
Happy reading happy people 😉😉
Terimakasih sudah mampir dan meninggalkan like dan komentar positifnya 😘😘
Warning!!!
Adegan dewasa,harap bijak dalam membaca
POV Author
James mengantar Nadine pulang ke apartemen Nadine. Mereka saat ini sudah sampai di parkiran mobil. Mereka turun dan Nadine bertanya pada James.
" Kamu mau langsung pulang James?" tanya Nadine
" Tidak mampir dulu?" Nadine berbasa-basi
" memang boleh? Baiklah aku mampir" jawab James dan mengandeng tangan Nadine masuk lift
Nadine melihat tangannya yang digenggam James saat ini,lalu berpindah melihat wajah James yang sedang menatap lurus kedepan.
" Aku hanya takut kamu hilang makanya aku menggenggam tanganmu" James tersenyum dan menoleh kearah Nadine
" Aku malah senang tanganku digenggam olehmu, Albie selalu melepaskan genggaman tanganku jika sedang kencan. Katanya, dia tidak mau mengumbar kemesraan didepan umum. Lagian seperti anak TK saja pegangan tangan,tapi dia mau saja digenggam tangannya oleh Mia" Nadine menjadi murung
" Sekarang ada aku yang akan menggenggam terus tanganmu kapanpun yang kau mau" James mencium punggung tangan Nadine lalu meletakkan didadanya
" Terimakasih Tuhan sudah mengirim James untukku" batin Nadine
" Terimakasih James" jawab Nadine
Mereka keluar dari lift dan masih saling berpegangan tangan.
" Maaf sebelumnya,ini bukannya aku ingin menyakiti perasaan kamu,tapi aku hanya ingin jujur saja. Dulu aku juga pernah memiliki beberapa kekasih dan mereka juga tidak mau ku genggam tangannya, mereka lebih suka bergelayut dilenganku" terang James
" Aku tidak masalah James,aku malah senang kamu mau terbuka padaku,Albie terlalu tertutup dan aku hampir tidak pernah tau tentangnya dari mulutnya sendiri, sebagaian besar aku tau dari ibunya. Kami selama ini selalu saja meributkan hal-hal yang ku rasa masalah sepele yang dibesarkan oleh Albie" jelas Nadine
" Lalu kenapa kamu malah bertunangan dengannya?" tanya James
" Karena aku mencintainya" jawab Nadine tapi dengan wajah sendu
Mereka masuk kedalam Apartemen Nadine. James duduk dan Nadine mangambilkan minum.
" Bagaimana awal pertemuan kalian? Kalian kan beda universitas" Tanya James sambil meminum kopinya
" buatanmu ternyata enak Na, buatkan setiap hari di kantor ya Na" lanjut James memuji kopi Nadine
" siap bos,, Kami awalnya ketemu di PT.Ramah Sentosa yang bergerak di bidang asuransi jiwa. Selama 1 bulan kami menjadi asisten para manajer untuk mengikuti segala sistem mereka,baru setelah itu kami menjadi pegawai magang selama 3 bulan,Dan selama 3 bulan itu aku dekat dengan Albie, karena aku satu-satunya perempuan yang tidak genit padanya" jelas Nadine
" Kejadiannya bagaimana? Sampai kamu bisa jadian dengan Albie?" tanya James
" Waktu itu aku pulang sendirian dan Albie melewatiku,tapi dia kembali dan menawariku tumpangan,kami jadi banyak berbincang. Dan mulai saat itu setiap hari dia mengantar dan menjemputku,kami jadi intens bertemu dan saling menelfon. Dan saat magang berakhirpun, dia tetap menghubungi dan mengajakku keluar untuk jalan-jalan. Aku tidak tau kapan tepatnya tapi hubungan kami mengalir begitu saja, banyak hal yang tidak sama dan tidak cocok diantara kami. Tapi aku selalu memakluminya karena aku masih bisa mengikuti kegiatannya" terang Nadine
" Itulah kesalahannya Na,kamu terus yang memakluminya sedang Albie terbiasa dengan hal itu. Jadi,jika kamu sekarang tidak mengikuti kemauan dan tidak memahaminya,dia akan meledak-ledak seperti 2 hari ini. Seharusnya kalian saling memahami bukan hanya kamu saja yang memahaminya. Sebenarnya aku senang melihat kalian bertengkar terus tapi aku tidak suka melihatmu disakiti Albie sedangkan aku tidak bisa berbuat apa-apa dan harus menjaga hubungan ini tidak terlihat" sesal James sambil menggenggam tangan Nadine
" Tidak apa James, lagipula kamu selalu datang disaat yang tepat saat Albie mulai marah. Kamu bisa meredam amarahnya dan menjadi mediator. Dan maaf sudah melibatkanmu dalam hubungan kacau ini" kata Nadine
" Aku percaya kamu tulus mencintaiku, karena disaat seperti inipun kamu tetap berada disampingku,kamu juga selalu membuatku tertawa bahagia. Aku bahkan sampai binggung harus bagaimana untuk mencintaimu yang terlalu luar biasa untuk ku capai" Nadine
" Kamu cukup menjadi dirimu sendiri seperti biasanya, tersenyum dan bekerja dengan serius atau memasang wajah merona ketika malu" James tertawa
" Dasar kamu ini James... aku bicara serius" Nadine cemberut
" Aku juga suka ketika kamu cemberut begini" James mengigit pipi Nadine
" Sakit James,kamu ini lapar? sampai mengigit pipiku" tanya Nadine sambil mengusap pipinya yang sakit karena ulah James
" Iya lapar,mau makan kamu" jawab James sambil merebahkan tubuh Nadine disofa tempat mereka duduk
" mau sate apa soto atau makanan western biar di delivery?" Nadine akan mengambil hpnya yang berada di tasnya yang kebetulan berada di lantai di bawah mereka
" Tidak mau,aku maunya Nadine" James menarik tangan Nadine dan menahannya diatas kepala Nadine,kemudian mulai melumat bibir manis Nadine
Sementara tangan kanannya memegang kedua tangan Nadine,tangan kiri James bergerilya dibadan Nadine. Nadine mengeliat geli karena ulah James. Dan sebaliknya karena ulah Nadine, junior James jadi semakin mengeras.
James mengangkat tubuh Nadine dan membawanya kedalam kamar. Apartemen Nadine hanya satu lantai,beda dengan apartemen James yang 2 lantai. Jadi antara sofa dan kamar Nadine dekat.
James merebahkan tubuh Nadine diranjang dan kembali melumat bibirnya. Tangannya memainkan kedua bukit kembar milik Nadine. Lalu James membuka dress milik Nadine dan hanya meninggalkan bra dan dalaman Nadine yang berwarna senada dengan dressnya.
Hal itu semakin memancing hasrat James untuk memakan Nadine. Dia segera menurunkan bra Nadine dan mengemut pucuk gunung Nadine. Tangan kanannya memegang gunung satunya dan tangan kiri James sudah berada diinti Nadine. Nadine mendesah sambil meremas rambut James.
" Ahhhhh.. Jameeessss" Nadine terus mendesah dan kakinya bergerak gelisah
" Naaaa... kamu enak.." James mengangkat badannya serta melepaskan bajunya dan mengarahkan tangan Nadine untuk mengenggam juniornya
Awalnya Nadine geli karena ini pengalaman pertama kalinya dia memegang junior cowok secara langsung. Dan itu milik Atasanya sendiri. Nadine mengelusnya dan itu semakin menaikkan hasrat James.
James juga memainkan tangannya diarea intim Nadine dan itu menyebabkan Nadine mencapai puncaknya yang pertama. Tidak mau kalah,James segera memasuki Nadine dengan cepat dan keras membuat Nadine sedikit kesakitan..
" Jamessss pelan-pelan" kata Nadine
James segera melumat bibir Nadine dengan bagian bawahnya yang terus bergerak pelan agar Nadine tidak kesakitan.
" ahhhh. .. cepat Jeeee" desah Nadine
" Tunggu sayang,kita akan keluar bersamaan" jawab James sambil menaikkan tempo
Akhirnya mereka mencapai puncaknya bersamaan dengan perasaan lega.
" Mau mandi?" tawar James
" sebentar aku masih lemas" jawab Nadine
" biar aku angkat" James mengangkat badan Nadine dan mereka masuk kedalam kamar mendi dalam keadaan keduanya masih telanjang
Dan mereka melanjutkan kegiatannya di dalam kamar mandi.
Thanks for reading 😘😘