
Setelah mengatakan itu. Barra dibantu beberapa anggotanya langsung memperlihatkan sebuah video yang sudah mereka persiapkan. Video itu terpampang di tv besar yang sudah dipasang di ruangan itu sehingga semua para tamu undangan bisa melihatnya.
Kini Barra dan beberapa anggotanya tengah memasang alat untuk memutar video dan beberapa berkas-berkas serta beberapa gambar untuk diperlihatkan kepada semua orang yang ada di dalam gedung.
Di layar tersebut akan terpampang beberapa Perusahaan terbesar, terkenal dan paling berpengaruh nomor satu di dunia dan di Australia termasuk Perusahaan milik Darren yaitu DRN'CORP.
Beberapa menit kemudian, layar besar itu menampilkan sebuah gambar dan berangsur-angsur menampilkan sebuah video.
Di dalam layar tersebut terlihat jelas 10 Perusahaan terkenal dan paling berpengaruh di dunia dan di Australia. Semua yang ada di dalam gedung tersebut sudah sangat hafal dan sudah mengenal ke sepuluh Perusahaan-perusahaan tersebut. Tidak ada satu Perusahaan mana pun yang mampu mengalahkan ke sepuluh Perusahaan tersebut. Jangankan untuk bersaing atau untuk menyaingi kesepuluh Perusahaan tersebut. Mengusik kesepuluh Perusahaan itu tidak ada yang berani.
Semua orang tahu bagaimana watak dan sifat dari sipemilik kesepuluh Perusahaan itu. Bahkan semua orang tahu moto hidup dari kesepuluh Perusahaan tersebut.
Setelah semua orang menyaksikan beberapa foto dari kesepuluh Perusahaan ternama, terkenal dan paling berpengaruh serta paling ditakuti. Darren meminta kepada Barra untuk menjedah sejenak sebelum memperlihatkan video tentang kecurangan dan kelicikan keluarga Aldema dan keluarga Choe dalam dunia bisnis.
"Barra, tahan sebentar!" seru Darren.
"Oke," jawab Barra dengan mengacungkan ibu jarinya.
Darren menatap semua orang yang ada di dalam gedung termasuk Veronika dan keluarganya.
"Kalian sudah lihatkan kesepuluh Perusahaan terkenal dan paling berpengaruh di dunia dan di Australia serta paling ditakuti?" tanya Darren.
"Iya. Kami sudah melihatnya," jawab para tamu undangan. Sementara Veronika dan anggota keluarganya hanya diam.
"Sekarang jawab pertanyaanku. Apa di layar tersebut kalian melihat nama Perusahaan DRN'CORP dan DRN'Smith?" tanya Darren.
"Iya. Kami melihat dua Perusahaan itu di layar itu," jawab kompak para tamu undangan.
Mendengar jawaban kompak dari para tamu undangan tersebut membuat Darren dan keempat sahabatnya tersenyum.
Darren mendekati Lucky dan Veronika. "Apa kau juga melihat dua nama Perusahaan itu di layar yang terpampang di depan, tuan?" tanya Darren dengan menatap nyalang Lucky, ayahnya Veronika.
"Kalau aku melihatnya. Kau mau apa?" tanya balik Lucky dengan wajah menantangnya.
"Bagus jika kau melihatnya. Sekarang aku katakan padamu dan juga kepada seluruh anggota keluargamu termasuk anggota keluarga dari istrimu. Perusahaan DRN'Smith adalah Perusahaan milik Clarissa Austin yang tak lain adalah ibu kandungku. Clarissa Austin adalah putri ketiga dari Robert Smith. Dan kau pasti tahu nama suami dari Clarissa Austin, bukan?" tanya Darren dengan suara yang dikeraskan dan matanya menatap amarah Lucky.
Tidak ada jawaban dari Lucky. Lucky hanya diam ditempatnya. Melihat keterdiaman Lucky. Darren menatap remeh Lucky.
Sementara para tamu undangan terkejut ketika mengetahui bahwa Clarissa Austin adalah putri ketiga dari Robert Smith, keluarga yang paling berpengaruh dan ditakuti di dunia dan di Australia. Tak terkecuali Veronika dan anggota keluarganya. Veronika benar-benar terkejut apa yang didengarnya.
"Dan kalian semua pasti sudah mengetahui tentang Clarissa Austin yang akan mewariskan Perusahaan DRN'Smith kepada putranya dari pernikahannya dengan Felix Austin?" tanya Darren dengan menatap semua orang.
"Clarissa Austin yang tak lain adalah ibu kandungku telah mewariskan Perusahaan itu kepadaku. Dan secara resmi Perusahaan itu sudah menjadi milik seorang Darrendra Austin atau lebih tepatnya sekarang berubah menjadi Darrendra Smith." Darren berucap dengan penuh penekanan dan dengan wajah dingin dan datar.
"Dan untuk Perusahaan DRN'CORP. Perusahaan itu asli milikku. Aku membangun Perusahaan itu sejak aku masih duduk di bangku SMP. Selama ini aku merahasiakan identitasku kepada orang-orang diluar sana. Aku mengaku kepada semua orang bahwa aku memiliki Perusahaan yang sangat kecil dan belum terkenal."
Darren kembali menatap remeh kearah Lucky. "Dan untuk kau Lucky Aldema. Apa kau masih bisa bersikap sombong dan arogan di depanku dan menganggapku bocah ingusan setelah kau mengetahui siapa aku sebenarnya, hum?"
"Kau, istrimu dan seluruh anggota keluargamu termasuk anggota keluarga dari istrimu hanyalah seonggok sampah. Kalian mendapatkan kekayaan dengan cara yang salah. Kalian tak lebih dari manusia serakah. Menghalalkan segala cara untuk mendapatkan apa yang kalian inginkan. Pantas saja putrimu memiliki sifat yang sangat menjijikkan. Ternyata belajar darimu dan istrimu."
Mendengar perkataan kejam dari Darren membuat Lucky dan anggota keluarganya menatap marah Darren. Mereka tidak terima akan hinaan dan tuduhan yang diberikan oleh Darren.
"Jaga ucapanmu sialan. Jangan asal menuduh!" bentak Arlan.
"Apa kau punya bukti akan ucapanmu itu, hah?!" bentak Sandara, ibunya Veronika.
Mendengar perkataan dari ibunya Veronika. Darren dan keempat sahabatnya langsung tertawa.
"Hahahahaha."
"Hei, nyonya! Apa anda barusan menantang sahabatku, Darren? Ingat nyonya! Yang anda tantang barusan itu adalah cucu dari Robert Smith. Anda tahukan keluarga Smith seperti apa, hah!" seru Chello.
"Dan anda tidak tahu siapa Darren yang sebenarnya. Jika anda dan keluarga anda tahu. Maka anda dan keluarga anda akan berpikir seribu kali untuk melawannya," ucap Chico.
Zidan memberikan kode kepada Vicky dan Alex untuk menyuruh para mafioso masuk ke dalam gedung dan tak lupa Zidan menyuruh mereka semua memakai topeng. Topeng yang berlogo singa hitam yang terletak dibagian ujung topeng.
"Vicky, Alex. Suruh para mafioso masuk dan jangan lupa pakai topeng kalian."
"Baik Prince."
Setelah itu, Vicky dan Alex keluar dan memerintahkan para mafioso untuk masuk.
Beberapa detik kemudian, masuklah lima puluh mafioso BLACK LION ke dalam gedung dengan wajah yang sudah ditutupi oleh topeng. Begitu juga dengan Vicky dan Alex. Warna topeng milik Vicky dan Alex berbeda dengan topeng milik para mafioso. Ada 4 jenis, bentuk dan warna topeng. Topeng tersebut sesuai dengan jabatan masing-masing.
Semua para tamu undangan terkejut dan ketakutan ketika melihat orang-orang bertopeng memasuki gedung. Mereka semua tahu siapa orang-orang bertopeng itu.
[Bukannya mereka dari kelompok mafia BLACK LION]
[Tapi kenapa mereka datang kesini. Kita kan tidak mencari masalah dengan mereka?]
[Apa jangan-jangan ada diantara para tamu undangan disini yang sudah mencari masalah dengan mereka?]
Itulah ucapan-ucapan dari beberapa tamu undangan ketika melihat kedatangan para kelompok mafia BLACK LION.
Melihat lima puluh anggotanya telah memasuki gedung. Seketika lampu tiba-tiba padam sehingga membuat ruangan gedung itu menjadi gelap.
Zidan, Chico, Barra dan Chello mengeluarkan topeng mereka masing-masing dan langsung memakainya. Begitu juga dengan Darren. Beberapa detik kemudian, lampu kembali menyala.
Ketika lampu kembali menyala. Mereka yang ada di dalam gedung tersebut terkejut dan berteriak ketakutan. Bagaimana tidak. Mereka semua melihat kehadiran seorang ketua mafia BLACK LION dan keempat wakilnya. Mereka semua sangat tahu kekejaman dari ketua mafia dan keempat wakilnya itu. Tidak ada yang berani dengan kelompok mafia tersebut.
Darren memberikan kode kepada Barra untuk melanjutkan kembali memutar video itu. Barra yang mendapatkan kode dari Darren menjadi paham. Barra pun kembali melanjutkan video yang sempat tertunda beberapa menit.
"Kalian semua lihatlah ke layar itu. Perhatikan dan dengarkan baik-baik. Kalian semua akan tahu apa yang sudah dilakukan oleh keluarga Aldema dan keluarga Choe selama ini."
Mereka semua pun menatap ke layar lebar yang ada di depan. Terlihat sebuah video. Setelah beberapa menit video itu diputar. Seketika suasana di dalam gedung menjadi rusuh.
[Brengsek! Apa-apaan kalian!]
[Jadi selama ini kalian menipu kami]
[Kalian selama ini bermain curang]
[Kalian bermain kotor untuk mendapatkan keuntungan besar]
[Dasar keluarga brengsek!]
[Pantas saja kekayaan kalian makin hari makin meningkat. Ternyata kalian selama ini telah bermain curang dan kotor]
[Dasar menjijikkan dan sampah]
[Lucky, kami tidak menyangka kau dan keluargamu bisa melakukan hal sekeji ini!]
[Kami akan menarik semua dana kami dari Perusahaan kalian]
[Kami tidak sudi lagi bekerja sama dengan keluarga brengsek seperti kalian]
Itulah kata-kata amarah yang keluar dari mulut para pebisnis yang hadir di acara ulang tahun pernikahan Lucky Aldema dan Sandara Aldema.
Mendengar ucapan demi ucapan dari para pebisnis membuat Lucky dan seluruh anggota keluarganya termasuk Sandara dan anggota keluarganya hanya bisa diam. Mereka tidak bisa mengelak lagi karena semua bukti sudah cukup kuat jika mereka memang bersalah.
Darren melangkah mendekati Veronika. Setelah berada di hadapan Veronika. Darren langsung menarik kuat rambut Veronika sehingga membuat Veronika berteriak kesakitan.
"Aakkhhh!"
Mendengar teriakan Veronika. Lucky ingin mendekati putrinya. Namun langkahnya terhenti ketika Chico dan Chello menodongkan senjatanya kearah kepala Lucky.
"Jika kau bergerak. Maka peluru ini akan menembus kepalamu," sahut Chello.
"Kau sudah salah mencari masalah denganku Veronika Aldema," ucap Darren di balik topengnya.
"Si-siapa kau? Aku tidak pernah mencari masalah denganmu. Bahkan aku tidak pernah mengusikmu," jawab Veronika dengan suara bergetarnya.
"Apa kau yakin tidak pernah mengusikku dan mencari masalah denganku?" tanya Darren dengan kembali menarik rambut Veronika.
"Aakkkhhh!" teriak Veronika.
"Bagaimana dengan Alonso Alberto? Kau pasti mengenalinya, bukan!"
Mendengar perkataan dari ketua mafia BLACK LION membuat tubuh Veronika bergetar ketakutan.
"Aku... aku tidak kenal dengan orang yang bernama Alonso." Veronika menjawab dengan suara bergetar dan juga terbata-bata.
"Benarkah? Apa aku bisa mempercayaimu, hum?"
"Aku tidak kenal dengan orang itu," jawab Veronika.
"Baiklah kalau begitu."
Darren memberikan kode kepada Barra untuk memutar video saat kejadian naas di kediaman Parvez.
Mendapatkan perintah dari Darren. Barra mengangguk dan langsung memutar video itu.