik mungkin sesuai konsep Anda" jawab Nadine
Meeting mereka selesai lebih awal karena kliennya tidak ribet seperti tadi siang yang minta ini itu dan banyak sekali konsep yang mereka ajukan.
" Apakah kamu lelah Na?" tanya James
" iya apakah aku boleh istirahat sekarang?" tanya Nadine
" Janji temu dengan siapa lagi? bukankah tadi sore yang terakhir?" tanya Nadine
" Janji temu antara James dan Nadine lah" James tertawa
" Oke baiklah,yasudah aku masuk kamar dulu mau tidur dan telfon aku jika sudah waktunya" kata Nadine dengan tersenyum manis kearah James
" iya nanti akan menelfonmu jika sudah waktunya,aku juga mau istirahat sebentar" jawab James sambil berlalu menuju kamarnya
Saat malam tiba...
James mengajak Nadine berkendara dengan naik sepeda motor. Sebenarnya hotel menyediakan mobil beserta supirnya,namun James lebih memilih berkendara sepeda motor agar bisa menghindar jika macet dijalan. Dan bisa lebih dekat dengan Nadine.
James mengambil tangan Nadine agar memegang pinggangnya.
" pegangan biar gak jatuh" jelas James
" Emang kamu tega bikin aku jatuh?" tanya Nadine
" Ya gak mungkin lah Na aku tega, makanya sebelum aku jalan aku suruh kamu pegangan" tegas James
Mereka berkendara dengan Nadine yang memeluk James dengan erat. Nadine menyukai suasana malam kota Surabaya dengan banyak taman dan lampu yang mereka lewati apalagi bersama dengan James.
Tangan kiri James memegang tangan Nadine yang ada di depan perut James, sedangkan tangan kanannya memegang stir motornya.
" Je fokus menyetir, jangan memegang tanganku" kata Nadine
" iya-iya baiklah Nyonya" James melepaskan tangannya dari tangan Nadine
" Aku tidak melarangmu memegang tanganku tapi saat ini kita sedang berada di jalan raya,aku tidak mau kita jatuh dan kau nanti jadi terluka" jelas Nadine karena takut James salah paham
" Iya aku mengerti sayang,tidak perlu dijelaskan dan aku senang ternyata Nyonya Angkasa mengkhawatirkan aku" jawab James
" Kita belum menikah James, kenapa kamu selalu menyebutku Nyonya?" tanya Nadine
" Karena ucapan adalah do'a dan aku selalu berdoa agar kamu menjadi istriku dan menjadi nyonya Angkasa" jelas James
Nadine menanggis karena James dan Mamanya mendoakan hal yang sama. Padahal Nadine adalah orang biasa dan pegawai dari James. Namun James selalu mencintai Nadine setulusnya dan berharap agar mereka berdua bisa jodoh dan menikah sedangkan kenyataannya James adalah selingkuhannya Nadine.
" Sayang kamu menanggis?" tanya James
" Aku orang yang buruk James,kamu begitu serius dan berdoa agar kita menikah sedangkan aku masih belum melepaskan hubunganku dengan Albie" jawab Nadine sambil terisak
James segera menepikan sepeda motornya dan memarkirkannya. Mereka duduk di bangku yang di sediakan di pinggir jalan.
" Hei.. kamu bukan orang yang buruk Na,malah aku yang menghancurkanmu dari awal, aku yang muncul diantara kalian,jadi bukankah aku lebih buruk?. Dan untuk hubunganmu dengan Albie,aku bisa menunggu karena aku benar-benar serius ingin bersamamu apalagi sekarang Om Kenan baru saja masuk rumah sakit jadi kamu pasti tidak tega kan untuk membatalkan pertunangan kalian?" Tanya James
" Iya karena Mama Rana dan Papa Kenan adalah alasan kuat untukku bertahan menghadapi Albie,Aku tidak tega menyakiti hati mereka" jawab Nadine
Selanjutnya mereka menghabiskan malam dengan berkeliling kota Surabaya. Nadine juga sempat menunjukkan universitas tempat dia mengenyam pendidikannya. Dan setelahnya, mereka berdua kembali ke hotel untuk beristirahat.
thanks for reading ππ