Revenge

Revenge
Penyerangan Markas Al Capone



Di markas AL CAPONE, Alonso sedang bersama dengan tiga tangan kanannya. Alonso saat ini berniat ingin membalas apa yang sudah dilakukan oleh Darren padanya dan ayahnya. Alonso berniat ingin membunuh Darren agar dirinya bisa merebut kembali miliknya dan milik ayahnya.


Beberapa jam yang lalu Alonso telah memerintahkan salah satu tangan kanannya untuk mencari tahu dimana Darren tinggal. Dan hasilnya, tangan kanannya itu berhasil mendapatkannya.


"Kapan kita akan menyerang kediaman bajingan itu King?" tanya salah satu tangan kanannya.


"Besok malam sekitar pukul 12 malam. Kalian persiapkan 100 mafioso untuk menyerang kediaman bajingan itu," jawab Alonso.


"Siap King."


Ketika mereka tengah membahas rencana penyerangan kediaman Darren, tiba-tiba mereka dikejutkan dengan suara tembakan dan juga suara ledakan dari luar.


DOR! DOR!


DUUAAARR! BOOOMMM!


"Aakkhhh!" teriak lima ratus mafioso yang mendapatkan luka tembak dan juga ledakan. Lima ratus mafioso itu terjatuh dari lantai tiga bangunan markas tersebut.


GEDEBUG! GEDEBUG!


BRUUKK! BRUUKK!


Semuanya tewas dengan sangat mengerikan dengan tubuh remuk dan hancur.


Kelompok mafia COBRA dan kelompok mafia BLACK LION menyerang markas AL CAPONE dari segala arah. Markas AL CAPONE telah dikepung.


Dua puluh penembak jitu jarak dekat dan jarak jauh diam-diam sudah berhasil menyusup masuk ke dalam markas tersebut dan membunuh semua mafioso yang sedang berjaga.


Ada sekitar 1500 mafioso yang berjaga di setiap lorong yang ada di dalam markas AL CAPONE. Semuanya tewas dengan sangat mengerikan.


Sementara di bagian luar terdapat 1500 mafioso AL CAPONE yang telah tewas akibat tembakan jarak jauh oleh sniper handal dari kelompok mafia COBRA dan kelompok mafia BLACK LION. Dan juga ledakan-ledakan dasyat yang diberikan oleh kelompok BLACK LION dan kelompok COBRA.


"KING." salah satu mafioso dalam keadaan terluka datang melapor.


"Apa yang terjadi?" tanya Alonso.


"Mar-markas kita diserang King,"


"Apa? Dari kelompok mana?" tanya Alonso.


"Mereka dari kelompok COBRA dan BLACK LION, King!"


Mendengar jawaban yang diberikan oleh salah satu mafiosonya membuat Alonso terkejut. Alonso sangat tahu dengan dua kelompok mafia itu. Tapi yang membuat Alonso bingung kenapa dua kelompok itu menyerang markasnya?


"Brengsek! Kenapa mereka menyerang markas milikku?" Alonso benar-benar marah saat ini.


Ketika Alonso ingin memberikan perintah kepada para tangan kanannya, tiba-tiba terdengar bunyi tembakan dan ledakan memasuki markas miliknya.


DOR! DOR!


DUUAARR! BOOOMMM!


Kelompok mafia COBRA dan kelompok mafia BLACK LION memasuki markas AL CAPONE dengan Marco dan keempat sahabat-sahabatnya Darren di depan.


"Hallo. Alonso! Kita bertemu lagi," ucap Marco dengan menatap tajam Alonso.


Alonso langsung membelalakkan kedua matanya saat melihat orang yang dulu hampir membunuhnya dan hampir membantai habis seluruh anggota keluarganya karena kelompoknya telah berani mengusik salah satu anggota keluarga dari orang yang berdiri di hadapannya saat ini.


"Mar-marco," ucap Alonso dengan suara bergetarnya.


"Ternyata kau masih ingat dengan wajah dan namaku Alonso Alberto," ejek Marco.


"Siapa yang tidak mengenalmu Marco! Kau dan kelompokmu dikenal kejam dan sadis," sahut Alonso.


"Lalu bagaimana denganmu, hum? Bukankah kau dan kelompokmu juga sama sepertiku dan kelompokku? Hanya saja kita memiliki perbedaan yang sangat jauh." Marco berucap dengan menatap marah Alonso.


"Aku dan kelompokku bersikap kejam dengan orang-orang yang sudah berani mengusik keluargaku dan mengambil milikku dan juga milik keluargaku. Sementara kau dan kelompokmu menyakiti orang-orang yang tidak bersalah. Bahkan kau dan kelompokmu selalu menerima bayaran untuk membunuh orang-orang yang tidak bersalah."


"Itu urusanku dan kelompokku. Tidak ada urusannya denganmu dan juga kelompokmu. Bukankah kita sudah tidak memiliki urusan lagi Marco? Aku sudah tidak mengganggu dan mengusik keluargamu dan merebut milikmu apalagi milik keluargamu." Alonso berbicara dengan menatap remeh Marco.


"Dan kenapa kau datang bersama dengan kelompok mafia BLACK LION? Aku tidak memiliki urusan dengan kelompok itu." Alonso berucap dengan nada ketus dan tatapan tajam.


Baik Marco maupun keempat sahabatnya Darren tertawa keras ketika mendengar ucapan dari Alonso.


"Apa anda yakin tuan Alonso?" tanya Zidan menyindir.


"Apa anda sudah melupakan kejadian dimana anda dan kelompok anda menyerang kediaman keluarga Parvez?" tanya Chello dengan menatap penuh amarah Alonso.


DEG!


Seketika tubuh Alonso menegang saat mendengar salah satu pemuda yang ada di hadapannya menyebut keluarga Parvez. Dan sekilas kejadian saat malam itu berputar-putar di otaknya.


Marco, Zidan, Chico, Barra dan Chello tersenyum menyeringai ketika melihat wajah terkejut Alonso saat menyebut nama keluarga Ataya.


"Kenapa Alonso? Apa kau terkejut ketika mendengar perkataan salah satu dari sahabat adikku menyebut nama keluarga Parvez?" tanya Marco dengan senyuman di sudut bibirnya.


Alonso masih diam di posisinya. Dirinya benar-benar terkejut kala mendengar salah satu dari orang-orang yang ada di hadapannya itu menyebut nama keluarga yang telah dibantainya. Alonso bahkan lebih terkejut lagi ketika Marco menyebut kata 'sahabat adikku'.


Alonso benar-benar tidak menyangka jika kejadian malam itu diketahui oleh kedua kelompok tersebut apalagi kelompok Marco.


Alonso menatap orang-orang yang ada di hadapannya, lebih tepatnya menatap Marco. "Apa maksud dari perkataanmu itu Marco? Sahabat adikmu?"


"Iya, mereka." Marco menunjuk kearah Zidan, Chico, Barra dan Chello. "Mereka adalah sahabat-sahabat adikku. Dan mereka adalah wakil dari kelompok mafia BLACK LION. Kau tahukan seperti apa kelompok itu dimata semua orang-orang yang ada di dunia ini?" Marco menatap penuh amarah Alonso.


"Apa hubungannya dengan adikmu dan juga sahabat-sahabat adikmu dengan aku yang menyerang keluarga Parvez?" tanya Alonso.


"Apa kau yakin ingin tahu siapa itu keluarga Parvez terutama gadis yang kau bunuh. Bahkan tubuhnya kau lecehkan sebelum kau membunuhnya?!" teriak Marco dengan menatap nyalang Alonso.


"Gadis yang telah kau bunuh itu adalah calon adik iparku. Namanya adalah Ataya Parvez. Dan mereka akan menikah setelah selesai ujian semester pertama, dua bulan lagi. Namun kau menghancurkan semuanya! Kau kembali mengusik keluargaku Alonso!" bentak Marco.


Alonso terkejut saat mendengar perkataan dari Marco yang mengatakan bahwa gadis yang dibunuh olehnya itu adalah calon adik iparnya yang tak lain calon istri dari salah satu adiknya.


"Aku memang membunuhnya. Tapi aku tidak tahu kalau wanita itu adalah calon istri dari adikmu. Aku dibayar oleh seorang wanita untuk membunuh seseorang. Dan wanita itu memberikan foto seorang wanita kepadaku. Saat aku bertanya. Wanita itu hanya menjawab bahwa wanita yang ada di foto itu telah merebut kekasihnya. Dan wanita itu juga mengatakan bahwa dia sudah memperingati wanita yang ada di foto itu, tapi wanita yang ada di foto itu tidak mempedulikannya."


"Brengsek!" umpat Zidan, Chico, Barra, dan Chello bersamaan.


"Dan kau percaya begitu saja dengan wanita murahan itu tanpa menyelidiki terlebih dahulu siapa wanita yang ada di foto itu?!" bentak Chico dengan penuh amarah.


"Bunuh mereka semua dan sisakan bajingan itu!" teriak Zidan dan Chello bersamaan.


"Baik, Prince!"


Para mafioso dari BLACK LION langsung menyerang para mafioso AL CAPONE dengan membabi buta.


Jumlah anggota mafioso AL CAPONE saat ini tersisa sekitar 3000 mafioso dari 6000 mafioso. Ditambah sepuluh tangan kanannya Alonso dan Alonso sendiri.


"Aku sudah memperingatkanmu Alonso. Jangan mengusik orang-orang terdekatku. Tapi kau tidak mendengarkannya. Hanya karena uang kau rela menyakiti dan membunuh orang yang tak bersalah," ucap Junmyeon.


Beberapa menit kemudian, para mafioso BLACK LION berhasil membunuh 1500 mafioso AL CAPONE dan tersisa 1500 mafioso. 1500 mafioso tersebut memilih menyerah. Mereka tidak ingin mati seperti rekan-rekan mereka. Dan 1500 mafioso yang tersisa itu memilih untuk bergabung dengan kelompok mafia BLACK LION.


"Kau kalah Alonso. Aku bisa saja membunuhmu hari ini juga. Dikarenakan aku sudah berjanji kepada adikku untuk membawamu hidup-hidup keluar dari markas ini. Maka aku dan keempat sahabat adikku ini membiarkanmu hidup."


"Kami akan membawamu pulang ke rumah keluargamu Alonso," kata Barra.


"Setiba disana. Kau akan disambut dengan pesta kejutan dari sahabatku," ucap Chico.


"Di sanalah kau akan tahu wajah dari orang yang calon istrinya telah kau bunuh," ujar Chello.


"Permainan yang sesungguhnya menantimu Alonso," sela Zidan.


Sementara Marco tersenyum meremehkan menatap wajah Alonso.


"Bawa bajingan itu!" teriak Chico.


Empat mafioso BLACK LION membawa paksa tubuh Alonso. Dan tak lupa mengingat tubuhnya terlebih dahulu.


Sementara untuk 1500 mafioso AL CAPONE langsung dibawa pergi oleh para mafioso BLACK LION untuk menuju markas BLACK LION.


Marco menyuruh para mafioso BLACK LION kembali ke markas. Hanya para mafioso dari COBRA saja yang akan pergi ke kediaman keluarga Alberto.