
Di markas BLACK LION keempat sahabatnya Darren yaitu Barra, Chico, Chello dan Zidan saat ini berada di Aula. Tidak hanya ada mereka saja. Melainkan ada Marco, kakak ketiga Darren dan para tangan kanan mereka.
Baik keempat sahabatnya Darren maupun Marco kini tengah membahas penyerangan markas AL CAPONE milik Alonso Alberto dan kediaman keluarga ALBERTO.
"Al Capone diketuai oleh Alonso Alberto. Bajingan itu hanya memiliki sekitar 6000 mafioso saja. Bajingan itu juga memiliki tiga gudang persenjataan yang sangat lengkap." Marco memulai pembicaraan.
Mendengar ucapan dari Marco. Zidan, Chico, Barra dan Chello tersenyum terutama Zidan. Zidan merasa bersyukur dan terbantu dengan adanya Marco. Beberapa hari ini Zidan sudah berusaha mencari tahu dalang dari kelompok yang sudah menyerang kediaman keluarga Parvez. Namun usahanya selalu gagal. Dan ini adalah kegagalan pertama bagi Zidan.
"Oh iya. Masalah tiga gudang persenjataan milik bajingan itu sudah Kakak ambil alih. Kakak memberikan perintah masing-masing 100 mafioso untuk mencuri semua persenjataan milik bajingan itu dan memindahkan ke gudang marka BLACK WOLF dan BLACK LION. Jadi saat penyerangan nanti mereka akan kekurangan senjata."
"Ide yang cemerlang Kak," ucap Barra.
"Lalu kapan kita mulai menyerang markas bajingan itu Kak Marco?" tanya Chico.
"Kalau kalian dan para mafioso sudah siap. Besok malam sekitar pukul 12 malam kita akan melakukan penyerangan itu. Kalian persiapkan sekitar 3500 mafioso dan Kakak juga akan membawa sekitar 4000 mafioso." Marco menjawabnya.
"Kami semua sudah siap Kak!" seru Zidan.
"Baik," Chico, Barra dan Chello mengangguk.
"Kami juga sudah membahas masalah ini dengan para mafioso," ucap Chello.
"Bagus," sahut Marco. "Oh iya. Besok malam kita akan melakukan penyerangan besar-besaran. Penyerangan pertama adalah markas Al Capone. Setelah kita berhasil menaklukkan markas Al Capone. Kita langsung ke kediaman Alberto." Marco berucap dengan menatap satu persatu wajah sahabat adiknya.
Sementara Zidan, Chico, Barra dan Chello tersenyum menyeringai ketika mendengar ucapan dari Marco.
"Kami setuju," jawab Zidan, Chico, Barra dan Chello bersamaan.
"Pesan dari Darren. Jika kita berhasil menaklukkan markas Al Capone. Alonso harus dalam keadaan hidup. Kita akan membawa bajingan itu pulang ke rumah keluarganya. Dan di sanalah baru kita memulai permainan intinya. Permainan inti itu..." Marco menghentikan perkataannya.
"Permainan itu adalah permainan dimana bajingan itu dan seluruh anggota keluarganya akan dibantai habis," ucap Chico.
"Dan yang melakukan tugas itu adalah Darrendra Smith," sahut Zidan, Chico, Barra dan Chello bersamaan.
"Iya. Darren yang akan melakukannya. Kita hanya membantunya melancarkan aksi balas dendamnya saja," ucap Marco.
"Baiklah. Kami mengerti!" seru Zidan, Chico, Barra dan Chello bersamaan.
"Jadi Darren tidak akan ikut dalam penyerangan markas AL CAPONE. Darren akan langsung mendatangi kediaman Alberto. Darren saat ini sedang menjalankan rencana liciknya untuk mengambil alih Perusahaan WL'LIam milik William Alberto dan Perusahaan AL'Nso milik Alonso Alberto." Marco berucap.
"Dan aku sangat yakin. Hanya butuh waktu dua jam dua Perusahaan itu akan berpindah ke tangan Darren!" seru Zidan.
Mendengar perkataan Zidan. Marco, Chello, Barra dan Chico mengangguk. Mereka juga berpikiran sama seperti Zidan jika Darren akan berhasil mengambil alih dua Perusahaan itu.
...***...
Darren berada di Perusahaan DRN'Smith. Saat ini dirinya berada di ruang rapat bersama sepuluh CEO yang berasal dari sepuluh negara.
Baik Perusahaan Darren maupun kesepuluh Perusahaan tersebut membuat sebuah perjanjian dimana perjanjian tersebut akan menguntungkan kedua belah pihak terutama untuk kesepuluh Perusahaan tersebut.
Kesepuluh Perusahaan tersebut sudah sangat mengenal dengan Perusahaan DRN'Smith. Mereka juga tahu Perusahaan DRN'Smith adalah Perusahaan ternama dan terkenal nomor 1 di dunia. Mereka tahu jika Perusahaan keluarga Smith adalah Perusahaan terkenal nomor 1 di dunia. Perusahaan DRN'Smith termasuk salah satunya.
Jadi dengan kata lain. Jika mereka bekerja sama dengan salah satu Perusahaan dari keluarga Smith, maka Perusahaan mereka akan mendapatkan keuntungan yang sangat besar. Itu pun jika mereka benar-benar serius dan jujur dalan kerja sama tersebut dan tidak mengkhianati atau berusaha berbuat curang. Apabila itu terjadi, maka bersiap-siaplah mereka akan kehilangan segalanya.
"Bagaimana? Apa kalian bersedia membantuku untuk mendapatkan kedua Perusahaan itu? Aku ingin malam ini Perusahaan WL'LIam dan Perusahaan AL'Nso menjadi milikku." Darren berbicara sembari menatap satu persatu wajah para kesepuluh CEO tersebut.
"Kami bersedia. Malam ini juga kami akan membuat kedua Perusahaan itu menjadi milik anda," sahut CEO dari Perusahaan FOREX dan diangguki oleh kesembilan CEO lainnya.
"Bagaimana kalau sekarang! Di depanku kalian membuat kedua Perusahaan itu menjadi milikku. Jika kalian berhasil. Aku akan memberikan suntikan dana ke Perusahaan kalian masing-masing sebesar 3500 Dolar Amerika." Darren berucap bersungguh-sungguh.
"Apa anda tidak salah bicara?" tanya CEO dari Perusahaan GRIA.
"Kenapa? Apa kalian meragukanku? Bagaimana kalau kita buktikan malam ini bersama-sama? Kalian buat kedua Perusahaan itu menjadi milikku. Jika kalian berhasil. Malam ini juga aku akan mentranfer nominal tersebut ke rekening Perusahaan kalian?" tanya Darren dengan wajah menantangnya.
Mendengar perkataan dan pertanyaan menantang dari Darren membuat kesepuluh CEO tersebut langsung menganggukkan kepala tanda setuju. Dan mereka kemudian langsung membuka laptop milik mereka masing-masing dan mulai melakukan apa yang diinginkan oleh Darren.
Tak butuh lama. Hanya membutuhkan waktu sekitar dua jam. Kesepuluh CEO tersebut berhasil membuat Perusahaan WL'LIam dan Perusahaan AL'Nso menjadi milik Darrendra Smith.
Kesepuluh CEO tersebut melakukan peretasan terhadap akun-akun pribadi milik William Alberto dan Alonso Alberto. Mulai dari akun resmi pribadi milik William Alberto dan Alonso Alberto termasuk Email, melacak nomor rekening Perusahaan, masuk ke dalam data Perusahaan dan lain sebagainya.
Setelah mereka berhasil. Mereka memperlihat layar laptop tersebut kepada Darren dan meminta Darren untuk memindahkan semua isi data dan rekening Perusahaan WL'LIam dan Perusahaan AL'Nso.
"Ini. Coba anda lihat," sahut dua dari kesepuluh CEO itu.
Darren mengambil laptop tersebut dan melihat kearah layar laptop tersebut. Dan detik kemudian, terukir senyuman manis di bibirnya.
"Anda bisa menguras semua saldo rekening Perusahaan dari kedua Perusahaan itu. Dan setelah itu, anda yang akan menjadi penyelamat untuk kedua Perusahaan itu ketika kedua Perusahaan itu diambang kehancuran." CEO dari Perusahaan WANDA berucap.
"Besok adalah rapat saham tahunan yang ketujuh. Dalam rapat itu kedua Perusahaan itu akan hadir," ucap CEO Perusahaan AXN.
"Saat rapat sedang berlangsung. Akan ada kabar yang mengejutkan untuk kedua Perusahaan itu. William Alberto dan Alonso Alberto akan terkejut ketika mendengar bahwa Perusahaan milik mereka bukan lagi mereka melainkan sudah menjadi milik seorang CEO dari Perusahaan DRN'Smith." CEO Perusahaan RETRO berbicara sambil menatap wajah Darren.
Darren yang mendengar perkataan dari Perusahaan AXN dan Perusahaan RETRO tersenyum menyeringai.
"Masalah itu biarkan aku yang mengurusnya," sahut Darren.
Setelah mengatakan itu, Darren langsung bekerja. Darren menguras semua isi saldo rekening Perusahaan milik William Alberto dan Alonso Alberto. Darren juga mencuri beberapa data-data penting sehingga membuat Perusahaan itu akan mengalami kerugian besar. Data-data tersebut dipindahkan ke Perusahaan baru miliknya yang terletak beberapa jam dari Perusahaan DRN'Smith.
Beberapa bulan yang lalu Darren membuka Perusahaan baru. Perusahaan yang bergerak di bidang lokomotif. Perusahaan itu sudah memiliki sekitar 500 karyawan dan 10 orang-orang kepercayaannya.
Setelah Darren puas mengotak-atik isi dari data-data Perusahaan WL'LIam dan Perusahaan AL'Nso. Darren pun masuk ke intinya.
Beberapa menit kemudian...
"SELESAI!" seru Darren.
Darren kemudian mendorong laptop tersebut kearah CEO Perusahaan RETRO.
"Kerja yang bagus dengan hasil yang sangat memuaskan. Kirim rekening Perusahaan kalian ke emailku sekarang. Aku akan mentransfer uang yang sudah aku janjikan."
Mendengar perkataan dari Darren. Kesepuluh CEO tersebut langsung mengirimkan nomor rekening Perusahaan mereka ke email milik Darren.
Mendapatkan nomor rekening Perusahaan dari kesepuluh CEO tersebut. Darren pun langsung mentransfer uang yang sudah dijanjikannya.
"Sudah. Sekarang coba kalian cek," sahut Darren.
Kesepuluh CEO tersebut langsung memeriksa ponsel mereka masing-masing. Dan benar! Uang yang dijanjikan oleh Darren telah mendarat sempurna ke dalam rekening Perusahaan mereka masing-masing.
"Wah. tuan Darren. Terima kasih!" seru CEO Perusahaan FIXEL.
"Terima kasih tuan Darren," ucap kesembilan CEO yang lainnya.
Mendengar ucapan terima kasih dari kesepuluh CEO tersebut. Darren memperlihatkan senyumannya.
Setelah semuanya selesai. Baik Darren maupun kesepuluh CEO tersebut saling berjabat tangan, lalu mereka pun memutuskan untuk kembali pulang ke rumah masing-masing dengan membawa kebahagiaan yang terpampang jelas di wajah mereka.