Revenge

Revenge
CHAPTER 8



Seminggu kemudian.


malam nya di apartemen dean.


Dean baru saja menidurkan ares, dia mendengar bel berbunyi, dia lantas melihat di monitor ternyata afsheen yg datang, dia langsung membukakan pintu nya, afsheen langsung masuk.


“aku mau bawa ares pergi..”tukas afsheen.


“sheen apa kamu tidak mencoba mempertimbangkan untuk hidup bersama aku..”Tanya dean, afsheen melihat ke dean.


“aku sangat menyanyangi ares..aku ingin kita bisa bersama..”ucap dean.


“kamu tahu itu tidak mungkin kan..banyak hal yg buat kita tidak bisa bersatu..”sahut afsheen


“tapi ada hal bisa menyatukan kita yaitu ares..”ucap dean sembari mendekat ke afsheen.


“apa kamu tidak ingin melihat ares bahagia..”Tanya dean sembari terus mendekat ke afsheen bahkan wajah mereka sudah sangat dekat.


“enough dean..”afsheen mencoba menghindar namun wajah nya di tahan dean.


“aku sangat merindukan kamu afsheen..aku tidak bisa membuang kamu dari pikiran ku..”ucap dean ,afsheen menatap dean, dean langsung mencium afsheen, awal nya afsheen menolak namun akhir nya dia menikmati malam nya bersama dean.


Pagi nya


Dean masih memeluk afsheen, afsheen membuka mata nya lalu melihat dean, dean pun membuka mata nya, dan memeluk nya dengan erat.


“hei ares..ares bagaimana..”tandas afsheen sembari bangun, dean tersenyum


Di meja makan.


Ares tersenyum sendiri melihat mami dan ayah nya yg bekerjasama membuat sarapan, siang nya mereka pun bersenang-senang di taman bermain, afsheen belum pernah melihat ares yg sangat senang, dia paham kalau kebahagiaan ares sebenar nya adalah berkumpul dan mempunyai keluarga yg utuh.


Mereka sedang asik bercanda sembari memakan es krim ketika sebuah tembakan mengenai dada dean, ares serta afsheen pun kaget, dean pun juga kaget ,dia merasakan dada nya yg semakin mengeluarkan darah, lalu dia terjatuh.


“APPA..!!”teriak ares, afsheen pun langsung menarik ares dan menyuruh nya menunduk, afsheen memegang tangan dean.


“plis..jaga ares untuk ku..”ucap dean lalu dia menutup mata nya, afsheen kesal marah dia pun langsung berdiri dan mengarahkan ke arah seorang sniper yg ada cukup jauh di atas nya namun tembakan itu tepat ke kepala si sniper langsung terkapar, sebuah van langsung datang dan beberapa orang keluar sembari menodongkan senjata ke ares dan afsheen.


Di sebuah gudang


Seung hyun kakak tiri nya dean sedang duduk di hadapannya ayah nya.


“ini salah ayah karna lebih mempercayai anak keparat itu ketimbang aku, jadi aku ambil tindakan dengan membunuh nya..”tukas seung hyun, ayah nya terdiam, lalu salah satu anak buah seung hyun membawa ares menemui ayah nya dean.


“bagaimana dengan cucu ayah ini..”ucap seung hyun, ayah nya Nampak benar-benar geram dengan seung hyun.


Di lain tempat


Afsheen sudah babak belur di hajar beberapa lelaki, lalu seorang pria yg terlihat orang luar korea alias bule menemui afsheen.


“so afsheen..plis tell me where you keep that nuklir..”tandas si bule, afsheen cengar cengir menunjukan barisan gigi nya yg sudah di penuhi darah.


“ I wont telling you..”sahut afsheen


"ahh okee.. maybe you wanna see...how we kill your son with slowly....”tukas si bule


“how dare you... you know.. you can't touch my son.. you...really underestimate me..”tandas afsheen, lalu tiba-tiba salah satu penjaga tertembak, afsheen pun langsung melepas tali yg melilit tangannya ,sebenar nya afsheen sudah memberikan sinyal ke ressa dan shalom tentang keberadaan nya, dan dia memang suka menyimpan benda tajam jadi dengan mudah dia bisa melepas ikatannya.


“tell your boss I wont give that nuklir..and don’t bothering me and my son..”tandas afsheen sembari menembak kaki satu nya si bule.


Sementara itu di tempat ares, ayah nya dean hendak menanda tangani kontrak, ares diam dan hanya melihat tajam om nya itu, seung hyun melihat kea res


“what do you looking for child..??”Tanya seung hyun, ares tersenyum jahat.


“ you know one day..I see you and you should feel sorry because you met me..”tukas ares


“what is the threat??”Tanya seung hyun


“think of that way..”sahut ares, seung hyun menatap ares.


“jangan sentuh dia seung hyun..”tandas ayah nya dean, lalu tiba-tiba kepala si penjaga yg memegangi ares tertembak, seung hyun langsung di kerumbuni body guard nya, ares memilih tiarap di lantai, lalu afsheen datang, sembari menembaki beberapa orang lalu dia menarik ares dan pergi.


Seminggu kemudian


ares berdiri di depan buffet kaca cukup besar dan kelihatan mewah di mana sebuah guci yg berisi abu tersimpan, ares memperhatikan foto yg terpajang, ada foto dia dan ayah nya, afsheen memegang tangan ares.


“kita pulang nak..”ajak afsheen, ares mengangguk.


5 tahun kemudian


Afsheen masih menjadi pengacara di hungaria, ares pun menjalani semua nya dengan sangat baik, dia menjadi anak pintar dan mengikuti kelas akselerasi yg sebelum nya dia harus nya masih duduk di bangku SMP ,namun dia sudah loncat di bangku SMA, afsheen pun sangat bangga dengan prestasi ares, shalom beserta ressa pun ikut menyanyangi ares, ressa memilih bekerja menjadi bartender di salah satu bar di hungaria, sedangkan shalom memilih menjadi operator di salah satu produk seluler, dan mereka menjalani hidup yg sangat normal.


Malam nya


Ares bangun dari kasur nya karna haus lalu dia melihat ke kamar mami nya, mami nya belum pulang, dia pun mengetuk pintu kamar shalom.


“tan..mami kok belum pulang ya??”Tanya ares, shalom menguap lalu mencoba menelepon afsheen namun hp nya tidak aktif.


“tok.. tok.. tok.. "suara ketokan pintu mengangetkan mereka.


Ares pun langsung berlari dan membuka pintu nya.


“MAMI..!!!”teriak ares melihat afsheen yg sudah bersimbah darah, afsheen masih sadar, ares memangku nya.


“mam..apa yg terjadi mam..??”Tanya ares.


“afsheen..ressa..!!!”teriak shalom memanggil ressa


“kita bawa ke dokter res..”tandas shalom, namun afsheen memegang tangan shalom.


“ja.ja..ga ar.a..res sha..”pinta afsheen terbata


“ma..ma..mami..sa..sa.yang…ka..mu..nak..to..long..jaga..diri ka.mu ya..”pesan afsheen sembari memberikan usb ke ares, lalu dia menutup mata nya.ares menangis sejadi-jadi nya sembari memeluk mami nya.


Setelah afsheen meninggal kehidupan ares langsung berubah anak ini pun jadi agak murung, dan lebih banyak menghabiskan waktu nya di kamar nya membuat shalom dan ressa khawatir.


Hari itu pintu rumah mereka kedatangan tamu, ressa dan shalom menyambut si tamu


“song biseo..ada perlu apa jauh-jauh ke sini??”Tanya shalom.


“saya ingin mengajak kalian kembali ke korea..seperti pesan terakhir pak dean..”pinta song biseo,ares menghampiri song biseo.


“ahjussi..take me to korea..”pinta aressong biseo langsung tersenyum.