
Di pantry kantor
“who the hell are you??”Tanya dean
“ iam afsheen anesta..”sahut afsheen
“situasi apa ini... apa yg sebenar nya terjadi, kenapa ayah ku meminta kamu menjaga ku, kamu bukan hanya sekretaris biasa kan.. ??”tandas dean
“calm down deopyo..saya akan menjelaskan tapi tidak sekarang.....”sahut afsheen
Hp afsheen berbunyi
“ya sha..jadi bagaimana??”Tanya afsheen
“orang itu meninggalkan senapan nya,dia seorang sniper sheen..”tukas gadis yg di panggil sha oleh afsheen
“lebih baik kita pulang sekarang....”tukas afsheen, dean melihat ke afsheen, dean merasa ada yg berbeda dari afsheen dia tidak terlihat cupu kaya biasa nya.
Di depan rumah dean, dean hendak masuk namun afsheen melihat orang yg mencurigakan melihat ke arah nya, lalu memegang sesuatu, afsheen menarik dean menjauh dan rumah dean meledak, afsheen dan dean terlempar, dean teriak kesakitan namun afsheen langsung bangun dan mengejar si pria misterius itu, namun dia kehilangan si pria misterius itu.
“sha res jemput gw..”pinta afsheen sembari menghampiri dean
“are you oke deopyo??”Tanya afsheen
“who are you??”Tanya dean lagi, lalu sebuah mobil van menghampiri mereka.
“we must to go..”tandas afsheen
Di mobil afsheen melaporkan kejadian tadi ke ayah nya dean, ayah nya pun meminta dean menuruti semua perintah afsheen untuk keselamatannya.
Di depan sebuah rumah sederhana
Afsheen memasuki rumah, dean pun begitu.
“ganteng juga ya..”tukas shalom teman afsheen dan tentu rekan kerja afsheen juga.
“yg ganteng gini kadang brengsek sha..”sahut ressa, dean bingung melihat ke dua gadis ini.
“what are you talking about??”Tanya dean.
“hai my name is shalom you can call me sha and this one ressa..”tukas shalom.
“ saya sudah menyiap kan baju anda dan segala yg anda butuhkan dan di sana kamar...”tunjuk shalom ke sebuah ruangan di pojokan ruangan, dean pun langsung ke kamar nya.
“kok lo bawa ke sini sih??”Tanya ressa.
“bapak nya yg minta..”sahut afsheen
“gw harap bapak nya bakal bayar mahal kita..”tukas ressa, shalom memperlihat kan hp nya yg menapakan bukti pembayaran yg mereka terima, ressa melotot.
“ini tugas terakhir kita..sebaik nya kita selesaika tugas ini secepat nya..”tukas afsheen.
“wahh Maldives sedang menunggu gw ahhh…”tandas shalom.
Di roof top rumah afsheen
Dean menghampiri nya dan mengagetkan afsheen, dean cukup kaget karna afsheen langsung menodongkan pistol ke dean.
“waa..siapa kamu sebenar nya??”ucap dean menggunakan bahasa korea.
“ ares..”
“kamu bisa bahasa korea..??”
“bukan kah saya bilang saya fasih berbagai bahasa.. sebelum nya client kami orang korea....” jelas afsheen.
“so jadi kamu ketua nya..??”
“bukan hanya bagian aku adalah perencana,dan tukang perintah..shaloom di bagian hacker dan ressa adalah peng eksekusi..”sahut afsheen.
“ayah kamu mempunyai musuh yg sedang mengincar kamu maka nya dia meminta ares untuk membantu dan mencari tahu siapa orang di balik ini semua dan melindungi kamu..”jelas afsheen.
“saya sudah curiga kamu bukan orang sembarangan, sejak kita bermain tenis bersama..”tukas dean, dean melirik afsheen.
“apa kamu masih ingat apa yg terjadi 6 tahun lalu miss o..”tukas dean, afsheen melirik.
“tidak ada yg terjadi..”sahut afsheen
“hei.hei..kamu melupakan apa yg sudah terjadi dengan kita..kamu telah mempermalukan aku, kamu meninggalkan aku begitu saja tanpa membangunkan aku, kamu tidak tahu malu nya aku ketika membuka mata dan banyak sekali orang yg ingin memakan ku..”tandas dean.
“ahh terlalu berlebihan..”tukas afsheen, dean kesal.
Dean pun turun ke kamar nya
Keesokan hari nya dean keluar kamar nya, pemandangan indah pun menghampiri nya, dia melihat ressa yg sedang berjalan dengan memakai pakaian olah raga, dean bisa melihat tubuh terbentuk indah ressa, bahkan ressa memiliki abs di perut nya, dean mengikuti ressa dan menuju ruang bawah tanah rumah yg keliatan kecil itu, dean kaget karna ruang itu lebih besar bahkan luas ada beberapa alat olah raga bahkan sandsack serta beberapa computer dan tempat seperti meeting room cangih, ressa langsung menaiki tread mill.
“morning dean..”sapa shalom yg masih memakai piama dan menguap, shalom memberikan kopi hangat untuk nya
Shalom langsung berjalan ke computer nya dan mengecek semua hal di computer nya itu.
“what are you looking hah??”Tanya afsheen mengangetkan dean, afsheen berjalan ke sebuah ruangan dan memencet tombol sebuah ruangan terbuka tiba-tiba, dean melotot karna ada banyak sekali senapan senjata model apapun.
“are you kill people??”Tanya dean, afsheen, ressa dan shalom menengok ke dean, ressa tersenyum.
“yeah sometime..”sahut ressa
“itu pekerjaan kami dean....”tambah shalom
“cukup buat dia takut girl..sha..apa yg baru???”Tanya afsheen.
“gw hapal banget nih pola ini..musuh kita kawan lama sheen..”tukas shalom.
“virgoun..memang masih ngincer lo sheen..”tambah ressa
“apa yg kalian bicarakan..??”Tanya dean menggunakan bahasa korea
Sha dan ressa tersenyum, afsheen hanya mengecek senjata nya, dean mendekat ke sha.
“sha..kaya nya lo yg paling pinter disini..”tukas dean.
“menurut kamu gitu ya??”Tanya sha.
“dan dia yg paling seksi..”tunjuk sha ke ressa, dean melihat ke ressa.
“ya seperti nya..”sahut dean,sha tertawa kecil.
“you wrong..dia yg paling pintar dan seksi di sini,dan sampai sekarang gw juga masih bingung apa yg dia tidak bisa..”jelas sha sambil menunjuk afsheen, dean pun mencoba mengingat malam dimana dia menghabiskan dengan miss o alias afsheen namun semua nya gelap karna dia mabuk, dia pun menyesali nya.
“lo lagi mikir jorok ya..”ledek sha,dean langsung pergi
tolong dukung author yaa... dengan like serta comment serta klik tombol favorit 😆supaya author semakin semangat update, kritik dan saran juga.. biar makin semangat lagi..... terima kasih😍😉