
Di warung tenda dekat rumah mereka, afsheen menemui shalom bersama ressa, shalom meneguk bir yg sudah tersedia di hadapan mereka
“sha..maaf..”ucap afsheen
“its oke sheen ini memang bukan urusan gw..gw yg seharus nya minta maaf karna udah ganggu hidup lo..”ucap shalom masih marah
“gw pikir shalom bener sheen,si brengsek kaya dean memang harus tahu kalau dia punya anak..kesian ares..”ucap ressa
“gw tahu..gw Cuma belum siap..”ucap afsheen sembari menengguk bir nya ressa
Keesokannya
Afsheen, shalom serta ressa kaget melihat sarapan yg sudah tersedia di meja makan
" akhir nya kalian bangun..kalian harus makan ini untuk menghilang kan mabuk kalian…”ucap dean sembari menyodorkan sup.
“are you drunk??”Tanya ressa
“tentu saja saya tidak mabuk.. and plis girl bila kalian mabuk pergilah ke kamar kalian masing-masing, saya tidak bisa membawa kalian satu persatu,kalian terlihat langsing tapi sungguh kalian sangat berat seperti batu.. "tukas dean, mereka langsung risih, mereka memang mabuk kemarin dan dean yg memindahkan mereka ke kamar mereka masing-masing.
Ressa memilih langsung makan masakan dean, dan ternyata enak, dean mendekati afsheen.
“ehmm..sheen jangan marah ya..kira-kira apa yg ares suka..”Tanya dean, afsheen menaruh sendok nya dan pergi, dean langsung merasa bersalah.
“he like’s everything..”tukas ressa
“really..??”tukas dean, dean tersenyum lalu pergi ke kamar nya.
di banker bawah
afsheen menemui shaloom yg sudah selesai makan
"gimana..?? " tanya afsheen, shaloom memberikan beberapa berkas
"sudah gw duga.. kita harus laporkan ini.. "ucap afsheen
Siang nya
Song biseo datang menemui afsheen
“pak ketua mengirim saya ke sini ingin meminta sesuatu ke kamu afsheen-ssi..”ucap song biseo menggunakan bahasa korea, afsheen tampak menyimak, afsheen pun memberikan beberapa dokumen ke song biseo.
Sementara itu dean sedang di toko mainan, dia pun memborong mainan-mainan yg tampak lucu dan bagus, dari kejauhan ressa tampak mengawasi dean, ressa sedang menyalakan rokok ketika dia melihat dean di sekap orang dan di bawa masuk ke sebuah van ,ressa langsung menstater mobil nya ,dan mengejar namun dia di tabrak mobil di samping nya, mobil ressa terguling ,mobil yg menabrak ressa langsung pergi, orang-orang langsung menghampiri mobil ressa ,ressa susah payah keluar dari mobil ,dia pun berhasil, orang-orang di sekitar nya langsung kaget.
“apa kamu baik-baik saja tolong panggil ambulance..”tukas ibu-ibu sembari memegang ressa ,ressa pun menguncir rambut nya yg ter urai tiba-tiba ,dia melihat luka-luka yg dia derita lalu menelepon afsheen.
“sheen..dean di culik..gw kejar dia sekarang..”tukas ressa
“oh saya baik-baik saja ahjumma.. ”tukas ressa ke ibu-ibu yg mencoba menolong nya, dia pun langsung berlari, orang-orang di sekitar nya aneh, karna mobil yg di kendarai ressa hampir hancur namun ressa keluar dengan baik-baik saja hanya luka beberapa di wajah nya.
Afsheen langsung menyiapkan semua peralatan nya begitu shalom,song biseo bersikukuh ingin ikut,(fyi song biseo masih muda ya, masih 34 thn sedangkan dean 30 thn)
Shalom mengendarai sebuah mobil di mana di kaca mobil itu terdapat gps yg melacak keberadaan dean.
Sementara itu dean membuka mata nya,dia melihat seseorang yg sangat dia kenal.
“hyung..apa harus sampai seperti ini..??”Tanya dean ke kwon seung hyun kakak tiri nya dean.
“ya ini semua setimpal dengan apa yg sudah kamu ambil, bahkan saya berencana ingin membunuh mu..”tukas seung hyun, dean tertawa kecil.
“silahkan..bila memang itu mau hyung..aku tidak ingin meributkan hal seperti ini dengan saudara sendiri..”tukas dean, seung hyun menodongkan pistol ke kepala dean.
“apa dia akan datang??”Tanya seung hyun ke seseorang
“tentu saja..”sahut seseorang
Afsheen sudah sampai di sebuah gedung yg terlihat kosong, shalom memilih naik lebih tinggi sembari membawa senapan laras panjang yg biasa di pakai sniper dan roket pencari panas bersama song biseo sedangkan afsheen bersama ressa.
“she’s come..”ucap seseorang
“you hear sha..”tukas dean, pria itu bingung, lalu sadar.
“copy that..dean..”sahut shalom sembari menembakan rudal pencari panas, rudal itu meluncur menghancurkan atap gedung, dean serta beberapa orang terlempar, lalu satu persatu orang tertembak, sebelum nya shalom memang memasang gps di tubuh dean serta alat komunikasi di gigi geraham dean, jadi shalom tahu apa saja yg di bicarakan dean.
“shaloommm!!!”teriak si pria yg tadi mengancam dean.
“yes virgoun..dia masih inget gw..”tukas shalom sembari menembaki beberapa orang yg masih kebingungan mencari keberadaan shalom, shalom sengaja standby di atap gedung sebrang sembari memantau kondisi dari atas.
Virgoun adalah mantan bos afsheen dkk, namun agak sedikit arogan dan kadang childish, dia menjalankan bisnis seperti ini sudah lama bersama afsheen sebelum nya virgoun dan afsheen tergabung di military dan menjadi tim khusus yg di andalkan namun mereka di jebak dan memilih keluar dari kesatuan dan memilih pekerjaan yg lebih menantang namun afsheen memilih menjauh dari virgoun karna virgo yg berubah begitu pun ressa dan shalom lebih memilih bekerja sama dengan afsheen ketimbang bersama virgo.
Song biseo memberikan intruksi lewat tab shalom kemana shalom harus menembak lewat drone pemantau yg sangat kecil buatan shalom.
“dia masih ketinggalan satu langkah..”tandas shalom.
“oiya..shalom lusia..”tukas seseorang shalom menoleh ke belakang nya, dia tersenyum.
“dirza..hai..seperti nya kamu belum mengecil ya..”tukas shalom ke pria yg tinggi besar bernama dirza, song biseo hanya melongok, shalom memberikan senjata nya ke song biseo.
“you can handle??”Tanya shalom.
“ya..ya..i can..”sahut song biseo gugup.
Sementara itu ressa dan afsheen masuk gedung dan menembaki beberapa orang,ada juga beberapa orang yg mencoba menghajar ressa namun pemegang sabuk hitam taekwondo dan ji jutsu ini dengan mudah menghalau nya,begitu pun afsheen.
“afsheen anesta..finally I see you..”tukas virgo.
“ya..ya..lepaskan dia vir..”tukas afsheen.
“wah banyak sekali ya lo bunuh anak buah gw..”
“vir cukup ya cuap-cuap nya,sekarang lepasin dia..”virgo tersenyum.
“gw seneng main-mainin lo sheen..”ucap virgo lalu seseorang membawa anak kecil, afsheen terkejut dia pun langsung menodongkan pistol nya ke virgo.
“cara lo ga lucu vir..lepasin anak gw..”tandas afsheen, dean speechless karna melihat seorang anak kecil yg terlihat mirip sekali dengan dia.
“ares..”panggil dean pelan
“lo abisin si dean ini gw bakal lepasin anak lo..”ancam virgo.
“afsheen-ssi plis shoot me..you just shoot me..plis afsheen-ssi..”ucap dean, afsheen mempehatikan dean yg sudah mengeluarkan air mata.
“wahh ada apa ini..wajah anak lo mirip dia ya..ahh jangan-jangan..ares he is your father..”ucap virgo, anak afsheen alias ares langsung melihat ke dean.
“mam..”panggil ares
“gw Cuma minta lo tembak dia sheen..”tukas virgo tenang, afsheen pun langsung menembak dean, dean terkejut begitu pun ares.
“maaf nak..”ucap afsheen
“mam..”ucap ares sembari meneteskan air mata, dia melihat dean yg sudah tidak sadarkan diri.
"lo mau nipu gw sheen... "tandas virgo
“sekarang giliran lo sheen..”tukas virgo sembari membidik afsheen, afsheen terdiam
“mami..mami..”teriak ares.
“sha..”panggil afsheen
Lalu pria yg memegang ares langsung tertembak tepat di kepala nya, ares pun terlepas dan di tarik ressa, ressa pun sempat menembak kaki virgo, afsheen pun tertembak di lengannya karna tertembak virgo namun afsheen langsung menghajar virgo sampai virgo pingsan.
“sheen enough kita bawa dean..”tukas ressa
Sementara itu di atap gedung shalom terlihat kelelahan dirza berhasil dia kalahkan song biseo pun masih tidak bisa berkata-kata dengan kekuatan gadis cantik ini.